Cerita Yang Belum Selesai

Cerita Yang Belum Selesai
Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya


__ADS_3

Malam harinya Hendra dan Rully mengintrogasi sang putra kembali. Kali ini di kamar sang putra.


"Bang tadi siang papa dapat telpon dari paman Dion katanya abang punya hubungan sama Kania. Bahkan kalian sudah pelukan dan ciuman segala", ucap Hendra yang duduk berhadapan dengan sang putra.


Saga menoleh ke arah sang papa dengan mata melotot karena saking terkejutnya.


" Benar itu bang ? ", lanjutnya.


Saga bingung menjawabnya. Dari mana ia harus menjawabnya hingga ia hanya menatap kedua orangtuanya bergantian.


" Jujur saja bang!", ucap Rully.


"Kita sebagai orangtua akan mendukung keputusan abang jika memang abang sudah yakin dengan Kania", lanjut Rully.


Saga masih mencerna perkataan dari kedua orangtuanya. Ia tak habis pikir jika Kania berbicara yang tidak - tidak. Perempuan itu yang main peluk cium sembarangan tapi yang di ceritakan justru mereka seolah saling melakukan.


'Sial', batin Saga.


Saga merasa sangat geram kepada Kania hingga ia mengepalkan tangan kanannya. Hendra melirik samping tubuh sang putra dan ia melihat jika Saga sedang mengepalkan tangan.


'Dia marah', batin Hendra.


"Abang jawab! ", suara Rully membuat dia orang lelaki tersebut refleks menoleh ke arah wanita paruh baya itu.


Sesaat kemudian Saga membuka suara,


" Pa, ma yang di katakan Kania itu nggak benar"


"Dia yang seenaknya peluk dan cium abang", lanjut Saga.


Hendra dan Rully tampak saling pandang.


" Maksud abang gimana? ", Hendra ingin jawaban yang lebih jelas dari sang putra.


" Jadi gini pa, ma... Kania itu sepertinya memang suka sama Saga. Tapi dia seenaknya saja. Tiba - tiba peluk Saga... dan cium Saga juga. Tapi benaran pa, ma... Saga gak punya perasaan apa - apa sama perempuan itu. Saga juga sudah berusaha menolaknya"


"Jadi maksud abang... Kania yang memulai? Main nyosor aja gitu? ", Hendra memastikan kembali dan di angguki oleh Saga.


"Plak... ih papa", tegur Rully dengan memukul lengan suaminya.


" Aduh ma sakit...", pekik Hendra tak terlalu keras.


Saga tertawa terkekeh melihat kedua orangtuanya. Di saat tegang ada juga kelucuan pikir Saga.


"Ya papa sih masa bilangnya nyosor"


"Lha kalau bukan nyosor terus apa? ", Hendra tak terima.

__ADS_1


" Sudah sudah sudah. Sekarang kembali lagi! ", Rully mengakhiri perdebatan tidak penting dengan suaminya.


" Jadi bang intinya abang gak pacaran sama Kania? Dan soal pelukan, ciuman itu... Kania yang mulai duluan? ", lanjut Rully dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada Saga.


"Iya ma", Saga mengangguk.


" Syukurlah kalau begitu", Rully lega.


"Apanya yang syukur ma? ", Hendra bingung dengan reaksi sang istri pasalnya bagi dirinya itu 'waduh' tapi kenapa istrinya malah tampak lega.


" Iyalah... ", jawab Rully santai.


" Kamu membingungkan ma", ucap Hendra dan di cueki saja oleh Rully.


"Trus ini bagaimana bang? Abang mau nggak kalau misal keluarga Kania minta abang menikah sama Kania? ", tanya kemudian Hendra kepada Saga.


"Ya nggak lah pa. Ngapain Saga menikah sama orang yang nggak Saga sukai. Lagian Kania sama sekali bukan tipe Saga", jawab lantang Saga.


" Nggak usah nge - gas gitu kali bang! ", ucap Hendra.


" Idih papa pakai bahasa ala jaman now segala", protes Rully.


"Papa cuma ngikutin aja bahasa yang lagi ngetrend di pakai anak - anak di tempat kerja papa", kelakar Hendra.


" Lagian mama barusan juga bilang 'jaman now jaman now' ", Hendra tak mau kalah dengan sang istri.


" Hah... papa harus bilang apa ini sama mas Dion? ", Hendra menghela napas.


"Nggak semudah itu ma. Kamu tahu kan istrinya mas Dion gimana? Udahlah...pusing aku nanti ku pikirkan gimana jelasinnya", Hendra bangkit setelah mengatakan itu dan kemudian keluar dari kamar sang putra.


" Hihihi", Rully tertawa cekikikan setelah kepargian suaminya.


"Mama kok ketawa?", Saga yang sedari tadi diam. kini bersuara.


" Abang... beneran kan gak suka sama Kania? ", Rully merangkul pundak sang putra sembari menggoyang - goyangkan nya. Ia nampak bahagia, entah kenapa.


" Iya", Saga menjawab seadanya ia juga bingung dengan sikap sang mamamama yang terlihat bahagia.


"Tapi mama kenapa kelihatannya malah senang? ", Saga yang penasaran pun mengungkapkan pertanyaan di benaknya.


