
Defaira mengerjapkan matanya ketika mendengar suara keras dari benda pipihnya.
Dia menggerakan tangannya mencari di mana handphone nya berada,dengan mata yang terpejam belum tersadar penuh dari rasa kantuknya.
"Hmm..!"Gumamnya masih dengan mata terpejam.
"......."suara di sebrang sana menyadarkan dari rasa kantuknya,tanpa babibu dia menegakan tubuhnya dan memandang sekitar.
Dia baru tersadar dia tidak berada di dalam kamar apartmentnya atau pun di Mansionnya.
Setelah menutup telfon tanpa mendengarkan suara di sebrang,Defaira memutuskan untuk turun dari ranjang.
Dia memandang penampilannya sendiri.
"Shit..Ini kemeja siapa yang aku pake?"tanyanya pada diri sendiri.
Defaira yang berdiri di depan pintu saat akan keluar dia dikejutkan seseorang yang berada di depan pintunya.
"Kak kenapa kakak disini?"tanyanya pada orang tersebut.
"Kamu tidak ingat sama sekali?"tanya Delano pada Defaira.
Defaira hanya menggeleng,dia benar-benar tidak ingat.
。。。
(*flashback on)
Saat Delano memutuskan mengantar Defaira,
Delano memilih mengantarnya ke apartment milik Defaira.
Tapi di saat sudah sampai di basement tapi dia baru ingat sesuatu.
Delano tahu lantai berapa Defaira tinggal tapi bagaimana dengan pasword pintu nya.
"Aku harus bawa kemana ini ?"tanya Delano pada diri sendiri
"Apa aku bawa ke mansion saja?"ucapanya lagi
Dan setelah itu Delano memutuskan membawa Defaira ke mansion miliknya sendiri.
Sesampainya di mansion Delano langsung mengangkat Defaira ke kamarnya dan menyuruh pelayang untuk mengganti dressnya dengan kemeja milik Delano.
(flashback off*)
。。。
Defaira mendengar penjelasan Delano dengan fokus,tapi dia melupakan sesuatu.
"Jadi lebih baik kamu mandi dan ganti pakaian mu karena....!"Delano menggantung ucapannya dan menunjuk Defaira dengan menggerakan jarinya ke atas dan kebawah.
Defaira yang bingung itu pun,dia melihat dirinya sendiri dan betapa terkejutnya saat ini.
__ADS_1
"OMG!"pekiknya setelah melihat penampilannya saat ini,lalu dengan tergesa dia masuk lagi ke kamar dan berlari ke dalam bathroom.
Delano yang melihat itu semua hanya tersenyum dengan sangat lebar,menurutnya situasi ini sangat lucu apalagi melihat wajah cantik bangun tidur Defaira.
Delano ikut masuk kedalam lalu meletakan paper bag di depan pintu bathroom.
"Defa baju mu aku taruh di depan pintu,jika sudah selesai turunlah aku tunggu di meja makan!"Seru Delano dengan suara kerasnya.
Lalu Delano beranjak pergi menuju meja makan.
。。。
Sementara di dalam bathroom Defaira merutuki dirinya sendiri yang bertindak ceroboh.
"Damn,,malu-maluin banget kamu Defa!"ucapnya dengan mengacak-acak rambutnya.
"Oke Defaira rilex sekarang kita mandi lalu turun karena kamu sudah di tunggu!"ucapnya lagi.
Setelah itu dia segera mandi,hanya lima belas menit dia membersihkan diri karena tidak mau membuat Delano menunggu.
Dengan memakai bathrobe dia keluar mengambil paperbag yang ada di depan pintu lalu kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Dan yang membuat terkejut didalam paperbag bukan hanya mini dress tapi beserta pakaian dalamnya,rasanya Defaira sekarang ingin membelah bumi dan menenggelamkan dirinya kesana.
Dengan perasaan yang campur aduk Defaira memakai pakaian itu,setelah itu keluar dan meraih tas jinjingnya dan mengeluarkan alat make upnya untuk memoles sedikit wajahnyanya.
。。。
Dimeja makan Delano masih setia menunggu Defaira membersihkan diri,sambil mengerjakan sesuatu dengan ipadnya.
"Kak!"sapanya kepada Delano yang terbengong melihat kearahnya.
Delano yang siapa pun gelagapan karena kepergok sedang menatap intens Defaira,untuk menghilangkan rasa gugupnya Delano berdehem.
