Bunga Rumput

Bunga Rumput
episode 22 Menghitung Hari


__ADS_3

✍️✍️


Disertasi selesai dengan sukses. Setelah ini aku pulang ke Indonesia. Semua keluarga pasti berharap aku kembali pulang dengan membawa hasil terbaik. Kesempatan belajar di Jepang sudah ku lalui dengan baik. Kesempatan bertemu dan bersahabat dengan Harumi juga sudah ku nikmati dengan sepenuh hati. Saatnya aku pergi, meninggalkan negri sakura ini kembali.


Di ruang Yudisium. Bulan berikutnya . Aku dinyatakan lulus peringkat terbaik. berhak menyandang gelar Magister bahasa dan sastra perbandingan.


Syukur Ya Robb.." artinya aku tinggal menunggu wisuda lalu pulang ke Indonesia.Hari-hari disini akan menjadi kenangan. Semua yang ku alami dan rasakan disini akan menjadi sebuah cerita menarik kelak dikemudian hari. Pertemuan dengan Harumi, bersahabat dan tinggal bersama, menikmati hari-hari selama di Jepang, akan sukar untuk dilupakan.


Ketika aku mengabarkan berita ini ke bunda dan mamah. Mereka semua amat bersyukur.Bahkan Nanggala langsung mempersiapkan tiket pesawat untuk berangkat ke Jepang. Lima tiket yang di pesan Nanggala. Termasuk Jiwa. Hatiku haru bercampur bahagia. Jiwa bisa cuti dan datang kesini. Sungguh hadiah paling istimewa bagiku.


Hatiku amat bahagia. Entah mengapa. Aku merasa lengkap memiliki kebahagiaan ini. Dengan tak sabaran ingin bercerita. Ingin membagi rasa bahagia ini dengan harumi.


Sore ini juga ku pacu mobil menuju kediamannya. Harumi harus tahu kalau semua keluargaku bulan depan akan datang ke sini. Harumi pasti girang sekali mendengar berita ini. Sudah kubayangkan gimana matanya berbinar ceria. Sudah kubayangkan dia pasti melompat-lompat mendengar beritaku nanti.


" Watashi ga kimashita, Harumi..!"


Aku sudah berdiri di depan pintu rumah harumi. Sore awal musim panas. kudengar pintu di buka tergopoh-gopoh.mamah Harumi muncul di depan pintu. wajahnya tersenyum ramah menyapa ku.


".waa, Bening irasshai. douzo agatte kudasai..."


mamah Harumi mempersilakan aku masuk.. Aku langsung meluncur masuk ke kamar Harumi.


Dia begitu kaget melihat aku muncul menjelang malam. Mata Harumi menatapku cemas.


senyumku mekar ketika kulihat Harumi makin tak berkedip melihatku langsung nyungsep dikasur. merebahkan tubuh yang terasa penat.


" Ada apa Ning.." kamu kenapa ?"


Ke tepuk lembut pipi Harumi yang memandangku.


nanar. Ku tarik tangannya agari ikut berbaring di sampingku. Harumi makin mengernyitkan kening heran.


" Kamu sehat kan.."


Harumi menempelkan tangan di keningku. Aku terbahak.


" Aku sehat dan bahagia.."


Jawabku mengedip Harumi lucu. Ku lihat dia menarik nafas lega.


" Lalu..?" kabar apa hari ini, kamu bela-belain datang malam-malam begini !".


Ingin hatiku sedikit bercanda dengan Harumi. Ingin ku permainkan dia sebentar saja. Tapi hatiku tak tega. Aku duduk manis dihadapannya, ku tarik dia lebih dekat. Harumi makin mengernyitkan kening,.semakin bingung.


" Bulan depan semua ikut kesini. Menghadiri wisudaku ! Apakah kamu ga ikut senang hei ?".

__ADS_1


Mata Harumi membola. Wajahnya yang tadi kelihatan cemas, berubah ceria. Berbinar-binar bahagia.


" Nanggala titip salam buat kamu.."


Nanggala bilang kamu wajib jemput dia di bandara nanti ".


Kali ini niat isengku untuk ngerjain Harumi memang segera datang. Dengan tersenyum-senyum, aku wanti-wanti dia.


" Tapi ada syaratnya non !".


" Benarkah ? Lalu apa syaratnya !".


Harumi kelihatan antusias sekali. Dia menatap mataku fokus. Menunggu penjelasan ku . Oh begini kah jika tengah di buly. Sungguh lucu.


" Kamu wajib datang pakai kebaya !".


Harumi terpana. Dia pernah di Indonesia dan dia paham apa itu kebaya. Aku kembali tersenyum.


" Gimana ?".


