Cerita Yang Belum Selesai

Cerita Yang Belum Selesai
Tambahan Budget


__ADS_3

Besok malamnya pukul delapan Saga beserta anak - anak kos sampai di sebuah cafe yang sudah di reservasi Doni. Cafenya terletak di pinggir pantai menjadikan suasana di tempat itu nyaman dan indah.


"Makasih ya sudah mau datang? ", basa - basi Doni kepada anak - anak kos.


" Silakan duduk, tunggu makanannya datang! Di bikin enjoy aja oke? Akun tinggal sebentar ya? Yuk Ga! ", Doni menepuk pundak Saga.


"Siap mas makasih... ", serempak anak - anak kos.


" Ga ini sebenarnya ada apa lu nyuruh gue bikin acara beginian mendadak pula? ", Doni yang memakai bahasa 'lu gue' karena terbiasa diajak bicara Saga demikian hingga ia jadi ikut.


Saat ini kedua orang itu berada agak jauh dari rombongan anak kos.


" Lu lihat cewek yang rambut panjang pakai baju warna dusti itu? Namanya Atheya"


"Hm, manis... Memang kenapa? "


"Gue penasaran sama itu cewek, gue pengen deketin dia"


"Gila lu, cuma pengen deket sama itu cewek sampai nyuruh gue bikin acara ini? Hei... dimana Saga yang gue kenal? Yang biasanya cewek yang berusaha deketin. Ini malah kebalikannya"


"Ini cewek beda Don, dia pendiam banget. Bahkan jarang ikut kumpul sama yang lain, lebih suka menyendiri. Makanya gue suruh elu pura - pura ulang tahun supaya dia mau keluar"


"Maksud elu, dia gak mau keluar gitu? "


"Lebih tepatnya jarang, kalau sudah masuk kamar bakal gak keluar - keluar lagi. Itu sih yang gue denger "


"Elu serius Ga dengan ini? "


"Nggak. Ya iyalah gue serius. Kalau nggak serius ngapain gue sampai minta tolong sama elu? "


"Trus rencana elu selanjutnya apa? Sekalipun elu bikin acara begini tetap aja kelihatannya nggak akan mudah"


"Bantuin gue gimana supaya gue bisa berdua sama dia! "


"Saga... Saga... ini namanya elu mau deketin dia tapi nggak ada persiapan"


"Gue akuin, memang gue gak ada persiapan. Yang pasti muncul ide buat acara begini itu tiba - tiba. Habis gue gak tahu gimana caranya mancing itu cewek keluar"


"Gimana ya... ", Doni mulai berpikir.


" Udahlah nanti dipikir lagi, ayo kita ke sana dulu nggak enak sama orang - orang! Makanannya juga sudah siap tuh", lanjut Doni.


"Hai... sorry ya jadi pada nunggu? Ayo silakan dimakan ! ", ucap Doni ketika ia kan duduk dan Saga sudah lebih dulu duduk di sebelahnya.


" Nggak apa - apa mas", jawab Yanti mewakili semua.


Kemudian semua fokus menikmati makanan yang berada di atas meja kecuali Saga karena pandangannya selalu tertuju pada Atheya. Doni yang menyadari hal itu menjadi agak kasihan dengan sahabatnya itu. Ia pun berpikir bagaimana caranya agar Saga bisa berdua dengan Atheya. Beberapa saat kemudian muncul sebuah ide. Ia lantas bangkit dari duduknya.


"Eh mau kemana? ", tanya Saga yang melihat sahabatnya tiba - tiba berdiri.


" Ada yang kelupaan, bentar ya! ", Doni berlalu.


Ternyata ia mendekati dua pelayan yang tidak sibuk. Ia bicara seperti orang berbisik kepada dua pelayan tersebut dan sekali menunjuk meja makan yang ia tempati. Kedua pelayan itu mengangguk. Entah Doni mempunyai rencana apa.


Setelah itu Doni kembali ke meja bergabung dengan yang lain.


"Apa yang lupa? ", tanya Saga penasaran.


" Nggak cuma minuman aja yang masih kurang"


"Ini kan sudah ada minumannya mas? ", celetuk Lia.


" Nggak apa - apa minuman lain lagi"


Beberapa menit kemudian datang seorang pelayan dengan membawa minuman milk shake strawberry. Pelayan itu lantas membagikan berkeliling kepada setiap orang di meja tersebut. Ketika tiba giliran Atheya...


