Chain In The Future

Chain In The Future
Hanged


__ADS_3

Seminggu semenjak Defaira bertemu dengan Delano dia belum bertemu lagi dengan pria dewasa itu.


Dia yang menyibukan diri dan jarang menerima panggilan dari Delano,dan yang pasti dia bingung harus bagaimana menanggapi pria itu.


Maka dari itu hari ini dia memilih mengerjakan pekerjaannya di perusahaannya,dia ingin meminta pendapat assistant sekaligus kakaknya itu.


Sudah sering Defaira ke perusahaan jadi karyawannya tidak asing lagi dengan dia,tidak mungkin ada yang berani membuka identitasnya karena sudah mendapat ancaman dari Axel.



Sudah siap dengan pakaian kantornya,Defaira menuju dimana kendaraannya berada dan segera melajukan mobil mewahnya menuju B'corp.


Defaira mengemudikan mobilnya dengan santai,waktu masih terlalu pagi jadi tidak perlu ngebut untuk sampai di tempat tujuan.


Dia menikmati perjalanannya di temani dengan lagu kesukaannya dengan mengikuti irama musik dia menggerak-gerakan kepalanya.


Tiga puluh menit lebih dia sudah berada di private parking perusahaannya,membuka pintu segera turun dari mobilnya melangkahkan kakinya menuju lift yang sudah ada Axel dan beberapa bodyguard yang menunggunya.


"Kak morning!"Sapa Defaira kepada Axel setelah berada di dekatnya.


"Good morning miss!"sapa balik Axel dengan nada formal,karena sekarang berada di area perusahaan.


"Ck..!"Defaira berdecak tidak suka dengan sapaan Axel.


Para bodyguardnya hanya menunduk tidak berani mengangkat kepalanya saat berada di dekat mereka berdua.


Mereka berdua sama-sama berkuasa disini.


"Sudah sarapan?"tanya Axel ketika mereka sudah berada di dalam lift hanya berdua.


"Sudah kak!"Jawab Defaira sambil tersenyum kepada Axel.


Axel yang melihat Defaira pun tersenyum dengan mengacak ringan kepala Defaira.


Kegiatan seperti ini sudah biasa mereka lakukan disaat sedang berdua atau disaat sedang bersama keluarga.


Bagi Axel Defaira adalah adik yang harus dilindungi dan bagi keluarga Axel Defaira anak perempuan mereka.


Jadi tidak ada yang berlebihan sikap perhatiannya.


Sesampai di ruangan Defaira masih dengan Axel yang membuntutinya,Defaira membalikan badan dan melihat Axel seksama.


Axel yang merasa di perhatikan pun menengadah memandang balik adik perempuannya itu.


"What wrong?"tanya Axel kepada Defaira.


"Bagaimana dengan Dinner?"tanyanya balik tanpa menjawab pertanyaan Axel.


"Not bad,apartment kakak!"Jawab Axel.


Tentu saja di apartment Axel karena kulkas milik Axel selalu penuh dengan bahan makanan.


Defaira sering masak disana,jadi mommynya Axel selalu menyiapkan bahan untuk dimasak.

__ADS_1


"Deal!"seru Defaira


Setelah itu Axel berjalan keluar ruangan Defaira dan menuju ke tempat di mana ruangannya sendiri berada.


Defaira pun sudah tenggelam dengan berkas-berkas yang ada di meja kerja nya.


Dia ingin segera menyelesaikan semua ini dan pulang.


。。。


Di waktu yang sama dan beda tempat Delano sudah berada di ruang meeting.


Tapi dia tidak fokus dengan apa yang di presentasikan oleh karyawannya.


"Sialan,ini sudah seminggu tapi Defaira malah menghindar!"fikir Delano


Delano terlihat sangat frustasi baru pertama kali dia seperti ini karena seorang gadis.


Karena benar-benar tidak fokus dia memilih menunda rapatnya.


"Kita tunda rapatnya!"Serunya tegas langsung melangkah keluar ruangan tanpa mempedulikan karyawannya.


Bobby juga di buat bingung dengan sikap majikannya itu,hampir seminggu moodnya tidak baik.