" Ah kamu bohong !".


" Sejak kapan aku pintar bohongin kamu ? coba kamu telp aja tuh Nanggala !".


Harumi nampak sangat bingung sekali. Aku menutup wajah dengan bantal, tertawa geli.


" Kamu ngerjain !" barusan aku nanyain kebaya ke Nanggala. Dia bingung, artinya kamu bohong !".


Aku tertawa ngakak. Ternyata Harumi cukup pintar, dia cuman pancing tentang warna kebaya di Indonesia paling bagus, Nanggala malah jadi bingung. Nanggala meminta bunda menjelaskan tentang kebaya. Bunda juga sempat dibuat bingung. Malah menyuruh Bening.


" Harumi tertawa lepas. Kulihat dia sangat gembira sekali. Aku turut bahagia melihat perubahan ini.


***


Suara Nanggala terdengar jernih dari kejauhan sana. Jelas sekali nadanya bahagia.


Harumi tersenyum manis. Dengan gembira menanggapi semua yang ditanyain Nanggala. Dari sinar mata dan wajahnya yang begitu cantik, Ku lihat kegembiraan berhamburan.Mata yang akhir-akhir ini kosong dan hampa sekarang kembali berbinar-binar. Itukah cinta. Aku tersenyum dalam diam.


" Aku dan mamah langsung ke rumahmu Harumi !"


apartement Bening ga bakal muat !"


begitu Nanggala ngomong spontan. Harumi melompat girang.


" Mau dibawain apa dari Indonesia ?".

__ADS_1


Nanggala menawarkan. Harumi tersenyum ku dengar dia meminta makanan yang dulu sering mereka nikmati berdua.


Nanggala tertawa ngakak.


" Sate kambing ? nyampe Jepang basi ntar !"


Nanggala janji akan membawa makanan kesukaan Harumi. bagaimanapun caranya. Ada apa ini.


Apakah Nanggala mulai bisa melihat cinta dan kasih sayang Harumi yang begitu tulus. Apakah Nanggala mulai bisa menerima Harumi.


hatiku ikut berdoa. Semoga cinta mereka bisa bersatu.


Hingga malam jatuh. Aku dan Harumi masih saja berbincang. Segala keperluan yang aku butuhkan dalam wisuda nanti. Harumi sangat bahagia. Seluruh keluargaku datang kesini, kerumah orangtuanya.


Aku memandangi Harumi yang mulai mengantuk.Ku pandangi wajah itu dalam-dalam. Dia seorang yang baik dan santun. Bersyukur bertemu Harumi. Jika saja Harumi tak ada, aku mungkin kesulitan juga tinggal di Jepang sini. Harumi sudah sangat baik dan teramat banyak membantuku.


Sebagai seorang tenaga pendidik di sebuah fakultas ternama di Kyoto Harumi cukup populer. Keramahan dan peduli yang tinggi terlihat jelas dari sikapnya.


Harumi terbiasa diajari mandiri. Anak tunggal namun tak pernah memperlihatkan ke manjaannya di hadapanku dan semua. Justru Harumi sangat dewasa dan bijaksana sekali.


Amat cocok bila bersatu dengan Nanggala. Dua pribadi baik yang sama- sama mandiri. Sama-sama pendidik. Sungguh beruntung Nanggala jika saja bisa menerima cinta Harumi.


Aku tahu siapa Harumi. Walau mengenalnya baru beberapa tahun disini. Harumi dimataku wanita yang hebat.


Dan Nanggala juga pribadi yang hebat.Jika keduanya bersatu, alangkah idealnya. Aku yakin mereka akan bahagia. Aku percaya cinta dan kasih sayang Harumi, dan aku juga sangat yakin dengan tanggung jawab Nanggala.


Dan jika mereka bersama, bisa dipastikan mereka akan saling mengerti, saling menjaga, saling menghargai. Pokoknya dirumah mereka akan lahir beribu-ribu cinta dan kasih sayang. Itu kesimpulanku malam ini.


Jelang subuh aku merasa kantuk mulai datang menyerang. Harumi telah pulas.sejak beberapa jam lalu. Ku tarik selimut lebih rapat ke leher, mengusir dinginnya udara malam. Aku pun tertidur.


Netx


****


Welcome Reader se nusantara..😘😘


Semoga terhibur dengan suguhan sederhana imajinasi ku. Maaf kan bila terdapat kalimat yang terpotong dan kurang lengkap 🙏🙏


semua itu karena kelalaian ku semata 😊😊


mohon kiranya Sudi meninggalkan jejak kenangan


like, coment dan vote ...🙏😘


Terimakasih 🙏

__ADS_1


Salam cinta : Asmirani


__ADS_2