
...🍀🍀🍀...
Juna terheran-heran kenapa Naya tiba-tiba marah lagi padanya, sikapnya yang aneh ini dimulai sejak tadi di sekolah. Sekeras apapun Naya mengusirnya pergi dari sini, Juna tidak akan pergi sebelum bicara pada gadis itu.
"Nay, kamu kenapa sih tiba-tiba marah gini? Aku salah apa?" tanya Juna sambil memegang tangan gadis itu, namun ditepis lagi olehnya.
"Salah apa kamu bilang?" tanya Naya dengan suara yang meninggi. Dia masih teringat dengan Ghea dan Juna di ruang ganti.
"Kalau kamu nggak bilang apa salah aku, aku nggak bakal tau. Bukankah kita udah sepakat buat saling jujur satu sama lain, Nay?" pria itu mencoba mengerti kemarahan Naya, meski ia tak tahu salahnya apa. Dan setelah ini pun dia akan mengatakan tentang pacar pura-puranya dengan Ghea. Supaya Naya tidak salah paham dan marah padanya. Didalam perjalanan tadi Juna banyak berpikir, bahwa sebuah hubungan harus di landasi oleh kejujuran. Salah paham, akan membuat hubungan pecah dan rusak.
"Kamu bilang kita sudah sepakat akan hal itu, tapi kamu sendiri nggak mau jujur." Naya cemburu, dia tidak dapat menyembunyikan rasa cemburunya.
"Memangnya aku ada bohong sama kamu?" tanya Juna lagi.
__ADS_1
"Di ruang ganti, kamu habis ngapain?" sorot mata Naya begitu tajam pada Juna.
"Kalau diruang ganti, ya ganti baju dong." jawab Juna santai.
"Tuh kan bohong! Percuma ngomong sama kamu, kamu bohong terus." gerutu Naya sebal dengan menyilangkan tangannya di dada.
"Aku nggak bohong!" sanggah Juna.
"Cih, udahlah! Kamu pulang aja sana, nanti mama kamu nyariin." ketus Naya ingin menyudahi pembicaraan mereka, daripada dia terus kesal karena Juna.
"Udah, balik sana! Pembicaraan kita udah selesai!" seru Naya sambil mendorong tubuh tinggi itu keluar dari rumahnya. Namun Juna tetap berdiri kokoh.
"Kamu salah paham, aku sama Ghea gak ada apa-apa. Oke, emang Ghea nyium aku--tapi dia maksa dan aku dorong dia!" Juna memberikan penjelasan, tapi sayang Naya tidak percaya semudah itu. Naya menatap tajam dan masih curiga pada Juna.
__ADS_1
"Nay aku nggak bohong dan sekarang aku bakal ceritain apa yang aku rencanain. Please dengerin aku." Juna memeluk gadis itu, berharap Naya akan mendengarkannya. Naya sedikit luluh, dia tidak menepis pelukan Juna lagi. Berusaha untuk menjadi pengertian dan mendengarkan penjelasan.
Perlahan-lahan Juna menjelaskan semuanya dengan jujur, tentang kecurigaannya pada mobil di rumah Ghea. Bisa jadi ayah atau supir di rumah Ghea yang menabrak Bu Ningsih. Naya terkejut mendengarnya, tapi disisi lain Naya senang karena Juna mau jujur padanya. Bahkan mengatakan tentang rencana pura-pura pacarannya dengan Ghea.
"Jadi, kamu jangan nethink dulu ya. Ini cuma pura-pura, aku kan cintanya sama kamu."
"Gombal deh." decak Naya.
"Gombal tuh siapa sih? Kamu terus nyebutin nama dia." goda Juna seraya menangkup pipi Naya dengan kedua tangannya.
"Gombal itu nama tengah kamu kan?"
"Apa?"
__ADS_1
"Arjuna gombal Mahardika!" kata Naya sambil tersenyum lebar. Juna pun tertawa mendengarnya. Mereka saling melempar candaan, malam itu mereka makan bersama dan akhirnya tidur di rumah itu. Naya juga curhat tentang kemungkinan besar kalau Yuna adalah ibu kandungnya. Juna terkejut, jika itu benar maka Ghea dan Naya bersaudara. Dan disana mereka hanya tidur bersama, tidak melakukan hal lain-lain.
...****...