
RODRIGUEZ MANSION
Seperti biasa suasana makan malam di mansion Rodriguez selalu ramai dengan ocehan Delano dengan Mommy Kim.
Entah kenapa mereka berdua makan pun tidak pernah bisa diam,padahal menurut Daddy Jason pembahasan mereka tidak penting.
Tapi bagi sang mommy setiap waktu dengan anaknya adalah penting,karena jika anaknya sudah disibuk dengan kertas dan komputernya dia tidak akan ada waktu untuk bercengkrama bersama.
"Jadi kamu dekat dengan Defaira?"Mommy Kim buka suara,dia curiga melihat kedekatan anaknya dengan gadis yang kemarin sempat di bawa ke mansionnya itu.
"hmm..cuma dekat biasa!"respon Delano sambil mengunyah makanannya.
"Mommy setuju jika kamu sama dia,sudah sopan,cantik dan yang penting pinter masak!"Mommy Kim mengutarakan pendapatnya mengenai Defaira.
"Dia masih remaja,jika anakmu bersamanya mereka yang melihat akan berfikir Lano seorang pedofil!"Sahut daddy Jason malah mengejek sang anak.
Emang perbedaan umur yang jauh,jika pun mereka jalan bersama mungkin orang bakal mengira jika Defaira adalah adiknya.
Mendengar ejekan sang daddy,Delano dan Mommynya langsung mendelik menatap daddy Jason.
"Ngawur daddy kalau bicara,perbedaan umur mah tidak masalah iya kan Del?"Mommy meminta dukungan anaknya.
"Lagian mommy setuju jika kamu sama dia!"lanjut mommy Kim.
"Tapi kamu tahu gak keluarganya siapa?"sang daddy mulai mengorek informasi.
"Aku gak tau,tapi seperti yang pernah kita dengar dari dia sendiri orang tuanya sudah meninggal dan sekarang dia tinggal di apartment xxx!"jawab Delano.
"Sepertinya dia bukan orang biasa,Mommy lihat pakaian yang digunakan kemarin brand mahal!"mommy menyahuti.
"Delano juga berfikir begitu,bahkan aku pernah melihat dia menggunakan pistol dan itu bukan pistol biasa,seperti milik Delano yang selalu Delano bawa!"Ujar Delano.
Mereka semua diam dan melanjutkan makanannya,ntah apa yang ada dipikiran mereka masing-masing.
"Tapi wajahnya mengingatkan ku pada seseorang!"Daddy Jason kembali buka suara ketika mereka sudah berada di ruang keluarga.
"Siapa Dad?"tanya Delano
"Defaira wajahnya mirip dengan teman daddy dan Mom!"Daddy Jason menerawang ke masalalu bagaimana dia berteman dengan sahabatnya itu.
"Iya dia mirip dengan Aaron dan Magdalena iya kan dad?"Mommy Kim ikut menimpali.
"Maksutnya Aaron siapa Dad?"Delano belum paham maksut sang daddy.
"Aaron Bautista pemilik B'corp!"jawan daddy Jason sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
__ADS_1
"Bukankah dia dan istrinya sudah meninggal karena kecelakaan?"sahut Delano mengetahui itu.
Setelah dia berkecimpung dia dunia bisnis.
"Iya,dan dia mempunyai anak perempuan mungkin umunya sekarang seusia Defaira,tapi identitasnya di tutup rapat dan tidak ada yang pernah melihat bagaimana wajahnya sekarang!"Mommy Kim menimpali.
"Tapi perusahaannya ada yang mengurus jadi kemungkinan dia berada di sekitar sini saja!" Delano berucap dengan fikirannya saja.
Setelah itu mereka kembali membahas tentang perkembangan perusahaan yang sekarang di pegang anak laki-lakinya itu.
。。。
NEW YORK
Berbeda dengan mansion Rodriguez,didalam mansion milik uncle Defaira suasana sekarang tampak hening.
Mereka berada di ruang keluarga,setelah tadi di kagetkan dengan kedatangan Defaira yang mendengar obrolan mereka sampai sekarang belum ada yang membuka suara.
Defaira jengah dengan situasi ini,akhirnya memilih membuka suaranya.
"Jadi Uncle katakan siapa yang telah mencelakai orang tua Defaira?"tanyanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca,sungguh dia tidak akan sanggup jika akan mendengar kenyataannya.
