
Pagi meremang. Kemarau membawa angin yang bertiup kering menembus ventilasi kamar. Suasana rumah kakek Bima yang sepi tak ada suara apapun, membawa istirahat kami cukup sempurna malam ini.
Bunda masih duduk bersimpuh diatas sajadahnya. Awal subuh tadi aku membangunkan bunda yang terlihat sangat lelah. Hingga aku selesai ibadah subuh dan sampai jam menunjuk di angka 06.00 Wib. Bunda masih duduk disana.
Suasana rumah masih sepi, hanya sesekali batuk kecil kakek dari kamar sebelah terdengar pelan.
Aku membuka pintu kamar melangkah keluar menuju beranda samping. Pokok jambu mete yang tumbuh rindang membuat rumah ini asri dan teduh sekali. Deheman kakek di belakangku mengalihkan pikiran ku yang sedari tadi sibuk mencermati halaman yang rapi.
" Nanggala !"
Suara kakek memanggilku
" Iya kek !".
Aku mendekati laki- laki tua yang duduk di ayunan yang kemaren. Masih sama posisinya.
" Kemarilah !".
Kakek menyuruhku ikut duduk. Aku melangkah mendekat dan duduk berhadapan dengan kakek. Wajahnya yang sudah mulai uzur meski masih jelas memperlihatkan ke tampanan. Kakek menatap mataku dalam penuh makna.
" Nanti sore bening sampai disini ! bagaimana dengan kamu ! masihkah lagi merasakan hal yang kemarin, jatuh cinta pada bening !".
" Mohon jangan bicarakan masalah ini lagi kek, aku perlu pemulihan dari setiap rasa yang pernah ku gantungkan pada Bening ! rasa yang perlahan akan hilang seiring waktu berlalu !".
" Kakek sudah tanyai bibimu tadi malam hingga subuh dia menangis menyesali perbuatannya, dia amat takut Bening berubah membenci dirinya !".
__ADS_1
Kisah yang sangat panjang, Mayang ketika itu masih duduk di bangku kelas dua SMA. Ketika disini datang satuan tugas TMMD. Sebagai kelurahan daerah ini termasuk sebagai salah satu wilayah pelaksanaan Manunggal tersebut.
Berawal pada acara penyambutan para tentara yang datang kesini. Seluruh sekolah di kelurahan ikut menyambut kedatangan mereka, tak terkecuali sekolah Mayang, dari sini cerita itu bermula.
Kakek menarik nafas panjang. Memandang langit dengan tatapan kosong. Aku menunggu kelanjutan cerita kakek dengan sabar.
Mayang mengakui jatuh cinta pada tentara muda yakni almarhum bapakmu. Keramahan dan kebaikan almarhum bapakmu membuat Mayang salah arti hingga membiarkan cinta itu terus dan terus terbenam tinggal dihatinya.
TMMD berakhir dan Mayang mencari tahu dimana bapakmu tugas. Dari kesatuan dan bataliyon apa. Kegigihannya membuahkan hasil. Tahun ketiga Mayang memperoleh informasi daerah tugas almarhum bapakmu di kota C dan Mayang merantau kesana. Niatnya adalah sambil mencari pekerjaan. Kakek menelan ludah matanya berkaca-kaca.
Mayang terobsesi cinta sepihak. Pertama memutuskan merantau ke kota C, Mayang mengira akan bahagia tapi Nyatanya semua berbeda. Dikota C Mayang kerja di sebuah Industri rumah tangga, keluguannya tentang ibukota menyeret Mayang masuk dalam pergaulan tak sehat, dan anehnya orang yang selalu datang membantu ketika itu adalah ibu mu. Hingga akhirnya ibu mu membawa Mayang masuk ke dalam rumahnya diberi tempat tinggal.
Sejak hari itu Mayang hidup dalam lingkungan keluarga ibumu. Saat itu ibu Lisantri baru saja melahirkan bayi kembar. Kamu dan Bening.
Cinta yang tak mampu di padamkan itu terus hidup dan menyala di hati Mayang. Tapi sayang rasa cinta yang tak kesampaian dan tak pernah di ketahui oleh bapak dan ibu mu telah mencetuskan api dendam.
Kesulitan aktifitas dalam bekerja serta kebutuhan hidup yang semakin banyak akhirnya mereka pulang kesini.
