Chain In The Future

Chain In The Future
Something wrong


__ADS_3

*Defaira pov


Setelah Axel melangkah dari hapadanku


aku hanya terdiam di kursi cafe,memikirkan semua yang Axel ucapkan tadi.


Jika benar kerabatnya yang telah mencelakai orang tuanya ahh entah dia harus bagaimana?


Tapi jika hanya berdiam tidak melakukan tindakan apa pun itu pasti akan membuatnya menyesal.


Apapun akhir yang dia dapat dia harus memastikan mendapatkan apa yang dia cari.


Defaira pov end*


。。。


Masih dengan pikirannya tiba-tiba Defaira disentakan dengan suara yang sudah familiar untuknya.


"Hi,,sedang apa disini?"Sapa pria itu ketika sudah di hadapannya


"Eh..ini tadi ketemu temen.!jawab Defaira


"Aku harus memanggil anda dengan sebutan.."tanya Defaira belum selesai sudah terpotong dengan ucapan Lano


"Lano kamu bisa memanggilku Lano tanpa perlu embel-embel!potongnya cepat


"Aku pikir aku belum setua itu jika harus di panggil uncle olehmu"serunya lagi


Defaira terkekeh mendengar ucapan Lano barusan,ntah kenapa dia seperti merasakan sebuah kehangatan di setiap pertemuan tidak sengaja itu.


Defaira merasa ada yang aneh oleh dirinya,tapi dia tidak mau mentafsirkan terlalu cepat lagian dia juga harus fokus pada kuliahnya dulu.


"Apa kau sudah makan?tanya Lano ah sikapnya seperti remaja belasan tahun sekarang.


"Ya,jika kau ingin makan kau bisa memesan sendiri!Kata Defaira


Sepertinya kedatangan Delano sedikit membuat dia melupakan hal yang baru di ketahuinya.


"Tidak terima kasih,karna aku juga masih kenyang!"Delano menolak anjuran Defa


Defa hanya menanggapinya dengan menganggukan kepalanya.


"Kamu baru pulang kuliah?"tanya Delano memecahkan keheningan yang sempat terjadi


Defaira menjawabnya dengan anggukan lagi.


menandakan ya!


Setelah cukup lama berbincang mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Delano sempat menawarkan untuk mengantar Defaira pulang tapi dia menolak karna dia membawa motornya.


。。。


Delano yang sudah sampai di kediaman segera Masuk ke kamar tujuannya sekarang adalah membersihkan diri.


Cukup lama untuk acara mandinya sekarang dia sudah keluar dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek hitamnya..

__ADS_1


Malam ini dia harus menyelesaikan beberapa berkas perusahaannya.


Dengan santai dia duduk di kursi ruang kerja nya.


Tiba-tiba dia teringat pertemuannya dengan Defaira tapi,senyum terukir dari bibir sexynya


"Aku bersikap seperti remaja,karna seorang remaja sepertinya aku sudah gila!"gumam Lano pada diri sendiri


drttt..drttt..drttt


Perhatian Lano teralihan,dia segera meraih hp nya yang tergeletak di meja kerja melihat siapa yang menelponnya malam-malam.


"ya mom,ada apa?tanpa basa basi dia menjawab panggilan itu yang ternyata dari sang mommy


"Kapan kamu pulang Lano mommy Merindukanmu?"suara sang mommy


"Aku tidak akan pulang jika mommy meragukan kejantananku!"jawab sang anak kepada mommy nya dengan dengusan kecil


Delano sudah hafal jika pulang hanya akan ditanyakan tentang sosok pendamping,itu membuat Delano sedikit muak.


"Jika kamu tidak pulang mommy akan menjodohkanmu dengan anak teman mommy.!"gertak sang mommy dan langsung mematikan sambungan telponnya


Delano langsung mendengus kasar,ada-ada sang mommy,perjodohan adalah hal yang harus dihindari.


Bahkan ada salah satu teman dekatnya semasa kuliah saja menyukainya dia abaikan apalagi perjodohan itu tidak akan dia lakukan.


Untung teman yang menyukainya itu berada di negara jauh untuk meraih karirnya.


。。。


Cahaya mentari pagi yang menerobos melalui celah gorden membangunkan gadis cantik yang terlelap dalam selimut tebalnya..


Dirasanya nyawanya sudah mengumpul dia bergegas ke kamar mandi karna dia ada jam kuliah hari ini.


Dan lagi ada pekerjaan yang harus dia urus,membantu Axel tentu saja.


