Chain In The Future

Chain In The Future
He Looks So Perfect


__ADS_3

Beberapa kali bertemu dan saling menyapa lewat seluler hubungan Delano dan Defaira semakin dekat.


Kadang pergi makan siang bersama atau makan malam bersama.


Defaira merasa nyaman di dekat Delano,tapi mereka belum berani menyimpulkan perasaan yang mereka saling miliki.


Sebuah cinta atau hanya perasaan nyaman jika saling dekat,karna mereka berdua sama-sama memiliki sifat yang asik.


Siang ini mereka berdua juga memiliki janji untuk makan siang bersama Delano sudah berapa di parkiran kampus dimana Defaira belajar.


Menunggu Defaira menyelesaikan pelajarannya.


。。。


Pelajaran dilakukan dengan lancar,Defa dan kedua sahabatnya sedang berkemas untuk pulang.


"Apa kamu dijemput Mr.CEO lagi?tanya Anna kepada Defaira,dia mempunyai panggilan sendiri untuk Delano


"Mungkin dia sudah ada di parkiran!"Defaira menjawab sambil menganggukan kepalanya


"Kalian terlihat semakin dekat,apakah ada sesuatu?"Dave ikut nimbrung


Diam Defaira diam,memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan Dave,tapi mereka memang tidak memiliki hubungan apa-apa bukan.


"Tidak kami tidak memiliki hubungan,cuman aku merasa nyaman saja jika bersama dia!"jawaban Defaira membuat kedua sahabatnya lemas.


Mereka berharap kebahagiaan sahabatnya itu,mereka tahu selama ini Defaira kesepian.


Kedua sahabatnya pun tidak bisa selalu menemaninya setiap hari.


Jadi jika Delano adalah kebahagiaan Defaira,mereka sangat menyetujui jika Defa memiliki hubungan khusus.


。。。



Delano yang melihat Defaira menuju ke arahnya segera keluar dari dalam mobil.


Dia berjalan ke samping ke pintu masuk penumpang membukakan pintu untuk Defaira.


"Terima kasih kak!"ucap Defa setelah duduk di kursi.


"Jadi kita mau makan siang dimana?"tanya Delano sambil melajukan Lamborghini sesto elemento miliknya.


"Gimana kalau kita makan di Cafe dekat kantor kakak saja,jadi kakak tidak terlalu jauh jika mau kembali ke perusahaan?"usul Defaira kepada Delano.


"Tapi nanti kamu ke apartment terlalu jauh!"Delano menganggap usulan Defaira tidak terlalu baik.


"Tidak masalah aku bisa pulang dengan naik taxi,dan aku tau kakak sibuk."Final Defaira.


Setelah memesan beberapa makanan,sambil menunggu mereka melanjutkan obrolan-obrolan tentang keseharian mereka masing-masing.


Sampai pesanan mereka datang.


"Selamat makan!"Riang Defa melihat makanan di depannya

__ADS_1


Delano yang melihat itu tersenyum lebar dan mengangkat tangannya menyentuh kepala Defaira.


"Selamat makan!"Delano menjawab Defaira


Mereka fokus terhadap makanan mereka masing-masing,hanya hening yang menemani.


Menyelesaikan makan dengan cepat,karena Delano harus segera kembali ke kantor.


Mengingat ada meeting sore ini dengan beberapa perusahaan untuk project besar mereka.


Defaira mengikuti Delano ke parkiran,dia berdiri di sebelah Delano.


"Terimakasih makanannya kak,lain kali aku akan mentraktir kakak!"Defaira menundukan kepalanya.


Defaira merasa sungkan karna beberapa kali di traktir oleh Delano.


Dia mampu bahkan lebih mampu untuk membayar itu semua,tapi dia juga tidak enak jika menolaknya.


"Jika begitu aku menunggu waktu itu tiba!"jawab Delano untuk pernyataan Defaira.


Setelah itu mereka memutuskan berpisah di parkiran dan menuju tempat tujuan masing-masing.


。。。


Defaira tiba di halaman Mansionnya,dia memasuki gerbang setelah di bukakan pintu oleh penjaga.


Memasuki pintu utama dia mencari kepala pelayan yang sudah merawatnya sedari kecil.


Sudah mencari dimana biasanya bibi pelayang berada tapi tidak menemukannya.


Ternyata benar yang di cari sedang berada di taman belakang.


"Bibi!"Sapa kepada bibi pelayan.


