Buru-buru Nikah

Buru-buru Nikah
Bab 37. Bertemu Yuna


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Beberapa menit sebelum Naya pergi ke ruang ganti untuk menyusul Juna. Cowok itu terlihat sedang membuka bajunya, dia berkeringat sehabis main basket bersama teman-temannya.


"Eh...gue lupa mau kasih ini sama Naya. Kapan ya timing yang pas biar bisa kasih ini sama dia?" gumam Juna sambil memegang sebuah kalung matahari ditangannya yang akan dia berikan untuk Naya. Lalu ia memasukkan kalung itu kembali ke dalam saku celananya.


Tak lama kemudian, dia dikejutkan dengan pintu yang terdengar terbuka dan derap langkah seseorang menghampirinya.


"Saking nggak sabarnya kamu nunggu aku Nay. Sampai masuk ke ruang ganti sega--"


Belum sempat Juna menyelesaikan kata-katanya, seseorang sudah membungkam bibirnya dengan ciuman dan tangan orang itu memeluk tubuhnya. Dia bukan Naya, melainkan Ghea.


"Jun--hmphh--" Ghea melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulut Juna. Dan tepat saat itu Naya melihatnya, gadis itu langsung membalikkan badannya dan pergi dengan mata berkaca-kaca. Dia sangat kecewa, dia pikir kata-kata Juna padanya hanya bualan semata, Juna tidak mencintainya dan hanya mencintai cinta pertamanya Ghea.


Juna mendorong Ghea hingga tubuh wanita itu membentur loker ruang ganti. Cowok itu memakai bajunya dengan buru-buru. Dia panik melihat Ghea masuk dan tiba-tiba memeluk juga mencium bibirnya.


"Ghe, lo udah gila ya? Apa yang lo lakuin di ruang ganti cowok?" tanya Juna dengan suara meninggi. Dia tidak suka sikap Ghea yang agresif.


"Gue udah tau lo udah nikah sama Naya, Jun." ucap Ghea pada pria itu yang membuatnya kaget. Sekarang bolehkah Juna panik? Bagaimana ini? Mereka sudah kelas tiga dan masa depan dipertaruhkan kalau semua orang tau. Masa depan Naya, mimpi Naya itu yang paling Juna pikirkan.

__ADS_1


'Padahal aku cuma nebak, tapi lihat raut wajah Juna saat ini kayaknya itu benar' batin Ghea.


"Lo jangan ngomong sembarangan!" seru Juna pada Ghea berusaha menyangkal.


"Gue bakal bongkar rahasia pernikahan kalian sama semua orang di sekolah ini, terutama sama pihak sekolah. Dan lo bisa tebak apa yang terjadi nanti?"


Mata Juna melebar, ia merasa terancam dengan ucapan Ghea yang sepertinya tidak main-main. "Lo jangan macem-macem Ghe? Apa mau lo HAH?!" sentak Juna seraya memegang tangan Ghea dan mencekalnya karena kesal. Ghea malah tersenyum menyeringai lalu berbisik ke telinga Juna.


****


Bel pulang pun berbunyi, Naya pulang lebih dulu dengan buru-buru. Belum lagi cewek itu harus kerja paruh waktu setelah pulang sekolah. Juna juga menyusulnya dari belakang, dia heran karena sejak kembali ke kelas setelah dari ruang ganti tadi. Dia merasa Naya berbeda.


"Nggak usah." jawab Naya tanpa menoleh ke arah Juna. Kini mereka sudah sampai di gerbang sekolah.


Gimana bisa kamu watados kayak gini Jun? Setelah apa yang kamu lakukan sama Ghea di ruang ganti. Batin Naya perih.


"Nay, kamu kenapa sih? Apa kamu sakit?" tanya Juna sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Naya. Namun gadis itu menepisnya.


Gara dan Damar melihat itu dari belakang, mereka merasa bahwa pasangan itu sedang bertengkar.

__ADS_1


"Jangan sentuh AKU!" sentak Naya lalu gadis itu berlari pergi ke luar gerbang. Naya yang tak melihat jalan, tak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya.


Brugh!


"Maaf dek! Saya nggak sengaja." ucap Yuna sambil membantu Naya berdiri. Dia memegang tangan Naya.


"Nay, kamu nggak apa-apa?" Juna langsung menghampiri istrinya. Tapi Naya masih mengabaikannya. Juna tak tahu dia salah apa.


"Nggak Bu, saya nggak apa-apa dan saya yang harus minta maaf karena udah nabrak ibu." ucap Naya sambil tersenyum.


Yuna, mama Ghea tersenyum juga. Tak lama kemudian dia melihat bandul kalung yang di pakai Naya. Bandul kalung yang tidak asing, berbentuk bintang.


Kalung itu kan...itu...


"Ya sudah Bu, kalau begitu saya permisi dulu." pamit Naya pada ibu itu.


"Tunggu dulu nak!" Yuna memegang tangan Naya dan menahan gadis itu untuk pergi. "Bisa bicara sebentar?"


Naya menatap Yuna dengan bingung, kenapa ibu itu ingin bicara dengannya padahal dia tidak kenal.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2