
Kita loncatin siklus waktu sobat ππ
π΄π΅ππΎπ±βοΈπΏπ₯β£οΈβ£οΈβ£οΈ
Satu tahun berlalu.
Bening masih menekuni cita-citanya. Membuang semua yang terkait dengan masalah hati...
Jika seorang wanita terluka kecewa dan mengalami trauma, maka bisa di pastikan wanita tersebut akan dingin, cuex dan menjauh dalam hal asmara π±
Lebih memilih diam dan melarikan diri pada kesibukan
saya berharap like, coment and vote nya, dukungan serta konstribusi dari sahabat mudahΒ²an mendapat balasan baik dari Yang Maha Baik..
Aamiin..π€²π€²π€²
yuk kita berselancar dalam bahasa hati..
selamat menikmati suguhan sederhana ini ππ
Salam Cinta : Asmirani
***
βοΈβοΈ
Suasana hening, gedung perpustakaan suatu siang. Duduk di tengah ruangan, meja bundar kecil serta kursi putar, sudah cukup. Merampungkan tugas dengan literasi serta theory dari berbagai sumber ilmu. Membawa ku duduk di perpustakaan ini.Mungkin bisa berjam-jam lamanya disini. Aku butuhkan cemilan dan satu box kecil kopi hitam. pahit manis. Cukup untuk mengusir jenuh dan kantuk yang kadang bisa saja datang tanpa kompromi.
Sebuah buku Perbandingan kosa kata dan sastra Jepang sedang ku timang-timang. Mungkin disini bisa ku ambil berbagai sumber ilmu. Mungkin dibuku ini ada yang kubutuhkan. Jurusan yang sedang ku dalami.
Menyimak dan menelusuri paragraf demi paragraf. Mencari sumber ilmu dan tokoh nya. Tahun, tanggal penerbitan, Terakhir biografi beberapa tokoh yang menjadi sumber penyelesaian tugasku. Lengkap dengan sumber bacaan, segala liku- liku penulisannya. Amat ku perlukan.
Lama meneliti kata, kalimat hingga tanda baca semua tak luput dalam perhatianku. Hingga mataku terasa perih. Sudah hampir dua jam aku memelototi buku berbahasa Jepang ini. Jenuh mulai datang, namun tugas masih panjang.
__ADS_1
Perutku mulai bernyanyi. Cemilan yang kubawa tinggal bungkus doank. Tapi aku masih merasa lapar bukan main. Perih banget.
Aku segera mengemasi peralatan bacaku. Mungkin aku perlu mengisi nutrisi dulu agar kembali nyaman dan fres.
Menuju restoran biasa tempatku mencari makanan. Ku hubungi Harumi. Dimana Harumi siang- siang begini. Tak ada sahutan.Mungkin sibuk.
Tadi malam kakek dan Mamah serta bunda menghubungi aku. Satu tahun lebih aku tak pulang. Rencana liburan ini mereka mau melakukan perjalanan mengunjungi keluarga . Kebetulan masa liburan hampir tiba.
Satu bulan cukup lama. Hatiku tiba-tiba ingin pulang. begitu lama aku tak merasakan masakan mamah, walau dia bukan ibu kandungku. Tapi kasih sayangnya telah mengantarku hingga tumbuh seperti sekarang ini.
Satu bulan kemudian. Aku sudah duduk di ruang pesawat. Hari ini aku pulang, lambaian tangan Harumi masih kelihatan samar dibawah sana. Aku tersenyum. Harumi seorang sahabat sejati yang telah teruji kesetiaannya. Ras dan warna kulit tidak pernah kami persoalkan sejak mulai pertemanan. Aku menerima kekurangan dan kelebihan Harumi apa adanya, begitu sebaliknya dia.
Waktu terbang terasa singkat. Tiga jam setelahnya aku sudah berada di Indonesia. Negri yang telah membesarkan aku. Di kejauhan, di ruang tunggu, mereka keluarga tercintaku sudah tak sabar menungguku.
Dari jauh kakek sudah merentangkan tangannya. Aku menghambur ke pelukan kakek. Masih sama saat aku kecil, kakek mengusap kepalaku. Menepuk pipiku lalu berkata seperti biasanya.
" Bagaimana pelajaran mu ?.
Begitu beruntungnya aku memiliki cinta mereka. Alangkah bodohnya jika aku masih membawa- bawa kecewa masalalu. Kusenyumi bunda dan mamah bergantian. Mereka seolah tak mau lagi kehilangan, memeluk dan menciumi pipiku penuh kerinduan. Aku benar- benar bahagia. lengkap dan sempurna.
