Buru-buru Nikah

Buru-buru Nikah
Bab 23. Pangling jadi Elsa Frozen


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Atensi semua orang terutama semua laki-laki di pesta itu kini tertuju kepada Naya, si gadis yang memakai kostum Elsa Frozen dengan riasan sederhana, namun sangat memukau.


Ghea cs terheran-heran melihat ke arah gadis yang kini menjadi pusat perhatian semua orang itu. Siapakah dia? Mereka tidak mengenalnya.


"Itu siapa ya?" tanya Ria dengan mata yang terus memandang ke arah Naya, memperhatikan wajah gadis itu. Memastikan apa ia kenal atau tidak dengan gadis itu, tapi sepertinya tidak. Gadis itu asing baginya dan dari raut wajah Ghea, sepertinya Ghea juga tidak kenal dia. Lagipula mana mungkin ada gadis yang lebih memukau darinya malam ini. Eh, tapi nyatanya ada bukan?


"Cantik banget, kayak Elsa Frozen beneran." Mona yang rada oon dibandingkan Ria, memuji Naya yang cantik itu. Ya, walaupun Mona antagonis, namun kadang ia bersikap polos.


Ria dan Ghea langsung melotot ke arah Mona, mereka tak suka dengan Mona yang memuji si Elsa Frozen itu cantik. "Iya deh iya...cuma Ghea aja yang paling cantik, tetap paling cantik." celetuk Mona yang sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari Ghea dan Ria.


"Siapa sih dia? Sok kecantikan banget." kata Ria nyinyir, Ghea juga sama namun ia simpan dalam hatinya.


Gadis itu, Naya terus berjalan ke depan untuk bergabung bersama anak-anak lain. Tapi ia sangat kikuk, gaun panjang ini dan hiasan wajahnya, ia merasa sangat tidak percaya diri. Apalagi saat semua orang melihat ke arahnya. Tatapan kagum, tatapan memuji dan ada juga tatapan iri, Naya pikir tatapan itu adalah tatapan benci.


"Apa aku aneh ya? Atau aku jelek? Ya Allah, harusnya aku gak ikut pesta....harusnya aku gak aneh-aneh kayak gini. Orang-orang pada lihatin aku kayak gitu," gerutu Naya risih dengan tatapan semua orang padanya.


Naya pun berjalan mendekat ke arah Andra yang tengah duduk tak jauh dari Damar. Naya bicara pada sahabat dekatnya itu. "Andra, Damar." panggil Naya pada kedua pria itu.


"Maaf, kamu siapa ya?" sontak Andra bertanya begitu karena dia tidak mengenal sosok Naya ini.


"Sorry, lo--kenal kita?" Damar bertanya dengan kening berkerut.


Naya melongo saat Andra dan Damar bilang begitu. Apa mereka bercanda? Tapi dari wajah mereka sepertinya bukan bercanda.

__ADS_1


"Damar, Andra, ini aku Naya! Masa kalian nggak kenal aku sih?" Naya protes pada kedua pria itu. Beberapa saat, Damar dan Andra melihat Naya dengan bingung.


"Coba lo ngomong lagi," ujar Damar pada Naya.


"Damar...ini aku Naya."


Damar dan Andra kompak menatap tajam pada Naya, kemudian mereka melongo. "Naya?!" sentak kedua pria itu bersamaan, hingga membuat Juna, Bian dan Choki juga ikut mendekat pada mereka.


"Lo bilang apa mar? Si Elsa Frozen itu si Naya?" tanya Bian tak percaya. Choki dan Juna apalagi, mereka terus menelisik wajah Naya dengan lekat.


Naya jadi malu karena mereka jadi ribut-ribut karena dirinya. Juna malah terus memajukan wajahnya memperhatikan Naya, rasanya ia tak percaya bahwa wanita yang ada didepannya itu adalah istrinya.


"Lo jangan bercanda--nggak mungkin kalau lo jadi cantik kayak gini?" Sontak Juna bertanya begitu dan membuat Naya marah. Padahal belum lama ini dia mengatakan ingin menjalani hubungan suami-istri dengan Naya, tapi sekarang dia mengejeknya lagi.


"Terserah, aku juga gak minta pendapat kamu kok." kata Naya keki dengan bibir yang mencebik.


'Sumpah...lo cantik banget Nay, tapi gue gak rela mereka liatin lo kaya gitu' batin Juna yang sebenarnya bukan bermaksud mengejek Naya.


"Lo cantik kok Nay, sumpah...tuh cowok-cowok sampai ngelihatin lo. Ngomong-ngomong cowok lo si Gara mana? Dia harus lihat penampilan Lo!" kata Bian pada Naya memuji dengan tulus.


Sementara Gara pergi menemui wanita paruh baya yang tadi membantunya. Ia memeluk wanita itu dan memanggilnya mama. Gara sangat berterimakasih pada mamanya karena sudah membantu Naya.


"Makasih ya ma udah bantu Naya,"


"Iya sama-sama sayang, apa sih yang enggak buat kamu. Apalagi gadis itu adalah gadis baik yang pernah nolongin anak mama dulu dan dia sudah berhasil buat si es batu ini cair." ucap Winda pada putranya itu. Winda adalah seorang MUA terkenal, dia sedang ada job di Yogyakarta dan Gara memintanya membantu Naya. Ia menceritakan semua pada mamanya tentang Naya yang selalu diganggu anak-anak lain.

__ADS_1


"Mama...apaan sih." Gara tersipu malu.


"Hehe...anak mama udah gede. Kamu harus jaga diri ya, jangan sampai kebablasan." goda Winda hingga membuat Gara tersenyum-senyum.


"Mama! Aku sama Naya gak pacaran."


"Haha...oke deh untuk saat ini enggak, tapi nanti kan gak tau. Ya udah cepat kamu temui Elsa Frozen kamu, gak boleh ada pangeran lain yang ngambil Elsa punya kamu." kata Winda seraya tersenyum.


Gara pun mencium tangan mamanya dan mengucapkan salam. Lalu ia pun pergi dari sana dan kembali ke pesta.


****


Lampu di aula tiba-tiba padam ketika semua orang tengah sibuk menari-nari. Juna memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Naya pergi selagi Ghea tidak memperhatikan. Juna membawa Naya ke balkon dan tidak ada orang disana. "Juna kamu apa-apaan sih!"


"Lo yang apa-apaan. Ngapain Lo pake baju kayak gini huh? Mau sok kecakepan Lo?" hardik Juna pada istrinya itu.


"Suka-suka aku dong, lagian semua orang bilang aku cantik." kata Naya berkilah.


"Jadi Lo suka dibilang cantik sama semua orang?"


"Ya suka dong, daripada kamu yang bilang aku jelek. Jadi--"


Tangan Naya ditarik begitu saja hingga tubuh keduanya menempel. Setelan pangeran dan putri, sangat cocok untuk Naya dan Juna saat ini. Mereka berdekatan, hingga akhirnya secara sadar atau tidak sadar. Juna menempelkan bibirnya pada bibir Naya.


...****...

__ADS_1


__ADS_2