
Sejak hari itu hubungan Atheya dan Saga semakin akrab walau keduanya jarang bertatap muka. Mereka saling berbalas pesan.
Beberapa hari kemudian di siang hari sebuah pesan masuk di ponsel Atheya. Perempuan itu lantas tersenyum begitu melihat nama pengirim.
"Nanti sore ku jemput sekalian kita jalan! "
"Jalan? Kemana? "
"Nanti malam aku ada futsal"
"Apa? Tapi aku nggak bawa baju ganti? "
"Nggak usah ganti. Nggak ada juga yang nyium"
"Ish kamu... "
"Wkwkwk"
"Baiklah"
"Makasih manis"
"Gombal"
"Dipuji malah dibilang gombal, serba salah"
"😋"
"🙂"
Waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat lima menit sore, Atheya belum beranjak dari duduknya. Ia menunggu pesan dari Saga.
"Kring... ", panggilan dari Saga.
" Aku udah di depan turun gih! ", suara seseorang di telpon.
" Oke"
Atheya mengambil tasnya kemudian bergegas turun. Saat ia sampai di lantai bawah kebetulan Nia berasa didepan pintu restoran.
"Cie... siapa tuh? ", Nia menggoda Atheya. Ia masih ingat dengan mobil Saga.
" Aku pulang dulu ya? ", pamit Atheya.
" Iya hati - hati"
Atheya memasuki mobil Saga dan Saga mengklakson Nia ketika mobil sudah mulai bergerak.
"Memang jam berapa futsalnya? ", Atheya membuka pembicaraan.
" Habis isya'"
"Hah? Trus kenapa jemput sekarang? Maksudku kenapa kita nggak pulang dulu? "
"Nggak apa - apa, cuma pengen ngajak jalan aja"
"Kita mau kemana nih? "
"Main aja sekalian makan"
Saga membawa mobilnya menuju ke sebuah bangunan yang merupakan apartemen,Atheya tersentak dan menganga.
"Kok kita ke sini? "
"Mbak belum mandi kan? Jangan berpikir aneh - aneh! "
"Kita akan mandi dan sekalian makan di sini"
"Tenang saja ini apartemen temanku"
"Tapi... "
"Nggak usah khawatir ada istrinya kok di dalam. Mereka memang tinggal di sini", Saga yang sepertinya mengetahui kekhawatiran Atheya.
"Oh", Atheya merasa lega setelah mengetahui teman yang dimaksud adalah pasangan suami istri.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan sebuah pintu. Saga memencet bel yang ada di samping pintu.
" Cklek"
"Wah... ayo masuk! ", seorang lelaki yang membukakan pintu.
__ADS_1
" Siapa nih? ", lelaki itu bertanya kepada Saga.
" Kenalkan mbak Atheya, mbak ini temanku namanya Andi", Saga memperkenalkan keduanya.
"Atheya, Andi", mereka berjabat tangan dan memperkenalkan diri.
" Silakan duduk bro, mbak Atheya! ", ucap Andi.
" Yank ada temanku nih", lanjut Andi memanggil sang istri.
"Eh Saga... kamu di sini San? ", tanya seorang perempuan bernama Meta.
" Wah siapa ini kayaknya bau - bau calon nih? ", Meta lanjut menggoda Saga.
" Kenalin aku Meta istrinya mas Andi", Meta mengulurkan tangannya kepada Atheya.
"Atheya", balas Atheya.
" Atheya... ih cantik namanya", ucap Meta.
"Met, mbak Atheya mau numpang mandi na", Saga memberitahu Meta.
" O iya, ayo ku tunjukkan kamar mandinya", ajak Meta kepada Atheya.
"Tunggu bentar aku ambilin handuk, o iya bawa baju ganti nggak? Kalau nggak pakai bajuku aja nggak apa - apa"
"Nggak bawa sih, tapi nggak usah aku pakai bajuku aja"
"Kamu lagi masak? ", tanya Atheya kepada Meta yang datang dengan membawa handuk.
" Iya udah mau matang, nanti kita makan bersama. Nih buruan kamu mandi!
Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di meja makan.
"Kamu kapan datang ke sini Saga? ", tanya Andi.
" Sebelum tahun baru"
"Wah gitu nggak kabar - kabar? "
"Iya, nggak ada main juga ya mas? ", tambah Meta.
"Ish, gayamu", celetuk Andi.
"Orang mucil bilang 'nggak enak' mas? hehehe", Meta menertawakan Saga.
Mereka pun makan sambil berbincang tak penting. Setelah isya' keempat orang itu pergi menuju tempat futsal. Andi juga ikut main futsal. Ditengah - tengah permainan, Atheya sesekali berbicara dengan Meta.
"Atheya kamu udah berapa lama sama Saga? "
"Apanya? "
"Ya pacaran lah"
"Kita nggak pacaran"
"Lhoh, jadi kalian bukan pacaran tow? "
"Nggak"
"Tapi Atheya... Saga itu baru kali ini loh bawa cewek ke rumah teman"
"Iya kah? "
"Hm, makanya aku pikir kamu pacarnya. Lebih tepatnya calonnya"
"Ku pikir dia nggak balik ke sini. Paling udah kecantol sama cewek Jakarta. Eh sekalinya pulang juga ke sini", lanjut Meta.
" Dia udah lama ya di Jakarta? ", tanya Atheya kepada Meta.
