Cerita Yang Belum Selesai

Cerita Yang Belum Selesai
Pasar Malam


__ADS_3

Berita anak - anak kos yang ingin pergi ke pasar malam terdengar oleh Saga sebab Atheya yang memberitahu.


"Nanti malam orang - orang pada mau pergi ke pasar malam, kamu ikut? ", tanya Saga kepada sang adik.


" Mau bang", Rasya tampak berbinar.


"Oke"


Malam harinya setelah isya', Saga dan Rasya bersamaan keluar dari kamar. Mereka berjalan menghampiri orangtuanya yang sedang santai di ruang keluarga.


"Pada mau kemana ini? Pada rapi? ", tanya Rully kepada kedua putranya.


" Mau pergi ke pasar malam pa, ma", jawab Saga sembari meraih tangan kedua orangtuanya bergantian. dan diikuti Rasya.


"Ada pasar malam ? Aku boleh ikut ya? ", Kania menyambar pembicaraan.


Semua menoleh sebab agak kaget mendengar ucapan Kania tiba - tiba. Saga diam, enggan menjawab namun kemudian di patahkan dengan perkataan Rully.


" Sudah ajak aja!, sekalian dia jalan - jalan di sini! "


"Sana kamu ganti baju! ", lanjut Rully menyuruh Kania mengganti baju.


Pasalnya Kania menggunakan kaos pas body lengan pendek dan hotpants. Menurut Rully itu sedikit kurang pantas.


Nampak wajah terpaksa Saga harus menunggu Kania berganti pakaian.


Beberapa menit kemudian Kania sudah berganti dengan pakaian yang lebih tertutup. Kaos lengan pendek namun tidak pas body dan celana jeans panjang.


Setelahnya mereka pamit dan keluar rumah. Di halaman sudah menunggu anak - anak kos.


"Eh itu orangnya ", Lia memberitahu teman - temannya dengan suara berbisik takut terdengar.


" Kania", ucap Yanti dengan juteknya.


"Oh Kania", Tari juga menambahi.


" Jadi kalian kenal? ", tanya Lia.


" Dia keponakan dari istri kakaknya pak Hendra", Tari menjelaskan.


"Kita naik angkot saja! ", ucap Saga tiba - tiba saat sudah dekat dengan anak kos.


Anak - anak kos sempat terkejut sesaat namun tidak jadi masalah. Hal itu sudah biasa bagi mereka.


Saat mereka berjalan keluar untuk mencari angkot Rasya berbisik kepada Saga,


" Bang, kenapa nggak jadi bawa mobil? "


"Males", jawab Saga dingin.


Awalnya Saga berniat meminjma mobil Hendra karena lebih besar sehingga muat untuk membawa anak - anak kos. Akan tetapi begitu Kania ikut Saga pun berubah haluan. Ia malas membawa perempuan itu dengan mobil.


" Ada mobil, kenapa nggak bawa mobil aja? ", tanya Kania.


" Lebih seru naik angkot", jawab Saga datar tanpa melihat yang bertanya.


Beberapa menit kemudian mereka menaiki angkot. Athyea memilih duduk di kursi penumpang belakang kemudi yang menghadap ke depan. Saga mengikuti jadilah mereka duduk berdampingan. Lalu Kania masuk dan langsung menyerobot duduk di tengah - tengah Atheya dan Saga. Atheya tampak terkejut karena jelas itu tidak sopan namun ia memilih mengalah dan bergeser di sisi jendela. Sedang Saga nampak berdecak dengan tingkah laku Kania.


Yanti, Tari, dan Rasya duduk di belakang kursi kemudi menghadap belakang atau berhadapan dengan kursi yang di duduki Atheya. Lia, Nita, dan Luluk di kursi paling belakang.


Angkot sudah melaju, Kania menggamit lengan Saga. Saran yang merasa tidak nyaman berusaha bergerak agak Kania melepaskan namun perempuan itu seolah tak peduli. Rasya yang mengetahui itu bicara dalam hati.


"Alamak... apa perempuan ini? "


Sedang Tari melirik sekilas ke arah tangan Kania yang masih menggamit lengan Saga. Kemudian bicara berbisik kepada Yanti yang ada disebelahnya dengan pandangan mata ke arah lain agar orang di depannya tidak curiga.

__ADS_1


"Ayo kita lihat siapa yang menang, Atheya atau Kania? "


"Macam kontes cari jodoh aja", ucap Yanti dengan entengnya tidak takut di dengar orang.


" Apa? ", tanya Saga.


" Nggak. Si Tari kebawa acara cari jodoh", jawab Yanti asal.


"Khu khu khu", Tari mencoba menahan tawanya namun tidak bisa.


Sesampai di pasar malam Kania langsung menggamit lengan Saga seolah mereka adalah kekasih. Atheya hanya memperhatikan dari belakang mereka. Ia tidak tahu apa yang terjadi di sini.


" Saga ayo kita main itu! ", Kania menunjuk salah satu permainan dan menarik lengan Saga.


Saga bukan menurut melainkan ia hanya mengingat Kania bukan orang kota ini dan ia merasa punya tanggung jawab menjaga, tidak lebih. Nyatanya berbeda dengan Atheya yang bergelut dengan pikirannya sendiri.


'Siapa sebenarnya Kania? Apakah boleh sedekat itu dengan keponakan tantenya? ', dalam hati Atheya. Tatapannya masih mengarah kedua insan yangbtaknlain adalah Saga dan Kania.


Yanti tiba - tiba merangkul pundaknya.


"Yuk! ", Yanti mengajak Atheya ke arah yang berlawanan dengan keberadaan Saga.


