Buru-buru Nikah

Buru-buru Nikah
Bab 47. Kelulusan dan permintaan maaf


__ADS_3

Setelah Naya dibawa ke rumah sakit dan Ghea di masukkan ke penjara, kejadian demi kejadian tentang Naya dimasa lalu mulai terkuak ke publik dari mulut ke mulut. Fakta bahwa Naya adalah saudara kembar Ghea, pembullyan Naya, Ghea yang memfitnahnya mencuri. Semua orang di sekolah sudah tau hal itu, tapi ada satu rahasia besar lainnya yang belum terungkap ke permukaan. Yaitu pernikahan Naya dan Juna.


Arman dan Yuna, selaku orang tua Ghea dan Naya sungguh tidak menyangka bahwa Ghea, putri mereka akan menutupi kejahatannya akan tabrak lari yang membuat Ningsih meninggal dunia. Ghea memang layak di hukum, tapi menimbang dia adalah saudara Naya. Naya memutuskan untuk memaafkannya, Ghea mendapatkan hukuman sanksi sosial, semua orang membullynya, di media sosial, semua orang membencinya karena tindakannya. Dia dijauhi semua orang, bagi Naya hukuman ini sudah cukup menyiksa Ghea. Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan dengan sanksi sosial, malu, sedih, terpuruk, Ghea kena mental. Ghea bahkan menjalani terapi psikologis dengan apa yang dialaminya.


Ghea menyesali semua perbuatannya yang sudah jahat pada Naya juga almarhumah bu Ningsih. Saat ujian kelulusan, Ghea meminta maaf kepada Naya dengan tulus atas semua perbuatannya di masa lalu. Dia juga berani mengakui bahwa beberapa kali ia memfitnah Naya.


"Ghea, sini!" ajak Naya pada saudara kembarnya yang sekarang sedang berdiri mematung sambil menundukkan wajahnya.


Ghea terlihat ragu, dihari kelulusan ini dia sendirian dan tidak mempunyai teman. Tapi Naya masih mau memanggilnya, setelah apa yang telah dia lakukan.


"Ghe! Sini!" ajak Lusi yang kasihan melihat Ghea sendirian, ketika yang lain berfoto di hati kelulusan bersama teman-teman.


Dengan ragu Ghea berjalan perlahan menghampiri Naya, Arjuna, Gara dan teman-teman mereka yang lainnya. Juna masih tidak suka melihat Ghea, mengingat semua kelakuan Ghea pada Naya dimasa lalu.


"Kita foto yuk!"ajak Naya seraya memegang tangan Ghea, ia kasihan juga dengan Ghea. Bagaimana pun juga mereka adalah saudara.


"Gue--gue gak pantes buat foto-foto sama kalian, dekat sama kalian aja gue gak pantes," cetus Ghea dengan mata berkaca-kaca. Dia menepis pelan tangan Naya merasa tidak percaya diri dengan dirinya.

__ADS_1


"Semua orang pernah buat kesalahan, yang penting lo udah menyadari kesalahan lo. Yuk, ikut sama kita!" seru Bian seraya memegang tangan Ghea.


Diantara semua orang yang menjauhi Ghea, Bian adalah salah satu orang yang mendukung Ghea. Entah itu lewat pesan, telpon atau obrolan. Bian selalu menghibur Ghea, dalam beberapa bulan terakhir sebelum kelulusan. Bian menyukai Ghea, disaat semua orang lain masih menghujatnya.


"Makasih Bian, makasih semuanya," kata Ghea terharu, mereka pun menyambut Ghea. Teman-teman yang dulu pernah Ghea sakiti, Lusi, Andra, Naya. Mereka mau menerimanya lagi.


Mereka pun berfoto kelulusan, Naya dan Juna juga foto berdua. Setelah kelulusan, hubungan Juna dan Naya semakin dekat satu sama lain. Bahkan mereka tidak segan-segan menunjukkan kemesraan mereka di umum, padahal Naya sudah mewanti-wanti pada Juna untuk tetap merahasiakan hubungan ini. Sedangkan Ghea, dia jadian dengan Bian tepat setelah kelulusan.


"Jun, jangan pegang-pegang gini dong. Malu ish," ucap Naya dengan wajah yang malu-malu, kini mereka berada ditempat umum dan Juna memegang tangannya begitu posesif.


Naya langsung menyumpal mulut Juna dengan arumanis yang dibawanya. Matanya melotot pada Juna yang bicara sembarangan.


"Kamu! Ngomong tuh pake filter dong! Gimana kalau ada orang lain yang denger, Jun!" seru Naya sambil melihat Juna sedang mengunyah arumanis yang masuk ke mulutnya.


Juna malah tersenyum tanpa rasa bersalah, dia malah terkekeh sambil menatap istrinya. Mereka sudah mendapatkan surat nikah karena usia Naya sudah mencukupi. Pernikahan mereka sudah resmi, secara negara, bukan hanya secara agama saja.


Pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, ia mengambil ponselnya. Ketika asyik berjalan tiba-tiba Juna meminta Naya melihat ke langit. "Nay! Ada kambing terbang tuh!" seru Juna heboh yang membuat Naya refleks mendongak dan melihat ke langit.

__ADS_1


Cup!


Cekret!


Naya terkejut saat Juna mencium pipinya sekilas dan mengambil gambar dengan ponselnya juga. Apa Juna lupa ini berada ditempat umum? Juna sudah gila apa ya?


"Jun-jun!"


"Woah...bagus nih buat dijadiin wallpaper," ucap Juna sambil senyum-senyum memandangi layar ponselnya yang ada foto Naya dan Juna.


"OH-MY-GOD!"


Juna dan Naya langsung menoleh ke arah asal suara itu, mereka melihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan wajah kagetnya.


"KA-KALIAN?!"


...*****...

__ADS_1


__ADS_2