Sejak saat itu Bening tinggal bersama kakek, sedangkan Mayang memilih bekerja di luar negeri. karena dia kawatir para tetangga ada yang tahu kasusnya. Namun Alhamdulillah tak satupun yang tahu dan datang bertanya. Disebabkan penduduk disini separuhnya pendatang.
Dari hasil bekerja sebagai TKW Mayang melanjutkan pendidikan Bening. Alhamdulillah rejeki mereka berdua jauh dari cukup. Bening yang terbiasa dalam hidup yang pas-pasan sejak kecil tumbuh jadi gadis yang amat kreatif.
Kakek melihat mereka berdua sangat dekat. Mayang dan Bening hampir tak pernah berpisah. keduanya saling menyayangi. Bening hanya tahu Mayang adalah ibunya. Dengan niat menjaga perasaan Bening ketika itu kita sekeluarga membiarkan semua itu seperti adanya. Hingga hari ini Bening hanya tahu kalau dia memiliki satu ibu yaitu Mayang.
Kesalahan yang dilakukan Mayang benar- benar fatal. Tapi disisi lain dia sangat menyayangi Bening, memenuhi tanggung jawab nya dengan baik. Bening berhasil.diarahkan dan di didik dengan sempurna, seperti yang kamu lihat, prilaku dan sikap Bening, amat baik sekali. jauh berbeda dengan anak- anak seusianya. Mayang berhasil menjadikan Bening tumbuh dalam pergaulan baik dan positif.
__ADS_1
Ketika Bening memilih kota mu. Mengabdi disana sebagai guru bantu. Sebenarnya juga sambil menyelesaikan penelitiannya. Dan ketika dia mengenalkan kamu dan keluargamu, Bening banyak sekali bercerita dan kakek bisa menangkap kebahagiaan yang amat jelas ketika dia menceritakan sosok Nanggala ketika itu.
Mayang tak mau Bening berada dalam kesulitan, hingga pada suatu hari Mayang menyuruh kakek menyelidiki kamu dan keluargamu.
Bermula dari foto kiriman Bening saat itu, kakek melihat wajah ibumu juga almarhum bapak mu. tanpa sengaja kakek juga menceritakan hal ini pada Mayang yang saat itu masih di luar negri. Dan hal yang terjadi selanjutnya adalah Mayang menyuruh Bening pulang, menjauh dari sana.
Sebenarnya kakek keberatan sekali, tapi tidak dengan Mayang. Dia langsung memutuskan kontrak kerjanya lalu pulang ke Indonesia dan selanjutnya menyuruh Bening Melanjutkan pelajarannya ke Jepang. Semua rahasia itu dibungkus Mayang dengan rapi termasuk pada keluarganya sendiri.
Tapi semesta berkehendak lain. bagaimanapun rapinya tetap saja terbongkar dalam kuasa semesta yan maha adil. Saatnya Mayang mengakui segala perbuatannya. Kakek menyerahkan semua hal ini pada ibumu, karena Mayang benar-benar salah dalam tindakannya.
Aku mengangguk, pagi berkabut seperti hatiku dan kakek Bima saat ini.Cerita dan kenangan yang menguras airmata. Cinta yang membuat Bibi Mayang lupa akan dosa.Dendam cintanya berakibat seperti ini. Aku menarik nafas panjang.
"Semua keputusan ada ditangan bunda mu. Kakek hanya ikut yang terbaik. Kakek tidak kawatir hidup sendirian jika Mayang harus di penjarakan. Kita tunggu kedatangan Bening".
" Mayang memang layak dihukum, sesuai perbuatannya. Mayang harus ikhlas jika dia akhirnya menerima kebencian dari orang yang disayangi selama ini. Itu sebagai bukti perbuatan jahanya.
Aku hanya bisa diam mendengar penuturan kakek. Kuamati wajah tua itu lamat-lamat. Masih jelas airmata menggenangi pupil matanya yang ringkih.Aku sungguh tak kuasa, apa yang harus aku lakukan.Semua sangat rumit dan membingungkan.
Next
***
Santun salam sayang para Readers semua.
terimakasih atas kunjungannya.Tinggalkan jejak nya disini sobat. Sebagai penyemangat kerjaku .
__ADS_1
Jejak kenangan : like,coment, dan vote nya
Salam Cinta. : Asmirani