
...🍀🍀🍀...
Mata Ghea terbuka lebar saat melihat kedua orang tuanya memeluk Naya dengan dalam, bahkan disertai dengan air mata. Didepan gerbang sekolah dan akhirnya mereka jadi pusat perhatian siswa-siswi yang baru saja bubaran dari kelas.
Ghea berjalan mendekat ke arah papa dan mamanya, juga Naya. Ghea terpukul saat mendengar kalau Naya adalah anak dari kedua orang tuanya juga. Geng Thanos, Gara, Lusi dan Andra juga tercengang, tidak menyangka bahwa Naya adalah saudara kembar Ghea yang bilang bertahun-tahun lamanya.
"Serius? Naya saudara kembarnya Ghea? Tapi mereka kan gak mirip." cetus Bian dengan wajah tidak percaya.
"Hey! Emang kembar harus mirip kayak Upin Ipin apa? Bego lo!" tukas Choki pada bestienya itu.
"Nggak nyangka ya! Ckckck..." Bian menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau Ghea saudaranya Naya, itu artinya Naya bukan anak kandung Bu Ningsih dong?" Damar bertanya seraya melirik ke arah teman-temannya.
Bukan hanya mereka yang berkomentar tentang hubungan Naya dan Ghea, tapi siswa-siswi yang lewat disana juga ikut berkomentar walaupun dengan berbisik-bisik. Naya yang menyadari kemarahan Ghea dan keributan disana, akhirnya mengajak mereka pergi ke tempat lain untuk bicara. Naya terlihat santai dan tidak terkejut sama sekali, dia tidak bahagia ataupun sedih saat mengetahui orang tua kandungnya. Sebab satu hal yang ingin dia ketahui yaitu tentang siapa penabrak Bu Ningsih. Baginya Bu Ningsih adalah ibunya dan keluarganya yang mengurusnya dari kecil.
Tidak! Bukan berarti Naya tidak mempedulikan orang tua kandungnya, dia hanya belum merasakan apapun terhadap Yuna dan Arman.
Kini Yuna, Arman, Ghea dan Naya berada di sebuah restoran yang tak jauh dari lingkungan sekolah. Mereka duduk berhadapan, Ghea dan Naya.
"Iya sayang, Naya adalah adik kamu...saudara kembar kamu yang lama hilang nak." jawab Yuna seraya memegang tangan Naya. Tak hentinya wanita itu menangisi Naya, setelah hasil tes DNA keluar dia dan Arman langsung pergi ke sekolah Naya saat itu juga.
"Dari mana Mama yakin kalau dia saudara aku? Aku nggak punya saudara kayak dia Ma! Nggak mungkin!" Ghea langsung menyangkal Naya sebagai saudaranya.
__ADS_1
"Ghea, Naya adalah adik kamu. Adik yang selama ini kamu inginkan kehadirannya. Mama dan papa akhirnya sudah menemukan dia setelah sekian lama. Kami sangat bahagia, harusnya kamu juga bahagia." cetus Arman pada Ghea, dia tidak melihat ada kebahagiaan di wajah Ghea yang ada hanya kemarahan saja.
"Kenapa...kenapa adikku harus dia? Aku nggak mau punya adik kayak dia, aku nggak mau." Ghea berderai air mata, fakta tentang Naya yang adalah saudara kembarnya sungguh membuat Ghea terpukul.
"Ghea! Kamu jangan bicara begitu, bagaimanapun juga Naya adalah saudara kembar kamu! Kalian saudara." kata Yuna pada putrinya yang lain.
"Aku juga tidak mau jadi saudaranya. Aku duduk disini, bukan menginginkan pengakuan kalian. Aku hanya ingin memperjelas semuanya, kalau aku tidak akan tinggal dengan kalian." kata Naya tegas, lalu dia pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana. Naya tidak masalah, meski Ghea tidak menerimanya dia juga tidak akan memaksa.
"Naya sayang! Tunggu nak!" seru Arman pada putrinya yang telah lama hilang itu.
Arman dan Yuna menyusul Naya, mereka meninggalkan Ghea seorang diri di sana. Ghea semakin kesal dengan Naya, dia tidak terima kalau nanti semua miliknya direbut oleh Naya.
__ADS_1
...****...