
Hari beganti hari kehidupan Defaira masih seperti sebelumnya,masih di sibukkan dengan kuliahnya.
Sebenarnya tidak terlalu sibuk karna sebentar lagi dia akan lulus.
Tapi berbeda dengan pagi ini,dia sudah bersemangat untuk menemui salah satu orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk menyelidiki atas peristiwa yang melibatkan orang tua nya.
Semalam dia mendapatkan telfon dari orangnya untuk bertemu untuk membicarakan hal penting.
Mungkin ini akan ada petunjuk atas insiden itu.
(*flashback)
Seperti malam biasanya Defaira disibukkan dengan tugas kuliahnya dan beberapa kerjaan yang harus ia kerjakan.
Saat sedang fokus dengan aktifitasnya,kegiatannya terpaksa harus dihentikan karna mendengar suara hpnya berbunyi.
drrrtttt....drrttt...drrrtttt...
"Haloo.."jawab Defaira setelah menggeser icon berwarna hijau di hpnya
"Selamat malam miss,maaf mengganggu waktu istirahat anda!"sapa nya di sebrang sana
"ya tidak masalah,katakan ada apa kamu menghubungiku?"jawab Defaira lagi
"Apakah anda besok memiliki waktu luang setelah setelah jam kuliah?saya ingin membicarakan hal penting dengan anda." seru orang itu
"Baiklah kita bertemu di cafe dekat B corp saja jam 2 siang!"jawab Defaira dengan cepat karna dia yakin ini sangat penting
"Baik Miss,selamat malam!"tutup orang itu.
(flashback off*)
。。。
Selesai bersiap-siap Defaira keluar dari apartment mewahnya menuju basement tempat dimana montornya berada.
Dia lebih suka mengendarai motor ketimbang mobil,untuk mempercepet perjalannya.
Sesampainya basement Defaira lekas memakai helmnya dan melenggang pergi menuju kampusnya.
Perjalanan hanya membutuhkan 30 me menit untuk berada di kampus.
Sesampainya di kelas dia sudah di sambut kedua temannya.
"Good morning my friend " Sapa kedua teman Defa
"Too guys,bagaimana kabar kalian hari ini?"tanya Defa kepada temannya sambil mendudukan diri di bangku sebelah Dave dan Anna.
"Baik,lalu bagaimana denganmu?"Tanya balik Anna.
Anna memang aneh dia menekuni dunia modeling tapi dia kuliah di bidang bisnis,bagaimana pun dia adalah perwaris perusahaan besar juga walau gga sebesar B corp.
Modeling hanya di jadikan hobi untuk menutup kebosanannya.Dan orang tuanya tidak mempermasalahkan hal itu, asal saat tiba waktunya dia bakal tau tempat dimana dia seharusnya berada.
"Lalu bagaimana denganmu Dave?"Tanya Defa yang melihat temannya itu hanya diam dan memperhatikan mereka berdua.
"Not bad,masih seperti kemarin."sambil mengangkat kedua bahunya
__ADS_1
Sepertinya moodnya dia sedang tidak baik,biasa dia seperti ini karna urusan hati.
Beberapa saat pun pelajaran dimulai,dan dengan tekun mereka memperhatikan setiap apa yang dia sampaikan oleh dosen yang berdiri di depan layar proyektor itu.
Menurut teman-teman kelasnya Defaira bisa sedikit bersantai,tapi ntah kenapa dia memilih ikut pelajaran.
Sampai beberapa waktu berlalu pelajaran pun di bubarkan.
"Aku hari ini akan pergi menemui Axel!"tiba-tiba suara Defa terdengah di tengah kegiatan berberes mereka.
"Ada kabar apa?"tanya Dave karna dia tahu mungkin ini hal penting
Kedua teman Defaira tahu apa yang terjadi pada orang tua sahabatnya itu.
mereka tidak menutup apapun yang terjadi diantara mereka selalu di ceritakan satu sama lain.
"Aku belum tahu!"Sambil menghela nafas berat.
"Semoga kabar baik!"harap Anna
"Baiklah kita berpisah disini saja,karna ini urusan penting kita tidak akan ikut campur."Suara Dave terdengar tegas
"kalau begitu aku pergi dulu,bye!"Defaira melenggang pergi meninggalkan sahabatnya sambil melambaikan tangan kanannya.
Setelah melihat punggung Defaira menghilang mereka berdua pun bergegas pergi.
。。。
Beberapa saat kemudian Defaira sudah sampai di depan cafe tempat dimana dia bertemu dengan Axel.
