Chain In The Future

Chain In The Future
Jimmy


__ADS_3

Defaira saat ini duduk di cafe tempat pertemuan dengan sahabatnya tadi,berhadapan dengan seseorang yang sepertinya mendengar perbincangan dengan sahabatnya.


Mereka berdua terdiam,hanya sesekali menyesap minuman di depannya.


Defaira sengaja mengajak orang itu masuk kembali kedalam kafe untuk berbicara dengannya.


"Jadi kamu beneran pewaris kerajaan bisnis keluarga Bautista?"tanya Jimmy setelah hening beberapa saat.


Untung kafe tidak terlalu rame,jadi mereka bisa berbincang dengan aman.


Defaira mengangguk untuk menjawab.


"Ya,aku Defaira Luana Bautista!"jawab Defaira singkat.


"Tapi kak identitasku masih di sembunyikan,bisakah kamu tetap merahasiakan apa yang kakak dengar?"Ucap Defaira lagi dengan nada yang sedikit dingin.


Semua sudah sesuai aturan,dia tidak ingin apa yang orang-orangnya jaga kacau karena dirinya sendiri.


"Aku paham itu!"jawab Jimmy mantap.


"Tapi jika kamu Anak dari Sir Aaron berarti kamu saudaranya Lucky?Lanjut Jimmy penasaran.


"Kakak kenal dengan kak Lucky?"tanya Defaira


"OMG,Lucky is my friend?"jawab Jimmy lagi


Defaira yang mendengarnya hanya melongo kaget,ternyata Lucky punya teman juga.


Defaira pikir teman Lucky hanya berkas-berkas kantor.hehehe


"Wah dunia sangat sempit!"Respon Defaira dengan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Tapi aku sudah cukup lama tidak bertemu dengannya!"Ucap Lucky dengan nada lemah.


"Eh..Jadi sepupu yang dulu sering di ceritakan denganku adalah kamu!"seru Jimmy lagi.


Defaira yang mendengarnya hanya mengernyit tidak mengerti.


"Kita berteman cukup lama di masa Kuliah dulu,dan beberapa kali kita bekerja sama di dalam bisnis!"Ucap Jimmy


"Dan dulu kita sering bertemu,dia selalu menceritakan dia memiliki sepupu tapi tinggal jauh dengannya!"Lanjut Jimmy.


"Aku juga tinggal sendiri,dan yah hanya orang-orang kepercayaan Bautista yang dekat denganku!"jawab Defaira.


"Ya aku tahu itu!"Jawab Jimmy.


"Jadi kak tolong rahasiakan apa yang kakak tahu ini!"Seru Defaira lagi


"Usiaku belum dua puluh tahun,belum saatnya mereka mengenalkanku ke public!"Ucap Defaira lagi.


"Tenang saja kakak bisa di percaya,dan bagaimana dengan Delano aku dengar kalian menjadi sepasang kekasih?"Seru Jimmy dengan nada mengejek.


Defaira yang mendengar sudah merona,pipinya terasa panas.


Jimmy yang melihat Defaira malu malah terkekeh geli,saat ini dia seperti memiliki seorang adik.

__ADS_1


Ya orang yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Defaira dan Sahabatnya adalah Jimmy sahabat dari Delano.


Delano,Jimmy dan Grey memang anak tunggal semua di antara mereka tidak ada yang memiliki saudara kandung.


"Delano orangnya baik aku setuju jika kamu bersamanya tapi mungkin dia akan minder jika dia tahu kamu siapa!"Ucap Jimmy dan itu membuat Defaira bingung.


"Maksutnya?"tanya Defaira


"Kamu lebih kaya dari dia!"jawab Jimmy dengan nyengir kuda


"Itu semua punya kedua orang tuaku kak!"jawab Defaira.


"Ya,tapi kamu yang mewarisi semua itu!"Jawab Jimmy


Defaira hanya mengangguk,benar juga apa yang di katakan Jimmy tapi dia tidak pernah menyombongkan itu.


Defaira malah lebih suka hidup sederhana.


"Sepertinya aku harus pergi,aku masih ada pekerjaan di kantor!"ucap Jimmy


"Aku juga akan kembali ke aparment!"jawab Defaira.


"Senang bisa berkenalan dengan anda Miss Bautista!"Ucap Jimmy sambil berdiri dari tempat duduknya dengan nada Formal.


Defaira mendelik tidak suka diperlakukan seperti itu,diluar pekerjaan.


