
Karena hanya tinggal menunggu hari wisuda Defaira memutuskan untuk tidak datang ke kampus lagi,dan memilih membantu Axel mengerjakan urusan kantor.
Mungkin sebentar lagi urusan kantor akan di pegang penuh olehnya,tapi identitasnya tetap akan di rahasiakan untuk sementara.
Hanya untuk menjaga keamanan dari pesaing bisnis perusahaannya.
Bukan pilihannya untuk menjadi seperti ini,jika dia bisa Defa memilih hidup biasa tanpa di buntuti oleh para penjaga.
Lihat sekarang mau ke Apartmen Axel saja di halaman mansion sudah siaga empat bodyguardnya.
"Mereka gak lelah apa ya jadi ekorku setiap hari?"gerutu Defaira yang melihat empat orang berbadan kekar dan tinggi-tinggi di samping mobil van hitam.
"Tidak bisakah kalian berdua saja yang mengikutiku?"tanyanya sambil menunjuk dua bodyguard setelah berada di dekat mereka.
"Maaf Miss kami hanya mengikuti perintah Sir Axel!"jawab salah satu bodyguard.
Defaira menghela nafas pelan,kalo sudah titah dari Axel mau gimana lagi.
Orang yang selalu berada di dekatnya hanya dia,apa yang dilakukan Axel pasti yang terbaik untuknya.
Axel pasti sudah memperhitungkan semua tindakannya.
Selain Axel sendiri pasti Uncle Niko daddy dari Axel juga ikut campur tangan.
Selama ini dia juga masih membantu di perusahaan,karna dia dulu adalah assistant daddy Aaron.
Defaira mengendarai Ferrari 488 spidernya dengan kecepatan sedang,membelah jalanan yang tidak terlalu pada pengendara.
Dia menikmati perjalanannya,sebelum memasuki sesi melelahkan di apartment Axel.
Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit dia sampai di basement apartment milik Axel.
Ini juga salah satu properti milik B'corp.
Setelah sampai di depan pintu apartment Axel,Defaira segera menekan tombol pasword pintu apartment.
*Bip..bip..bip...
Cklekkk*...
Defaira menjatuhkan bokong sexynya di sofa ruang TV karna Axel berada disana.
"Kak bisakah kau menyuruh dua bodyguard saja untuk mengikutiku?"keluhnya sambil memejamkan mata.
Axel yang mendengar keluhan sang majikan kecil menghentikan kegiatannya,lalu memandang Defaira sejenak dan melanjutkan aktifitasnya.
"Tidak,setelah kamu membuka identitas nanti daddy Niko menyuruhku untuk memberi sepuluh bodyguard untuk mengikutimu!"Tegas Axel sambil mengangkat sepuluh jarinya.
Defaira mendelik melihat Axel,yang benar saja sepuluh bodyguard sudah seperti president saja.
"Kak Axel jangan gila deh!"pekik Defaira sambil menyambar minuman di depannya tidak peduli itu minuman milik siapa.
"OMG Defa itu Coffe milik kakak!"gerutu Axel melihat kopinya di minum defaira.
Defaira mendengus "Uang kakak banyak untuk apa tidak digunakan,traktir aku makanan gitu!"harapnya sambil menghadap Axel dengan wajah di buat se imut mungkin.
"Bilang saja minta makan gratis,padahal disini siapa yang bossnya?"tanyanya sambil menggerutu.
"Disini siapa yang kakaknya?"Tanpa menjawab Defaira balik bertanya kepada Axel.
Mereka benar-benar seperti kakak adik,pertengkaran kecil selalu terjadi jika sudah bertemu.
__ADS_1
Axel bahagia mengenal sosok majikan kecilnya yang tak mempedulikan status dengannya.
Defaira pun sama dia sangat bahagia kenal sosok Axel yang sudah di anggap sebagai kakak.
Memang benar Defaira masih memiliki saudara,tapi mereka tinggal di negara yang berbeda dengan Defaira jadi disini tetap saja saudaranya adalah Sahabat,keluarga Axel dan para pelayannya.
。。。
Setelah memesan makanan kesukaan sang majikan kecilnya,Axel melanjutkan pekerjaannya dibantu Defaira.
Mereka fokus mengerjakan apa yang di kerjakan masing-masing.
Sampai terdengar suara bel apartment.
Mungkin orang yang mengantar makanan.
Setelah mendapatkan pesanannya,mereka berdua sekarang berada di meja makan menyantap makanan pesanannya tadi.
"Kak!"panggil Defaira kepada Axel yang sedang fokus dengan piringnya.
"Ya kenapa?"Tanpa mengalihkan pandangannya dari hidangan di depannya.
"Aku minggu depan wisuda,bisakah kakak datang?"Ucapnya penuh harap sambil memandang sendu wajah Axel
Axel menghentikan suapannya lalu memandang wajah sedih Defaira lalu tersenyum.
"Bukankah kita keluarga,tentu saja kakak akan datang!"seru Axel dengan tegas lalu melanjutkan menyantap makanannya.
"Sudahlah tidak perlu sedih kakak sama uncle pasti datang!"lanjutnya lagi.