Memasuki pintu cafe, mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk paling nyaman untuk berbicara dan memilih kursi pojok sebelah kanan.
"Maaf Miss,saya sedikit terlambat karna ada yang harus dikerjakan dulu!"Sapa Axel pertama karna merasa sungkan telah membuat nona mudanya menunggu.
"Tidak masalah Axel,duduklah!"perintahnya menyuruh Axel langsung duduk
Benar itu tidak masalah bukan jika Axel terlambat?karna dia paham kesibukan Axel di perusahaannya itu.
Setelah Axel duduk dan memanggil pelayan untuk memesan minuman Defaira langsung bertanya tujuan pertemuan kali ini apa.
"Jadi Kak Axel,ada apa kamu memintaku untuk bertemu?"to the point Defaira
Jadi ketika mereka berdua saja Defaira lebih suka memanggil Axel dengan sebutan kakak,kedekatan mereka sudah cukup lama karna Axel adalah anak orang kepercayaan daddynya dulu,so mereka sudah dekat sejak kecil.
Umur Axel yang sekarang 30 tahun.
"Ini tentang Uncle dan Aunty Defa!"jawab Axel
Untuk beberapa waktu mereka saling diam entah apa yang sedang mereka pikirkan,keduanya saling bungkam.
"Jadi?"tanya Defa
"Aku rasa aku sedikit menemukan petunjuk atas kecelakaan yang di alami Uncle dan Aunty Defa,tapi aku harus mencari bukti lebih untuk memastikannya!"Sesal Axel karna belum mendapat bukti penuh untuk membantu Defaira menuntaskan masalah Nonanya
"Siapa Kak?"tanya Defaira dengan nada sendu
"Sama-sama orang berkuasa,dan beberapa bukti menunjukan adalah kerabat sendiri."Axel menjawab pertanya'an nonannya
__ADS_1
Memang betul bukti yang di dapat Axel sekarang menunjuk pada kerabat dekat keluarga Bautista,tapi ntah motif apa yang sampai tega mencelakakan saudaranya sendiri.
"Tapi aku harus mencari bukti lebih lagi Defa untuk memastikan semunya!"ucap Axel lagi
Dia sudah tidak tega melihat raut wajah Defaira yang memucat,mungkin terlalu terkejut dengan kenyataan yang baru di ketahuinya.
"Are you ok Defa,mau aku antar pulang saja?"tanya Axel lagi
"it's Ok Kak,aku gak papa!"jawaban Defaira sambil tersenyum kepada Axel
"Pergilah ke kantor lagi aku tahu pekerjaanmu banyak kak!"suruh Defaira kepada Axel
"Apa kamu yakin kamu tidak apa-apa?"tanya Axel karna nona mudanya yang sudah di anggap adek itu sedang tidak baik-baik saja.
"Ya Kak,pergilah!"perintah Defa lagi
Karna Axel tahu Defaira butuh waktu sendiri jadi dia mengikuti keinginan Nona kecilnya itu dan memilih kembali ke kantor.
"Baiklah kakak akan kembali ke kantor,jaga siri baik-baik!"Ucap Axel berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.
Defaira hanya diam di tempat menatap kosong gelas yang berisi minuman di depannya,
memikirkan semua ini terasa memusingkan.
Dalam hati dia bertanya-tanya
siapa yang berani mencelakai orang tuanya?
Bahkan keluarganya sendiri,itu seperti tidak mungkin.
Tapi ntah lah hati seseorang tidak ada yang tahu.
Berdiam diri cukup lama di cafe,tanpa di sadari ada 2 pasang mata sedang memperhatikannya dari awal masuk.
。。。
Delano pov
sekarang aku dan Bobby berada di cafe dekat perusahaan B corp untuk bertemu dengan client terakhirku hari ini.
Tanpa di sengaja aku melihat Defaira tapi yang mengejutkanku ketika orang kepercayaan pemilik B corp datang ketempat dimana mereka duduk.
Dari awal aku perhatikan sepertinya mereka dekat,tapi aku dapat melihat perubahan mimik wajah Defaira ketika Axel berbicara sesuatu.
ya aku tahu nama tangan kanan B corp itu.
Ntah apa yang mereka bicarakan sepertinya sangat penting.
Tapi yang ingin aku tahu kenapa Defaira bisa kenal dengan Seorang Axel?
Apa dia pacarnya?
Aku melihat kesedihan di mata Defaira setelah Axel keluar,sepertinya aku harus menyapanya!
Delano pov end
。。。
__ADS_1
"Hi.."sapa orang itu pertama kali yang membuat Defaira mendongak untuk melihat siapa yang berada di depannya.