
Mereka bertiga tersentak dari kegiatannya ketika suara pecahan kaca terdengar di tengah ruangan
tempat yang jadi tongkrongan bersama temannya kacauu.
Terlihat segerombolan pria botak lengkap dengan senjata sepertinya itu komplotan perampok,yang membuat para pelanggan berteriak saling bersahutan karena katakutan mereka memilih untuk berlari keluar ruangan.
Tapi tidak dengan Defaira,Anna dan Dave mereka masih duduk santai melihat situasi.
"Tuan kita harus bagaimana.?"Tanya sang manager yang entah sejak kapan sudah berdiri di sebelah meja Dave dkk
"Biarkan saja aku tidak akan bangkrut jika kehilangan club ini,kita bermain-main dulu!"jawab Dave dengan santainya.
"KAMU GILA YA ?"pekik Anna karna tidak mengerti jalan pikiran Dave
"Sudahlah Ann tidak ada yang salah jika kita bermain juga!"sahut Defa untuk menenangkan sahabatnya itu.
Dia bangkit dan berjalan ke pinggir tangga,karna mereka saat ini dilantai dua tempat bersantai.
Dave dan Anna mengikutinya di belakang,
mereka bertiga menyandarkan tubuhnya di pembatas untuk melihat lebih jelas bagaimana kekacauan di bawah.
"lest start the game baby" gumam Defa yang masih bisa di dengar ke dua sahabatnya,
ketiganya tersenyum misterius. sekedar informasi mereka bertiga bisa beladiri bahkan kemana-mana pun membawa senjata api.
Anna berjalan ke arah mejanya tadi mengambil sebuah gelas yang sudah kosong,dan dengan sengaja melempar gelas itu ke lantai bawah.
Pyarrrr.....
Salah satu dari kawanan perampok mendongak ke lantai dimana mereka berada dan mengacungkan senjata api yang dipegang.
DOR
Suara ledakan pistol terdengar,mereka bertiga reflek berjongkok untung peluru tidak mengenai salah satu dari mereka.
Tanpa pikir panjang Dave melompat dari lantai dua,temannya yang melihat itu malah bertepuk tangan seperti sedang melihat adegan film.
prok prok prok..
"KAU KEREN DAVE"pekik kedua sahabat Dave sambil bertepuk tangan dan berjingkrak. aneh memang ini bukan sebuah pertunjukan btw.
Dave yang mendengar teriakan kedua gadis itu mendongak dan mengacungkan dua jempolnya.
sebenarnya ada apa dengan mereka?
Dave berbalik kemudian melompat keatas meja dan menendang orang-orang berbadan kekar yang ada di dekatnya membuat mereka tergolek di atas lantai.
"Lemah."gumam Dave sambil meraih kursi
Lalu melemparnya telakmengenai salah satu perampok.
Karna terlalu fokus melihat Dave,tanpa sepengetahuannya salah satu perampok mengarahkan senjata apanya ke lantai dua tempat Defa dan Anna berdiri.
DOR
"aishhhh....sialan."Rintih Anna dengan mengumpati orang yang menembaknya.
Dave dibawah sangat kwatir melihat orang yang dipuja terluka.
"Kamu disini saja Ann,aku akan turun membantu Dave.!"Defa yang sudah tidak sabar
"Baiklah kamu hati-hati,tidak perlu kwatir ini hanya goresan kecil"Anna mengerti perasaan sahabatnya itu.
"Kalau bekasnya tidak hilang tinggal oplas aja gampang hahaha..."lanjutnya di iringi tawa berbahak.
__ADS_1
mengabaikan temannya Defa melompat dari lantai dua tanpa melepas high heels yang dipaksa,ahhh bahkan dress yang sangat minim pun dia abaikan.
"Kenapa kamu turun?"Tanya Dave yang nafas terengah-engah
"Kamu lama!"Jawab Defa
Mereka berdua berancang-ancang untuk menyerang para perampok,cukup lama bertarung karna sudah lelah Defa menarik pistok yang berada di paha mulusnya dan...
DOR DOR DOR DOR...
empat perampok yang tersisa terkapar di lantai tidak berkutik lagi hanya di tembak pas betis tapi mungkin karna lelah mereka tidak bergerak lagi.
Dengan iseng Anna yang sudah bergabung dengan mereka menemukan ide jahil.
para perampok di ikat jadi satu setelah itu,dia keluarin lipstick untuk mencoreti wajah mereka.
Setelah selesai mereka bersiap untuk pulang.
"Pak tua gendut jangan banyak takut bayinya lahir disini nanti.!"ucap Defaira sambil menepuk-Nepal perut salah satu dari mereka yang membuncit.
Mereka bertiga berjalan keluar dengan diiringi gelak tawa.
"Antar Anna kerumah sakit Dave,biarpun cuma tergores takut menimbulkan infeksi!"Suruh Defaira setelah mereka sampai di tempat parkir
"Lalu bagaimana denganmu?"Tanya Dave kepada Defa karna dia tahu Defa tidak membawa kendaraan sendiri.
"Kita bisa berdua Dave,biar mobilku dibawa Defa."solusi Anna
"Benar yang di bilang Anna,jadi kalian berdua pergilah!"usir Defaira
Setelah melihat mobil temannya menghilang dari pandangannya,dia bergegas ke tempat mobil Anna berada.
