
Setelah kejadian di garasi mobil Atheya tidak ada menghubungi Saga. Begitu pun Saga, apa yang di lakukan Kania terhadapnya membuat dirinya seakan pusing sendiri hingga memilih tidak menghubungi Atheya. Sebenarnya ia tak bermaksud demikian hanya saja ia seperti kehilangan mood gara - gara Kania.
Saat Saga akan membuka pintu mobil di garasi, ia tak sengaja melihat Atheya yang baru dari bawah. Seperti biasa perempuan itu akan berangkat bekerja. Saga berdiri di samping pintu mobil sembari melihat ke arah Atheya. Namun perempuan yang diperhatikan justru cuek. Berlalu begitu saja tanpa menyapa seperti biasa jika mereka bertemu. Atheya seperti pura - pura tak melihat keberadaan Saga.
'Deg'
'Kenapa dengan cewek itu? Kenapa dia tak menyapaku seperti sengaja mengacuhkan ku? ', dalam hati Saga.
'Maaf Saga aku masih sakit dengan apa yang kulihat kemarin? Aku semakin tidak mengerti dengan semua ini. Sikapmu menunjukkan suka padaku tapi kamu menerima ketika di sentuh perempuan lain', dalam hati Atheya berbicara sembari terus melangkah.
"Elu yakin Ga itu cewek gak lihat waktu elu sama Kania? Nggak mungkin kan dia tiba - tiba cuek sama elu? Pasti ada alasannya", ucap Doni setelah mendengarkan semua cerita Saga.
Saat ini Saga berada di kamar Doni sahabatnya. Pulang dari kerja ia tak lantas pulang ke rumah namun pergi ke rumah Doni. Tentu saja untuk berbagi keluh kesah dengan sahabatnya tersebut.
"Gue juga gak tau Don. Malam itu sih sepertinya nggak ada siapa - siapa di luar", malam yang di maksud Saga adalah malam Kania memeluk dirinya dari belakang saat ia masih berada di garasi.
" Apa mungkin dia ada masalah lain? ", Doni berpikir.
" Coba hubungi dia aja Ga! ", lanjutnya.
" Gue pengen hubungi tapi gue agak ah... entahlah"
"Lhoh menghubungi saja apa susahnya sih? Lagian kan kalian sudah biasa chatingan? "
"Setelah malam itu sampai sekarang gue nggak ada chat itu cewek. Dia juga sama nggak ada chat gue. Dan yang bikin gue kaget sikap dia tadi pagi yang pergi gitu aja. Seperti nggak melihat gue. Entah dia beneran nggak lihat atau pura - pura", Saga menjelaskan dan mengendikan bahunya ketika kalimat terakhir ia ucapkan.
"Wah... ruwet juga, tapi elu tetap harus hubungi dia Ga! Atau malah elu nggak akan tahu kejelasannya"
"Iya"
"Nanti aku coba chat dia", lanjut Saga.
Tak lama setelah itu Saga pun memutuskan pulang. Ia merasa lelah dan penat. Sesampai di rumah ia lantas mandi. Karena sedari pulang kerja sampai berada di rumah Doni ia belum mandi sama sekali.
Saga sudah tampak segar ia juga sudah selesai mengerjakan sholat isya'. Saga mengambil ponsel yang tadi ia chas.
"Ping", Saga mengirim pesan kepada Atheya.
"Lagi apa? Kok nggak ada kabar? ", lanjutnya.
Sampai beberapa menit Saga menunggu tapi tak ada balasan. Jangankan di balas di baca saja tidak.
Atheya yang tengkurap malas - malasan melihat ponsel yang ada di sampingnya. Terlihat di layar ponselnya jika Saga mengirim pesan. Atheya kembali melatakkan ponselnya di atas kasur.
"Ting", lagi..ada notifikasi masuk.
" Dimana...? ", pesan dari Saga.
Atheya mengabaikan lagi hingga beberapa menit kemudian.
" Ting", ada pesan masuk lagi dari orang yang sama.
"Sibuk kah? ", isi pesan dari Saga.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
" Telulit... telulit... telulit... ", dering ponsel Atheya.
Saga memanggil sepertinya lelaki itu sudah tak sabar karena pesannya sama sekali tidak dibuka oleh Atheya.
Atheya membiarkan saja hingga ponsel itu mati sendiri. Ia sengaja tak mau menjawab panggilan Saga.
'Bandel banget sih', dalam hati Atheya.
Dan tak lama, lagi... ponselnya berdering. Saga memanggil. Bahkan hingga beberapa kali namun tetap sama Atheya tidak mau menjawabnya. Ia justru memilih pergi meninggalkan ponselnya tergeletak begitu saja di atas kasur. Atheya keluar dari kamarnya dan bergabung dengan teman - teman kosnya yang sedang di depan TV.
"Kemana sih dia? Nggak biasanya begini. Nggak mungkin dia kelayapan. Dia tipe cewek rumahan ", ucap Saga.
Saga keluar dari kamar menuju rooftop. Ia ingin mengetahui keberadaan Atheya dari rooftop walaupun ia tidak yakin akan mendapatkan jawabannya. Pasalnya Atheya lebih suka di dalam kamar.
Begitu Saga melihat ke arah bawah tepatnya di depan TV. Ia melihat sosok yang ia cari, Atheya. Saga merasa lega mendapati kenyataan tersebut.
