
ππ³ππ³ππ³πΌπΌ
Waktu berlalu teramat cepat. Baru kemarin rasanya meninggalkan Indonesia. Ternyata sekarang sudah memasuki bulan ke enam. Artinya sudah enam bulan aku mengikuti pendidikan di university Kyoto. Saat ini ujian akhir semester. Hari terakhir, Aku benar- benar capek, Rasa lelah yang amat sangat. Di depan kampus, usai ujian semester awal.
Menuju pelataran parkir. Siang agak berangin. April separuh bulan, ditandai datangnya musim semi. Pesona ke indahan Jepang terlihat makin sempurna . Udara cukup hangat dan sweater mulai ku lepas. Biasanya saat musim semi banyak sekali buah dan sayuran hijau, waktu yang tepat juga untuk menikmati makanan laut.
Mobilku memasuki pelataran parkir sebuah restoran pinggir laut. udara yang bagus dan makanan laut yang segar ada disini. Semangkok asinan kerang laut dan satu gelas wakeme just rumput laut menjadi pilihan santapan siang ku kali ini.
Asyik bercengkrama dengan angin dan makanan seger yang terhidang. Nanggala memanggil.
" Bening !".
Suara Nanggala di sebrang sana terdengar jernih. Riang tanpa beban.
"Iya Nang !
Sahut ku pelan. Terdengar bunyi laju kendaraan. Dimanakah nanggala saat ini.
" Minggu aku ke Tokyo ! kita jalan- jalan sepanjang hutan sakura dan taman rumputnya ! ujian mu sudah selesai ?".
" Hari ini terakhir !".
Jawabku girang.Hatiku begitu bahagia mendengar berita ini. Nanggala akan datang kesini. Sorak Sorai di dadaku makin heboh.
" Kasih tahu Harumi aku datang !"
Begitu Nanggala menutup bincang-bincang nya siang ini.
Minggu agak siang. Aku dan Harumi menunggu kedatangan Nanggala di bandara. Harumi kelihatan cantik dengan rambut tergerai lepas.Sungguh mempesona.
" Bintang masih di Jepang Ning ! sekalian ajak kesini ! mumpung ada Nanggala ".
" Aku panggil ya !".
Harumi kembali melanjutkan celoteh dengan suara riang. Tak berapa lama dia terlihat tertawa lepas.
" Bintang segera meluncur Ning ".
" lho cepat amat ?"
__ADS_1
" Kebetulan juga dia dalam perjalanan ke bandara, katanya ada teman yang datang !".
Pesawat baru saja landing. Di kejauhan Nanggala berjalan menuju ruang tunggu, aku dan Harumi saling memandang, dimataku Harumi hari ini beda banget.
Begitu beres di bagasi, Nanggala langsung mendatangi aku dan Harumi yang dari tadi menunggu. Dia masih celinga - celingu kesana kemari. Harumi melambai memberi kode.
" Nanggala !".
Ku pandangi Nanggala yang kelihatan makin kalem dengan jaket kulit dan topi warna coklat di kepala.
" Nang !".
Nanggala menatap mataku dalam. Riap-riap kerinduan jelas terpancar. Tangan kokohnya meraih bahuku, pelukan pertama yang kurasakan dari seorang Nanggala. Orang yang menggetarkan hati namun harus ku usir pergi.
"Kamu sehat Ning !".
Aku mengangguk. Harumi batuk-batuk kecil disamping kami. Nanggala tertawa pelan mengulurkan tangan, Harumi menyambutnya hangat.
" bening !".
Bintang muncul diantara keramaian. Nanggala terpana. Bintang tak kalah kagetnya, menatap Nanggala dengan wajah bingung. Tangannya menunjuk ragu. Setengah melongo menatap ke arahku dan Harumi bergantian.
keduanya saling rangkul bahagia.
" jadi kamu udah kenal bening dan Harumi ?".
Nanggala meninju kecil perut Bintang. Sambil geleng- geleng tak yakin.
" Ternyata dunia itu cuma dua meter kali satu, begitu sempit !".
Bintang terbahak. banyolannya mulai kumat. Harumi tertawa kecil, mengedip ke arahku.
" Kamu ga usah kaget begini ! ntar pingsan lagi !".
" Kita kemana ?"
Harumi menatap Bintang dan Nanggala bergantian.
" Ke apartemen ku ! janjinya juga begitu dari kemaren !".
__ADS_1
Bintang memandang lurus dan fokus wajah Nang, menuntut janji yang pernah disetujui bersama. Nang tertawa ngakak melihat wajah Bintang yang berubah bimbang.Serta Merta dia mengangkat dua jarinya, tanda masih komit dengan janji yang kemarin. Bintang mengangguk puas.
