
Atheya senyum - senyum sendiri di dalam ruang kerjanya mengingat apa yang terjadi semalam. Ia tidak menyadari jika dirinya telah ada yang memperhatikan di balik kaca ruangan tersebut. Awalnya Nia berniat memberikan kertas orderan bahan yang habis akan tetapi ia urungkan ketika mengintip di jendela guna memastikan keberadaan Atheya. Pasalnya kaca tersebut tidak tampak jika dari luar. Ingin memastikan keberadaan temannya tersebut Nia justru mendapatkan pemandangan Atheya yang senyum - senyum sendiri. Atheya sangking terbawa perasaan hingga tak menyadari hal itu. Beberapa saat kemudian Nia sengaja langsung mendorong pintu kaca tersebut tanpa mengetuk atau permisi.
"Hei senyam - senyum sendiri ntar kesambet loh! ", serunya setelah pintu yang dindorongnya terbuka.
Atheya terkejut dan malu. Apa boleh buat ia sudah terlanjur ketahuan senyum - senyum sendiri.
" E- eh Ni-a", responnya kikuk.
"Iya ini aku", jawab Nia sewot hanya bercanda kemudian menarik kursi di sebrang Atheya duduk.
" Kamu habis dapat undian? Kelihatan seneng banget", lanjutnya.
"Nggak. Apaan undian"
"Nih orderan barang gudang yang habis", Nia meletakan kertas di hadapan Atheya.
" Kok kamu yang ngorder, anak gudang mana? "
"Nggak masuk, sakit"
"Oh"
"Hei kamu seneng banget? Habis jalan sama Saga? ", tebak Nia yang memang benar.
Atheya hanya tersenyum.
" Ciee bener nih. Di ajak kemana kamu? Ngapain aja? ", Nia bertanya dengan menggoda memainkan matanya genit.
" Makan di cafe"
"Yaelah romantis banget"
"Eh aku turun duluan dan jangan lupa tuh ya kertas orderannya! ", Nia pamit untuk turun sembari mengingatkan orderan kepada Atheya.
" Siip👍"
Ditempat berbeda Saga juga sedang asyik mengingat kejadian semalam.
"Atheya jika saja kamu istriku sudah pasti ku.. argh... ", Saga menggeleng - gelengkan kepalanya ke kanan ke kiri. Berusaha menghilangkan pikiran kotornya.
" Padahal sudah beberapa menit tapi rasanya masih kurang saja", lanjutnya.
"Apanya yang kurang pak? ", tiba - tiba suara seseorang di pintu mengagetkan nya.
" Hah? ", Saga refleks mendongakkan kepalanya ke arah sumber suara.
Seseorang berdiri di depan pintu yang terbuka lebar. Ah Saga lupa menutup pintu ruangannya.
" Roni... ada apa? ", tanyanya kemudian.
" Ini pak ada barang yang mesti di beli. Biasanya pak benny yang pergi beli di LtMart tapi hari ini beliau mendapat tugas lain di luar", Roni menyodorkan kertas di hadapan Saga.
"Bagaimana pak? Siapa yang akan pergi membeli? ", lanjut Roni.
__ADS_1
" Hm... memang mesti di LtMart ya belinya? ", tanya Saga.
" Saya kurang tahu pak. Hanya saja selama ini memang belinya di situ"
"Begitu ya? Nanti saya saja yang pergi beli sekalian makan siang di luar"
"Kalau begitu saya permisi pak? ", Roni menggangguk sekalian berpamitan kepada Saga.
" Ya silakan! "
"Roni tadi mendengar semua nggak ya? ", gumam Saga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah kepergian Roni.
" Bodoh amatlah", lanjutnya berusaha membuang rasa tak enaknya.
Atheya mendorong troli besar sembari memperhatikan rak di samping kanan kirinya. Ia memang biasa pergi membeli bahan - bahan untuk restoran di LtMart jika dalam jumlah besar. Biasanya ia akan pergi dengan manajer serta sopir namun kali ini ia hanya pergi sendiri bersama sopir. Sang manajer menyuruhnya pergi berdua dengan sopir lantaran ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.
Saga mendorong troli celingukan mencari barang. Sudah dari beberapa menit yang lalu ia mencari akan tetapi tidak menemukannya. Ingin bertanya kepada karyawan LtMart namun tampak sibuk semua. Ia jadi merasa tak enak dan memilih berusaha mencari sendiri. Ini adalah pengalaman pertama baginya berbelanja di LtMart. Ia juga baru mengetahui jika di tempat ini banyak orang dari perusahaan - perusahaan yang berbelanja terlihat dari seragam yang mereka kenakan.
'Sepertinya di sini memang tempatnya orang perusahaan berbelanja barang yang di butuhkan perusahaan', dalam hati Saga.
"Prakk.. ", suara troli bertabrakan.
