
...🍀🍀🍀...
Mendengar nama Kanaya Wulandari disebutkan oleh Juna. Gara tercengang, wajah datarnya itu berubah jadi wajah penasaran. Kanaya Wulandari, dia adalah gadis kecil yang dulu pernah menolongnya.
Gara terdiam, tenggelam dalam lamunannya. Sekelebat ingatan masa lalu pun muncul tentang Kanaya.
#Flashback
11 tahun yang lalu...
Di sebuah sekolah di kota Bandung, SD Harapan Sirna. Kelas 1 A kedatangan murid baru seorang anak laki-laki gemuk bernama Argara Marcelian. Dia selalu di jahili oleh anak-anak lain dan sering dipalak juga oleh kakak kelas. Semua orang menghinanya karena ia gemuk dan dulu kulitnya hitam. Gara selalu membawa makanan kemana-mana, ia suka memakan pinggiran roti. Gara tak bisa pergi tanpa membawa makanan.
Suatu hari, saat jam istirahat sekolah. Gara di bawa oleh anak anak di kelasnya ke halaman belakang sekolah.
"Mana uang sama makanannya?" tanya seorang siswa dengan wajah garang yang membuat Gara ketakutan.
"A-aku bakal kasih, tapi kalian jangan apa-apain aku. Jangan ganggu aku di kelas." ucap Gara ketakutan dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
"Hey item gemuk! Jangan banyak omong kamu, cepat kasih makanan dan uang jajan kamu." pinta seorang siswa bertubuh tinggi, dia anak kelas 3.
Gara yang ketakutan, langsung merogoh sesuatu di dalam saku kemeja sekolahnya. Namun saat Gara akan menyerahkan uang itu pada mereka, seseorang datang dan memukuli 3 orang pembully itu dengan kayu.
Dia adalah Kanaya kecil, gadis itu membantu Gara yang dibully oleh teman-temannya. Kanaya sangat tidak suka dengan orang-orang yang selalu menghina dan mengganggu orang lain.
"Hey! Ini cewek apa-apaan sih!" cetus siswa itu marah.
"Pergi gak, atau aku laporin sama Bu guru dan pak guru!" ancam Kanaya galak. "Jangan ganggu dia!" gadis kecil itu berdiri di depan Gara.
Tak lama kemudian, Kanaya memegang tangan Gara dan membawa kabur pria itu. Gara kesulitan berjalan sebab tubuhnya gemuk. Mereka bertiga mengejar Gara dan Naya, namun saat ada Bu guru disana. Ketiga siswa itu tidak berani menganggu lagi.
Sejak saat itu Gara berteman dekat dengan Naya, mereka mempunyai nama panggilan sendiri. Namun pertemanan mereka terputus tatkala Gara pindah sekolah dan pindah tempat tinggal ke kota lain. Dan mereka pun lost kontak.
#Endflashback
Gara tersadar dari lamunannya saat Bian menepuk bajunya. "Hei Gar! Lo kenapa? Jangan bilang lo terpesona sama si mata empat."
__ADS_1
"Stop bilang dia mata empat. Dia punya nama." kata Gara dingin dan tegas. Ada sorot kemarahan di mata Gara untuk Bian.
Bian dan Choki langsung menelan ludah kasar saat mendengar Gara bicara. Pria itu sangat mendominasi hanya dengan tatapan saja mampu membuat kedua anak nakal itu tertegun.
Jika Juna dingin tapi menyebalkan, maka Gara adalah definisi dingin sesungguhnya. Entahlah, mereka belum tau Gara.
Disisi lain, Juna dan Naya masih saling berdebat. Juna ingin meluruskan kesalahpahaman, bahwa ia tidak membenci Naya dan hanya tak suka padanya. Bahkan dia tidak menyuruh orang membully Naya, tapi gadis itu tak mau mendengar.
"Kita bicara nanti aja Jun, sumpah aku pusing." ucap Naya lemas.
"Gak! Gue mau kita bicara sekarang." tegas Juna seraya memegang tangan Naya. Bila ada Ghea dia tidak akan berani menyentuh Naya, tapi lihatlah ini?
Gara mendekat kepada Naya dan tiba-tiba saja memeluk gadis itu. "Nanay!!"
Juna,Andra dan ketiga teman geng Thanos tercengang melihat hal itu. Naya juga terdiam dengan wajah yang bingung. "Gargar!"
...****...
__ADS_1