"ehemm...kamu sudah selesai duduk lah lalu kita sarapan!"Delano mempersilahkan Defaira duduk.
"Kak maaf aku merepotkan kakak,dan untuk bajunya terima kasih!"Defaira merasa sungkan kepada Delano.Wajahnya sekarang dirasa sangat panas karena menahan malu.
"Tidak masalah Defa,aku senang melakukannya!"Ucap Delano sambil memandang gemas Defaira dengan muka merahnya.
"Menggemaskan sekali!"fikir Delano.
Mereka pun segera menyantap hidangan sarapan yang ada di depan mereka,dan menyelesaikan sarapannya dengan cepat sekarang mereka berada di garasi mobil milik Delano.
Defaira yang melihat banyaknya mobil sport mahal matanya menatap dengan berbinar,batinnya pun mengatakan miliknya pun tak kalah dengan ini tapi dia jarang sekali menggunakannya.
Delano memutuskan membawa Aston Martin Vantage berwarna hitam metalnya.
"Aku akan mengantarmu ke Apartment atau kemana?tanya Delano sesudah mereka berada di dalam mobil.
"Ke apartment saja kak,aku harus bekerja jadi aku harus mengganti bajuku lebih dulu!"jawab Defaira.
__ADS_1
Bekerja yang di maksut Defaira adalah bekerja di Cafe shop.
"Kenapa tidak melamar kerja di perusahaan besar saja bukankah kamu sudah lulus?tanya Delano penasaran.
Lulusan terbaik tapi masih kerja di Cafe,Delano merasa aneh dengan gadis yang duduk di bangku penumpang itu.
"Belum kak nanti saja saat kontrakku habis!"jawab Defaira lagi.
"Kurang berapa lama kontrakmu?"tanya Delano
"Kamu bisa melamar kerja di kantorku jika kamu sudah tidak kerja lagi di cafe!"serunya lagi.
Delano berharap Defaira menjadi bagian karyawan di kantornya,dia ingin lebih dekat dengan Defaira.
"Terima kasih kak,aku akan pikirkan nanti!"Defaira menimpali tawaran menggiurkan itu,jika tidak ada B'corp Defaira pasti mau jadi bagian RD'corp hehehe apalagi ceo nya tampan.
Empat puluh menit berkendara akhirnya mereka sampai di basement apartment milik Defaira,jika kalian berfikir ini apartment yang sama milik dengan Axel.
Kalian salah besar karena ini apartment kelas rendahan saja,hanya untuk alibi.
"Terima kasih kak maaf aku merepotkanmu!"Ucap Defaira lagi setelah turun dari mobil Delano.
Delano juga ikut turun dan sekarang berdiri di dekat Defaira memandang gadis cantik itu.
"Kamu Cantik!"Ucap Delano sambil mengangkat tangannya merapikan rambut Defaira.
Defaira yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menahan nafas karena gugup,apalagi posisi mereka saat ini begitu dekat.
"Kak!"Suara merdu Defaira menyadarkan Delano dari tindakan implusifnya.
"Maaf!"Ucap Delano setelah kembali dari perbuatannya.
Defaira hanya mengangguk dan tersenyum karena tidak tahu harus mengucapkan apalagi,dia begitu gugup.
Hampir sepuluh menit berdiri dengan kecanggungan,akhirnya Delano memutuskan pergi menuju ke kantornya.
Sedangkan Defaira yang sudah berada di dalam apartmentnya langsung berlari menuju kamarnya berada.
Melepas heelsnya dengan kasar,lalu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
"this is crazy,jantung ku sepertinya sakit!"selorohnya karena jantungnya berdebar dengan cepat saat berada di dekat Delano.
"Aku sadar jika menyukainya,tapi apa iya dia menyukaiku juga?"tanya Defaira pada diri sendiri.
Defaira sadar kedekatannya dengan Delano membuat dia mempunyai perasaan beda padanya.
Perasaan nyaman,perasaan suka itu tumbuh seiring berjalannya waktu.
Tapi Defaira selalu menepisnya,apalagi Delano lebih dewasa darinya mustahil jika Delano akan menjalin hubungan dengan gadis sepertinya.
Mengambil nafas dan melepaskannya dengan kasar,Defaira meraih hpnya dia ingin menghubungi Axel karena dia akan datang ke apartmentnya sore nanti.
__ADS_1
Selesai dengan Axel Defaira memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.