Buru-buru Nikah

Buru-buru Nikah
Bab 39. Plin Plan Juna


__ADS_3

Naya tersentak kaget mendengar apa yang ditanyakan oleh Yuna. Dia tersinggung dengan pertanyaan sensitif ini. Pertanyaan yang menyangkut masalah pribadi dan tak seharusnya diketahui oleh orang asing, baginya Yuna adalah orang asing.


"Maaf Bu, ibu tak berhak menanyakan hal pribadi seperti ini." kata Naya dengan wajah kesalnya.


"Maafkan saya nak Naya, tapi--saya dulu punya dua orang anak. Mereka kembar dan salah satu anak saya diculik oleh pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah saya karena memiliki dendam pada keluarga kami! Lalu kamu memiliki kalung milik salah satu anak kembar saya,"


Naya terkejut mendengar dengan apa yang dikatakan oleh Yuna. "Ibu pasti salah lihat." Naya menyangkal.


Jika aku adalah anak ibu Yuna, maka aku adalah saudara kembar Ghea? Ya Allah... kebenaran macam apa ini. Batin Naya dengan perasaan yang campur aduk.


"Tidak, saya tidak saya lihat dan saya yakin kalung itu milik anak saya! Kamu anak saya--saya juga yakin karena kamu mirip dengan suami saya." ucap Yuna yang langsung mengklaim bahwa gadis didepannya ini adalah putrinya. Tingkat kemiripannya dengan suaminya, sangatlah cocok. Tanpa tes DNA saja sebenarnya Yuna sudah yakin tentang Naya yang adalah anak kandungnya.


"Tolong jangan bicara sembarangan Bu! Saya punya ibu, meski beliau bukan ibu kandung saya. Tapi beliau adalah ibu yang membesarkan saya dari kecil dan memungut saya dari tempat sampah!" seru Naya dengan tangan terkepal menahan amarah tiap kali ia teringat dengan diary milik almarhum ibu Ningsih. Cerita dari Yuna yang mengatakan bahwa dia kehilangan Naya karena di culik, tidak membuat hati Naya percaya begitu saja. Dan ini juga terlalu mendadak baginya untuk mengetahui tentang semua ini.

__ADS_1


"Naya..." lirih Yuna yang ingin memegang tangan Naya.


Obrolan Naya dan Yuna tidak berakhir dengan baik karena Naya meminta Yuna untuk pergi meninggalkannya sendiri. Gadis itu berada di dalam rumah sendirian. Diam-diam Yuna mengambil beberapa helai rambut Naya yang didapatkannya dari Naya saat memeluknya tadi.


"Aku yakin kamu anakku Naya, aku yakin!" setelah ini Yuna akan berbicara pada suaminya tenang Naya dan tebak apa yang akan dilakukan oleh wanita itu dengan rambut Naya.


****


"Gue langsung balik."


"Jun, kamu harus inget apa yang tadi kita omongin. Aku bisa bongkar rahasia pernikahan kalian kalau kamu nggak mau nurutin mau aku. Iya sih, buat kamu nggak akan terjadi apapun yang parah. Tapi buat dia--dia mungkin gak bisa diterima masuk ke sekolah lain kalau semua orang tau tentang--"


"Ghea stop! Gue bakal pikirin dulu!" sentak Juna kesal karena Ghea terus mengancamnya dengan masa depan Naya. Ghea mengajak Juna kembali berpacaran dengannya dan dia akan menjaga rahasia pernikahan Juna Naya.

__ADS_1


"Oke, aku kasih kamu waktu sampe besok." ucap Ghea sambil tersenyum. Dia yakin bisa kembali pacaran dengan Juna.


Saat Juna akan memakai helmnya, atensi Juna tiba-tiba saja tertuju pada mobil sedan berwarna putih yang ada di halaman rumah Ghea. Juna mendekati mobil itu dan terkejut saat melihat ada sesuatu di depan kap mobilnya.


Mobil ini...mobil yang sama dengan mobil yang nabrak ibu Ningsih? Apa cuma sama aja? Tapi kok bisa ada darah disitu. batin Juna heran.


"Jun--kenapa?" tanya Ghea yang melihat Juna menatap mobil papanya.


"Ghe, gua mau pacaran sama Lo lagi." ucap Juna tiba-tiba.


"Hah? Serius Jun?" Ghea tersenyum lebar, di begitu bahagia Juna mau pacaran lagi dengannya. Tapi sebenarnya dia punya maksud lain.


...****...

__ADS_1


__ADS_2