" Sebelum kesini, Nang sudah teken kontrak untuk nyewa apartemen ku, kok malah sekarang goyah dengan adanya dua gadis ini !"
Bintang melanjutkan banyolannya. Sesaat semua terdiam, namun tiba-tiba timpukan bantalan mobil mendarat ditubuhnya, begitu sadar Bintang terus membulinya, Nang membalas gesit.
"apa-apaan kamu Nang ! masak sih pakai acara lempar-lempar begini !".
Bintang terbahak. Suasana berubah jadi ramai kembali. Bintang makin menggoda Nang bertubi-tubi. Nang tak kalah terus membalasi. begitulah mereka jika sudah bertemu. Tidak pernah aman dan selalu ribut ga karuan.
Lainlagi pemikiran Bening, yang diam-diam menyimak kehebohan Nang dengan Bintang sejak bertemu tadi. Perlahan Bening kekompakan Nang dengan Bintang memang sulit untuk di runtuhkan.Mereka benar-benar sahabat sejati.
Sungguh dunia ini kecil ! ternyata Bintang dan Nanggala telah saling mengenal. Sama sekali tak pernah ku bayangkan kejadiannya seperti sekarang. Aku hanya mampu pandangi wajah kedua laki-laki ini penuh tanda tanya. Sesuatu yang sangat kebetulan. Atau takdir bicara seperti ini.
Angin musim semi berhamburan masuk dari kaca mobil yang terbuka lebar. Gelak tawa Nanggala , Bintang dan Harumi ku tanggapi dengan senyuman. Hatiku benar- benar tak menduga, di tempat ini aku bakal bertemu Bintang dan Nanggala dan mereka dua sahabat sejak lama. Ketika masih SMP dulu.
Nanggala memilih jalur pendidikan. Sedangkan Bintang masuk angkatan darat. Terpisah lama karena tugas tak membuat mereka berbeda. kelakar dan gelak tawa masih sama. haruskah aku terus-terusan berada dalam kejutan demi kejutan hidup. Selalu saja bertemu dengan hal-hal yang saling berkaitan.
Memasuki apartemen Bintang suasana kembali berubah heboh. Tak disangka Bintang memiliki apartemen begitu mewah. Nanggala geleng- geleng dengan kesuksesan yang diraih Bintang.
Jelang malam aku dan Harumi kembali pulang. Nanggala tetap tinggal di apartemen Bintang. Ku lihat Harumi begitu penuh semangat. Sejak ke datangan Nanggala dia berubah seratus delapan puluh derajat ceria. Apakah di hatinya ada Nanggala yang di simpan diam-diam. Entahlah.
Tiba di rumah. Harumi langsung membuat minuman penghangat tubuh. Peduli dan perhatiannya padaku sangat full dan sempurna.
Malamnya hingga subuh Harumi bertanya dan bercerita tentang Indonesia dan Nanggala. Ketika aku mencoba bercanda tentang sikap dia terhadap Nanggala, Harumi berubah menjadi sangat gugup.
Hatiku berdegup kencang. Benarkah Harumi menyukai Nanggala. Lalu mengapa di hatiku terasa perih sekali. Apakah aku belum rela melihat Nanggala dengan orang lain, atau ini hanya sekedar perasaan yang lumrah terjadi bagi seorang perempuan yang takut kehilangan.
Ternyata rasa cinta bisa membutakan bahkan terkadang tak jarang bisa membuat seseorang nekat melakukan pembohongan. Cinta menjadikan seseorang merasa yakin dan kuat. Mampu bertahan meski dibawah ancaman peluru sekalipun. Begitulah cinta yang menyinggahi hati. Mampu melakukan apapun juga termasuk mengorbankan nyawa jika dipandang perlu itu harus dilakukan.
Lalu bagaimana dengan rasa ku yang masih saja ada untuk Nang. Bagaimana bisa rela melihat cinta lain dihatinya , jika kondisi hatiku masih separuh melepas.sedangkan separuhnya lagi masih terikat. Mampukah aku rela melihat cinta lain bernama padanya. Aku rasa menyikapi dari luar aku mampu dan bisa, namun jika di tanya **********, jika ditanya hatiku, aku tak yakin aku akan baik-baik saja. Sudah pasti sepanjang hidup hati ini akan terus menangis.
Next
***
Santun salam sayang buat semua Readers yang telah Sudi singgah di novelku. jangan lupa jejak kenangan nya : like, coment dan vote agar aku terus bisa berkarya.
terimakasih setulus hati
__ADS_1
Salam cinta : Asmiraniπ·