Chain In The Future

Chain In The Future
Graduation II


__ADS_3

Malam minggu kali ini Defaira bersiap akan bertemu dengan kedua sahabatnya di tempat biasa,club milik Dave.


Sengaja melakukannya sebelum acara kelulusannya besok lusa dan setelah itu pasti di sibukan dengan urusan pekerjaan masing-masing,yang pasti menyita waktu untuk bertemu.


Waktu menunjukan pukul delapan malam Defaira sudah siap dengan mini dress yang sangat pas di tubuh sexy nya.



Dia berjalan ke arah lift yang akan membawanya ke garasi pribadinya,Defaira akan mengendarai salah satu mobilnya sendiri,karena tidak ada yang menjemputnya dia pun malas jika harus naik taxi.


Semoga saja tidak ada yang melihatnya nanti,


setelah berada di garasi Defaira memilih mobil mana yang harus dia gunakan.


Terlalu banyak kendaraan membuatnya bingung,setelah orang tuanya meninggal setiap ulang tahunnya dia selalu mendapat hadiah dari orang terdekatnya.



Cukup lama memilih kendaraan yang akan di bawa pilihan Defaira akhirnya jatuh pada Black Ferrari 612 GTO,mobil hadiah dari Axel tahun lalu.


Setelah menentukan pilihannya Defaira melajukan mobil mewahnya menelusuri jalanan yang masih ramai dengan kendaraan,ditemani suara musik yang berasal dari mobilnya.


。。。


Di sebuah kursi VIP didalam night club terdapat tiga pria dewasa sedang berbincang di temani gelas-gelas minuman alcohol.


Delano,Jimmy dan Grey sedang berada di night club yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul.


"Kau tidak mengajak Defaira kesini?"tanya Jimmy.


Delano memandang Jimmy dengan mata memicing curiga.


Jimmy yang dipandang seperti itu juga berbalik memandang Delano.


"Kenapa kau menanyakan kekasihku?"tanya Delano dengan mata memandang tajam Jimmy.


"Hahahaha...aku hanya menanyakannya bro,punya kekasih kenapa harus keluar sendiri?"jawab Jimmy dengan menaik turunkan alis nya.


Delano tidak membalas lagi ucapan Jimmy,benar juga kenapa dia tidak membawa kekasihnya kesini tadi.


Padahal sebelum berangkat dia sempat berpamitan dengan Defaira tadi.


"Kenapa harus di bawa jika dia sendiri disini!"saut Grey dengan santai.


"Maksutnya?"tanya Delano tidak paham


"Lihat pintu masuk!"jawab Jimmy yang melihat Defaira masuk bersama kedua sahabatnya.


Delano pun menolehkan kepalanya,dan dapat di lihat disana kekasihnya sedang berjalan ke arah ruangan pribadi milik mereka.


Delano yang melihat pakaian Defaira menggeram,dia tidak rela kekasihnya memamerkan tubuhnya.


Dapat dilihat banyak lelaki yang sedang memperhatikan kekasihnya itu.


"Sexy!"celetuk Jimmy langsung mendapat geplakan di kepalanya.


"Shit sakit Del!"pekik Jimmy sambil mengelus kepalanya.


"Jaga matamu!"Saut Delano tajam


Jimmy dan Grey malah tertawa terbahak.


"Benar dia sangat sexy dan lihat bokongnya sepertinya pas di tanganku!"sahut Grey memanasi Delano.


"Sialan..jangan berfantasi dengan tubuh kekasihku Grey!"Marah Delano


Jimmy samakin terbahak melihat Delano yang wajahnya memerah.


Di antara mereka bertiga memang hanya Delano yang tidak pernah bermain dengan wanita,berbeda dengan Jimmy dan Grey.


ONS adalah kebaiasaan mereka disaat ingin melepas hasratnya,berbeda dengan Delano yang selalu di wanti-wanti oleh sang Mommy jika sampai dia melecehkan perempuan dia akan di coret dari kartu keluarga.


