
...🍀🍀🍀...
Ghea berdecak dengan wajah juteknya, manakala ia melihat Juna didepan rumahnya. Juna menyapanya, tapi Ghea mengacuhkannya. Ghea kesal sebab kemarin ia melihat Juna mencium Naya di rumahnya.
"Mau ngapain lo kesini?" tanya Ghea sini, tanpa menoleh ke arah Juna.
"Ehm...Ghe, kita berangkat bareng yuk?" ajak Juna seraya tersenyum pada Ghea. Senyum yang selalu dia tunjukkan hanya untuk orang-orang tertentu saja. Kepada orang lain apalagi Naya, dia tidak pernah tersenyum.
"Sorry Jun, gue berangkat sama supir gue." tolak Ghea dengan tangan menyilang di dada.
Melihat raut wajah Ghea yang terlihat marah, Juna rasa ada yang salah. Kemarin gadis itu baik-baik saja, lalu sekarang kenapa begini? Apa jangan-jangan Ghea tau tentang kejadian di rumahnya bersama Naya? Pikir Juna dalam hatinya.
Juna turun dari motornya, ia memegang tangan Ghea. Jujur saja Ghea deg degan di sentuh oleh Juna, apalagi ia sudah memendam rasa pada Juna dari SMP. Tapi ya namanya juga cewek, pasti punya rasa gengsi dan jaim yang tinggi. Terlebih lagi, Ghea populer dan banyak cowok yang mengejarnya.
"Ghe...ada apa? Kemarin kamu baik-baik aja, kenapa sekarang kayak yang marah?" tanya Juna dengan menggunakan bahasa aku-kamu, tidak seperti biasanya gue-elo. Nada bicaranya pun lembut.
"Gak apa-apa. Lebih baik lo lepasin tangan gue, gak enak sama cewek lo." ucap Ghea seraya menepis tangan Juna.
Deg!
Hari Juna rasanya tidak nyaman dengan sikap Ghea. Pikirannya jadi macam-macam. 'Gak bisa kayak gini, gue harus jelasin semuanya kalau emang Ghea salah paham sama gue'
"Ghe, apa kamu lihat kejadian kemarin di rumahku?" tanya Juna serius, ia menatap Ghea yang terus menghindar darinya.
__ADS_1
"Oh... yang lo jadian sama si Naya?" sindir Ghea sambil memutar bola matanya malas.
"Kamu salah paham Ghe! Siapa yang jadian sama si mata empat itu?"
"Udahlah Jun, gak usah alasan lagi. Kalian udah ciuman, jadi--"
"Aku cium dia karena aku pikir itu kamu, Ghe! Aku suka sama kamu, Ghea. Dari kita SMP, aku udah naksir kamu." akhirnya Juna mengungkapkan perasaannya pada Ghea, tanpa persiapan apapun. Terpaksa harus sekarang sebab ia tak mau kehilangan Ghea.
"Bohong!" sanggah Ghea dengan mata berkaca-kaca. "Jelas-jelas lo ciuman sama dia dan lo juga gak pake baju."
"Ghe--please itu cuma salah paham. Oke emang aku cium dia, tapi itu karena aku pikir yang masuk ke dalam rumahku itu adalah kamu. Lampunya saat itu gelap....dan..."
Juna menceritakan semua yang terjadi padanya kemarin. Tentang ia yang linglung setelah minum jus dan mengira bahwa Naya adalah Ghea. Ghea mendengarkan cerita itu.
"Jujur, sumpah demi Tuhan! Lagian apa masuk akal aku suka sama mata empat kayak gitu Ghe? Cewek yang aku suka ya kamu, dari dulu sampai sekarang itu kamu."
"I-iya juga sih. Ja-jadi kamu suka sama aku?" Ghea perlahan melembut, gue-elo tadi berubah kembali menjadi aku-kamu.
"Iya Ghe, mau gak kamu--jadi pacar aku?" Juna memegang tangan Ghea. Ia menantikan jawaban yang akan Ghea berikan padanya.
"Ka-kalau kamu gak bisa jawab sekarang. Nanti juga gak apa-apa kok, aku bisa nunggu..." ucap Juna gugup.
'Sial! Jantung tenang dong' batin Juna gelisah.
__ADS_1
"Aku mau Jun." jawab Ghea sambil tersenyum malu-malu.
Juna terperangah dan langsung menatap wajah cantik Ghea. "Kamu bilang apa barusan? Ulangi!" pinta Juna, takutnya ia salah dengar.
"Aku juga suka sama kamu Jun, aku terima kamu."
"Jadi kita JADIAN nih?" tanya Juna girang.
Ghea menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka pun bukan dan saling melempar senyuman.
Tanpa mereka sadari, motor sport berwarna putih yang dikendarai Damar dan Naya lewat di depan rumah Ghea. Mereka melihat Juna dan Ghea berpelukan. Damar terlihat kesal, ia langsung memberhentikan motornya didepan mereka.
Hati Naya juga nyut-nyutan melihat adegan pelukan mesra Ghea dan Juna.Naya juga baru tau kalau rumah Ghea hanya beda 1 kompleks dari rumah Juna.
"Damar? Kenapa berhenti?" tanya Naya heran.
"Sorry Nay, gue kayaknya gak bisa bareng ke sekolah sama lo." kata Damar dingin.
Naya heran dengan pria itu, kenapa dia tiba-tiba begini. Padahal dia sendiri yang mengajak Naya berangkat bersama. Ah, ini pasti karena Ghea dan Juna.
...****...
Kasihan Naya di kacangin, disia-siakan 😘 tapi tenang aja nanti dia akan bertransformasi ❤️
__ADS_1