Bibi pelayan yang mendengar sapaan itu pun berbalik badan dan tersenyum setelah mengetahui siapa di belakangnya.


"Kamu sudah pulang?"Bibi pelayan membalas sapaan sang majikan kecilnya.


Defaira mengangguk lalu menggandeng tangan bibi pelayan menuju kursi di tengah taman.


"Apa kamu membutuhkan sesuatu?"tanyanya lagi karna majikan kecilnya berubah menjadi manja.


"Aku merindukan mereka!"Suara sendu Defaira


Dia mulai menitihkan air matanya.


"Bibi tahu itu,tapi jika kamu sedih seperti ini mereka akan ikut sedih!"Bibi pelayang menenangkan Defaira.


Dia juga merasa kehilangan majikannya itu,mereka memang orang kaya tapi mereka sangat menghargai kerja keras pekerjanya.


Bahkan setiap tahun selalu di berikan bonus lebih,setiap pulang dari luar negeri selalu di bawakan oleh-oleh.


Ini alasan Bibi pelayang tidak bisa meninggalkan Defaira sendiri,selain dia tidak punya keluarga Defaira sudah di anggap sebagai cucunya sendiri.


"Sebentar lagi usia mu dua puluh tahun ingat sayang kamu tidak boleh rapuh,kamu tidak boleh lemah.Kamu akan mengemban tanggung jawab besar,berjuanglah disini untuk kebahagiaan kalian semua!"Bibi pelayang mengelus kepala majikannya.

__ADS_1


Membiarkan majikannya menangis di pelukannya,


dia tidak tega jika sudah begini.


Defaira masih terlalu kecil ditinggal orang tuanya,disaat anak kecil yang lain masih bermain dia harus belajar.


Tidak ada waktu untuk istirahat cukup untuk dia.


。。。


Mentari pagi menyinari bumi,Defaira sudah bersiap dengan pakaian kampusnya dia akan kuliah hari ini.


Dia akan menemui dosennya untuk mengajukan hasil thesis yang dibuat olehnya,dia sudah bekerja keras untuk segera lulus dan membantu pekerjaan Axel.


Tidak perlu langsung turun lapangan untuk membuat thesis karna kemampuan otak Defaira mampu.


Dia mengendarai motornya dengan kecepatan lumayan tinggi,karna dia takut terlambat dan membuat kecewa sang dosen.


Saat di lampu merah Defaira tidak sadar jika sedang di perhatikan seseorang yang berada di dalam mobil sebelahnya.


。。。


Pagi seperti biasanya Delano bersiap untuk pergi ke perusahaannya dengan setelan kantor dia duduk di meja makan menyantap sarapan paginya dengan masih fokus pada iPad uang di pegangnya.


Seperti tidak ada waktu untuk tidak melakukan pekerjaannya,karna memang pekerjaannya sangat banyak.


Bahkan makan siangpun sering dia lakukan di dalam ruangannya bersama sang assistant.


Segera bergegas menuju mobilnya terpakir,karna sang sopir sudah menunggunya cukup lama.


Memasuki mobil dan menyuruh sang sopir menjalankan kendaraannya menuju perusahaannya berada.


Saat di perjalanan dia melihat motor yang dikenalnya,motor Defaira melaju cukup tinggi dijalanan.


Delano berfikir mungkin Defaira terburu-buru padahal cukup berbahaya jika harus menggebut.


Saat di lampu merah Delano masih bisa melihat Defaira tepat di sebelahnya.


Dia memperhatikan Defaira cukup lama,untung mobil yang digunakan kacanya tidak terlihat dari luar.


Hari ini dia memakai supir karna masih mengantuk,dia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Sepanjang jalan menuju kantor Delano memikirkan wajah cantik Defaira.


Benar dia bukan hanya Kagum atau kasihan dengan nasib gadis itu.


Dia tahu perasaan yang dia rasakan,mungkin ini yang pertama kali dia dekat dengan wanita tapi dia paham soal cinta.


Dia hanya pernah dekat dengan teman masa kuliahnya dulu tapi tidak sampai menjalin hubungan.


"He looks so perfect!"gumam Delano ketika mengingat bagaimana wajah dan style yang digunakan Defaira setiap bertemu.


Sederhana tapi cocok di gunakannya,cukup lama berperang dengan pikirannya akhirnya Delano sampai di parkiran khusus kantornya.


Dan segera menuju ruangannya untuk melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin.

__ADS_1


__ADS_2