"Aduh maaf mbak saya tidak sengaja? ", ucap pelayan itu kepada Atheya.


" Nggak apa - apa", jawab Atheya sambil berusaha membersihkan bajunya yang di tumpahi minuman tersebut.


"Buruan gih bersihin di kamar mandi! Kamar mandinya di ujung sana, Saga kamu antar dia! ", colek Doni kepada Saga sambil memberi kode lewat matanya.


" Nggak usah biar aku sendiri saja", tolak Atheya.


"Eh jangan tempatnya agak jauh biar di temanin Saga. Buruan Ga! "


Atheya dan Saga lantas berdiri dan pergi menuju kamar mandi. Sedang yang lain melanjutkan acara makannya. Di perjalanan menuju kamar mandi tiba - tiba ada seorang lelaki berlari dari arah belakang Saga dan Atheya yang berjalan beriringan.

__ADS_1


"Bugh", lelaki tersebut menabrak Atheya.


" Akh... ", teriak Atheya kehilangan keseimbangan.


" Atheya... ", pekik Saga berusaha secepatnya menangkap tubuh Atheya.


Dan berhasil Saga saat ini memegang kedua sisi lengan Atheya. Nafas Atheya tersengal karena terkejut dengan kejadian yang ia alami beberapa detik yang lalu.


" Kamu nggak apa - apa ? ", tanya Saga.


" Nggak apa - apa", jawab Atheya dengan menggelengkan kepala pelan. Ia masih belum sadar jika dirinya saat ini di pegang oleh Saga.


Atheya masih berusaha menormalkan detak jantungnya. Sedang Saga... ia merasa agak kasihan melihat Atheya yang sepertinya sangat terkejut. Saga mengangkat tangan kanannya kemudian mengusap pelan pelipis Atheya yang sedikit berkeringat. Saat itulah Atheya baru sadar jika Saga memegangnya sedari tadi.


"Eh maaf merepotkan? Makasih sudah nolongin tadi? ", terlepas seketika tangan Saga yang dari tadi memegang lengan Atheya.


"Nggak masalah"


Keduanya menjadi canggung beberapa saat hingga Saga menyadarkan tujuan awal mereka ke sini.


"Ayo ke kamar mandi! "


Atheya mengangguk kemudian berjalan lebih dulu dan Saga mengikutinya di belakang.


Di sisi lain,


"Mas Doni ini ulang tahun yang ke berapa? ", tanya Lia pada Doni.


" Hm... ", Doni tampak berpikir karena sesungguhnya ia tidak ingat usianya saat ini berapa tahun.


Semua orang menunggu jawaban darinya.


'Aduh aku sekarang umur berapa ya? Kenapa aku nggak ingat sama sekali, dasar bego', dalam hati Doni mengumpat dirinya sendiri.


Namun ia tak kehabisan akal hingga,


"Rahasia... mau tahu aja hehehe", jawabnya.


Semua melongo mendengar jawaban Doni. Mungkin mereka berpikir ' umur aja pakai rahasia'.


" Sudah ayo lanjutkan nikmati makanan penutupnya! Umurku itu nggak penting", Doni mengalihkan topik.


"Ya di undanglah...hanya saja mereka pada sibuk. Makanya aku suruh Saga buat datang sama kalian biar rame"


"Sering - sering begini ya Don, biar aku makan gratis! ", ucap Yanti tanpa malu.


" Yeee kak Yanti mah maunya di gratisin terus", serempak yang lain.


"Ya iyalah kan lumayan, biar hemat. Iya kan Don? ", Yanti bertanya kepada Doni sambil memainkan alisnya ke atas.


" Iya. Namanya juga anak kos harus hemat - hemat", jawab Doni.


'Siapa nih cewek ceplas - ceplos aja kalau ngomong? Nggak ada malunya. Tadi teman - temannya memanggil... kak Yanti. Berarti naman ya Yanti'


Atheya dan Saga saat ini berjalan dari kamar mandi menuju ke tempat mereka makan tadi.


"Theya...? ", panggil Saga.


" Hm", Atheya menoleh ke samping.


"Minta nomor HP nya boleh? siapa tahu ada yang penting atau mendesak"


" Sepertinya antara aku dan kamu nggak akan ada yang penting atau mendesak. Tapi... ya deh boleh siapa tahu aja kan? "


Atheya pun memberikan nomor HP nya kepada Saga.


