Chain In The Future

Chain In The Future
Lunch


__ADS_3

Karena hari ini Defaira tidak ada mata kuliah,dia memilih menghabiskan waktu pagi harinya dengan tidur.


Jam sudah menunjukan pukul 10:00 pagi tapi dia enggan bangun,malah menggelung tubuhnya dengan selimut tebal.


drrrttttt...drtttt..drttt..


Hpnya berbunyi dia menjulurkan tangannya untuk mengambil hp yang di letakkan di nakas sebelah ranjang tidur.


"hmmm.."setelah menggeser icon berwarna hijau tanpa melihat siapa si panel penelpon.


"OMG Defa kamu belum bangun?"suara cempreng sangat nyaring dia hafal suara ini


"Ada apa,kau mengganggu tidurku?"tanya Defa dengan suara seraknya


"Aku ada pemotretan hari ini,bisakah kamu menemaniku ke lokasi bersama Dave?"tanya Anna penuh harap


Kemanapun salah satunya pergi sepertinya harus selalu bersama.


"Baiklah aku siap-siap jemput akukan?"tanya Defa lagi


"Ya kita satu mobil saja!"jawab Anna lalu memastikan sambungan telponnya.


Defa menggeliat meregangkan otot-otot yang kaku,dan segera bergegas ke kamar mandi membersih kan diri.


Cukup lama dia bersiap,sekarang sudah berada di halaman depan duduk di kursi taman sambil menunggu sahabatnya datang.


Sepuluh menit menunggu akhirnya mereka datang,segera menghampiri mereka dan menuju lokasi di mana Anna pemotretan.


。。。


"Sir hari ini kita pergi ke lokasi pemotretan untuk sekedar melihat bagaimana proses yang di lakukan,itu pemotretan untuk produk terbaru kita.!" Bobby mengintrupsi Boss nya yang duduk anteng di singga sananya


"Jam berapa kita kesana?"Tanpa mengalihkan pandangannya Lano menjawab ucapan sang sekretaris.


"Setelah makan siang,tapi kita harus berangkat lebih awal jadi kita akan makan siang di lokasi!"seru Bobby


"Tunggu di ruangan mu,aku bereskan ini dulu."Usir Lano kepada Bobby


Lima belas menit selanjutnya mereka sudah keluar dari parkiran perusahaan menuju lokasi.


Delano sering melakukan peninjauan pemotretan produknya seperti ini,dia harus memastikan hasilnya memuaskan.


Tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.


Semua orang tahu jika ada kesalahan sedikit saja,mungkin karirnya akan berakhir.


Pria yang ramah itu tidak segan untuk menghancurkan sesuatu yang menurutnya adalah kesalahan.


Menempuh waktu cukup lama,sesampai di lokasi Dave segera turun dan menuju ke ruangan di mana pemotretan untuk produk yang siap diluncurkan perusahaannya.


Tiba diruangan Dave terkejut ketika melihat sosok gadis yang selalu bertemu tanpa sengaja itu sedang tertawa,seperti ada hal lucu yang membuat dia bahagia.


__ADS_1


Lano memperhatikan Defaira yang tertawa sangat renyah tanpa berkedip,seperti sedang terhipnotis.


Bobby yang melihat bossnya berhenti dan memandangi sesuatu ikut mengarahkan pandangannya kemana bossnya melihat.


Ternyata cewek di cafe itu,tapi kenapa bisa disini.


Delano berjalan menghampiri mereka bertiga ,sepertinya mengajak lunch bersama tidak buruk itu yang difikirkan Lano sekarang.


"Defaira!"sapanya kepada Defa


Sapaan itu mengejutkan mereka bertiga,dan beberapa crew yang berada di dekatnya.


Mereka menundukan kepala sejenak untuk menyapa boss besarnya.


"Lano kok kamu disini?tanya Defaira yang tersadar dari keterkejutannya


"Kamu kenal Sir Lano Defa?"tanya Anna


Defaira hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Aku sedang melihat proses pemotretan,karna ini produk perusahaan ku!"Lano menjawab pertanya'an Defaira


"Senang bertemu dengan anda Sir!"Sela Dave di antara mereka


"Ah ya begitu juga denganku tuan muda Edward!"mereka berdua saling berjabat tangan.


Mereka berbincang sesaat lalu memutuskan untuk makan siang bersama karna pemotretan akan di lakukan setelah makan siang.


