
🌷🌷🌷🌷🌷
Januari saat ini. Kyoto dalam pesona. mendebarkan ! warna putih dengan paduan cantik bebungaan didalamnya menyelimuti kota. Sakura yang indah terlilit mungil menggemaskan dalam kerudung salju.
Aku bersyukur banget, hadir disini pada saat musim dingin sekaligus bisa menikmati dua pemandangan pergantian yang menakjubkan dalam waktu bersamaan. menikmati dingin, salju yang putih, bunga sakura yang indah.
Bulan ini adalah puncak musim dingin, itu yang di ucapkan Harumi kemaren. Waktu yang tepat melihat keindahan salju dan sakura yang mekar. Aku tahu Kyoto adalah kota yang terkenal dengan daun musim gugur dan bunga sakuranya.
Suasana yang fantastis, kuil-kuil di diselimuti salju putih. Sungguh menakjubkan ! Saat musim dingin begini dengan suhu udara dibawah 0 derajat.Dingin sekali. Ku rapatkan jaket lebih ketat dan syal membelit leher terasa hangat.
"Bening ! ayo naik !".
Harumi melambai dari atas halaman kuil yang memutih.
" Aku ga bisa ! licin banget !".
Ku pandangi Harumi yang jauh diatas ku, dia berusaha mengulurkan tangan meraih tanganku.
" Ayo bening ! disini pemandangannya menakjubkan, kamu harus lihat !".
Harumi terus menyemangati agar aku berusaha meniti jalan yang sedikit agak licin.
Aku menggeleng.
" Ga berani ! licin saljunya ! aku takut !".
" Ayo dekat, pegang ini !
Sebuah ajakan dari suara dibelakang ku. Reflek aku menoleh. Seorang laki- laki dengan postur tegap atletis memandangku ramah. Tangannya terulur. Memberiku sepasang tongkat sky. Wajahnya penuh senyum. Kacamata hitam bertengger diatas hidungnya yang mancung. Aku terpana.
" Tampan sekali !". Hatiku mengakui.
" Ayo !".
Tanpa ragu tangannya menaruh tongkat di atas pundak ku.
" Pakai tongkat itu, penyangga tubuhmu, biar imbang !".
" Ya Tuhan..!".
Mengapa tiba-tiba aku jadi gugup. Apakah karena laki-laki ini terlalu ramah, di tempat yang sangat asing untuk ku !".
" Makasih !"
Aku meraih tongkat pemberian laki-laki asing itu. Perlahan aku mencoba berjalan mengejar Harumi yang sudah menghilang di keramaian. Setengah bingung mataku celingak- celinguk mencari Harumi di tengah orang-orang asing yang sama sekali tak ku kenali bahkan sama sekali tak memahami bahasa mereka.
" Teman mu tadi ke arah sana non !".
__ADS_1
Tiba-tiba laki- laki gagah itu sudah berada di sampingku. Kapan dia datang. Aku semakin bingung.
" Mari !".
laki- laki itu tanpa sungkan menarik tanganku.
"Ayo buruan ! sebentar lagi salju semakin banyak disini ! ntar kamu kaya sakura itu ! ditutupin salju !".
Dia tertawa lepas.Dua alur pipi yang kokoh dengan sepasang lesung pipi yang terlihat jelas diatas kedua rahangnya. Aku melongo, benar-benar menarik dan menyentak sisi lain dari hati. Benarkah ini. hatiku berbisik sambil membalas senyum laki-laki itu
" Nah gitu donk ! senyum mu mahal juga, lihat tuh indah banget ! jadi jangan mahal-mahal !".
Aku hampir saja jatuh tersungkur. Laki-laki asing ini amat santai menggodaku. Caranya yang kocak, mencairkan sikapku yang sedikit kaku. Gayanya sportif mengalir begitu saja. Tidak terlihat hal negatif dan maksud lain. Sikapnya Tulus. Itu yang masuk kedalam nalar fikir ku.
" Hi..kok malah bengong ? kamu kenapa ?". Upz ! hampir lupa !"
Seketika dia menepuk jidat. Sungguh lucu sekali dalam pandangan ku.
"Maaf non ! kita belum berkenalan, Namaku Bintang ! asli Indonesia campur Jepang !".
" Siapa nama mu ?".
Tangannya terulur sopan ke arahku.
"Aku bening !".
" Oh,.Cantik sekali nama mu ! yuk kita cari lagi teman mu itu ! lama sekali dia menghilang !".
Aku mengikuti langkah bintang yang panjang, hampir- hampir aku ketinggalan mengejar jalannya. Dia kembali tertawa lepas.
