
Rencana liburan yang Defaira sepakati bersama sahabatnya akhirnya terealisasi,mereka akan terbang ke California hari ini.
Tidak menggunakan jet pribadi,mereka akan terbang menggunakan pesawat komersial.
Awalnya mereka akan menggunakan Jet milik keluarga Bautista hanya saja tanpa di duga Delano ikut bersama mereka.
Saat ini mereka sudah berada di bandara dan berada di ruang tunggu setelah melakukan ceck in beberapa saat yang lalu.
Delano dan Defaira duduk bersebalahan di kursi tunggu,dengan tangan delano yang setia merengkuh tubuh Defaira kedalam dekapannya.
"Babe,kamu sudah sarapan?"tanya Delano sambil menyelipkan anak rambut Defaira yang keluar dari ikatannya.
"Belum,tidak berselera!"jawab Defaira yang masih memejamkan matanya dengan bersandar di dada bidang Delano.
Memang benar mereka belum sempat sarapan karena terburu-buru,semalem Defaira dan kedua sahabatnya itu begadang jadi paginya mereka kelabakan karena kesiangan bangun.
"Baiklah makan di dalam saja nanti!"Ujar Delano
"hmm..!"respon Defaira.
Cukup lama berada di kursi tunggu akhirnya suara panggilan penerbangan menuju California terdengar,mereka pun bergegas mengantri untuk masuk ke dalam pesawat.
Delano sendiri sudah menawarkan untuk memakai pesawat pribadinya tapi mereka bertiga menolak,karena ingin merasakan liburan pada umumnya.
Delano hanya mengikuti kemauan mereka tapi Delano memaksa untuk membeli tiketnya.
Mereka bertiga pun menyetujuinya,biarkan saja mereka tidak perlu mengeluarkan uang. hehehe
First Class kursi yang di tempati mereka saat ini,dan duduk di samping pasangan masing-masing.
Beberapa saat kemudian pesawat benar-benar lepas landas dan sudah berada di atas awan menuju tempat yang mereka inginkan.
"Aku akan melanjutkan tidurku yang tertunda!"celetuk Anna
"Tidurlah!"jawab Dave sambil mengelus puncak kepala Anna dengan lembut.
Defaira yang melihat hanya tersenyum dengan sikap mereka.
Delano juga memposisikan kursi Defaira menjadi rebah,agar kekasihnya itu lebih nyaman dalam perjalanannya.
"Tidurlah kamu terlihat masih mengantuk!"Ucap Delano
"Kita bertiga semalam memang tidur terlalu malam,buhkan bahkan sudah pagi baru tidur!"jawab Defaira yang sudah rebahan.
Mata Delano memicing memandang sang kekasih.
"Apa yang kalian lakukan hingga telat tidur!"tanya Delano
"Menghabiskan cemilan dan bercerita!"jawab Defaira lagi.
"Jaga kesehatan,jangan sampai sakit!"kwatir Delano
Defaira hanya mengangguk dan menutup matanya mulai memasuki alam mimpinya sendiri.
Delano yang bersikap seperti ini merasa dirinya adalah remaja yang baru merasakan jatuh cinta walaupun kenyataannya memang ini yang pertama kalinya dia menjalin hubungan dengan wanita.
__ADS_1
Tapi entah kenapa saat pertama melihat Defaira dia langsung jatuh cinta karena sikap gadis itu.
Apalagi Defaira yang sangat ahli di dapur menjadi nilai lebih untuknya,jarang sekali gadis seumuran Defaira mau berkutat dengan dapur.
。。。
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam di atas awan akhirnya mereka mendarat dengan selamat.
Saat ini mereka berada di dalam mobil milik orang suruhan Delano,jadi mereka tidak perlu susah-susah mencari kendaraan untuk menuju hotel dimana mereka akan menginap.
"Aku ingin segera berendam di air hangat!"gumam Defaira yang merasa tubuhnya sangat lengket.
Waktu saat ini sudah menunjukan pukul tiga waktu California.
"Sebentar lagi kita akan sampai bersabarlah!"ucap Delano.
Jangan tanyakan kenapa Anna dan Dave tidak ada yang berbicara karena mereka tertidur lagi sejak masuk kedalam mobil.
Delano memilih hotel yang dekat dengan Disneyland yang akan mereka kunjungi nanti,jadi perjalan cukup memakan waktu untuk sampai di hotel.
Delano sendiri sudah memesan dua kamar,tidur bersama sang kekasih tidak masalah bukan.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan lobby hotel tempat mereka menginap beberapa hari kedepan.