Mommy Kim selalu mengatakan jika dia tidak ingin memiliki anak bajingan,tapi bagi Delano dia sangat bersyukur karena sang Mommy selalu mengingatkan hal-hal seperti itu.


。。。


Berbeda dengan meja Delano,diruangan Defaira mereka sedang berbincang sambil meminum jus-jus yang sudah di siapkan Dave.


Masih saja seperti ini,padahal mereka cukup dewasa untuk meminum minuman beralcohol.


"Dave kau curang kita hanya meminum jus dan kau meminum wine itu!"protes Defaira


"Kalian tidak boleh mabuk!"jawab Dave dengan tegas.


Defaira mendengus kesal pada Dave apalagi melihat Anna yang terus menempel pada Dave.


"Kenapa kau tidak mengajak kekasihmu kesini?"tanya Anna kepada Defaira.


"Dia tadi pamit bertemu dengan temannya!"jawab Defaira


"paling juga disini!"jawab Dave


Defaira mengedikan bahunya tanda tidak tahu.

__ADS_1


"Dance floor?"tanya Defaira


"Ofcourse!"jawab Anna


"Aku disini saja mengawasi kalian!"sahut Dave.


Defaira dan Anna berjalan keluar ruangan dan turun menuruni tangga menuju dance floor,banyak pasang mata yang melihat kearah mereka berdua dengan memuja.


Termasuk seseorang yang berada di meja VIP yang menatap tajam ke arah Defaira yang tidak sadar keberadaannya.


Defaira dan Anna sudah berada di dance floor,mereka berdua mulai menggerakan tubuh sexynya mengikuti irama musik yang menghentak.


Tubuhnya yang sexy meliuk-liuk indah membuat para lelaki mata keranjang mulai mendekati mereka,mengabaikan mereka Defaira dan Anna masih menggerakan tubuhnya dengan lincah.


Jika ada yang mengganggunya pasti Dave tidak akan tinggal diam,Defaira sendiri bisa melakukannya jadi tidak ada yang perlu di kwatirkan.


。。。


Delano yang melihat kekasihnya berada di dance floor meliukan badan nya menggeram marah karna melihat beberapa lelaki mesum mendekatinya.


"Shit!"umpatnya saat melihat ada lelaki yang mencoba memegang kekasihnya.


"Samperin Del!"ucap Jimmy.


Ketika bertemu Lucky kemarin dia sempat berbincang membicarakan Defaira dan Lucky sempat berbicara untuk membantu menjaga Defaira jika dia bertemu dengannya sewaktu-waktu.


Tapi disaat seperti ini dia tidak mungkin bergerak apalagi ada Delano,dia tidak ingin sahabatnya salah paham dan menimbulkan masalah bagi Defaira.


Delano berdiri dari duduknya dan melangkah menuju tempat Defaira,setelah sampai di dekat Defaira dia melepas jacket yang melekat di tubuhnya dan menyampirkan di pundak sang kekasih.


"She is my girl!"ucap Delano menatap tajam lelaki yang mencoba mendekati Defaira.


Lelaki itu langsung mengangkat tangan nya seolah sedang di todong sebuah senjata,siapa yang tidak tahu pria di depannya ini dari past bermasalah lebih baik dia pergi.


Defaira terperanjat saat ada jacket yang menyampir di pundaknya dan lebih kaget lagi saat mendengar suara Delano.


"Delano!"ucap Defaira memandang kearah Delano.


Delano tanpa berucap menyeret tangan Defaira menuju mejanya berada.


Anna yang ditinggal menggerutu kesal dan melangkahkan kakinya menuju ruangan kekasihnya berada.


Setelah sampai di mejanya Delano mendudukan bokong sexynya di sofa mengabaikan Defaira.


Defaira yang melihat sifat aneh Delano hanya diam dan mendudukan dirinya disebelah Delano.


Mengabaikan Defaira dia meraih gelas alcohol dan meneguknya sampai habis.


Jimmy dan Grey yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.


"Kedua sahabatku!"jawab Defaira sambil memandang Delano yang masih mengabaikannya.