" Kamu bakal pintar lama- lama jalan diatas salju ! ga apa- apa sekarang masih kaku ! kamu baru disini ?".
Aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya. Bintang senyum-senyum kecil, melihatku kelabakan memakai tongkat, yang kadang masih saja terpeleset.
" Bening ! kemana aja kamu ? aku sampai keliling dua putaran nyari kamu !".
Harumi mengatur nafas yang terengah- engah. Mata manik nya bergantian menatap ke arahku dan bintang. Serta Merta bintang mengulurkan angan ke arah nya.
" Aku bintang ! kasian temanmu sendirian jalan diatas salju, masih kaku ! aku bantu dia !".
Ku lihat Harumi tersenyum, menjabat tangan bintang.
" Iya deh, aku Harumi ! makasih dah jagain bening !".
* Eh pada mau kemana lagi nih ! aku boleh ikut bareng ?".
Bintang menawarkan diri begitu aku dan Harumi pamit pergi. Seketika mata Harumi menatap ke arahku. Tatapan menggoda sambil berkedip- kedip lucu.
"Ok deh ! mari ".
__ADS_1
Harumi dengan rilex menyilakan bintang gabung dengan kita. Bermain diatas salju menikmati sakura yang terkurung selimut dinginnya. Suasana menjadi lebih heboh karena bintang amat pintar mencairkan suasana asing diantara kami.
Hingga waktu meninggi. dibawah hujan salju aku bintang dan Harumi tertawa lepas. Dunia baruku di Kyoto. Cukup nyaman dan sedikit bisa melupakan masalah ku sekarang. Kisah pahit masalalu. Kejahilan kecil dan banyolan lucu bintang dan harumi. Cerita kecil diatas salju putih. Persahabatan baru di negeri asing. Kyoto !".
Jelang sore. Aku dan Harumi bener-bener kelelahan. Sebelum pulang. Bintang mengajakku dan Harumi menikmati hangatnya teh di musim dingin begini.
" Kamu disini lagi apa !".
Harumi memandang wajah Bintang yang tampan. Seketika laki-laki itu berubah serius. Balas menatap Harumi dengan mata yang sedikit menggoda.
" Mencari mu!".
Jawaban Bintang yang seenaknya membuat Harumi tertawa lepas. Segumpal thysu melayang ke arah Bintang. Dengan cekatan Bintang menangkapnya, dengan tawa keras yang amat lucu.
"Akhirnya aku ketemu dalam gumpalan salju !".
Kembali Bintang mencandai Harumi. Karuan saja Harumi memelototi Bintang yang telah begitu berani bercanda. Padahal baru kenal beberapa jam lalu.
Aku hanya tersenyum melihat ulah mereka. Bintang itu sportif banget. Bisa mencairkan suasana kaku dan asing diantara kita.
"Yuk hampir malam. Sebentar lagi cuaca sangat dingin. Mari pulang !".
Bintang berdiri. mengibas salju yang mulai jatuh dirambut dan mantel kulitnya. Aku dan Harumi bergegas mengemasi peralatan bermain. Menuju mobilnya Bintang kembali berteriak kocak.
" Sampai bertemu lagi, besok-besok kita main lagi disini ! Oke ?".
Bintang melambai. Kemudian melaju pergi. Aku dan Harumi juga sudah melaju diatas aspal Kyoto. Udara yang dingin membuat kakiku gemetaran. Harumi memandang ku kawatir.
" Kamu baik-baik aja Ning ?".
Aku mengangguk. Harumi menatapku serius.
" Wajahmu pucat banget. Kamu kedinginan ? yuk ah, kita pulang ke rumah ku malam ini, takut nanti kamu malah demam !".
Harumi melaju kencang. Pulang menuju rumah orangtuanya. Aku mengiyakan. Malam ini aku tidur di rumah Harumi. Untuk pertama kalinya aku dibawa kerumah dia. Harumi benar-benar sahabat yang baik.
Bertemu orangtua Harumi yang masih kaku dengan bahasa mereka, aku kebingungan.Harumi menjelaskan siapa aku pada kedua orangtuanya. Setelah berkenalan dan beramah tamah, dengan minuman penghangat tubuh. Selanjutnya aku dan Harumi kembali ke kamar. istirahat tidur.
Next
***
Santun salam sayang untuk semua Readers SE Nusantara yang telah Sudi berku Jung dinovelku.
jangan lupa like, coment dan vote nya.
Terimakasih
Salam cinta : Asmirani 🌷
__ADS_1