"Aku disini Defaira,bukan boss!"seru Defaira.


"Mainlah ke Mansion kakak,mom pasti senang melihatmu.Mom ku sangat dekat dengan Lucky!"Seru Jimmy sambil berjalan beriringan dengan Defaira.


"Terima kasih kak,lain kali aku akan mampir!"jawab Defaira.


Defaira melajukan motornya dengan santai,dia ingin menikmati waktunya sebelum kembali disibukkan dengan tanggung jawabnya.


Defaira memutuskan pulang ke mansionnya,cukup lama dia tidak tidur di mansion karena kesibukannya dan dia tidak ingin bolak-balik ke apartment.


Hampir satu jam dia berkendara akhirnya dia sampai di mansion,memasuki pintu utama dan sudah di sambut oleh bibi pelayan.


"Miss selamat datang!"ucap bibi pelayan


Semua pelayan yang berada di sana menundukan kepalanya sebentar untuk menyambut kepulangan sang majikan.


"Bibi aku merindukanmu!"jawab Defaira sambil memeluk bibi pelayan.


"Segeralah mandi dan istirahat!"jawab bibi pelayan sambil mengelus lembut puncak kepala Defaira.


Defaira pun melepas pelukannya dan menuruti perintah bibi pelayan,dia segera menuju kamarnya dan bergegas membersihkan diri.


。。。


Delano bersama kedua sahabatnya sekarang berada di ruang tamu penthousenya,di temani beberapa kaleng bir dan snack.


Kedua sahabat Delano berbincang seperti biasanya,beda dengan Delano yang masih fokus dengan hpnya.


Jimmy yang melihat pun mendengus kesal.

__ADS_1


"Beda ya yang punya kekasih,hp terus fokusnya!"sindir Jimmy


Delano yang merasa disindir pun akhirnya meletakan hpnya.


"Siapa yang punya kekasih?"tanya Grey


"Delano lah!"jawab Jimmy


"Siapa kekasihnya!"tanya Grey lagi


"Defaira lah siapa lagi!"jawab Jimmy


Grey mengangguk tanda mengerti.


"Shut up guys.Kalian ngapain disini ganggu saja!"Canda Delano.


Mana ada mereka mengganggu,berkumpul seperti ini kan sudah biasa.


"Bagaimana kabar Laura?"tanya Grey tiba-tiba


"Dia masih menyukaimu Del?"tanya Jimmy juga


"Aku gak tahu,sudah lama juga aku tidak berhubungan dengan dia!"jawab Delano


"Semoga saja dia sudah menemukan seseorang yang lebih disukainya dari pada kamu Del,dan tidak mengganggu hubunganmu dengan Defaira!"seru Jimmy


Delano yang mendengarnya pun jadi sedikit kwatir,karena dia tahu betul bagaimana sifat Laura sahabat satu-satunya yang berjenis kelamin perempuan itu.


Laura seseorang yang ambisius,apapun yang di inginkan harus dia dapatkan dengan cara apapun.


Lalu bagaimana jika dia tahu Delano memiliki kekasih dan dia masih menyimpan perasaan untuknya.


Ini sangat berbahaya untuk Defaira.


Delano yang memikirnya pun mendesah,sambil memijit pelipisnya.


"Jangan dipikirin jika Laura macam-macam masih ada kita!"Seru Grey tahu apa yang dipikirkan Delano.


Mereka tahu betul sifat Laura,merekapun tidak perna tertarik dengan Laura.


Mereka menerima Laura sebagai sahabat hanya karena Laura yang menempel pada mereka.


Jika tidak tidak ada teman perempuan di antara mereka.


"Laura macam-macam dia sendiri yang akan hancur!"Seru Jimmy ambigu.


Membuat sahabatnya sedikit tidak mengerti dengan ucapannya.


Tapi Jimmy mengabaikan tatapan yang menunjukan penasaran itu.


Jikapun diantara Delano dan Laura macam-macam pasti mereka sendiri yang akan hancur.


Itu yang difikirkan Jimmy saat ini setelah mengetahui siapa sebenarnya gadis yang menjadi kekasih sahabatnya itu.


"Jadi lebih baik kamu jangan berani menyakitinya Delano!"Lanjut Jimmy lagi semakin membuat mereka bingung.

__ADS_1


"Maksutmu apa Jim?"tanya Delano


Jimmy hanya tersenyum dan mengedikan bahunya tanda tidak akan menjawab pertanyaan Delano.


__ADS_2