Chain In The Future

Chain In The Future
RD CROP


__ADS_3

Di sebuah ruangan paling atas digedung pencakar langit berdiri seorang pria tampan pandangannya lurus kearah jendela besar yang terdapat di ruangannya memandangi kota chigago dari atas gedung.


Dia adalah Delano Beall Rodriguez pemilik RD crop, anak seorang Billioner yang kekayaannya diwariskan kepadanya,dia sekarang menjabat sebagai CEO di RD Crop.


Tidak hanya memiliki kekuasan dia juga pemimpin yang ramah kepada karyawan bahkan orang lain. ramah yang sesungguhnya ya bukan rajin menjamah!


kegiatan pria itu terganggu dengan suara ketukan pintu ruangannya


tok tok tok...


"Masuk!"titah Delano


dan terlihatlah lelaki tampan tak kalah tampan dengan Lano,tapi yang jelas ketampanan Lano gal ada yang nandingi.


"Maaf sir,ada beberapa berkas yang perlu anda tanda tangani dan saya hanya meningatkan hari ini ada meeting dengan client di cacao cafe jam 5 sore."lapor Bobby dia adalah asisten Delano.


"Berkas yang perlu di tanda tangani taroh diatas meja,lalu kamu bisa melanjutkan pekerjaan sebelum kita berangkat ke cafe."jawab delano


Setelah beberapa saat kerkutat dengan berkas berkas yang memusingkan kepala.


Delano bersama Bobby sudah berada di dalam lift turun ke lobby perusahaan,karna sudah ditunggu sang supir untuk menuju cacao cafe bertemu client terakhirnya.


"Kita ke cacao cafe pak."Ucap Lano kepada sang supir.Beberapa saat kemudian mereka sudah membelah jalanan sore kota Chicago di selingi obrolan bisnis bersama sang asisten.


Perjalanan hanya menempuh kurang lebih 45 menit saja,sekarang mereka sudah berada di depan cacao cafe.


Pada saat memasuki pintu cafe tiba tiba ada seorang gadis keluar dari dalam karna kaget tidak sengaja Lano menabrak sampai terjungkal di lantai.


ketika dia mendongak deg pandangan kita bertemu mata coklat yang indah wajah cantik dan tegas.


Aku pikir dia akan memakiku tapi ternyata salah dia langsung pergi begitu saja menuju parkiran dan menunggangi kuda besinya.


Wouw...liar biasa gadis cantik seperti dia kendaraan motor sport dan yang kelihatan mahal.


Aku memandangi kepergiannya hingga tubuhnya di telan keraiman kota Chicago.


Tepukan di bahu ku menyadarkan ku dari lamunan sesaat karna gadis itu,akhirnya aku masuk menghiraukan candaan Bobby untuk melanjutkan tujuan utama disini.


。。。


B'MANSION


18:30 PM

__ADS_1



Setelah berjibaku dengan keramaian jalanan Chigago Defa telah sampai di mansion keluarga Bautista.


Tidak ada yang tahu dia adalah anak dari keluarga Bautista dia sengaja tidak mempubliskan jati dirinya,hanya dua temannya yang tahu.


Dan perusahaan yang di dimpimpin oleh daddy nya dulu sekarang di kendalikan oleh orang kepercayaan sang daddy.


Defa hanya membantu jika diperlukan.


Sebab kematian orang tuanya yang janggal membuat dia harus menyembunyikan identitas aslinya.


Kecelakaan orang tuanya adalah sebuah kesengajaan tapi sampai sekarang tidak ada bukti apa-apa untuk menangkap pelaku.


Defaira berbaring diatas ranjang queen size nya menatap langit-langit kamar


"Mom Dad,Defa merindukan kalian apa kalian bahagia disana?"tak terasa buliran airmata jatuh membasahi pipi mulusnya.


Dan selalu seperti ini jika dia merindukan orang tuanya.


Tak mau lama lama bersediah dia berdiri menuju kamar mandi,dia berjanji setelah dia bisa berdiri dengan kakinya sendiri dia akan mencari orang yang sudah membuat orang tuanya celaka.