" Baby... ", pekik Saga ketika troli siapa yang tak sengaja di tabraknya.
Mata Atheya melotot ke arah Saga. Untung saja di sekitar agak sepi.
" Ups... mbak Theya", Saga sadar dan cengengesan.
"Kamu ngapain di sini? ", tanya Atheya jutek.
Atheya melirik ke arah troli Saga namun tak ada satu pun barang di sana. Saga yang menyadari jika troli nya di perhatikan oleh Atheya lantas berkata,
"Hehehe aku belum menemukan barang yang ku cari"
"Memang kamu cari apa? "
Saga menyodorkan selembar kertas yang berisi daftar barang yang akan di beli.
"Ini tempatnya di ujung sana", Atheya menunjuk tempat dimana barang yang dicari Saga berada.
'Astaga dari ujung ke ujung', dalam hati Saga melongo.
" Kenapa nggak nanya orang sih? ", lanjut Atheya.
" Mau nanya tapi kelihatannya orang pada sibuk semua. Aku jadi nggak enak ngrepotin"
"Di sini ya memang orang pada sibuk semua, mana ada yang santai. Kalau santai yang di sana, di luar", ucap Atheya dengan suara seperti... galak.
'Kok dia galak sih? Apa dia memang seperti ini jika sedang bekerja? ', Saga bertanya dalam hatinya.
" Hei malah melamun? ", Atheya membuat Saga kaget.
" E eh", Saga tersadarkan dari pikirannya beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Bantu cari dong! ", Saga memelas kepada Atheya kemudian.
" Ayo!", Atheya berjalan sambil mendorong troli lebih dulu di depan Saga.
Saga pun mengekor di belakang Atheya.
'Ini cewek beda banget dengan saat dia nggak kerja', batin Saga.
Dingin, tegas, penuh wibawa itulah yang saat ini dilihat Saga dari sosok Atheya. Jauh berbeda saat di kos yang lebih terlihat diam, kalem, dan ada sisi lembutnya.
Mata Saga langsung berbinar bahagia seperti anak kecil yang melihat mainan atau es krim kala melihat banyaknya jenis barang mulai dari ukuran dan merk yang berbeda. Saat ini mereka telah sampai di bagian tempat barang yang dicari Saga.
"Tuh buruan pilih! ", perintah Atheya dan di angguki Saga.
" Di sini ternyata lengkap ya dari yang murah sampai yang mahal? Semua ada tinggal pilih mau kwalitas yang mana", ucap Saga.
" Memang", jawab singkat Atheya.
"Oh iya mbak ngapain di sini? ", Saga bertanya di sela - sela ia memilih barang.
"Menurutmu? "
"Oh iya belanja", Saga ingat untuk apa orang datang ke sini kalau tidak untuk berbelanja.
Tak terasa hampir satu jam mereka berbelanja. Setelah selesai berbelanja mereka pun memilih makan siang di luar yang masih area LtMart. Atheya mengajak serta sopir yang mengantarnya setelah memasukan barang ke dalam mobil. Jadilah mereka makan bakso bertiga. Saga nampak lahap memakan bakso yang di tambah lontong.
"Kamu lapar banget ya Ga? ", Atheya yang memperhatikan makan Saga.
" Hm", jawab Saga tanpa melihat ke arah Atheya.
"Gimana nggak lapar nih hampir setengah dua", lanjut Saga sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
" Mungkin mas nya tidak biasa makan telat ce", ucap sopir yang mengantar Atheya biasa memanggil Atheya cece sembari tersenyum.
"Kalau kita ini udah biasa mas makan telat jika sudah urusan di luar gini", tambah si sopir.
Beberapa menit kemudian mereka selesai makan dan memutuskan untuk kembali ke tempat kerja masing - masing. Si sopir berjalan lebih dulu di depan Atheya menuju parkiran.
"Sret... ", lengan Atheya ditarik seseorang dari belakang.
" Cup... galak", Saga mencium pipi Atheya kemudian berbisik di telinga wanita tersebut.
Setelahnya ia melarikan diri sambil tertawa terbahak. Saga merasa berhasil mengerjai Atheya.
"Dasar bocah nakal... ", pekik Atheya yang langsung menjadi pusat perhatian orang - orang yang kebetulan berada di parkiran.
" Eh... maaf? ", ucap Atheya kepada orang yang ada di sekitar. Ia tampak malu dengan sedikit menunduk.
Si sopir yang tadinya ingin membuka pintu mobil pun tak jadi begitu mendengar teriakan Atheya. Ia berjalan menuju Atheya berdiri.
" Kenapa ce? "
"Ah nggak ada apa - apa. Ayo pak kita balik! ", Atheya mempercepat langkahnya agar segera pergi dari tempat tersebut. Ia masih malu.
__ADS_1
Hari ini Saga sudah berani mencium pipi Atheya berikutnya apa lagi?