Sejenak aku tersadar. Nanggala. Dimana Nanggala.
Hatiku bertanya-tanya. Mencari diantara yang hadir. Nanggala tidak kelihatan. Ku tatap bunda dan mamah yang juga memandangi aku dengan senyuman bahagianya.
Ning ! aku disini !".
Dari balik tiang penyangga koridor besar ruang tunggu bandara, Nanggala muncul. Tersenyum lebar. Di samping nya berdiri sosok berbeda. bukan Bintang. tampan lengkap dengan atribut dinas dan korps nya. Bintang kah ? Hatiku tercenung.
Tiba-tiba Nanggala memelukku, mengucek rambutku. Sikapnya membuat aku terharu. Jauh berubah dan dia sekarang tampil sebagai saudara kembar ku. Aku tertawa dalam canda Nanggala yang kocak.
" Ijin memeluk kek !"
tiba- tiba sebuah suara menerpa gendang telingaku. laki- laki gagah yang ku kira Bintang memandang wajah kakek serius. Sikap jenaka nya membuat Nanggala terbahak. Kakek geleng-geleng kepala. Bunda dan mamah senyum-senyum . Sedangkan Nanggala meninju perut laki-laki itu yang disambut dengan kelakar lucu.
__ADS_1
" Habis semua pada memeluk, semua pada bahagia, aku kok ga boleh ?".
Suara itu . Bukan Bintang. lalu siapa dia. Nanggala menjawab kebingunganku.
" Mari sini, kamu belum mengenal kembaran ku yang cantik ini !".
" Ning ! kenal kan. Putra paman, teman almarhum bapak. Lama bergerilya di pelosok Nusantara, tumbuhnya kaya gini !".
Nanggala terbahak lucu. Laki-laki yang belum ku tahu namanya itu ikut tertawa. Ku lihat kakek mengemasi koper dan barang-barangku membawanya ke mobil. Mamah dan bunda ikut membantu kakek.
" Kenalkan, nama ku Jiwa ".
Tangan kokoh itu terulur sopan ke arahku. Begitu kharismatik. Sikapnya yang elegan namun amat santun mencuri suka ku seketika. Ada yang menarik dari laki-laki ini. Ku pikir sikapnya itu. Bisa masuk dalam segala situasi. Mampu mencairkan suasana. Dan yang sangat ku suka adalah caranya terhadap kakek dan bunda serta mamah. Amat santun dan lembut.
" Bening !
Aku menyambut uluran tangannya. Senyum kecil mengintip dari balik bibirnya. Senyum yang pernah kutemukan ketika dulu aku mengenal seseorang. Senyum yang ku simpan hingga bertahun- tahun. Senyum lembut kembaran ku, Nanggala. Kontan hatiku terkejut. Mengapa aku menemukan itu kembali. Pada laki-laki ini. cepat- cepat kutarik tangan. Dia terkekeh. sikapnya santai sekali.
Sepanjang perjalanan menuju pulang Jiwa lebih banyak memborong perbincangan. Cerita tentang tugasnya di daerah-daerah rawan di Indonesia. Cerita bagaimana mereka ke jebak di hutan, dalam latihan tempur gabungan dan mereka kehabisan amunisi juga makanan. Cerita mengarungi sungai yang amat deras di pedalaman Kalimantan sana. Berbagai macam cerita seru dan menegangkan.
Diam-diam aku menyimak dan menyukai pengalaman panjang kisah hidup Jiwa. Letnan dua Tentara angkatan darat. Penuh kejutan namun tetap kocak. Sesuatu yang istimewa, entah kenapa aku senang dengan caranya.
Apakah semesta mengirimkan lagi sesuatu ke hatiku. Hati yang lama dingin. Yang bahkan nyaris aku abaikan. Walau banyak yang ingin mendekati, tapi seolah aku mati rasa. Seolah hati hanya ingin sendirian.
Tapi ini. Ada apakah dengan hatiku. Bunda dan mamah asyik berbincang di samping ku. Aku memilih diam. Membaca kata hati, akan kemanakah mengalirnya. Biarlah semesta yang bekerja. Ku sandarkan tubuh lebih dalam ke jok mobil. Menikmati perjalanan menuju pulang.
Next
***
Welcome para Readers SE Nusantara santun salam sayang dariku. Penghargaan yang amat tinggi atas kunjungan sahabat semuanya. Tinggalkan jejak kenangan jangan lupa. like, coment dan vote nya π€π€
salam Cinta : Asmirani π·
__ADS_1