Chain In The Future

Chain In The Future
Lucky Come


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul sepuluh pagi di Chicago,seorang pria tampan turun dari pesawat pribadinya setelah mengudara beberapa jam.


Di bawah dia sudah di sambut oleh anak buahnya,yang sudah pasti assistantnya siapkan untuknya.


Lucky datang ke Chicago untuk bertemu dengan client perusahaannya,selain itu dia akan mengunjungi adik sepupunya.


Dia tidak memberi kabar jika dia datang ke Chicago,Defaira Pasti kaget jika melihatnya tiba-tiba di mansion.


Dia merindukan gadis yang lumayan cerewet itu jika bersamanya,tapi sebelum menemuinya dia harus menyelesaikan pekerjaannya dulu.


"Kita langsung ke tempat dimana kita bertemu client!"perintah lucky pada sang assistant setelah berada di dalam mobil.


"Baik sir!"jawab sang assistant,lalu memerintah sopir untuk menuju alamat yang mereka tuju.


Beberapa waktu mereka berkendara mereka sekarang sudah sampai di restaurant dimana dia mengadakan pertemuannya dengan client.


Lucky dan assistantnya melangkah memasuki pintu restoran dan langsung di sambut pelayan yang berjaga di depan.


"Selamat pagi sir ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan dengan sopan.


"Ruang pertemuan Sir Rodriguez!"jawab Lucky singkat.


"Mari saya antarkan!"ucap yang pelayan sambil melebarkan tangan kanannya,sebagai tanda agar mereka mengikutinya.


Lucky memang ada kerja sama dengan Delano,dia juga bisa memanfaatkan pertemuannya ini untuk menilai bagaimana pacar sepupunya itu.


Dia tau sepak terjang Delano,tapi ini pertama kalinya dia bertemu.


Lucky juga sudah memastikan bahwa Delano bukan pemain wanita,lumayan aman untuk sepupunya.


Tapi dia masih was-was jika menyangkut kesayangannya itu,bagaimanapun Defaira adalah tanggung jawabnya untuk di lindungi.


Mereka sudah sampai di depan pintu private room,yang digunakan untuk pertemuannya disini.


Setelah pelayan membukakan pintu mereka segera masuk,ternyata pihak Delano belum datang karena dia datang terlalu cepat.


。。。


Sedang di sisi lain Delano dan Bobby terlihat buru-buru menuju parkiran kantornya,hari ini jadwal pertemuannya dengan dua client sedikit bentrok karna sudah tidak bisa di tunda lagi.


Apalagi saat ini dia akan bertemu dengan pengusaha muda dari New York,jika mereka sampai telat pasti citra yang dia dirikan menjadi jelek.


"Kita ke restoran xxx!"perintah Bobby pada sopir.


Sopir pun melajukan kendaraannya menuju alamat yang sudah di sebut bosnya.


"Sedikit lebih kencang tidak masalah,kita hanya memiliki waktu sedikit!"Ucap Bobby lagi.


"Baik sir!"jawab sang sopir lalu menambah laku kecepatan mobil itu untuk segera sampai di tempat.


Menempuh perjalan yang cukup cepat dari biasanya,akhirnya mereka sampai di depan restoran.


Tanpa babibu Delano dan Bobby segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju restoran.


"Sir Rodriguez anda sudah di tunggu di ruangan,mari saya antar!"sambut pelayan yang sudah hafal dengan Delano.

__ADS_1


Karena Delano sering mengadakan pertemuannya disini.


Sesampainya di depan pintu pelayan itu membuka pintu dan mempersilahkan Delano dan Bobby masuk.


Dapat dia lihat diruangan itu,sudah ada dua orang yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.


"Maaf telah membuat kalian menunggu kami!"ucap Delano.


Lucky dan assistantnya yang mendengar suara itu pun menoleh dan langsung berdiri menyambut client barunya itu.


"Tidak masalah,kita memang tiba lebih pagi dari yang di perkirakan!"sahut Lucky setelah mereka berjabat tangan.


"Silahkan duduk kembali!"Suruh Delano


Setelah duduk di posisi masing-masing,mereka mulai membuka suara atas tujuan pertemuan mereka.


Pembicaraan mereka berjalan lancar,sampai waktu menunjukan pukul setengah satu siang.


"Bagaimana jika kita akhiri pertemuan ini dengan lunch bersama,waktu sudah menunjukan jam makan siang!"ucap Delano.


Lucky melihat jam pada pergelangan tangannya,memang sudah jam makan siang.


Sebenarnya dia juga merasa sedikit lapar,karena tadi pagi tidak sempat sarapan.


"Saya tidak akan menolak,sejujurnya saya juga sudah lapar!"jawab Lucky dengan santai.


Hey..Jangan seperti anak gadis yang malu-malu meong,dia memang sudah lapar mumpung di tempat makan sebaiknya dia makan kan?