" Dari kuliah sampai kerja juga di Jakarta. Dan sekarang dia pindah kerja di sini. Di kantor cabang perusahaan"
"Oh jadi tempat kerja dia yang sekarang itu merupakan kantor cabang? "
"He'm. Kantor pusatnya kan di Jakarta. Itu yang kudengar dari mas Andi"
Tampak Andi, Saga, dan Doni menghampiri kedua perempuan itu. Andi dan Saga lantas menyambar minuman yang ada di dekat kedua perempuan itu.
"Eh ada mbak Atheya", sapa Doni dan mendapat balasan senyum dari Atheya.
" Kok panggilnya pada mbak sih? ", Meta merasa heran baik Saga dan Doni memanggil Atheya 'mbak'.
__ADS_1
" Yank mbak Atheya ini lebih tua dari kita loh", Andi menjelaskan kepada istrinya.
"Masa? "
"Kok aku dari tadi panggil nama langsung? Aduh maaf maaf? ", lanjut Meta sembari meminta maaf kepada Atheya karena ketidaktahuannya.
" Nggak apa - apa, santai aja lagi. Kalian mau panggil nama langsung juga nggak apa - apa", ucap Atheya.
"Habisnya nggak kelihatan umurnya lebih tua dari kita. Jadi ku pikir ya seumuran, maaf ya hehehe"
"Nggak apa - apa Meta, panggil nama aja! "
"Oke", Meta setuju.
Sedang Saga hanya tersenyum saja.
" Ga aku langsung pulang ya sama biniku? ", ucap Andi agak keras karena jaraknya yang lumayan agak jauh dengan Saga berdiri saat ini.
Mereka saat ini sudah selesai bermain futsal, dan langsung memutuskan untuk pulang.
" Daah Atheya, kapan - kapan main lagi ya! ", pamit Meta dengan melambaikan tangan.
Andi dan Meta berlalu meninggalkan parkiran dengan menaiki mobil.
" Ga aku duluan ya, yuk mbak Theya duluan! ", Doni menghampiri Saga dan Atheya seraya berpamitan.
Tinggalah Saga dan Atheya yang masih berada diparkiran.
" Naik yuk! ", ajak Saga.
Atheya langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping kursi kemudi. Saga mengatur kursi kemudi menjadi sedikit merebah. Atheya hanya memperhatikan setelah itu apa yang akan di lakukan oleh Saga. Dan ternyata Saga merebahkan tubuhnya di kursi kemudi. Atheya mengernyit.
"Kita nggak pulang? ", Atheya yang penasaran akhirnya membuka suara.
" Pulang. Entar lagi"
"Besok lusa hari senin aku mau ke lokasi ", lanjut Saga.
" Ngapain? "
"Survei pekerjaan di lapangan"
"Berapa hari? "
"Mungkin semingguan bisa juga molor. Tinggal lihat situasi di sana aja"
"Jangan nakal ya nggak ada aku! Nggak usah juga keluar - keluar kalau nggak penting! ", peringat Saga kepada Atheya sudah seperti kekasih saja sambil menoleh ke arah Atheya. Memainkan rambut panjang perempuan itu.
Namun kenyataanya Atheya mengangguk. Menurut dengan apa yang di katakan Saga. Atheya juga tak menolak dengan perlakuan Saga, ia menunduk agak berdebar sesungguhnya. Saga merubah duduknya menjadi tegak. Lalu merogoh saku celana, mengeluarkan dompet. Atheya masih tidak tahu apalagi yang akan dilakukan lelaki itu. Hingga ia melihat Saga mengeluarkan beberapa lembar kertas warna merah dari dompetnya.
"Nih! ", Saga menyodorkan uang tersebut kepada Atheya.
" Apa ini? ", Atheya masih tidak mengerti.
" Buat mbak Atheya beli makan atau apa"
"Nggak usah, aku ada sendiri", tolak Atheya dengan menggerak kan kedua tangannya.
" Terima! ", perintah Saga serius.
" Terima... uang mbak buat ditabung aja! Yang ini buat makan dan terserah lah! Mau pakai beli skincare atau apa", Saga mengangguk sebagai kode agar Atheya menerima uang darinya.
"Nggak Saga", Atheya masih menolak.
" Aku beneran ada", lanjutnya.
"Mbak... please biar aku tenang ninggalin mbak ke lokasi! "
Atheya bengong, apa maksud Saga?
"Udah Terima! Plak", Saga memberikan uang tersebut langsung di telapak tangan Atheya dengan memegang tangan perempuan itu.
Atheya masih diam, menunduk sekilas melihat uang yang sudah ada di telapak tangannya. Ia kemudian menatap Saga. Sedang lelaki yang ditatap nya mati - matian menahan gejolak dalam dirinya. Sungguh saat ini Saga ingin sekali menyambar bibir perempuan yang menatapnya. Sebagai rasa sayang dan... pamit karena ia akan pergi beberapa hari ke luar kota. Namun itu harus ia tahan hanya karena status mereka.
"Saga... ", ucap Atheya pelan sambil mengangkat tangannya yang ada uangnya tersebut.
Saga tersenyum kemudian bertanya,
" Apa? hm? Jangan banyak mikir! ", Saga mengetuk kening Atheya pelan dangan jari telunjuknya.
" Ayo pulang! ", Saga memperbaiki kursi kemudi seperti sedia kala dan kemudian menyalakan mesin. Mereka berlalu meninggalkan area parkir futsal.
__ADS_1