Setelah berkutat dengan kegiatan kamar mandinya Defa keluar dari kamar mandi menuju walking closet yang berada disebelah kamar mandinya.


Waktu makan malam tiba Defa sekarang berada di meja makan seorang diri,ini sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu.


Terkadang dua temannya menginap disini.


Semenjak orang tuanya meninggal Defaira dirawat kepala pelayan disini.


Selesai dengan makan malamnya Defaira melangkah menapaki sebuah tangga menurun menuju sebuah ruangan rahasia,bahkan pintunya saja menggunakan sidik jarinya untuk keamanan.


Ruang bawah tanah yang di isi berbagai senjata dan tempat latihan untuk Defaira mengasah ilmu beladirinya.Ini dilakukan agar Defaira mampu melindungi dirinya sendiri walaupun dia memiliki bodyguard sendiri.


Defaira memandangi sebuah bingkai photo ukuran besar diruangan itu,sebuah potret dirinya dengan kedua orang tuanya beberapa tahun silam saat liburan di taman hiburan.


Menghela nafas berat,sambil memejamkan matanya.


"Aku akan menemukan orang yang sudah memisahkanku dengan kalian mom dad!"


lagi-lagi janji itu terucap,tapi sampai sekarang dia belum menemukan bukti dan siapa yang telah mencelakai orang tuanya.


。。。

__ADS_1


Berbeda dengan mansion Bautista,di mansion Rodriguez seluruh ruangan terdengar perdebatan antara wanita paruh baya dengan sang anak.


Ya,dia Delano dengan wanita yang melahirkannya.


Malam ini dia sengaja pulang ke Mansion orang tuanya untuk sekedar makan malam,dan selalu berakhir perdebatan dengan mommy yang mengatakan dia seorang gay.


"Kalau kamu bukan gay bawa cewek pulang,kenalin ke Mommy dan Daddy!"perintah sang mommy


Selalu saja seperti ini hey dia pria normal hanya saja dia tidak ingin main main dengan wanita yang entahlah...


"Mom please,jangan bilang aku gay lagi aku NORMAL."Jawab Delano dengan menekan kata terakhirnya


"Sudah-sudah kalian selalu ribut jika bertemu!"Lerai sang daddy


"Bagaimana pekerjaan mu son?"Lanjutnya


"Ini waktunya family time bukan urusan kantor lagi"cibir sang mommy


Delano dan Daddynya hanya tersenyum menanggapi cibiran sang mommy.


Karna tidak mau berlama-lama karna selalu dikatakan gay oleh sang mommy,akhirnya Delano memilih pergi dari mansion keluarganya.


Delano Rodrigues telah membelah jalanan Chicago dengan Mclaren p1 hitamnya menuju salah satu club di kota itu karna dia memiliki janji dengan temannya.


。。。


Dentuman musik memekakan telinga terdengar begitu jelas ketika dia memasuki tempat laknat itu.


Dia berjalan mencari tempat temannya berada,dan dapat dia lihat kedua temannya sedang di temani wanita malam yang kerja di club malam itu.


Delano melangkah menghampiri mereka,


dengan kasar menghempaskan bokong sexynya di sofa tempat temannya berada,mengabaikan pandangan mereka lalu memejamkan matanya.


Grey teman Delano melirik Jimmy yang berada di sampingnya dengan alis terangkat yang seolah menandakan sebuah pertanyaan "Kenapa dia?"


Jimmy yang dilirik hanya mengangkat bahu acuh dan bersuara "What wrong bro?" tanyanya sambil menatap Delano berada.


pertanyaan itu membuat delano membuka matanya melirik kedua temanya itu,dan hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya


lalu menyambar minuman yang ada di meja.


Entah kenapa dia terbayang bayang mata indah warna coklat milik seorang gadis yang tidak sengaja di tabraknya tadi di cafe.

__ADS_1


Sepertinya ada yang salah dengan dirinya,dia tidak perna merasakan perasaan seperti ini.


Dan ini membuat dia ingin mengetahui siapa gadis itu.Aura yang dimiliki mampu membuat Delano memiliki perasaan aneh yang belum pernah dirasakan.


__ADS_2