Cerita Yang Belum Selesai

Cerita Yang Belum Selesai
Mulai Goyah?


__ADS_3

"Kamu serius? "


"Iya mbak aku serius. Aku ingin jadi pacar mbak Atheya"


"Saga...itu rasanya tidak mungkin. Aku... tidak bisa menjalin hubungan dengan lelaki yang usianya di bawahku"


"Kenapa? "


"Apa karena kurang dewasa? ", lanjut Saga.


" Bisa jadi"


"Aku akan berusaha mengimbangi mbak. Ayo kita coba dulu! Jika nanti ternyata aku tidak bisa seperti yang mbak inginkan maka mbak boleh memutuskan ku"


"Tidak Saga, aku tidak bisa"


"Hah... begitu ya? ", Saga menghela napas entah mengapa tiba - tiba dadanya terasa sesak.


" Hehehe aku terlalu cepat ya? ", Saga berusaha tertawa pelan walau sebenarnya hatinya... sakit.


" Baiklah kalau mbak Theya nggak bisa menerima aku. Tapi kita bisa jadi teman kan? "


Atheya mengangguk.


"Oke deal ya kita jadi teman? ", Saga mengulurkan tangan kanannya sedang tangan kirinya masih berada di stir kemudi.


" Iya kita teman", Atheya menerima ukuran tangan Saga.


Mereka pun kini resmi berteman. Tak ada pembicaraan lagi selama perjalanan hingga sampai rumah. Atheya langsung turun dari mobil ketika mobil berhenti di garasi.


"Mbak Theya... selamat tidur semoga mimpi indah"


"Kamu juga, makasih ya sudah di kasih tumpangan"


"It's ok"


Atheya berlalu meninggalkan Saga yang masih berdiri di samping mobilnya.


"Heh... teman", gumamnya.


" Apa ini?", Saga mengusap setitik cairan bening di sudut matanya.


"Kenapa dengan dirimu Saga? Ayolah lu nggak pernah begini! Atheya.... siapa dia? Di luar sana masih banyak yang lebih dari Atheya dan mau tanpa elu harus mengemis", Saga menyemangati dirinya sendiri.


Beruntungnya saat itu kedaan sedang sepi karena sudah malam. Jika tidak orang yang melihat Saga berbicara sendiri akan menganggap ia gila. Setelahnya ia lantas beegegas masuk rumah.


"Dari mana anak mama? ", tanya Rully yang melihat kedatangan putra pertamanya.


"Mama belum tidur? ", bukan menjawab Sagaalah balik bertanya.


" Mama nungguin kamu. Dari pulang kerja nggak langsung pulang. Nggak ada ngabarin orang rumah juga"


"Aduh... maaf ma Saga lupa nggak ngabarin, maaf ya ma...? ", Saga menepuk jidatnya sendiri dan kemudian menghampiri sang mama meraih telapak tangan wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


" Udah di maafin lain kali bilang dong kalau mau pulang telat! "


"Iya ma tadi itu pulang kerja Saga langsung ke rumah Doni. Habis itu kita nongkrong hehehe"


"Hm ketemu soulmate tow pantas aja jadi lupa"


"Kok soulmate sih ma? Soulmate Saga sudah pasti cewek ma"


"Mana terus...? Mama belum pernah lihat abang bawa cewek ke sini sejak abang sudah tumbuh gedhe? "


"Belum waktunya ma", Saga memeluk sang mama dari samping.


" Saga ke kamar dulu ya ma? "


"Hm, mama juga udah ngantuk mau tidur"


Di dalam kamar mana mungkin Saga bisa tidur. Ia tidak biasa tidur di jam ini di tambah lagi hatinya yang amburadul ketika mendapat penolakan dari Atheya. Saga memang belum lama kenal dengan Atheya namun entah mengapa hatinya terasa sakit ketika ditolak oleh perempuan tersebut. Dan ia juga tak mengira kenapa malam ini ia mengutarakan keinginannya agar Atheya menjadi pacarnya. Itu tidak ada dalam rencananya hari ini. Iya mungkin suatu saat ia bisa saja berpacaran dengan Atheya tapi tidak malam ini.


Di kamar lain, Atheya juga belum bisa memejamkan matanya. Ia tak menyangka Saga mengungkapkan keinginannya agar ia menjadi pacarnya. Mimpi apa ia kemarin malam? batin Atheya. Dan sekarang ia berteman dengan Saga. Sebenarnya tak ada pikiran semacam itu di benaknya. Jangankan berteman, mengenal saja Atheya sebenarnya tak tertarik. Iya memang tidak menampik Saga tampan, tinggi, putih, mapan, dan dari keluarga berkecukupan... itu dambaan hampir semua perempuan. Tapi bagi Atheya itu tidak terlalu penting. Baginya ia menginginkan lelaki yang bertanggungjawab, menerima dirinya apa adanya, menghargai, menyayanginya serta keluarganya, bukan pengangguran asal halal atau bisa di bilang pekerja keras. Sedang Saga yang mungkin bagi kebanyakan perempuan sudah paket komplit seandainya menikah dengan nya apakah bisa menghargainya yang dari keluarga sederhana? Apakah Saga bisa menerima segala kekurangan yang ada pada dirinya? Malam ini ia menerima Saga sebagai teman lantaran ia tidak ingin Saga terlalu kecewa karena penolakan darinya.