Proses mandi yang cepat hanya mengenakan pakaian sederhana dan setelah memakan sarapan pagi yang sudah di siapkan pelayannya,dia berjalan menuju parkiran mengambil motor menuju kampus.


Selang beberapa waktu Defa sudah tiba di dalam kelas,ternyata temannya belum datang.


Dia membuka buku yang dia bawa tapi,dia mengurungkan niat untuk membaca ketika sopan dari kedua sahabatnya terdengar di telinganya.


"Defa good morning!"Sapa keduanya serempak


Defa hanya memperhatikan mereka,belum menjawab sapaan yang ditujukan kepadanya.


Dia mengernyitkan dahinya,mereka datang dengan bergandengan tangan.


Ini membuatnya curiga jika keduanya ada apa-apa.


"Kalian pacaran?"tanya nya to the point


Dia sangat tahu Dave menyukai Anna sejak lama,dia sering bercerita berdua tanpa sepengetahuan Anna.


"To the point banget,ngga bisa basa-basi dikit!"Anna mendengus melihat Defaira


Defaira yang melihat pun malah tertawa

__ADS_1


"Hahaha...jadi kalian beneran pacaran?"tanyanya lagi dengan tawa di sela-selanya


"Ya Dave mengajakku pacaran,dia berkata sudah menyukaiku sejak lama!"sindir Anna sambil melirik cowok di sampingnya itu.


"Tidak perlu dikatakan karna aku sudah tahu itu,jadi...!"Defaira menggantungkan ucapannya


Kedua temannya memandang dengan menaikan salah satu alisnya


"Jadi..."keduanya penasaran apa yang ingin di uacapkan Defaira


"Kapan kalian mentraktirku?"tanya Defa dengan wajah tanpa dosa


Kedua sahabatnya mendengus karna Defaira.


lalu mengangguk arti setuju dengan ucapan temannya.


"Gimana dengan malam ini?"tanya Dave


Dia tidak masalah hanya untuk mentraktir sahabatnya itu,mereka selalu seperti itu.


"Aku mungkin akan telat jika malam ini,aku harus membantu Axel setelah pulang dari kampus!"sesal Defaira


"tidak masalah kami tahu tanggung jawabmu begitu besar"jawab Anna sambil mengulas senyum kepada sahabatnya..


"Aku juga kasihan melihat Axel selalu sibuk,sepertinya dia bakal sulit mendapatkan pendamping jika setiap hari tidur bersama berkas kantor"Defaira terkekeh kecil


"Tidak akan lama lagi kamu akan turun tangan untuk semua nya Defa.!"


Mereka terdiam karna dosen yang mengajar masuk kedalam kelas,pelajaran berlangsung lancar hingga selesai.


Memilih untuk bergegas ke Apartmen Axel,karna dia akan mengerjakan pekerjaannya disana.


Seperti ini dia membantu Axel,karna identitasnya akan dibuka ketika umurnya 20 tahun.


Mau tidak mau itu waktu yang sudah di tentukan oleh pengacara dan orang-orang kepercayaan keluarga Bautista.


Jadi apapun akhirnya Defaira harus siap.


Tiga puluh menit berlalu,sekarang Defa sudah berdiri di depan pintu apartment Axel.


Menekan tombol pasword dan langsung nyelonong masuk,sudah seperti rumah nenek sendiri.


"Kamu sudah makan?tanya Axel yang melihat nona mudanya duduk di sofa ruang tamu aparmentnya.


Axel tidak sungkan jika diluar pekerjaan,karna dia menganggap Defa adik.


"Belum kak,apa ada makanan disini?tanya Defaira bangkit.


"Jika tidak kau keterlaluan kak,untuk kau gunakan apa gaji sebanyak itu?"tanyanya beserta ejekan kepada Axel..


"Aku sudah menyiapkan pasta kesukaanmu!"dengusnya


"Jadi makan yang banyak nona kecil,biar cepet bisa membantuku bekerja.!"Seru Axel yang duduk di depan kursi Defaira berada


Defaira mengacuhkan gerutuan Axel,sudah biasa dia dengar seperti itu jadi tidak ada pengaruhnya buat Defa.


Setelah menyelesaikan makan siangnya,mereka berdua bergegas ke ruang kerja milik Axel dan memulai pekerjaan masing-masing.

__ADS_1


Axel tidak akan ke kantor jika Defaira ke apartmentnya,karna tidak mungkin meninggalkan bos kecilnya sendiri.


Dia tahu Defaira pasti merasa kesepian,tinggal di istana yang hanya dihuni dirinya sendiri dan para pelayan.


__ADS_2