Delano mengangkat lagi gelas yang ada di depannya,tapi gerakan tangannya di cegah Defaira.


"What's wrong with you?"tanya Defaira


Delano meletakan kembali gelasnya dan menghela nafas berat.


Dia cemburu melihat banyak lelaki yang menginginkan kekasihnya tadi.


Delano menggeleng dan mengelus rambut kekasihnya sambil tersenyum masih menatap Defaira.


"Seperti anak baru gede saja cemburumu Del!"ucap Grey


Jimmy terbahak sangat keras,dia juga baru pertama melihat sikap Delano yang seperti ini dan itu sangat lucu.


"Aku akan keruangan ku sendiri sahabatku pasti menungguku!"ucap Defaira setelah mereka berbincang.


"Kalian boleh bergabung jika mau!"lanjut Defaira


Mereka pun menyetujui jika mereka bergabung di satu ruangan,lebih ramai lebih asyik menurut mereka.


Setelah memanggil pelayang disana untuk memindahkan minuman mereka ke ruangan Dave,Defaira,Delano dan kedua sahabatnya berjalan menuju ruangan Dave.


Mereka berbincang sambil minum hingga waktu menunjukan pukul dua pagi,hingga mereka memutuskan untuk pulang.


Delano yang cukup banyak minum akhirnya memilih pulang bersama kekasihnya lagian besok juga libur,terpaksa Defaira mengiyakan.


。。。


Hari senin tiba dari pagi Defaira sudah bersiap-siap datang ke kampusnya dulu,menghadiri kelulusan sahabatnya itu.



Make up tipis dan pakaian casual yang membungkus badannya Defaira terlihat lebih cantik dari biasanya.


Hari ini dia akan di temani Delano saat pergi ke acara kelulusan kedua sahabatnya nanti.


Setelah siap dia menghampiri kekasihnya yang menunggunya di ruang tamu.


Mendengar langkah kaki yang mendekatinya Delano menoleh dan dapat dilihat kekasihnya yang sangat cantik dengan pakaian sederha itu.


Delano berdiri dan mendekati kekasihnya dengan sangat lembut dia mengelus pipi Defaira dengan tangan kanannya dan tangan kirinya sudah merengkuh pinggang kecil Defaira.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik!"bisiknya di dekat telinga Defaira,nafas hangat Delano membuat tubuh Defaira meremang.


"Sejujurnya aku ingin memakanmu sejak dulu,tapi aku tidak ingin menjadi lelaki brengsek dengan menodai kekasihku!"ucap Delano lagi sambil memandang wajah cantik Defaira yang berada beberapa centi di depannya.


Defaira tersenyum mendengar ucapan Delano,dia mendekatkan bibirnya kearah bibir Delano dan mengecup pelan bibir Delano.


Delano yang mendapat perlalukuan manis dari kekasihnya tak tinggal diam,dia menahan tengkuk kekasihnya,dia tidak akan membiarkan kesempatannya sia-sia.


Dengan perlahan dia menggerakan bibirnya ******* bibir manis rasa cerry milik Defaira,


Defaira membuka sedikit mulutnya membiarkan bibir Delano mengexplor rongga-rongga mulutnya.


Saling bertukar saliva sampai membuat mereka kehabisan nafas.


Saling terengah masih dengan jidat yang menempal mereka menampilkan senyum kebahagiaan di antara keduanya.


"I Love you Defa,aku benar-benar mencintaimu!"ucap Delano lalu mengecup sekilas bibir Defaira.


"Aku juga sangat mencintaimu Delano,tapi waktu kita sudah mepet kita harus pergi!"jawab Defaira sambil menarik tangan Delano melangkah cepat keluar Apartment.


Melakukan perjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di parkiran kampus.


Delano keluar dari kursi kemudi dan melangkah kesamping untuk membukakan pintu mobil untuk Defaira.


Setelah Delano membukakan pintu,Defaira keluar dengan membawa dua bucket bunga untuk di berikan ke kedua sahabatnya.


Sebenarnya hadiah kelulusannya bukan ini tapi dia terpaksa hanya membawa bunga,agar Delano tidak curiga.