"Sir malu-maluin!"jawab assistantnya Lucky dengan suara pelan tapi masih di dengar dengan mereka.


Lucky yang mendengarpun malah menabok lengan assistantnya sambil mendelik kearahnya.


"Maaf Sir Delano,Sir Lucky memang seperti itu!"ucap assistant Lucky.


Mereka akhirnya tertawa mendengarnya,baru kali ini melihat bos dengan bawahan seperti itu.


Delano dan Bobby memang berteman tapi Bobby selalu menghindar jika ada perkumpulan dengan sahabatnya,dia seperti merasa insecure.


Setelah memesan makanan,mereka berbincang dengan pembahasan pekerjaan.


Obrolan mereka terhenti karena pelayan datang membawa pesanan mereka,tanpa menunggu lama mereka segera menyantap hidangan di depannya.


Setelah merasa cukup kenyang,mereka memutuskan segera kembali ke aktifitasnya.


"Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik Sir!"Ucap Delano berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Lucky untuk bersalaman.


"Terima kasih atas waktunya!"jawab Lucky membalas uluran tangan Delano.


Mereka pun keluar ruangan dan beriringan berjalan ke arah parkiran.


"Kita mampir ke toko coklat dulu sebelum ke tempatnya,aku ingin membeli beberapa coklat yang dia sukai!"ucap Lucky setelah berpisah di depan pintu restoran dengan Delano dan Bobby.


Tapi ucapan Lucky masih terdengar di telinga mereka berdua,karena jarak mereka belum terlalu jauh.


"Sepertinya Sir Lucky punya kekasih disini!"celetuk Bobby yang mendengar obrolan Lucky dan assistantnya.

__ADS_1


"Mungkin!"jawab Delano singkat.


Mereka pun bergegas menuju ke arah di mana perusahaannya berada,karena pekerjaannya masih belum selesai disini saja.


。。。


Defaira yang berada di apartmentnya merasa lelah melihat tumpukan kertas di mejanya.


Hari ini seperti biasa dia tidak ke kantornya,dia memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah saja.


Waktu sekarang menunjukan pukul tiga sore,tapi Defaira merasa kelaparan karena dia melewatkan jam makan siangnya.


Dia pun menuju dapur untuk membuat pancake dan minuman hangat saja.


Setelah selesai berkutat di dapur,Defaira menuju meja makan dan segera menyantap pancake yang dia buat itu.


Saat di dapur dia di kejutkan dengan suara bel apartment,dia berjalan dan menuju depan pintu sambil melihat layar monitar yang ada di sebelah pintu.


Mata Defaira membola ketika melihat siapa yang berdiri di depan pintu apartmentnya itu.


Kakak sepupunya yang berada di depan pintu dan masih menggunakan setelah kerjanya.


Dia buru-buru membuka pintu dan dapat dia lihat wajah tampan kakak sepupunya itu.


"Kakak!"seru Defaira dan memeluk Lucky.


"Masuk dulu babe,nanti ada yang melihat!"ucap Lucky.


Defaira pun melepaskan pelukannya dan menarik Lucky untuk masuk lalu menutup pintu apartment.


"Kakak tidak memberi tahuku jika kesini?"tanya Defaira setelah mereka duduk di ruang keluarga.


Defaira saat ini berada di aparment mahalnya bukan yang biasa di pakai jika dengan Delano.


"Kakak ada pekerjaan disini,dan yah client kakak ternyata pacar adik sepupu kakak!"jawab Lucky.


"Maksutnya!"tanya Defaira pura-pura tidak paham.


"Jangan bersikap seperti orang bodoh,kakak tahu kamu mengerti maksut kakak!"ucap Lucky membuat Defaira menyengir.


Defaira celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu,Lucky yang melihat itu mengerti sepupunya itu pasti mencari makanan kesukaannya karena setiap datang Lucky selalu membeli banyak coklat untuknya.


"Mencari apa?"tanya Lucky


"Tidak ada oleh-oleh sama sekali?"tanya Defaira dengan memasang tampang lesu.


"Tidak,kakak akan segera mandi tolong buka koper kakak keluarin baju kakak!"seru Lucky sambil melangkahkan kakinya ke kamar sebelah kamar Defaira.


Defaira yang mendengar itu menjadi lesu,dan berjalan gontai ke arah koper kecil yang ada di sebelah sofa.


Tanpa minat dia membuka koper itu tapi tanpa di duga isinya membuatnya merekahkan senyumannya.


Koper itu berisi coklat semua dalam separu sisi,baju Lucky hanya ada dua setel saja.


"Kakak I LOVE YOU!"teriak Defaira ketika melihat banyaknya coklat kesukaannya.

__ADS_1


Lucky yang mengintip di balik pintu kamar pun tersenyum melihat expresi Defaira melihat coklat-coklat itu.


Bagi Lucky kebahagiaan sepupunya itu juga penting untuknya,tidak boleh ada yang menyakiti gadisnya itu.


__ADS_2