Yanti seperti mengetahui jika Atheya merasa aneh dengan kedekatan Saga dan Kania.


" Ayo main itu! ", ajak Lia kepada yang lain.


" Nggak usah yang lain aja! ", Tari memutar paksa tubuh Lia agar ke arah lain.


Pasalnya di tempat yang ditunjuk oleh Lia itu ada Saga dan Kania. Tari kurang suka.


" Mbak Tari Kania Kania itu apa pacarnya mas Saga? Kok nempel terus kayak perangko? ", tanya Luluk.


" Iya lho mulai naik angkot tadi sampai di sini nempel aja sama mas Saga", tambah Nita.


"Setahu aku sih nggak", jawab Tari datar.


" Mungkin mutar lihat - lihat", jawab Tari.


Beberapa menit berlalu Kania yang melihat komedi putar tak sengaja matanya menangkap tiga sosok yang tadi pergi dari kos bersama. Mereka adalah Atheya, Yanti, dan Rasya yang entah duduk dengan siapa.


"Saga aku mau itu, ayo! ", Kania lantas mengajak Saga lagi.


" Nggak ah males, kita kan udah coba beberapa yang lain? "


"Iya, tapi aku juga mau yang itu"


"Hah... ", Saga menghela napas merasa lelah dengan kemauan perempuan yang sedari tadi menggamit lengannya.


Mau tidak mau Saga menuruti, ya anggaplah mumpung Kania di kota ini.


Mereka berdua pun naik ke wahana komedi putar. Sedang Atheya dan yang lain masih melanjutkan untuk satu set putaran lagi. Atheya tak menyadari jika Saga dan Kania juga naik wahana tersebut. Tapi lain halnya Yanti, matanya seperti elang.


'Sialan', umpat Yanti dalam hati.


'Aku sengaja jauhin Atheya dari mereka, sekarang mereka malah di sini', lanjutnya.


Hingga beberapa menit kemudian barulah Atheya sadar karena Rasya meneriaki Saga. Atheya yang tadinya perasaannya membaik berubah menjadi tidak nyaman.


Setelah mereka turun Atheya mengajak Yanti untuk membeli es krim. Siapa tahu dengan memakan es krim perasaannya menjadi lebih baik pikirnya.


"Yan, kita beli es krim yuk! ", sambil menunjuk ke gerobak penjual es krim.


" Ayo! "


Rasya mengikuti Atheya dan Yanti. Sedari tadi remaja itu mengekor pada Atheya dan Yanti. Mungkin karena tidak ada teman lelaki?

__ADS_1


"Eh tunggu aku juga mau! ", teriak Kania dan langsung menarik tangan Saga.


" Eh nama kamu siapa? ", tanya Kania dan mengulurkan tangan kepada Atheya saat mengantri.


" Atheya", jawab Atheya sembari menerima uluran tangan Kania.


"Oh Atheya, aku Kania"


Atheya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Theya kamu mau rasa apa? ", Yanti bertanya.


" Strawberry"


"Pak lek strawberry nya dua ya! ", pesan Yanti kepada penjual.


" Aku juga mau strawberry, kalau Saga mau apa? ", potong Kania.


" Aku nggak usah", jawab Saga malas.


" Kamua apa Rasya? ", lanjut Yanti bertanya kepada Rasya.


" Aku coklat"


Setelah mereka mendapatkan es krim, mereka pun kemudian berjalan - jalan sambil menikmati es krim. Kania dan Saga masih mengekor kepada Atheya, Yanti, dan Rasya.


'Apa sih orang ini nggak pergi - pergi? Hush hush sana loh! ', dalam hati Yanti.


Ia yang tidak ada hubungannya dengan kedekatan Atheya dan Saga justru ia yang geram. Hih.


"Saga cobain deh, enak loh! ", pinta Kamia pada Saga.


" Nggak, makan kamu aja", tolak Saga.


"Ayolah dikit! ", Kania memaksa dengan menyodorkan es krim nya di depan mulut Saga.


" Nggak Kania"


"Pokoknya coba! Ayo! ", paksa Kania.


Saga masih tak menuruti permintaan Kania.


" Kalau nggak mau, aku nggak bakal berhenti", ancam Kania.


"Ayo please dikit aja ini enak! ", rayu Kania lagi dengan menyodorkan ea krim di depan mulut Saga.


" Ck", Saga berdecak dan akhirnya mau mencicipinya sedikit.


Ia benar - benar terpaksa karena yang memperhatikan mereka bukan hanya Atheya, Yanti, dan Rasya. Melainkan beberapa pengunjung yang lain. Selain itu jika tidak dituruti kemauan Kania maka tidak akan selesai.


Katakanlah Saga benar - benar bodoh saat ini karena mau menuruti kemauan Kania.


Di sisi lain Atheya nampak terpaku dengan apa yang di lihatnya di hadapannya. Yanti dan Rasya pun tak kalah heran dengan kelakuan Kania.


'Memalukan', dalam hati Yanti.


"Yan, aku kebelet! ", ucap Atheya tiba - tiba kemudian berlari meninggalkan mereka.


" Theya tunggu! ", Yanti mengejar Atheya.


Ia tahu jika itu hanya alasan Atheya saja.


Saga bermaksud menyusul namun di cekal Kania.


" Ngapain dia kan mau ke toilet? ", ucap Kania.

__ADS_1


Saga pun mengurungkan niatnya. Rasya tidak tahu dengan keadaan saat ini. Yang ia tahu perempuan yang bernama Kania orangnya agresif.


__ADS_2