"Baiklah Uncle akan mengatakannya,tapi asal kamu janji tidak akan sedih terlalu lama Mom Dad mu sudah bahagia disana dan jika kamu bersedih mereka juga akan ikut sedih!"Uncle Defaira mengelus rambut keponakannya penuh sayang.
"Yang mencelakai orang tuamu adik tiri dari mommy mu!"Ucapan in unclenya mengagetkan Defaira,dia tahu siapa yang di maksut tapi selama tujuh tahun terakhir dia tidak melihat lagi keberadaan orang yang di maksut in unclenya.
"Dia sempat di Rumah sakit jiwa mungkin karena depresi mungkin karena merasa bersalah dengan Mom mu,dan naas dia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan!"lanjut cerita uncle Defaira.
Defaira tak lagi bisa membendung air matanya,tangisnya pecah di dalam pelukan Lucky.
Lucky hanya diam dan mengelus pundak adek sepupunya itu.
Mereka semua diam dengan rasa sesak mendengar tangisan pilu dari Defaira.
Tapi ini lah kenyataannya.
"Lalu kenapa dia melakukan semua itu?"Defaira kembali buka suara ingin mengetahui alasan kenapa orang yang biasa di panggil bibi itu melakukan kejahatan.
"Dia menyukai Daddy mu,bukan mungkin lebih tepatnya dia hanya terobesesi dengan daddymu apalagi melihat dia sukses iri dan terhadap mommy mu!"Memang benar ini alasannya.
Semua keluarga Bautista tahu,karena dia sudah mencoba melukai keluarga Aaron beberapa kali namun gagal.
Tapi atas kebaikan Aaron dan Magdalena dia memaafkannya dan berharap dia bisa berubah.
Dan siapa yang akan tahu jika perubahan sikapnya,adalah cara untuk menghancurkan keluarga kecilnya Aaron.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita dari sang uncle Defaira memutuskan pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.
Dia sudah tahu pelakunya siapa,tapi kenapa harus mati karena hukuman itu begitu mudah untuknya yang telah membuatnya kehilangan kedua orang tuanya.
Defaira kembali menangis didalam kamar,dia ingin meluapkan semua rasa sedih nya dengan air matanya.
Dan setelah ini dia harus menjadi Defaira yang seperti biasanya.
Dia tidak ingin membuat mendiang orang tuanya bersedih jika melihat Defaira bersedih.
。。。
Seminggu sudah Defaira berada di New York Dan hari ini dia harus kembali ke asalnya.
Karena sekarang dia sudah mengemban tanggung jawab yang besar jadi dia tidak bisa sesukanya lagi.
"Uncle Aunty Defaira pamit,kapan-kapan Defaira akan kembali kesini lagi!"pamitnya kepada Uncle dan Auntinya,sambil memeluk mereka satu persatu.
Setelah berpamitan,sekarang Defaira berada di mobil bersama Lucky.
"Kenapa harus cepat sekali pulangnya,kakak masih merindukanmu!"Ujar Lucky dengan pandangan yang fokus ke jalanan.
"Harusnya kakak yang jenguk aku,bukan aku terus yang main kesini!"dumel Defaira karena kakaknya itu selama setahun ini belum pernah menjenguknya.Dengan alasan sibuk.
"Maaf kakak sibuk babe!"tuh Kan bener.
Perjalanan ke bandara yang cukup lama mereka isi dengan percakapan antara kakak dan adik itu.
Sekarang mereka sudah berada di bandara,Lucky memeluk erat adiknya itu.
Dia benar-benar tidak tega melihat adiknya sendirian.Dia masih mengingat ketika dia menangis kemarin.
"Kakak akan selalu merindukan mu!"ucapnya sambil mengecup kening sang adek sepupu.
Baginya Defaira seperti adik kandungnya.
"Pergilah ke Chicago jika merindukanku,jet mu pasti sering menganggur!"canda Defaira.
Lucky yang mendengar ucapan sepupu terkekeh gemas lalu mengacak-ngacak rambut adek sepupunya itu.
Berada di atas udara menuju ke tempat asalnya.
Defaira termenung,dan memilih memejamkan matanya.
Tapi pergerakan di sampingnya membuatnya kembali membuka mata,dan mendongak melihat sampingnya.
__ADS_1
Betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang di kenalnya tengah tersenyum manis kepadanya.