Beberapa hari setelah Saga mengungkapkan keinginannya kepada Atheya, selama itu juga Saga tidak ada komunikasi dengan Atheya baik secara langsung atau hanya melalui handphone. Saga seakan berubah sikap mungkin karena di tolak Atheya waktu itu...?


Pukul lima lewat empat puluh lima menit sore di kos-an Rully, dimana anak kos saat ini sedang berkumpul santai di depan TV.


"Hai semua dengerin... besok lusa hari minggu pak Rt mengadakan acara jalan sehat. Dan kita semua diminta tante Rully untuk berpartisipasi, supaya tambah ramai", ucap Tari.


" Kamu tahu dari mana Tar? ", tanya Yanti.


"Itu beneran kak Tari? ", Lia gantian bertanya.


" Ya beneran lah ngapain aku bohong. Kalau nggak percaya tanya aja sama mbak Rosmah! "


"Jadi kita ikut semua? ", Luluk memastikan.


" Iya kita di suruh ikut semua"


"Hmm...Berarti gagal dong rencanaku mau molor sampai siang", ucap Yanti.


" Sama, aku rencananya juga mau molor sampai siang hehehe", Tari menimpali.


"Yes jalan sehat nanti bisa ketemu sama mas Saga hehehe", semangat Lia.


" Ih pede banget kamu, iya kalau mas Saga ikut? ", Nita menanggapi ucapan Lia.


" Iya", tambah Luluk.


"Ikut semua", celetuk Tari.


" Apa? yang bener kak?", kompak Lia, Nita, dan juga Luluk.


"Iya beneran. Tante Rully sekeluarga ikut semua bahkan mbak Rosmah dan pak Yanto juga di suruh ikut", Tari menjelaskan.


" Jalurnya mana Tar? ", Yanti pun bertanya.

__ADS_1


" Muter dari komplek sini sampai komplek sebelah"


"Alamak... jadi pesertanya bukan Rt sini doang dong? ", Yanti terkejut mendengar jawaban Tari.


" Yoi, jauh kan muternya dari komplek sini ke komplek sebelah? hahaha....asli kalau bukan di minta tante Rully aku lebih milih tidur"


"Haduh... hari libur ku", keluhan Yanti.


Tiba - tiba pintu kamar Atheya terbuka, dan si empunya keluar.


" Eh Atheya besok minggu pagi kita semua diminta tante Rully ikut acara jalan sehat", Yanti memberitahu Atheya.


"Oh iya, makasih infonya", balas Atheya.


" Kamu mau kemana? "tanya Yanti.


" Ke kamar mandi", jawab Atheya sambil berjalan.


Di lantai atas yang merupakan rumah Rully, Rasya menghampiri Saga yang sedang asyik membaca buku di kamar dengan kaca mata bertengger di hidung mancungnya.


"Bang besok hari minggu ada jalan sehat"


"Nggak ikut gue", Saga menjawab datar tanpa mengalihkan pandangan.


" Kita semua di suruh ikut sama mama. Anak - anak kos juga ikut semua"


Saga berhenti membaca ketika mendengar kalimat terakhir Rasya. Ia menutup bukunya dan melepas kacamatanya. Kemudian menghadap sang adik.


"Jadi semua anak kos ikut? "


"He'em. Untuk meramaikan bilang mama"


Rasya kemudian beranjak dari duduknya di atas kasur. Dan berjalan ingin keluar namun berhenti ketika Saga bertanya.


"Mau kemana kamu? "


"Ya keluarlah", sambil main game di ponselnya. Sedari tadi Rasya berbicara dengan Saga sambil main game diponselnya.


" Jadi elu kesini cuma kasih tahu itu doang? "


"Iya", Rasya kemudian keluar dari kamar Saga.


" Ck"


"Gimana ya dengan dia? Setelah malam itu gue nggak ada sama sekali bicara dengannya. Entah kenapa gue merasa sakit karena dia nolak. Atheya... ", Saga bicara sendiri.


Di sisi lain Atheya yang sudah berada di kamrnya lagi,


" Jika besok minggu semua ikut jalan sehat, apa aku akan bertemu dengannya? Apa dia ikut? Hah... sejak malam itu dia tidak ada bicara denganku atau menghubungiku lewat handphone. Apa aku sudah keterlaluan? Tapi bagaimana...aku takut jika menjalani dengannya dimana dia yang lebih muda dariku... aku takut jika ujungnya aku menyakitinya", Atheya berbicara sendiri.


"Ini sudah benar Atheya, ini sudah benar daripada kamu ragu menjalani dengan orang yang usianya di bawahmu dan ujungnya hanya menyakitinya lebih baik tidak", tambahnya meyakinkan dirinya sendiri.


Sebenarnya kenapa dengan Atheya? Apakah sebenarnya ia sudah mulai goyah dengan keberadaan Saga?

__ADS_1


__ADS_2