
Delano bergerak memakai baju kaos polo hitamnya,dia baru saja menyelesaikan ritual mandinya.
Sore ini dia memiliki janji temu dengan Defaira,Delano ingin membawa Defaira jalan-jalan
Cukup lama bersiap sekarang Delano sudah berada di dalam mobilnya menuju apartmen Defaira tinggal.
Empat puluh menit berlalu Delano sudah sampai di depan pintu apartment Defaira.
Bersiap memencet bel.
ting nong.. ting nong..
cklekk...
Pintu terbuka menampilkan sosok Defaira yang terlihat sudah menunggunya.
"Masuk dulu kak!"Defaira mempersilahkan Delano masuk terlebih dahulu.
Delano yang sudah duduk di ruang tamu,matanya tak tinggal diam bergerak kesana-kemari memandangi setiap sudut ruangan.
Tapi anehnya dia sama sekali tidak menemukan sesuatu bahkan foto-foto pun tidak ada.
Yang ada hanya perabotan rumah saja.
Defaira menghampiri Delano setelah mengambil sling bag nya.
"Kak sudah siap?"tanyanya ke Delano setelah berada di depan Delano berada.
Delano yang fokus menatap ruangan itu pun tersadar dari pikirannya,lalu dia mendongak menatap Defaira dengan pakaian casualnya.
Style yang menunjukan dia masih remaja,ah rasanya Delano seperti uncle yang jalan sama sepupunya.
"Ayo,kamu ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"tanya Delano sambil berdiri dari duduknya menghampiri Defaira.
"Bagaimana kalo kita ke Grant Park,aku sudah lama tidak kesana!"usul Defaira
Grant Park adalah sebuah taman kota besar yang terkenal di kota Chicago. Luas dari taman ini adalah sekitar 129 hektar dan dibangun pada tahun 1927.
Kawasan dari Grant Park ini mencakup banyak tempat wisata lainnya seperti Taman Millennium, Air Mancur Buckingham, Art Institute of Chicago, dan Museum Campus.
"As you wish girl!"Ucap Delano keluar pintu apartment sambil menggandengan tangan Defaira.
Rasanya Defair saat ini ingin terbang kelangit ke tujuh,jangan salahkan Defaira jika dia berharap jika perlakuan Delano seperti ini.
Dia sudah besar jadi tidak masalah bukan bila dia menyukai lawan jenis.
Sesampainya di parkiran,Delano segera membukakan pintu mobil untuk Defaira dengan tangan kanan yang berada diatas kepala Defaira untuk menghindari kepala Defaira terbentur.
Hari sudah mulai menggelap mereka baru sampai di tempat tujuan,Defaira mengajak Delano berjalan-jalan di dekat air mancur Buckingham.
Defaira berdiri tegak menatap air mancur dengan tatapan yang sulit di artikan.
Delano yang melihat pun merasa bingung dengan Defaira,sama sekali tidak mengerti apa yang ada di pikiran gadis itu.
"Are you ok?"tanya Delano sambil menepuk pundak Defaira pelan.
Terjingkat kaget Defaira segera menormalkan pandangannya,lalu menatap Delano dengan senyum cerahnya.
"Aku gak papa!"sautnya masih dengan senyum mengembang di bibirnya.
Mereka berjalan dan berbincang cukup lama sampai waktu menunjukan makan malam.
"Bagaimana kalau kita mencari makan malam dulu?"tanya Delano setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
Defaira pun melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Delano.
__ADS_1
Dia baru tersadar jika hari sudah malam.
"Maaf kak aku lupa waktu!"ucapnya merasa tidak enak.
"Ayo!"mereka melangkah meninggalkan Buckingham fountain menuju restoran dekat tempat itu.
。。。
Setelah melakukan perjalanan beberapa menit mereka sudah tiba di sebuah cafe.
Delano menggandeng tangan Defaira kemana pun dia melangkah,sungguh seperti sepasang kekasih saja.
Apalagi Seorang Delano Beall Rodriguez berjalan di tempat umum dengan menggandeng seorang gadis,dan itu pasti mengundang banyak tatapan setiap orang yang melihat.
Mereka duduk di pojokan dekat dengan jendela menampilkan pemandang luar dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya.
"Kamu mau pesen apa?"tanya Delano kepada Defaira sambil membolak balikan buku menu.
"Aku ikut kakak saja,aku pemakan segala!"candanya sambil terkekeh.
Delano yang mendengar ikut terkekeh,setelah menyebut pesanannya Delano fokus memandang wajah cantik di depannya.
Tapi yang di pandang fokusnya ke lain arah,Delano pun mengikuti arah pandang Defaira ternyata di Depan restoran ada kedai ice cream.
Delano sebagai pria dewasa dia peka dengan pandangan Defaira.
"Aku akan ke toilet sebentar!"serunya kepada Defaira.
Defaira menolehkan kepalanya kepada Delano dan mengangguk.
Beberapa saat kemudian makanan pesanan mereka sudah sampai,Defaira menunggu Delano terlebih dahulu.