"Babe,wake up kita sudah sampai!"Delano membangunkan Defaira.
"Guys,wake up kita sudah sampai hotel!"ujar Delano lagi membangunkan Anna dan Dave yang dikursi belakang.
Mereka menggeliat mendengar suara Delano dan mulai mengerjapkan matanya.
"Yes,ayo Kira turun langsung ceck in dan istirahat!"ucap Delano turun dari mobil dan membantu sang kekasih membawa kopernya.
Mereka berempat berjalan menuju lobby untuk menemui resepsionis dan melakukan ceck in.
Setelah mendapat kunci kamar masing-masing mereka bergegas menuju kamar mereka berada.
Dilantai yang sama hanya beda dan hanya bersebelahan.
"Aku ingin mandi terlebih dahulu!"suara Defaira mengagetkan Delano yang sudah rebahan di kasur kamar hotelnya yang hampir saja tertidur.
Delano langsung duduk dan menampilkan senyum yang sedikit aneh menurut Defaira.
"Bagaimana jika mandi bersama?"ujar Delano dengan menaik turunkan alisnya memandang Defaira dengan mesum.
"Jangan aneh-aneh kamu!"seru Defaira mendelik kesal menatap sang kekasih.
Defaira melangkah ke kamar mandi dan...
BRAKK.....
Pintu kamar mandi di tutup dengan keras oleh Defaira,membuat Delano terkekeh melihatnya.
Delano pun menutup matanya kembali,karena tubuhnya merasa sangat lelah melakukan perjalanan cukup lama.
。。。
__ADS_1
Setengah jam Defaira berendam dia mulai membersihkan diri.
Sesaat kemudian dia keluar sudah menggunakan pakaian santainya,kaos putih oversize yang hanya menutupi separuh pahanya.
Defaira dapat melihat Delano yang terkapar diranjang.
Dia melangkah perlahan menuju ranjang untuk membangunkan kekasihnya itu.
"Delano wake up,mandi dulu baru istirahat!"Ucap Defaira sambil menepuk-nepuk pelan pipi Delano.
Delano yang terusik tidurnya malah menggenggam tangan Defaira dan menariknya hingga Defaira terjatuh di atas tubuh Delano.
Dengan cepat Delano melingkarkan tangannya ke pinggang Defaira untuk mengunci pergerakan kekasihnya.
"Delano what are you doing?"pekik Defaira kaget.
"Biarkan seperti ini sebentar saja babe,aku lelah!"ucap Delano pelan.
"Kamu bau!"gumam Defaira yang masih terdengar di telingan Delano.
"Kamu wangi!"ucap Delano.
Akhirnya Defaira pasrah berada di atas tubuh kekasihnya yang malah menutup matanya kembali.
"Babe!"Delano memanggil Defaira
"Ya!"jawab Defaira.
"Kamu sengaja?"tanya Delano
"Sengaja?"Defaira tidak mengerti apa maksut ucapan Delano.
Delano tidak menjawab tapi mengangkat tangan kanannya mengelus punggung Defaira.
Defaira yang mengerti maksut Delano pun berusaha berdiri dari atas tubuh Delano.
Delano pun melepaskan kekasihnya itu,dengan mata yang masih tertuju pada dua gundukan yang baru saja menempel di dadanya.
"Kelihatan babe!"ujar Delano lagi
"Aku sudah terbiasa seperti ini,kamu saja yang mesum!"ketus Defaira membuat Delano terkekeh.
"Baiklah aku akan mandi terlebih dahulu!"ucap Delano beranjak dari ranjang.
Defaira merebahkan tubuhnya di ranjang lalu memejamkan matanya,dia lelah walaupun di pesawat hanya tidur.
Delano yang sudah menyelesaikan mandinya,keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana boxer saja dan yang pertama dilihat adalah Defaira yang tidur di atas ranjang.
Rasanya Delano ingin segera menikahi gadis itu,bagaimana tidak dia lelaki normal di suguhi pemandangan indah seperti itu membuatnya panas dingin.
Defaira yang tanpa menggunakan bra dan kaos oversize yang menyingkap memperlihatkan paha mulus kekasihnya dan parahnya lagi Defaira hanya menggunakan ****** *****.
Delano tidak sekali melihat kekasihnya seperti itu sewaktu dia menginap di apartment pun Defaira selalu memakai seperti itu.
Tapi tetap saja,rasanya Delano ingin memakan hidangan tersebut.
__ADS_1
Perlahan Delano naik ke atas ranjang ikut merebahkan tubuhnya di sebelah sang kekasih lalu ikut memejamkan matanya menyusul Defaira ke alam mimpi.