Chain In The Future

Chain In The Future
No Tittle


__ADS_3

Setelah kemarin menemui Axel dan meminta saran dari pria itu,hari ini Defaira berniat akan menghubungi Delano dan memberi jawaban atas apa yang dia ucapkan kemarin.


Benar kata Axel jalani saja dulu,karena jodoh tidak ada yang tahu bukan.


(flashback on)


*Defaira dan Axel sudah sampai di apartmentnya,Axel langsung menuju kamarnya dan Defaira menuju kamar tamu yang biasanya di pakai jika dia berada disini.


Ada beberapa potong pakaian santai miliknya di dalam lemari kamar tamu,sebelum memasak lebih baik dia membersihkan diri dulu.


Dua puluh menit berlalu,Defaira sudah siap untuk menyiapkan makanan.


Dia mulai mengambil bahan yang di butuhkan,dan membersihkannya.


Hampir satu jam di dapur akhirnya makanan yang dia masak sudah siap,dia segera menghidangkannya di meja makan.


Ngomong-ngomong apartment milih Axel adalah aparment mewah yang besar bahkan ada ruang keluarga dan juga ruang makan sendiri walaupun tempatnya gandeng dengan dapur.


Tanpa memanggil pemilik tempat,ternyata Axel sudah menghampirinya terlebih dahulu dan duduk di kursi meja makan.


"Mari makan!"Seru riang Defaira


Axel pun mulai menikmati sajian nikmat yang ada di depannya,masakan Defaira bahkan tidak kalah dengan chef-chef handal.


Defaira belajar memasak dari chef yang ada di mansionnya,bahkan untuk membuat desert dia juga sangat jago.


Hanya suara dentingan sendok yang menemani keheningan acara makan malam itu.


Tidak ada yang membuka suara baik Defaira ataupun Axel.


Defaira bergelut dengan pikirannya sendiri,haruskah dia mengatakan kepada Axel jika tidak kenapa sekarang dia disini?.


Tapi dia cukup malu untuk mengatakannya.


Setelah cukup lama menimang-nimang,dia menghela nafas kasar.


Axel yang mengetahui majikan kecilnya itu sedang gelisah hanya melihat saja,tanpa membuka suara.


Biarkan dia sendiri yang bicara,walaupun Axel bisa menebak apa yang akan di bicarakan Defaira.


Masih bingung,Defaira memilih membersihkan piring-piring bekas makanannya tadi.


Setelah semua beres saja berbicara dengan Axel pikirnya.


Menyelesaikan dengan cepat acara cuci piringnya,Defaira segera menghampiri Axel yang duduk di ruang keluarga dengan membawa dua cangkir teh hangat dan camilan.


"Kak!"sapanya kepada Axel sambil menaruh cangkir di atas meja.


"Terima kasih!"Ucap Axel saat melihat Defaira membuatkan teh untuknya.


Axel jengah melihat Defaira yang hanya diam saja sejak sepuluh menit lalu,dia memilih membuka suara terlebih dahulu.


"Katakan ada apa Defaira?"ucapnya dengan nada kesal,dia mengkhawatirkan Defa yang jelas.


Defaira yang mendengar suara Axel malah nyengir kuda "Kak!"panggilnya kepada Axel.


Axel tidak menjawab hanya memandang Defaira.


"Bagaimana jika aku menjalin hubungan dengan seseorang tapi umurnya juga lebih dewasa dariku?"tanyanya kepada Axel.


"Delano!"jawab Axel to the point,tentu saja dia tahu siapa yang dekat dengan Defaira.


"hish,, kenapa to the point sih!"Defaira memberengut.


Axel malah terkekeh melihatnya,dia membelai rambut Defaira dengan sayang.