"Uncle pasti sibuk,kakak saja yang pergi sudah cukup!"merasa tidak enak jika merepotkan mereka.
Axel tidak menjawab dia hanya mengangkat kedua bahunya,setelah itu mereka terdiam dan fokus dengan aktifitasnya lagi.
Defaira yang sudah kelelahan memilih segera pulang menuju ke mansionnya.
Dia akan segera mengistirahatkan tubuhnya,untuk mempersiapkan diri hari esok yang pasti berkas akan menumpuk lagi.
。。。
Seminggu berlalu hari ini adalah hari dimana akan dilaksanakannya acara wisuda Defaira.
Defaira sudah cantik menggunakan dress selutut warna krem di padu dengan heels warna senada dan rambut yang di tata sedemikian rupa.
Tidak perlu makeup tebal untuk merias wajah cantiknya.
Defaira kini berada di dalam mobil milik sahabatnya.
"Kamu cantik sekali Defa!"komentar Anna melihat penampilan Defaira.
"Mohon maaf miss Williams saya memang cantik setiap hari!"percaya diri Defa sambil bergaya seolah sedang mengibaskan rambutnya.
Anna dan Dave yang mendengar ucapan penuh kepercayaan diri yang keluar dari mulut Defaira hanya memutar bola mata dengan malas tidak mau menanggapinya.
"Apakah assistant hotmu akan datang hari ini?"tanya Anna menanyakan Alex
Dave yang mendengar pertanyaan yang di lontarkan Anna mendelik kesal.
"Babe I'm here!"dengus Dave sambil melirik Anna.
Defaira dan Anna hanya tertawa menanggapi sifat cemburu Dave.
__ADS_1
Dave benar-benar menyukai Anna,ntah bagaimana bisa di mendapatkan akan sebelumnya saja dia enggan untuk mengungkapkan perasaannya karena takut di tolak.
Dalam perjalanan menuju kampus hanya di isi celotehan tiga sahabat itu,sampai mereka tiba di parkiran kampus.
Dan banyak calon mantan Mahasiswa-siswi yang datang.
。。。
Defaira benar-benar cemas acara akan segera di mulai tapi Axel belum menampakan batang hidungnya.
Dia merasa sendiri saat ini,biarpun ada sahabatnya tapi tetap terasa berbeda.
Ingin rasanya dia menangis,meraung-raung meratapi nasib nya saat ini.
Semuanya bahagia di dampingi keluarga.
Tapi tidak dengan Defaira.
Defaira duduk cemas di tempatnya sambil memandang pintu masuk di mana tempat acara di adakan.
Beberapa saat kemudian senyum merekah terpancar di bibirnya ketika melihat seseorang yang dia harapkan berjalan ke arah kursi tamu.
Dia melambaikan tangannya ketika Axel melihat keberadaannya.
Kedatangan Axel benar-benar menyita perhatian para teman cewek Defaira.
Defaira yang melihat itu malah terkekeh kecil.
Jam menunjukan waktu dimana acara harus di mulai,melalui Mc yang memimpin serangkaian acara pun dimulai.
Hingga pada acara utama untuk mengetahui siapa lulusan terbaik.
Nama Defaira di sebut sebagai lulusan terbaik,setelah sedikit memberikan cuap-cuap dia kembali ke bangku untuk melihat jalannya acara.
。。。
Dihalaman kampus sudah berkumpul Defaira dan ketiga sahabatnya di tambah Axel mereka saling memberi selamat kepada Defaira.
Tidak lupa memberi kado atas kelulusan Defaira yang lebih cepat.
"Kak kenapa telat tadi?"Defaira mendekati Axel menanyakan keterlambatan sang asisten dan kakak jadi-jadiannya.
"Maaf kakak tadi ada urusan sedikit,dan untuk ucapan maaf Mommy jane menyuruh kakak membawa mu pulang ke rumah untuk makan malam bersama.!"Axel menyampaikan pesan sang mommy.
"Yes,Mommy pasti masak banyak!"seru Defaira dengan girang.
"Mommy juga berpesan untuk mengajak sahabatmu bergabung!"lanjut Axel.
Defaira yang mendengarnya bertambah girang,dan menghampiri kedua sahabatnya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri dengan Axel.
Sekarang Axel harus balik ke kantor karna pekerjaannya cukup menumpuk dan ada beberapa meeting yang tidak bisa di tunda lagi apalagi dengan pemimpin RD'CORP.
"Guys Kita nanti malam dinner di rumah mommy Jane bisa?"tanya kepada kedua sahabatnya.
Mereka yang mendengar langsung mengangguk antusias,makan gratis jelas saja mereka tidak akan menolak.
Setelah semua selesai,mereka memutuskan pulang ke mansion Bautista karna nanti malam mereka akan pergi bersama-sama.
Lagi pula mereka sudah lama tidak berkumpul dan menghabiskan waktu bercerita.
__ADS_1
Kesibukan masing-masing membuat mereka jarang bertemu selain jika ada urusan di kampus.
Tapi setelah ini mungkin mereka sulit berkumpul karna Defaira yang mulai fokus dengan perusahaan yang pasti akan menyita banyak waktu.