。。。
Dilain sisi setelah Delano pamit ke toilet,Delano melangkah ke kedai Ice Cream.
Tanpa bertanya apa rasa kesukaan Defaira dia membeli Ice cream rasa strawberry dengan beberapa toping di atasnya.
Setelah membayar Delano melangkahkan kaki nya kembali ke restoran.
Dia dapat melihat Defaira sedang menunggunya.
Delano meletakan cup ice cream di depan Defaira duduk.
"Untukmu!"ucapnya lalu mendudukan dirinya di kursi depan Defaira.
Defaira yang melihat ice cream kesukaannya langsung berjingkrak riang.
"Woouww ice cream!"girangnya sambil bertepuk tangan seperti anak kecil.
Delano yang melihat jadi tertawa kecil see dia seperti uncle yang membawa sepupunya jalan-jalan.
"Terima kasih kak,aku sangat menyukainya!"ungkap Defaira sambil melahap ice cream itu.
Defaira memang sangat menyukai ice cream,dari datang tadi dia sudah memperhatikan kedai ice cream itu tapi dia tidak tahu jika delano membelikannya.
"Habiskan dulu ice creamnya sebelum meleleh,lalu makan ini!"Delano mendekatkan satu piring sajian ke hadapan Defaira.
Defaira mengangguk antusias selain dia ingin menghabiskan ice cream ini,dia juga sangat lapar.
Tidak perlu jaim jika masalah makanan,tidak makan yang ada dia nanti sakit.
Menghabiskan waktu cukup lama untuk menyantap makanannya,sekarang mereka berada di dalam mobil untuk pulang setelah membayar makanannya.
"Aku kekenyangan!"gumam Defaira pelan sambil mengelus perut buncitnya.
__ADS_1
Delano yang mendengar pun menoleh dan terkekeh melihat sifat Defaira.
Dia berbeda dengan gadis di luar sana.
Hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil sampai mereka tiba di apartment Defaira.
Tapi apa yang di lihat Delano sekarang,Defaira tertidur lagi di kursi penumpang.
Delano memperhatikan setiap lekuk wajah Defaira.
"Cantik,aku suka!"gumamnya sambil mengelus pelan kepala Defaira.
Lalu membenarkan kursi yang di duduki Defaira agar tidur gadis itu lebih nyaman.
Dia akan membiarkan Defaira seperti ini dulu.
Delano sendiri pun ikut merebahkan kepalanya di sandaran jok mobil,lalu memejamkan matanya sebenarnya dia juga lelah tapi untuk gadisnya dia berusaha baik-baik saja.
。。。
Defaira mengerjap mulai sadar dari kondisinya saat ini,membuka mata dan menatap sekeliling betapa kagetnya dia saat matanya mengarah ke sampingnya.
Dia melihat Delano yang tertidur di kursi kemudi sepertinya dia menunggu Defaira.
Defaira terus menatap Delano yang terlelap nyaman.
"Tampan sekali!"pujinya dengan suara pelan dengan terus menatap Delano.
Defaira tidak sadar jika sebenarnya Delano tidak tidur,dia hanya menutup matanya yang terasa berat.
Delano tersenyum tipis mendengar suara pelan Defaira yang memujinya.
Tangan Defaira terangkat mendekat ke arah wajah tampan Delano,dia menggerakan jarinya mengikuti structure wajah tampan yang di tatapnya di udara.
Dia tidak ingin membangunkan Delano,Tapi Defaira salah.
Delano tiba-tiba membuka mata dan meraih tangan Defaira.
Defaira yang kepergok pun menahan malu dengan berusaha menarik tangannya yang di pegang erat oleh Delano.
"Kenapa hmm..?tanya Delano dengan masih menggegam tangan Defaira.
"Maaf kak!"Ucap Defaira menunduk dengan wajah yang memerah seperti tomat.
Delano tidak tahan melihat Defaira malu seperti itu,sungguh dia menggemaskan bagi Delano.
Rasanya dia ingin mengurung Defaira dan tidak akan membiarkan orang lain melihatnya.
Dia mendekat dan mengangkat dagu Defaira agar kembali menatapnya.
Mata mereka saling beradu dalam keheningan di dalam mobil.
Delano mendekatkan kepalanya menuju ke arah Defaira semakin dekat bahkan nafas mereka saling berbenturan.
Tapi.....
drtttt...drtttt..drtttt....
Hp Delano berbunyi dan terlihat Jimmy yang menghubunginya.
"Shit!"umpatnya kesal dan mengabaikan panggilan Jimmy.
Defaira yang gugup dan malu pun memutuskan segera untuk kembali ke apartmentnya.
"Kak aku akan ke atas dulu,selamat malam!"ucapnya tanpa menunggu balasan dari Delano dia keluar dari mobil dan menuju lobi apartment.
Delano yang tersadar pun hanya terkekeh sendiri,dia tahu Defaira malu.
__ADS_1
Delano memutuskan melajukan mobilnya untuk pulang ke mansionnya.