"Jika kamu menyukainya tidak masalah,jalani saja dahulu!"ucap Axel serius


"Tapi jika dia berani menyakiti kesayangan kakak,maka kakak tidak akan tinggal diam!"lanjut Axel dengan serius


Defaira yang mendengar jawaban Axel tersenyum dan memeluk lelaki itu,lelaki yang sudah di anggap seperti kakaknya sendiri.


"Terima kasih kak!"ucap Defaira didalam dekapan Axel.


Defaira benar-benar beruntung memiliki orang seperti Axel dan keluarganya,biarpun ada Lucky tapi kakak sepupunya itu hanya berkunjung tiga bulan sekali jadi tetap saja dia sering merasa kesepian*.

__ADS_1


(flashback off)


Defaira meraih benda pipih di samping tempat tidurnya,hari masih pagi jadi dia masih bergelung dengan selimut hangatnya.


Dia mencari nama yang ingin dia kirimi pesan,mengetikan sesuatu setelah mendapatkan nomernya.


"Bisa datang ke apartmentku hari ini?aku ingin membicarakan sesuatu!"


Pesan yang dikirimkan ke Delano,tanpa menunggu balasan Defaira bergegas membersihkan diri.


。。。


Di tempat lain seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandinya,menampilkan tubuh atletis yang hanya di balut handuk dibagian pinggang dengan tubuh yang sedikit basah menambah kesan sexy.


Dia berjalan ke arah walking closet untuk mengambil pakaian yang akan digunakannya berkerja hari ini.


Setelah siap dengan pakaiannya,dia berjalan ke arah lemari laci yang berisi koleksi jam tangan pria itu.


Dirasa sudah cukup rapi dengan penampilannya,dia bergegas keluar untuk sarapan lebih dulu.


Menikmati sandwich yang sudah tersedia di meja makan,Delano mencoba membuka hp dan mengecek apakah ada pesan masuk yang penting.


Saat dia mengotak-atik hpnya,fokusnya adalah pesan yang dikirim seseorang yang seminggu ini mengabaikannya.


Senyum Delano terbit setelah membaca pesan masuk di hpnya.


Dia tidak ada niat membalah pesan itu,biarkan saja dia akan langsung datang ketempat yang Defaira inginkan.


Setelah selesai dengan semuanya,Delano bangkit menuju basement dimana mobilnya berada dia akan ke kantor dulu menyelesaikan pekerjaannya.


"Pagi sir!"Sapa Bobby ketika melihat Delano yang sudah sampai di lantai atas tempat ruangan ceo berada.


Bobby tidak perlu menunggu bosnya itu di bawah,biarin aja dia naik sendiri karena bosnya tidak akan tersesat.


"Apa jadwalku hari ini?"tanya Delano ketika sudah duduk di kursinya.


"Tidak ada yang penting,hanya perlu menandatangi beberapa berkas saja!"jawab Bobby sambil melihat iPad di tangannya.


"Bos tahu gak?"tanya Bobby kepada Delano


Pasti assistantnya ini akan berbicara ngawur.


"Pemilik B'Corp sekarang sudah turun ke perusahaan sendiri,tapi identitasnya masih belum di ketahui!"Ucap Bobby dengan menggebu.


"Lalu?"tanya Delano


"Lalu ya gga ada Lalu,aku cuma kasih tahu sir apalagi dia itu cewek bos!"Jawab Bobby lagi


"hmmm!"hanya itu respon Delano


Bobby pun pasrah bosnya sulit peka dengan ucapan Bobby wkwkkwkw


Dari pada darah tinggi mending keluar.


Delano yang melihat Bobby cemberut dan meninggalkannya jadi terkikik geli.


Biarin aja memang Delano pecinta gosip,ya bukanlah.


。。。


Waktu menunjukan pukul enam sore,Defaira yang sudah selesai dengan pekerjaannya sekarang berada di dalam kamarnya setelah mandi tadi.


"Kenapa tidak di bales ya?"tanyanya pada diri sendiri ketika mengecek hpnya,melihat apakah ada pesan dari Delano.