"Huh... ternyata dia di luar, mungkin dia tidak membawa ponselnya ", gumam Saga dan berpikir demikian.
Itu pikiran Saga nyatanya tidak demikian.
Yanti yang kebetulan duduk di sebelah Atheya mengetahui jika Saga sempat memperhatikan Atheya dari rooftop.
Yanti menepuk pelan lutut Atheya yang terlihat sebab ia memakai babydoll atasan lengan pendek dan bawahan berupa celana selutut. Yanti memberi kode dengan arahan mata kepada Atheya ketika perempuan itu menoleh mendapat tepukan di lututnya. Atheya mengikuti arah mata Yanti. Dan ia melihat Saga berdiri di rooftop namun pandangannya ke arah lain.
Setelah Saga menemukan sosok yang dicari ia memang langsung mengalihkan pandangan karena tidak ingin di ketahui orang - orang di depan TV. Namun ia keliru sebab Yanti sudah mengetahuinya.
"Kenapa? ", tanya Atheya kepada Yanti pelan nyaris tak terdengar.
"Nggak ah.. ", Atheya mengelak.
" Ciiee masih malu - malu", goda Yanti masih dengan suara berbisik.
Tak lama kemudian Saga berbalik pergi dari rooftop dan diam - diam Atheya memperhatikannya. Yanti senyum - senyum melihat Atheya yang curi - curi pandang kepada Saga.
Saga masuk ke kamarnya. Paling tidak ia lega mendapati Atheya yang sedang menonton TV dengan teman - temannya.
Waktu hingga menunjukkan pukul sepuluh namun tak ada juga tanda - tanda Atheya akan membalas chat dari Saga.
Saga kembali gundah berbagai macam pertanyaan muncul di benaknya.
'Apa belum selesai nonton tvnya? Kenapa sampai sekarang belum juga di buka chat dariku? Apa dia langsung tidur? '
Saga menghela napas kemudian ia memutuskan untuk tidur. Ia berusaha berpikir positif mengenai Atheya. Mungkin besok akan ada kabar baik pikirnya.
Pukul lima pagi Saga bangun kemudian melaksanakan shalat subuh. Setelahnya ia membuka ponselnya. Ia mengecek apakah Atheya sudah membuka chat darinya. Benar saja Atheya sudah membukannya namun tak ada membalas pesan darinya.
"Aish... kenapa sih? ", Saga menyunggar rambutnya yang basah karena terkena air wudhu ke belakang.
Ia frustasi tidak mendapatkan balasan dari Atheya. Sungguh ini tidak enak.
Pukul delapan kurang sepuluh menit Saga sengaja menunggu Atheya keluar untuk berangkat kerja. Beberapa saat kemudian tampak Atheya menaiki undakan menuju halaman sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
__ADS_1
Atheya tahu jika Saga berdiri di samping mobil namun ia tak mau peduli. Ia tetap melangkahkan kakinya tanpa melihat keberadaan Saga.
Saga yang menyadari itu lantas memanggil dengan berlari menghampiri Atheya.
"Mbak... tunggu! "
Atheya pun berhenti.
"Ada apa? Aku buru - buru", alini Atheya agar bisa menghindari Saga.
" Ayo berangkat bareng! ", ajak Saga dengan meraih pergelangan tangan Atheya.
" Nggak. Aku udah janji sama teman mau naik angkot bareng"
"Sekalian di ajak temannya naik mobil aku antar ke tempat kerja", Saga masih berusaha.
" Apa sih di bilang nggak?", suara Atheya tiba - tiba meninggi terlihat raut kesalahan di wajahnya.
"Oke oke", Saga melepas pegangan tangannya dari pergelangan tangan Atheya.
Ia mengangkat tangannya memberi kode agar Atheya tenang. Tidak marah - marah.
"Ya udah hati - hati, nanti balas chatku ya? ", Saga kemudian berucap. Ia mengalah.
Atheya tak menjawab dan langsung memutar tubuhnya melangkahkan kaki keluar dari halaman.
" Huh... ", Saga menghela napas.
Ia lantas melangkah menuju mobilnya, ia juga harus berangkat kerja.
Di tempat kerja di sela senggang, Saga mencoba mengirim pesan kepada Atheya lagi.
" Ping"
"Kenapa sih mbak? Ada apa? "
"Kenapa chatku nggak di balas? Kalau aku ada salah ngomong... jangan diemin aku kayak gini! "
"Mbak... sayang...? "
Beruntun pesan dari Saga dan Atheya hanya membacanya saja tanpa mau membalas.
Sejujurnya hati Atheya sempat meleyot kala Saga memanggilnya 'sayang'. Ia bahkan tersenyum.
"Dasar kamu Saga pinter banget sih", gumamnya.
Tapi Atheya tetap pada pendiriannya tak mau membalas chat dari Saga.
Beberapa menit kemudian Saga kembali mengirim pesan.
" Oke kalau mau mu begitu", pesan dari Saga membuat Atheya mengerutkan kening.
Tampaknya lelaki itu sudah tak tahan dengan Atheya yang mendiamkannya. Mungkin ia marah?
__ADS_1
Atheya tak mau ambil pusing terserah lah apa yang dikatakan Saga.