Sedang Saga tadi sempat tidakenyangka dengan jawaban Atheya di awal.


"Kalian lama banget di kamat mandi? ", tanya Yanti begitu Saga dan Atheya sampai.


" Tadi ada kecelakaan dikit", jawab Saga.


"Hah, kecelakaan apa? ", tanya Yanti dan yang lain menimpali...


" Iya...? "


"Ada seorang lelaki berlari nggak sengaja nabrak Atheya"

__ADS_1


"Apa? Iya Theya? ", tanya Yanti kepada Atheya memastikan.


" Iya"


"Tapi kamu nggak kenapa - kenapa kan? ", tanya Doni basa - basi karena itu sebenarnya akalan Doni semata.


'Hehehe maaf ya Atheya itu bukan nggak sengaja tapi itu memang sengaja', dalam hati Doni. Ia ingin tertawa saja namun ia tak mungkin menunjukkannya di depan orang - orang.


" Iya aku baik - baik saja, tadi di tolong Saga"


"Yuhuu... ", sorak Doni.


" Wah mas Saga aku juga mau", Lia berseru.


"Lhah kau ini anak kecil ikut - ikut aja! ", ucap Tari.


" Tau nih ngebet banget sama si Saga", Yanti menimpali.


"Tapi aku juga mau kalau mas Saga", Luluk yang sedari tadi diam baru bersuara.


" Sama aku juga mau", tambah Nita.


"Ya sudah kalian buat aja ajang 'cari jodoh buat Saga'", perintah Yanti tak habis pikir dengan teman - temannya jika sudah berhubungan Saga.


" Hei Atheya aja diam yang ditolongin Saga... kalian malah yang ribut", ucap Doni.


"Bener itu Don, tapi juga nggak menyakinkan sih kalau Atheya sama Saga. Soalnya Atheya lebih tua mungkin dari Saga. Iya nggak Theya... sekarang umurmu berapa? "


"31"


"Kalau kamu Saga? "


"Aku 27"


"Eh Yanti perbedaan umur itu nggak jadi masalah. Mau Saga atau Atheya yang lebih tua jika mereka cocok kenapa nggak? ", Doni tak terima.


" Bener yang kamu bilang Don tapi Atheya ini sepertinya dia suka yang lebih tua umurnya daripada dia", Yanti tak mau kalah.


"Sudah ah kalian ngomong apaan sih? Kalau sudah ayo kita pulang! ", ajak Atheya yang kurang suka membahas soal pribadi.


" Sorry sorry Theya maafin aku ya? Aku nggak bermaksud ikut campur maslah pribadi kamu", Yanti meminta maaf karena merasa bersalah.


"Iya nggak apa - apa"


Percakapan antara Atheya dan Yanti menyita perhatian Saga dan Doni. ' Kenapa Yanti minta maaf? Dan sepertinya dia benar - benar menyesal? ', mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak Saga dan Doni.


Kemudian mereka pun memberi selamat kepada Doni dan berpamitan untuk pulang.


"Kalian duluan tunggu di parkiran ya? ", perintah Saga.


" Iya", jawab beberapa orang.


"Mana? ", tanya Doni kepada Saga sambil mengulurkan tangannya meminta sesuatu.


Saga merogoh saku celananya, di keluarkan uang yang sudah di amplop.


" Nih"


"Tambah! ", tangan Doni masih terulur menengadah.


" Itu sudah sesuai jumlahnya o'on"


"Hei ada tambahan budget", ucap Doni.


"Tambahan budget?", Saga nampak bingung. Sebenarnya Doni ingin korupsi atau bagaimana.


" Iya. Memang elu pikir baju Atheya yang kena minuman sama yang di tabrak orang itu apa? "


"Hah...? Jadi itu akal - akalan elu Don? "


"Iyalah siapa lagi. Kan elu yangpengen berdua sama itu cewek. Sudah cepetan mana? "


"Nanti gue transfer"


"Jadi ini gue bayar dulu pakai duit gue? "


"Iya", Saga menjawab sambil berlalu meninggalkan Doni.

__ADS_1


" Dasar ya udah di tolongin", omel Doni.


Di dalam mobil baik Saga dan yang lai tak ada yang bersuara. Malah Nita, Luluk, dan Lia sudah berada di alam mimpi. Mereka tertidur mungkin karena kenyang membuat mereka ngantuk.


__ADS_2