Karena tidak ada pesan masuk Defaira pun acuh dan meletakan barang itu kembali ke nakas samping tempat tidur.


"Mungkin dia tidak serius!"ucapnya lagi lalu merebahkan dirinya ke kasur queen size miliknya dan menyalakan televisi di dalam kamarnya.


Hampir satu jam dia menonton tv,akhirnya dia bangkit dan menuju dapur tapi belum sampai dapur dia di kagetkan dengan suara bel,menandakan ada yang datang.


Defaira berjalan ke arah pintu dan membukanya,dia perfikir itu adalah sahabatnya karena mereka sering datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Tanpa melihat siapa yang datang Defaira segera membuka pintu.


Dan betapa terkejutnya dia ternyata yang di depan pintu adalah Delano

__ADS_1



Delano pun tak kalah terkejut melihat Defaira,tapi fokus laki-laki itu adalah pakaian yang di kenakan Defaira.


Delano menelan ludahnya dengan kasar,dia lelaki normal walaupun tidak pernah memainkan wanita.


Apalagi melihat pemandangan seperti ini.


"Kak kok gak bilang kalau mau datang!"Suara Defaira menyadarkan Delano dari pandangannya.


"ekhhmm..!"Delano berdehem menetralkan dirinya yang sedang gugup


"Kenapa?"tanya Defaira yang tidak sadar keadaan.


"Masuk dulu!"Defaira mempersilahkan Delano masuk.


Delano rasanya ingin tenggelam kedasar laut,di negaranya berpakain seperti ini memang biasa.


Tapi ini beda,Delano melihat Defaira begitu Sexy.


Delano ingin sekali menerkam gadis itu.


"Defaira bisakah kamu berpakain yang normal?"tanya Delano ingin membuat Defaira sadar,saat ini tidak baik untuk mengenakan pakaian seperti itu.


Defaira yang ditegur pun menundukan kepalanya dan betapa terkejutnya dia melihat pakaiannya sendiri



"Eh maaf aku ganti pakaian dulu!"Seru Defaira dengan wajah malunya.


Dia tidak sadar dengan pakaiannya,apalagi dia keluar tanpa menggunakan penutup ***********.


Sial..Delano pasti berfikir aku menggodanya fikir Defaira.


。。。


Delano yang berada di ruang tamu mencoba menetralkan nafasnya.


Delano teringat-ingat bayangan kedua benda bulat yang dilihatnya tadi,dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jangan gila Delano!"ucapnya untuk menyadarkan isi pikirannya.


Beberasaat kemudian dia melihat Defaira keluar dari kamar dengan penampilan barunya tapi masih se sexy tadi.


Crop top di padukan celana kain warna senada dengan atasannya



apa-apa'an dia kenapa masih pake pakaian se sexy tadi batin Delano


"Kak!"sapa Defaira setelah mendudukan dirinya di sofa dekat Delano.


"Defaira kamu tidak punya pakaian yang lebih tertutup kah?"tanya Delano


Defaira yang mendengar pertanyaan Delano hanya melongo.


"Ini yang biasa aku pakai dirumah kak!"jawab Defaira


Delano hanya menghela nafas tanpa membalas yang Defaira katakan.


"Maaf aku tidak tahu kakak kesini,dan aku tidak membuat makan malam!"ucap Defaira dengan nada sendu.


"Tidak masalah kita bisa delivery!"jawab Delano mengeluarkan hpnya untuk memesan makanan.


"Jadi kenapa kamu menyuruhku kesini?"tanya Delano tanpa basa-basi.


Defaira yang mendengar menjadi sangat gugup,


dan itu sangat menggemaskan di mata Delano.


"Tawaran kakak kemarin?"Ucap Defaira


"Apa?"tanya Delano


Defaira menghela nafas

__ADS_1


"Tawaran kakak kemarin apa masih berlaku?".....


__ADS_2