Sialnya disaat ingin membuka pintu mobil, dia baru teringat kuncinya belum ada tangannya.
Tiba-tiba terdengar suara berat yang sedikit sexy mengagetkannya.
"'Are you ok?"Tanya nya kepada Defaira
Defa yang di sapa pun menoleh kebelakang,dan membelalakan mata ketika mendapati pria yang berdiri di depanya.
。。。
Disisi lain tiga pria dewasa yang asyik dengan obrolan mereka juga dikagetkan dengan kakacauan yang di buat para perampok.
Tidak ingin turun tangan,karena mereka tahu pemilik club malam ini sedang berada disini bersama gadis yang dari tadi menarik perhatian seorang Delano.
"Turun bantu gak?"Tanya Grey ketika melihat Dave melompat dari lantai dua
Tapi yang bikin mereka heran adalah teriakan dua gadis yang dia tahu sedang bersama pemilik club tadi.
"Lah,dikira film kali!"Celetuk Jimmy
Kembali lagi mereka memperhatikan kegiatan menguras tenaga dibawah antara pemilik cafe dan para perampok sampai terdengar suara tembakan.
DOR
"Eh eh..berani nya sama cewek!"Jimmy heboh memang dia sedikit hyper actif
Lagi dan lagi mereka di kagetkan dengan kelakuan gadis incaran Delano,bagaimana gadis seperti dia apalagi sedang menggunakan heels dan dress mini melompat dari lantai dua.
Mereka menelan ludah dengan kasar melihat adegan menantang itu.
"Serpertinya dia jago bela diri!"Seru Grey saat melihat gerakan lincah dari Defaira
"Mungkin.."Jawab Lano tanpa mengalihkan pandangan nya dari Defa
__ADS_1
Setelah melihat pertarungan cukup lama,mereka terkejut ketika suara tembakan terdengar beruntun.
DOR DOR DOR DOR
Bukan dari perampok,tapi gadis yang Delano tabrak tempo hari,ketiga pria dewasa itu melotot tak percaya.
Bagaimana gadis itu mempunyai pistol.?
"Aku gak salah lihatkan?"gumaman Lano tapi tidak direspon oleh kedua temannya karna terlalu syok.
Masih melihat kegiatan mereka yang dengan isengnya mencoret-coret para perampok setelah di ikat,samar-samar terdengar suara yang menyuruh salah satu perampok untuk tidak banyak bergerak agar bayinya tidak lahir disini.
Heii...dia tidak hamil hanya buncit.ada-ada saja
Celetukan itu mampu membuat dua sudut bibit Delano terangkat membentuk sebuah senyuman.
"Ayo pulang,sudah selesai tontonannya!"Ucap Delano sambil berdiri dari tempat duduknya mengibas-ngibaskan tangannya membersihkan bajunya dari debu.
Grey dan Jimmy pun mengekor saja,
saat di parkiran tak sengaja dia melihat dan mendengar gadis yang tadi sedang mengumpat kesal.
"Samperin bro!"Jimmy berucap sedikit berbisik.
"Samperin aja kita duluan,lagian keliatannya dia butuh bantuan."Grey ikut menyaut
"Oke hati-hati"Delano berlalu sambil menepuk pelan pundak dua sahabatnya menghampiri gadis yang kesal
"Are you ok?"tanya nya setelah sampai di dekat gadisnya. ahhh gadisnya
"Eh.."dia menoleh kebelakang dan melongo melihat Delano di dekatnya.
"Butuh bantuan?Tanya Delano lagi
"Eh ..ini lupa gak minta kuncinya!"Sambil menunjuk mobil sport milik Anna
"Mau aku antar pulang?"Tawar Delano
"Tidak perlu aku akan mencari kendaraan lain."jawabnya cepat
"Tapi disini sulit mencari kendaraan umum apalagi sudah hampir pagi,yakin tidak mau aku antar?tanyanya lagi
"Aku bukan orang jahat jika itu yang kamu pikirkan!"imbuhnya karna sedikit tau gelagat gadis di depannya ini.
"Apa tidak akan merepotkan mu?"Tanya Defaira
"Tidak masalah,ayo!"Seru Lano sambil menuju tempat mobilnya berada
Setelah itu mereka memasuki mobil dan mulai melaju membelah jalanan sepi,tidak ada yang membuka suara sampai bawah apartment Defaira.
Dia sengaja menyuruh pria dewasa itu mengantarnya kesini,agar tidak diketahui identitas aslinya.
"Terima kasih sudah di antar sampai sini,aku tidak akan menawarimu untuk masuk karna sudah malam!" Defaira berucap sambil turun dari mobil fi ikuti Delano.
"Tidak masalah aku tahu,btw namamu siapa kita belum kenal?"Delano mengulur kan tangannya
"Defaira Luana"membalas uluran tangan Delano
"Delano Beall Rodriguez"jawab Delano setelah itu melepaskan genggaman tangan nya.
"Baiklah,Terima kasih aku masuk dulu.!"Tanpa aba-aba Defaira memutar tubuhnya menuju lift apartment.
Delano hanya diam melihatnya
dan bergumam ''Defaira Luana,nama yang cantik seperti orangnya!"Serunya sambil melangkah menuju mobilnya untuk pulang ke penthousenya karna besok sudah mulai bekerja.
__ADS_1