Chain In The Future

Chain In The Future
Worried


__ADS_3

Beberapa hari setelah gosip yang ngetakan Delano tengah kencan dengan seorang gadis itu tersebar.


Delano selalu di ikuti paparazzi ini sedikit membuatnya risih,padahal berita itu sudah di redam.


Delano juga merasa takut jika identitas gadis yang bersamanya di ketahui public,takut privasi Defaira terusik karena berita itu.


Dia belum sempat mengetahui kabar gadis itu,karena beberapa hari ini dia berada di negara lain ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Dan hari ini pekerjaannya selesai Delano benar-benar tidak sabar untuk segera terbang kembali ke negara asalnya.


Dia ingin segera menemui Defaira,sebenarnya tidak sulit untuk menghubunginya melalui seluler tapi dia memilih untuk diam dan menunggu waktu bertemu secara langsung.


"Jam berapa kita terbang?"tanya Delano kepada Bobby.


"Jam 10 pagi sir!"jawab Bobby


Delano kembali fokus melihat ipadnya,memang dia sekarang sudah berada di ruang tunggu.


Tapi rasanya tidak sabar untuk segera terbang.


Bebeberapa saat kemudian terdengar panggilan untuk penumpang tujuan Chicago untuk segera memasuki pesawat.


Delano tidak menggunakan jet pribadinya,walaupun dia punya.


。。。


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam di udara akhirnya pesawat yang membawa Delano mendarat dengan mulus.


Karena sudah malam di Chicago jadi dia memilih untuk pulang ke Mansionnya,yang lebih dekat dengan bandara.


Perjalan tiga puluh menit saat ini dia sudah berada di depan pintu utama mansion.


Masih ada pelayan yang menunggunya,karena sebelum menuju ke mansion keluarga dia sudah memberi tahu orang tuanya.


"Welcom home son!"Mommy Kim menyambut kedatangan anaknya itu.


"Gak usah berlebihan deh mom!"dengus Delano dengan memeluk Mommy Kim.


Sudah hampir satu bulan Delano tidak datang ke mansion keluarga,terlalu sibuk dan pasti pulang kerja sudah lelah.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu Son?"tanya Daddy Jason.


"Seperti biasa selalu memuaskan!"jawab Delano dengan nada angkuhnya.


"Bagus itu anak Daddy!"Pujinya sambil menepuk pelan pundak anaknya.


"Sekarang sudah malam jadi cepat mandi dan istirahat atau kamu belum makan biar Mommy siapkan?"Mommy Kim kembali mengeluarkan suaranya.


"Thanks Mom tapi aku sudah makan,aku ke kamar saja mandi dan istirahat!"jawab Delano setelah itu melenggang pergi menuju kamarnya di lantai atas.


Sesampainya di kamar Delano segera menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri,dua puluh menit berlalu Delano baru keluar dengan hanya menggunakan handuk melilit dibagian bawah tubuhnya.


Delano menuju walking closet dan menggunakan piama tidurnya.


Setelah beganti pakaian Delano merebahkan tubuhnya di kasur empuk dan mulai memejamkan matanya.


。。。


Alarm berbunyi membangunkan Delano dari mimpinya,dia melirik jam di dindingnya ternyata sudah jam enam pagi.


Dia selalu teratur bangun di jam enam pagi,karena dia harus melakukan exercises sedikit untuk tubuhnya untuk menjaga kesehatan dan bentuk tubuh manly nya.


Selesai dengan acara olahraga paginya,Delano sudah bersiap dengan pakaian kerjanya.


Dia terlihat begitu gagah dengan pakaian itu,maka dari itu tidak ada yang bisa menolak pesonanya hanya saja Delano sendiri yang tidak tertarik dengan mereka yang mendekatinya.


Dan baru kali ini dia di gosipkan dekat dengan gadis,maka dari itu hari ini dia akan menemui Defaira karena mengkhawatirkan dia.


"Morning Mom,Morning Dad?"Sapa Delano saat sampai meja makan dan tidak lupa mencium pipi Mommy Kim.


"Morning son!"jawab mereka serempak.


"Bagaimana dengan berita itu?"tanya Daddy Jason setelah Delano duduk di kursinya sambil menunggu sarapannya siap.

__ADS_1


"Gak gimana-mana sudah di redam juga!"jawabnya emang mau gimana?.


"Maksut Daddymu bagaimana hubunganmu dengan Defaira?"Jelas Mommy Kim.


"Kalian tau jika gadis itu Defaira?"tanya Delano kepada kedua orangtuanya.


Mereka berdua malah terkekeh,ya jelas tau anaknya tidak pernah sekalipun dekat dengan gadis kecuali teman sekolahnya yang sekarang di negara lain menjadi model.


"Apa kalian akan setuju jika aku bersamanya?"tanya Delano serius bahkan sandwich di depannya sekarang di abaikan.


Daddy Jason dan Mommy Kim yang mendengarnya pun ikut menghentikan gerakannya yang akan menyuapkan makanannya kedalam mulut.


"Daddy tidak masalah asal dia anak baik-baik!"jawab Daddy Jason.


"Mommy juga tidak masalah,dia gadis yang sopan ,baik, pinter memasak dan yang paling penting anak Mommy bahagia!"sahut Mommy Kim juga.


Delano hanya mengangguk setelah itu mereka melanjutkan sarapannya.


Pukul delapan Delano baru melajukan mobilnya menuju ke perusahaannya.


Dia akan menghubungi Defaira setelah sampai di ruangannya.


。。。


Defaira terbangun dari tidurnya saat mendengar suara gaduh dari benda pipih yang berada di nakas samping ranjangnya.


