Bunga Rumput

Bunga Rumput
episode 2 senyum kecil di pipi


__ADS_3

Hari ke tiga setelah temu jumpa bening di pendopo bu Anita.Bincang-bincang panjang dengannya,.Aku bisa mengambil kesimpulan,.Bening bukan gadis sembarangan.


Sebuah sikap terpancar dari caranya bicara meski masih ragu ragu. Bisa di rasakan gadis itu menyimpan sesuatu dalam perjalanan dan kisahnya. Seorang Bening yang hadir dikampung ku, menunaikan tugas dan pengabdian.


Gadis sederhana dengan sikap bersahaja, pelan pelan mengantarkan musik lembut dalam hati.Aku terhenyak kaget.


Ada apa denganku. Apakah aku jatuh cinta ?. Ada apa.dengan Bening. Mengapa harus gadis itu. Benarkah ini cinta. Atau ini sekedar rasa simpati dan suka saja ? Sekedar perkenalan biasa.


"Nang !"


Suara bunda membangunkan aku dari lamunan. Ku dekati bunda yang masih sibuk mengemasi barang dagangannya.


"Ya Bun, ada apa".


Bunda menatapku sekilas.Seolah mengerti jalan fikiran ku. Tiba tiba bunda bergumam pelan.


"hari ini kamu ke tempat Bening gak ? kalo iya bunda titip ini!".


Satu sisir pisang ambon kuning di angsurkan bunda ke arahku.


" Bening pasti suka !".


Kembali bunda mengusik ku. Pandangan bunda penuh harap, mengamati wajahku tanpa berkedip.


" Kirim aja ke Bu Anita Bun, aku mau ke kota agak siang dikit".


Aku sengaja mengelak. Hatiku mulai tak normal. Ada rasa yang sulit ku urai terhadap gadis yang baru saja ku kenal. Perasaan yang tiba tiba tumbuh dan berkecambah dalam diam.


Inikah cinta. Pada pandangan pertama. Benar kata orang orang bijak, cinta tak pernah bisa ditebak kapan datang dan pergi. Karena merupakan anugrah pada setiap hati sebagai sesuatu yang bisa menyemangati.


Dan aku mencoba menyisir rasa yang kini hadir dihati.Benarkah ini sebuah rasaku pada Bening, Secepat inikah ? Mengapa aku terus di usik bayangan gadis itu sejak pertemuanku dengannya. Sebuah senyuman halus dengan lesung pipi yang terlihat nyata. Dikiri dan kanan pipinya. Menimbulkan rasa suka dan seakan ingin terus melihatnya.

__ADS_1


Hal luar biasa yang belum pernah ada selama ini. Dan anehnya mengapa harus bening.


Bukankah aku memiliki banyak teman wanita. Jauh lebih wah jika dibanding bening. Kecantikan mereka. Apalagi pergaulan mereka yang sejajar dengan wanita wanita masa kini. Sedangkan bening ? aku menepuk jidat tak habis pikir.


Sesingkat itukah ? hati menjadi begini ? selama ini seorang " Nanggala " yang justru banyak dikejar dan disukai gadis- gadis. Teman di kampus.Para Mahasiswi asuhku dan teman di group pecinta alam bahkan gadis gadis dikampung ini. Saling ingin mendekat. Betah berlama lama bercanda dan aku tahu mereka merasa nyaman dan entah apalagi.


Point terpenting selama ini aku masih biasa dan tak merasakan apa apa hingga ke hal yang istimewa, Aku belum terfikir masalah itu. Semua masih kuanggab sama. Tak ada yang spesial apalagi istimewa selain bunda.


Tapi kini, seorang bening yang sederhana.Cupu dan lugu. Sederhana dalam tutur kata, bersahaja dalam sikap candanya mencuri sesuatu di hatiku. Hati seorang Nanggala. Aku terhenyak tak berdaya.


"Nang !".


Suara bunda dari ruang dapur memanggilku, Bergegas ku hampiri bunda. Sesaat bunda menyimak raut wajahku seksama, matanya menyiarkan tanda tanya, aku tersenyum berusaha mengusir ke khawatiran diwajah bunda.


" Bunda kenapa ?".


Mata bunda makin membola. Memandangku tak berkedip.


"Justru bunda yang seharusnya nanyain kamu Nang, kamu sakit ?".