(pict by pinterest)


"Thank you Honey!"ucap Defaira setelah keluar dari mobil.


"You call me what,babe?"tanya Delano yang mendengar panggilan Defaira.


"Apa?"tanya balik Defaira pura-pura tidak paham.


"Kamu tadi memanggilku dengan sebutan apa?"tanya Delano lagi.


"Honey..!"Defaira berucap lembut dengan nada menggoda membuat Delano salah tingkah.


Muka blushing Delano membuat Defaira gemas,dengan pelan dia mencubit pipi Delano.


lalu menggandeng lengan kekar Delano dan melangkah menuju tempat Dave dan Anna berada.


。。。


Menunggu diluar ruangan karena Defaira dan Delano tidak masuk ke acara utama.


Sesaat kemudian dia melihat kedua sahabatnya keluar ruangan bersama dengan orang tua masing-masing.


"Congratulations guyz!"ucap Defaira saat mereka sudah di dekat kedua sahabatnya.


Mereka berpelukan bertiga tanpa memperdulikan sekitar.


Orang tua Anna dan Dave yang melihat Delano pun saling menyapa karena mereka juga terikat kontrak kerja sama di perusahaan jadi saling mengenal sebagai client.


"Lebih baik kita pergi mencari restaurant untuk berbincang dari pada berdiri disini!"usul Mommynya Anna.


Semuanya pun menyetujui dan saat ini mereka berada di dalam mobil masing-masing.


Tidak butuh waktu lama dia berada di restaurant yang berada di bawah naungan B'corp.


Berada di ruangan Vip,mereka memesan makanan setelah pelayan membawa menu kehadapan mereka.


Defaira keluar ruangan pamit ke toilet,ini hanya alibi saja karena dia akan menemui manager restoran ini.


Defaira sudah kembali ke ruangannya,beberapa saat makanan mereka datang bahkan menagernya pun ikut masuk.


"Maaf sebelumnya,makanan ini tidak perlu dibayar Miss kami berkata ini special untuk hari wisuda Tuan muda Dave dan Nona muda Anna!"ucap sang manager setelah menata makanan di meja.


Ucapan sang manager membuat mereka terperangah,Anna dan Dave memandang Defaira yang tersenyum ke mereka dan di balas senyuman kedua sahabatnya.


"Sampaikan terima kasihku kepada Nona mudamu,kami akan membalas kabaikannya lain waktu!"ucap Dave.


Setelah manager restoran meninggalkan ruangan,mereka pun memakan makanan sambil berbincang hingga makanan habis.


Tiba-tiba ketukan pintu terdengar dan ada pelayan masuk membawa kereta yang di atasnya terdapat dua botol red wine Romanee conti 1990.


"Minuman penutup untuk menemani mengobrol,ini adalah pesan dari nona muda kami!"ucap sang pelayan sambil menuangkan wine di beberapa gelas.


Delano mengernyitkan dahinya tanda sedang memikirkan sesuatu,Defaira pun menyadari itu.


Tapi biarlah bukan waktunya dia membuka identitas,tanpa memikirkan apapun mereka melanjutkan perbincangan mereka di dunia bisnis.


Hanya Defaira yang tidak membuka suara disana,Defaira paham apa yang mereka bahas tapi tidak mau terlalu mencolok jika dia bergabung dengan pembicaraan mereka.


Delano yang merasa kekasihnya hanya diam saja,dengan lembut menggenggam tangan kecil kekasihnya dan membawanya keatas pahanya sambil mengelus punggung tangan Defaira menggunakan jari jempolnya,Delano melanjutkan obrolannya.


"Delano ikutlah bersama kami minggu depan kita akan berlibur ke California!"ucap Dave tiba-tiba.


Delano yang mendengar itu pun menoleh ke arah Defaira dan melihat kekasihnya yang tersenyum manis kepadanya.

__ADS_1


"Aku akan lihat jadwalku dulu,jika tidak terlalu padat aku akan ikut!"jawab Delano.


Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka cukup lama sebelum memutuskan pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2