Tangannya terulur meraih benda itu,masih dengan mata terpejam dia mencoba menarik icon ijo untuk menjawab panggilan telponnya.


"Hallo..!jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Apa aku mengganggu tidurmu?"tanya suara di sebrang sana


"hmm siapa?"Defaira belum sadar dari rasa ngantuknya.


"Ini Delano,apakah kamu ada waktu?Jawabnya yang menyadarkan Defaira,reflek Defaira langsung terduduk.


"ah kak,kenapa?"tanya Defaira setelah beberapa saat mengumpulkan nyawanya.


"Bisa,tapi bisakah kakak datang saja ke apartmentku?jawab Defaira


"Baiklah,aku tutup dulu see you!"Ucap Delano langsung mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban Defaira.


Defaira langsung mendengus,sepertinya dia tahu tujuan Delano menemuinya,


pasti karena berita itu.


Defaira yang terganggu tidurnya memilih menuju kamar mandi untuk melakukan rutinitas mandinya.


Sebelum kembali masuk ke ruang kerjanya.


。。。


Delano Pov


Saat ini aku rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu Defaira,aku mengkhawatirkan keadaanya setelah ada berita yang mengatakan aku sedang berkencan apalagi disana fotoku bersamanya,walaupun dia tidak terlihat.


Aku harus bersabar menunggu waktu sore,apalagi masih ada rapat dengan karyawanku sendiri untuk membahas project yang akan perusahaanku garap.


Jika bisa di tunda lagi,aku akan menundanya dan segera menghampiri Defaira.


Gadis itu benar-benar membuatku seperti remaja yang baru jatuh cinta.


Tapi ini memang untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan berlebihan seperti ini.


Delano pov end


。。。


Jarum jam menunjukan pukul enam,Defaira yang sudah beres dengan pekerjaannya memilih melangkah ke dapur untuk menyiapkan sajian dinner.


Dia akan memasak lebih untuk dirinya dan Delano,ntah orang itu mau atau tidak yang penting dia akan menyiapkan sajian dinner.


Membuka kulkas dan memilih bahan untuk masakan,setelah mendapat apa yang di inginkan

__ADS_1


Dengan lihai Defaira mengolah bahan yang di pilihnya tadi,tidak perlu waktu lama makanan sudah tersaji di meja makan.


Defaira memilih menu yang simple saja,karena tidak mau terlalu repot.


Saat menata makanan di meja makan,bunyi bel pintu mengagetkannya.


Defaira segera melangkah menuju pintu dan membukannya.


Benar saja Delano berada di depan pintu dengan wajah lelahnya.


"Masuk dulu kak!"suruh Defaira kepada Delano.


Setelah Defaira duduk di ruang televisi,Defaira pergi ke arah dapur.


Beberapa menit kemudian dia kembali lagi dengan segelas air putih di tangannya,dan memberikan itu kepada Delano.


Ahh..Delano seperti sedang di perhatikan oleh seorang istri.


"Minum dulu kak setelah ini kita makan!"Ucap Defaira sambil mengulurkan tangannya yang menggenggam gelas berisi air itu.


"Thanks!"jawan Delano langsung menyambar gelas itu,dan meneguk habis air yang ada di dalamnya.


"Aku tadi sudah masak,aku gak tau kakak sudah makan belum tapi aku masak juga buat kakak!"suara lembut Defaira membuat Delano mendongan menatap Defaira.


Dengan senang hati Delano berdiri dan menggandeng tangan Defaira menuju ruang makan,sudah seperti rumah nenek sendiri saja.


Sesampainya di meja makan,lagi-lagi Delano dibuat kagum dengan gadis yang ada di belakang tubuhnya ini.


Meja makan sudah ada beberapa menu,yang lumayan Delano sukai





"Maaf aku hanya memasak ini!"Defaira menundukan kepalanya karena merasa malu dan tidak enak hati.


Eh kenapa dengan Defaira kenapa harus tidak enak hati segala?


Tanpa menjawab Delano duduk di kursi sebelah kanannya,Defaira yang melihatpun mengikuti duduk di depan Delano.


"Terima kasih sudah memasak untukku juga,aku tidak akan sungkan!"Seru Delano tanpa sungkan mengambil hidangan di meja makan.


Defaira yang melihat Delano makan dengan lahan hanya menatapnya,bahkan salad yang sudah di ambilnya pun masih belum tersentuh.


Delano sadar dia sedang di perhatikan akhirnya dia mendongak dan mendapati Defaira yang tengah menatapnya.


"Aku memang tampan Defa!"ucapnya membuat Defaira gelagapan karena ketahuan curi pandang kepada Delano.


Defaira berdehem untuk mengurangi rasa malunya dia berdiri dan menuju dapur,entah apa yang akan di lakukan dan itu membuat Delano terkekeh melihat wajah merah Defaira.


Tak berselang lama Defaira kembali dengan dua piring kecil yang terisi potongan cheesecake.



"Wouw...ini cake kesukaanku!"ucap Delano setelah Defaira meletakan piring cake di depannya.


Defaira tersenyum sambil berucap.


"Makan lah kak!"ucapnya


Tapi Delano tidak menyentuh cake itu,malah memandang intens Defaira.


"Defa,bagaimana jika berita yang kemarin sempat jadi trending itu jadi kenyataan?tanya Delano tiba-tiba.


"Maksudnya kak?"Tanya Defaira yang tidak terlalu paham dengan ucapan Delano.


"Would you be my girl?"Tanya Delano yang membuat Defaira membeku.


Hei apa artinya Delano ingin dia menjadi kekasihnya?


Oh ya ampun ini pengalaman pertama Defaira,dia bingung harus bagaimana menanggapi ini.

__ADS_1


__ADS_2