" Ya seneng lah. Soalnya mama kurang suka sama Kania. Apalagi mamanya"


Saga kaget dengan jawaban Rully yang membawa - bawa mama Kania.


Rully mengerti dengan kebingungan sang putra hingga ia kemudian menceritakan masa lalunya yang berhubungan dengan Ratna. Mama Kania.


*Flash back on*

__ADS_1


Dulu setelah Rully sah menjadi istri Hendra, ia pernah di ajak berkunjung ke Sulawesi. Di sana mereka bertemu dengan keluarga Retno, tentu saja salah satunya Ratna adik kesayangan Retno. Seminggu di sana Rully seperti di uji. Belum juga lama menikah dengan Hendra tapi sudah mendapat godaan dari kakak ipar suaminya tersebut. Lebih tepatnya Retno seakan mendekatkan adiknya dengan Hendra, padahal sudah tahu jika Hendra adalah lelaki yang sudah beristri. Sedang saat itu Ratna belum menikah dan yang lebih menyakitkan keberadaan Rully seperti tak di anggap. Tentu saja Rully yang sebagai istri Hendra merasa tidak suka dengan sikap Retno dan cemburu kepada Ratna. Gilanya Ratna juga masa bodoh dengan status Hendra. Kemana - mana minta Hendra yang menemani dan meninggalkan Rully di rumah. Anehnya Dion tak bisa mencegah hal itu. Seperti kalah dengan sang istri,Retno. Hingga ia pun menyuruh Hendra agar mau menemani Ratna. Hari - hari Rully di Sulawesi hanya membuat dirinya merasa stres. Bagaimana tidak ia yang menjadi istri Hendra tapi tak banyak waktu berdua dengan Hendra. Kalau mereka sudah berkumpul berbincang...Ratna tak mau ketinggalan dan parahnya perempuan itu duduk di samping Hendra yang masih kosong. Duduk berdempetan hingga Hendra berusaha geser berdempet dengan sang istri. Namun Ratna ikut bergeser juga. Hendra seperti beristri dua. Kejadian seperti ini sering terjadi selama Rully di Sulawesi. Rully sampai harus sengaja memilih pergi ke kamar karena kesal. Akan tetapi kekesalannya sia - sia karena Hendra di tahan dengan berbagai percakapan dimana dirinya tak bisa menyusul Rully ke kamar. Pada akhirnya Rully tertidur dengan sendirinya. Dan esok paginya ia sudah mendapati sang suami tidur di sebelahnya. Ketika keduanya sudah bangun, Hendra pun lantas meminta maaf. Ya seperti itulah hari - hari Rully di Sulawesi. Namun ia bersyukur sebab sang suami tak tergoda dengan adik dari kakak iparnya itu. Rully selalu melihat bagaimana Hendra berusaha menghindari Ratna. Bahkan selalu menggenggam tangan sang istri di setiap kesempatan mereka berkumpul dengan anggota keluarga. Bisa dilihat bagaimana raut wajah Retno dan Ratna yang tidak suka melihat itu. Benar - benar mencolok. Rully juga sempat marah beberapa kali kepada Hendra karena rasa cemburunya. Hendra mengalah, berusaha sabar menghadapinya sebab istrinya memang tidak salah. Itulah yang membuat Rully percaya jika suaminya adalah laki - laki yang setia. Akhirnya Rully memilih berdamai dengan dirinya sendiri. Berusaha agar tidak terbawa emosi selama di Sulawesi. Berusaha tenang dan berpikir positif. Mengingat juga dirinya yang berada di rumah orang.


*Flash back off*


"Itu kenapa mama kurang suka kepada Kania. Mama takut jika apa yang ada di diri Ratna itu menurun kepada putrinya Kania", ucap Rully setelah menceritakan masa lalunya kepada sang putra.


Saga mengangguk mengerti.


'sepertinya itu memang sudah menurun ma', dalam hati Saga.


"Tapi untungnya abang tidak suka, mama jadi lega", ucap Rully kemudian dan mendapat senyuman dari Saga.


" Ya sudah mama keluar dulu, kamu buruan makan! Belum makan kan? "


"Iya ma bentar lagi Saga keluar makan"


Rully beranjak dari duduknya kemudian keluar meninggalkan Saga sendiri di kamar.


"Ternyata benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya", gumam Saga.


" Ting", tiba - tiba ada notifikasi pesan masuk di ponselnya.


Saga mengambil ponsel dan melihat siapa yang mengirim pesan dan ternyata dari 'Brother Rendi'.


Rendi adalah anak dari Dion dan Retno. Ia sebenarnya anak pertama dan punya adik perempuan tapi sayangnya meninggal ketika masih bayi berusia tiga bulan karena sakit. Jadilah ia kini anak satu - satunya.


Brother Rendi:


"Wah bro ternyata kamu sama saudara sepupuku... aku gak nyangka. Berarti kita jadi keluarga lebih rapet lagi😂"


Saga :


"Siapa bilang? "


Brother Rendi:


"Mamaku"


Saga:


"Nggak itu salah paham aja"


Brother Rendi:


"? "


Saga:

__ADS_1


"Udah nanti kamu juga tahu bang. Aku ada urusan, bye"


Saga mengakhiri percakapan mereka, ia malas. Saga keluar kamar setelah meletakkan ponselnya di atas meja.


__ADS_2