
...🍀🍀🍀...
Ghea tersenyum lebar, dia sangat bahagia karena Juna menyetujui permintaannya untuk pacaran lagi. Tak peduli dengan status Juna sebagai suami orang, Ghea tidak peduli. Dia hanya bahagia karena saat ini Juna pacaran lagi dengannya. Dia tidak memikirkan bahwa ada motif dibalik itu semua.
"Makasih Jun! Makasih kamu udah setuju dengan permintaanku!" seru Ghea sambil memeluk Juna. Namun cowok itu tampak hambar, ia malah memperhatikan mobil yang ada bercak darah itu. Dia belum bisa memastikannya sebelum menemukan bukti, perkiraan Juna saat ini adalah keluarga Ghea terlibat dalam kasus tabrak lari almarhumah Ningsih.
'Gue harus selidikin ini sampai ke akar-akarnya' Pikir Juna dalam hatinya.
Juna berpikir, bahwa dia tidak memberitahukan ini pada Naya lebih dulu. Juna akan berpura-pura pacaran dengan Ghea, untuk menyelidiki hal ini. Ya, Juna akan berpacaran dengan Ghea setidaknya sampai mereka lulus SMA, 3 bulan lagi. Dia akan melindungi beasiswa Naya dan impian Naya.
"Ghe, kita emang pacaran lagi. Tapi--gue pengen kita rahasiain tentang hubungan kita dari semua orang terutama dari Naya. Kalau lo ingkar janji, gue nggak mau pacaran sama Lo!" ancam Juna gadis itu. Dia tidak mau Naya sampai tahu bahwa dirinya menjalin hubungan pura-pura dengan Ghea di belakangnya, setelah hubungannya dan Naya beberapa bulan ini membaik.
Ghea sebenarnya tidak suka dengan usul Juna, namun apa boleh buat. Dia mengiyakan saja permintaan Juna, masalah ingkar atau tidak. Itu urusan belakangan, asalkan dia mengiyakannya lebih dulu.
"Iya Jun, aku setuju. Makasih ya udah mau pacaran lagi sama aku!" kata Ghea senang.
"Kalau Naya atau siapapun tau soal hubungan kita, gue nggak bakal tinggal diam Ghe!" kata Juna serius dan tegas. Dia bersungguh-sungguh dengan ancamannya. Disinilah Ghea sadar bahwa cinta Juna padanya sudah hilang dan berpindah pada Naya. Tapi bolehlah dia egois? Bolehkah ia berharap bahwa Juna akan jatuh cinta lagi kepadanya?
__ADS_1
"Iya, aku janji Jun." jawab Ghea.
Kenapa kamu begitu mudah jatuh cinta sama dia Jun? Padahal aku cinta pertama kamu...tapi kamu tenang saja, aku pasti bisa buat kamu jatuh cinta lagi sama aku.
"Kalau gitu gue balik dulu." kata Juna pamit dengan datarnya. Meski Ghea bersikap manis dan ramah padanya.
"Hati-hati dijalan ya Jun!" gadis itu melambaikan tangannya, seraya tersenyum lebar melihat Juna sudah menaiki motornya.
Suara motor Juna perlahan mulai jauh, sampai tak terdengar lagi. Ghea tersenyum, lalu masuk ke dalam rumahnya. Namun dia terdiam sejenak, memikirkan ibunya. Kenapa ibunya mau bertemu dengan Naya, ada apa?
****
"Naya pasti suka, kalau gue bawain martabak spesial telur bebek. Dia kan paling suka bebek, pasti dia belum makan." ucap Juna, lalu dia memesan martabak spesial telur bebek pada pedagang itu.
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, martabak itu pun selesai dibuat. Juna menyerahkan uangnya pada si pedagang lalu bergegas pergi dari sana. Dia tak sabar ingin memberikan martabak pada Naya.
Tok, tok, tok!
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Juna sambil mengetuk pintu rumah Naya.
Tak lama kemudian ada balasan jawaban salam dari Naya dan pintu rumah itu pun terbuka. Naya terlihat memakai pakaian tidurnya yang sederhana dan rambutnya di kuncir satu.
"Mau apa?"
"Suaminya nggak diizinin masuk dulu nih?" goda Juna seperti biasanya pada gadis itu.
"Udah malem, nggak enak kalau ada tetangga lihat cowok masuk ke rumah cewek yang tinggal sendirian." ketus Naya.
"Kamu lupa, aku suami kamu dan tetangga kamu udah pada tau kalau aku suamimu." kata Juna langsung melenggang masuk bahkan sebelum Naya mengizinkannya masuk.
"Juna, stop. Kamu melangkah terlalu jauh," kata Naya dengan tangan terkepal erat, ia mengingat kejadian di ruang ganti itu.
"Kamu kenapa sih Nay? Aku mau temuin istri aku sendiri, masa nggak boleh? Btw, aku bawa martabak buat kamu." ujar Juna sambil meletakkan bungkusan berisi martabak telur bebek itu.
"ARJUNA MAHARDIKA, STOP! PERGI DARI SINI!" usir Naya pada pria itu, dia tidak dapat menahan rasa marahnya lagi pada Juna. Dia sudah memendamnya dari tadi. Juna tercengang dan heran, kenapa sikap Naya begini padanya?
__ADS_1
...****...