Berjalan beriringan membuat mereka jadi pusat perhatian sekitar,bahkan sesampainya di dalam Cafe.


"Lah kok saya sir!"sambil melirik sinis bossnya.


"trus siapa,saya gitu?tanya nya kepada Bobby


"Eh tapi sebentar deh,bener dong saya yang bayar tapi pakai kartu sir kan?"Dia tersadar dari kebiasaannya.


Akhirnya mereka memesan pesanan masing-masing,menunggu sambil berbincang.


"Gimana kalian berdua bisa kenal?"Tanya Anna kepada Defaira sambil memandang mereka berdua termasuk Lano.


Akhirnya mengalirlah cerita dari Delano bagaimana mereka bertemu,makan sambil cerita membuat suasana tambah hidup.


Setelah menyelesaikan makan siangnya mereka segera bergegas kembali ke lokasi pemotretan.


Dengan cepat Anna bersiap,hingga pemotretan dilakukan dengan baik dan lancar.


Saat ini mereka bersiap untuk pulang dan Lano masih berada disana,dia sengaja menunggu sampai selesai padahal Bobby sudah kembali ke kantor.


"Defa kau bisa pulang bersamaku?"pertanya'an yang menjurus sebuah perintah tanpa penolakan.


Ketiga teman itu saling pandang lalu Dave dan Anna menganggukan kepala mereka bersama,artinya menyetujui usulan Delano.


"Baiklah!"jawab Defaira.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada sahabatnya,sekarang Defaira sudah berada didalam mobil mewah Delano.


Keadaan didalam mobil hening,karna mereka berdua saling membisu suasana terlihat awkward.


Bahkan sesampainya di parkiran apartment Defaira pun mereka masih diam,dan Defaira memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya.


"Apa kau ingin masuk Lano?"tanyanya kepada Delano sambil melirik sisi Lano berada


"Apakah tidak masalah jika aku mampir?"Delano bertanya kembali kepada Defaira.


Defaira mengangguk lalu mengajak mereka naik ke unit dimana apartmentnya berada.


Memasuki Ruangan apartment,suasana kem kembali canggung Defaira tidak perna membawa lelaki masuk ke sini selain Dave dan Axel tentu nya.


Dia jadi bingung sendiri.


"Silahkan duduk!"Seru Defaira menyuruh Lano duduk ketika mereka sampai di ruang tamu.


"Kamu mau minum apa?tanya Defa kepada Lano


"Apa saja yang penting jangan air putih!"Canda Lano di iringi tawa ringannya


Defaira ikut tertawa kecil mendengar apa yang di ucapkan Delano


Setelah menyajikan minuman dan snack,Defaira memilih ijin mengganti bajunya.


Menemui tamunya kembali,dan berbincang-bincang dari hal kecil ternyata menyenangkan.


Umur mereka memang beda jauh tapi mereka bisa saling mengimbangi.


"Kamu tinggal disini sendiri?"tiba-tiba Delano bertanya yang membuat Defaira terdiam beberapa saat.


"Orang tuaku sudah meninggal sejak aku berumur 12 tahun,aku hanya tinggal sendiri disini?"jawab Defaira dengan raut muka sendu nya.


"Maaf bukan maksutku.."Sesal Delano karna baru mengetahui fakta itu.kan emang baru kenal


"Tidak masalah kak!"Defaira tau Delano tidak sengaja


"Kak?"Delano mengernyit disaat Defaira memanggilnya kak


Defaira mengangguk sambil berucap


"Ya kak,sepertinya tidak sopan jika memanggil yang lebih dewasa hanya dengan nama apa ada masalah jika aku memanggilmu kak?"tanya Defa


Delano mengangguk lalu tersenyum kepada Defaira,senyum yang membuat jantung Defa bermasalah.


"Tidak masalah itu terdengar sangat baik"Tidak masalah bukan jika delano menyetujui pernyataan Defaira.


Dia seperti mempunyai panggilan sayang tersendiri dari gadis yang membuatnya berbuat layaknya remaja itu.


Mereka berbincang sampai waktu menunjukan jam makan malam,Defaira menawarkan makan malam bersama tapi Delano menolak takut merepotkan.


Akhirnya Delano memilih untuk pulang ke penthouse miliknya.

__ADS_1


Dia tidak enak jika terlalu lama disana,takut membuat tidak nyaman Defaira karna kehadirannya.


__ADS_2