"Masih adem kan Bun ?".


ku candai bunda dengan wajah sedikit ditekuk. Mencoba menggoda bunda agar tak memikirkan masalah ini. Bunda.akan lebih serius jika sudah menyangkut anak perempuan.


Sering sekali jika teman-teman sekerja, atau para mahasiswi ku datang ke.rumah mengurus masalah ujian dan nilai. Bunda adalah orang paling bahagia. Bunda sangat riang dan gembira berurusan dengan teman-teman wanitaku.


Bunda amat senang berdekatan dengan anak perempuan. Terkadang jika sudah dekat bunda sering meminta mereka datang berkunjung, lalu akan di jamu dengan berbagai makanan kesukaan yang mereka inginkan. Apalagi jika hal ini berhubungan dengan Bening. Sudah pasti bunda.amat senang. Selama ini yang ku perhatikan bunda sering mencuri dengar tentang Bening.


Kadang-kadang bunda dengan sengaja berkunjung ke rumah ibu Anita, hanya karena ingin berjumpa.dan berbincang dengan Bening.


"Adem sih Nang ! Tapi wajahmu itu lho ! Pucat banget !".

__ADS_1


Pernyataan bunda yang halus menyentak kan hatiku.Ku pandangi wajah berkali- kali ke depan kaca. Aku hanya menemukan sedikit kelelahan di mataku.


Jawaban bunda masing terngiang terbawa sampai ke ruangan kampus dan konsentrasi ku membuncah.Aku hanya mampu memberi materi ringan dan selanjutkan menyerahkan seluruh tugas pada asisten.


Hari ini tiba-tiba aku begitu ingin menyepi. Menyingkir dari keramaian kota. Terasa hati ini mulai cengeng. Ingin menikmati udara laut. bercengkrama dengan pasir dan camar disana, membuang bayangan gadis berlesung Pipit dengan ke bersahajaan nya.


Aku tak menghendaki rasa ku ini di ketahui oleh Bening. Apa nanti yang akan terjadi jika bening mengetahui debaran yang sekarang menunggu hatiku. Apa kata mereka. Apa kata Bunda.


Bingkai laut sore temaram seolah sebuah lukisan yang teramat indah. Desau angin kadang datang kencang, mengibarkan kemeja yang ku pakai. Sambil memasukkan tangan ke dalam kantong celana, Aku berjalan menyusuri bibir pantai. Riak kecil menyambar lembut kaki ku yang telanjang.


Bening. Aku masih tak percaya dengan kondisi hatiku saat ini. Seakan magic yang amat sempurna, gadis itu menerobos tampa ampun hingga celah terdalam hatiku. Aku menikmati rasa ini, tapi mengapa hatiku amat sedih. Apakah karena Bening yang baru ku kenali. Lalu aku merasa ketakutan dan sangat cemas dengan rasaku ini.


Jika saja aku tak menemukan puisi-puisi itu. Jika saja tanganku tak usil mengutak-atik kertas pembungkus jualan bunda.Jika saja aku sedikit lebih cuex dan tak mempedulikan isi puisinya.


Ah! sekarang aku jadi serba salah. Jadi ga karuan, Jadi ingin menyepi dan tenang menatapi ombak yang berkejaran menuju pantai.


Menyesal. Iya ! Aku menyesal menemukan puisi Bening. Karena hal itu membuat fikiran ku letih begini. Namun semua terjadi di luar kehendak ku. Semua terjadi tanpa ku duga dan tak menyangka jadi begini.


Jelang malam. Lampu-lampu kapal mulai nyala dan berkedip di tiup angin. Ku rasa sekujur tubuhku asin dan aku harus segera pulang. Bunda pasti mencemaskan diriku. Tak biasanya aku menghilang begini lama, hanya karena seorang Bening yang tak mampu ku cegah mendatangi hatiku. Seorang gadis sederhana yang teramat santun dalam pandangan mataku.


Ah! Sudahlah!. Aku melangkah mendekati pintu mobil dan memacu lajunya menuju pulang.


Next


🌈🌈ðŸŠīðŸŠī


Salam santun salam selamat datang buat para Readers yang sudah berkunjung.


terimakasih suport dan spiritnya.


Aku berharap like,coment dan vote dari kalian semua, sebagai kenangan buatku melangkah maju

__ADS_1


Terimakasih


Salam Cinta : Asmirani 🌷


__ADS_2