Bahkan dia pun jadi umpan kekesalan sang bos.


Karyawan yang mendengar ucapan Delano hanya pasrah dan membereskan barang-barang mereka dan memilih kembali ke tempat mereka masing-masing.


。。。


Bobby masuk ke ruangan Delano setelah mengetuk pintu,sepertinya dia perlu menanyakan kenapa Delano seperti ini.


Mereka dekat bukan sekedar Bos dan bawahan tapi mereka juga bersahabat,jarang saja Bobby ikut dengan mereka bertiga berkumpul karena dia juga merasa minder dengan statusnya.


Walaupun mereka bertiga tidak mempermasalahkan status.


"Ada masalah sir?"tanya Bobby tanpa basa-basi.


Delano menoleh dan memandang Bobby lalu melangkah menuju singgasananya.


Menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi.


"Defaira,aku mengatakan bagaimana jika berita yang viral kemarin jadi kenyataan dan sampai saat ini dia belum memberi tanggapannya!"ucap Delano dengan nada yang benar lemah tidak berdaya.


Bobby yang mendengar majikannya mengeluh tentang wanita malah terkekeh ingin rasanya dia terbahak tapi dia masih sayang nyawanya.


Delano yang merasa Bobby menertawakannya,langsung melempar map yang ada di depannya dan mendarat tepat di kepala Bobby.


"Jangan menertawakan ku dude!"sinis Delano


Bobby langsung terdiam dan mengelus kepalanya


"Tunggu aja dulu sir,pasti dia masih berfikir!"jawab Bobby

__ADS_1


"Sampai kapan?"tanyanya Delano


"Sampai Kendall Jenner menjadi kekasihku!"jawab Bobby dengan asal biarkan saja majikannya tambah frustasi.


Delano mendelik kesal lalu mengusir Bobby.


"Keluarlah Bob jika masih ingin berkerja!"seru Delano.


"Yakin mau mecat saya sir?"tanya Bobby dengan nada mengejek,mana mungkin Delano memecatnya.


"Shit,kalau sudah tahu jawabannya kenapa harus bertanya!"jawab Delano lagi


"Siapa tahu saya beneran di pacat dan saya bisa liburan ke hawai menikmati suasana pantai sambil melihat wanita-wanita errrrgggg sexy!"jawab Bobby dengan merem merem mebayangkan dirinya berada di pantai dengan melihat wanita-wanita yang hanya mengenakan bikini.


Delano hanya geleng-geleng kepala,Bobby kadang memang seperti ini.


Tapi Delano kadang juga terhibur dengan sikap Bobby.


。。。


Waktu berlalu dengan cepat sekarang sudah menunjukan pukul lima sore saatnya jam pulang kantor.


Defaira segera berkemas,Axel juga sudah menunggunya di sofa ruangannya.


"Kak bantu Defa sih!"Dengus Defaira yang melihat Axel duduk santai tanpa ada niat membantu membereskan mejanya.


"Kenapa harus kakak?"tanya Axel tanpa mengalihkan pandangannya dari benda pipih di tangannya.


"Kakak kaya punya kekasih saja main hp terus!"umpat Defaira kesal


"Kakak memang punya kekasih!"jawab Axel yang membuat Defaira kaget.


Axel punya kekasih kenapa dia tidak tahu sama sekali dan kenapa Axel tidak memberi tahunya.


"Kok bisa?sejak kapan?siapa?cantik gak?"tanya Defaira beruntun


Axel yang mendengar malah terkekeh,


"Nanti kamu juga akan tahu!"jawab Axel lalu berdiri menghampiri Defaira dan mengambil tas jinjing Defaira.


"Mom dan Dad tahu?"tanya Defaira


Axel menggeleng sebagai jawaban,karna memang dia belum nengenalkannya pada orang tuanya dan belum juga memiliki status jelas tapi dia sendiri yang mengklaim wanita pilihannya itu adalah miliknya.


Mereka berdua melangkah keluar ruangan,dilantai ini hanya ada tiga ruangan.


Ruangan milik Defaira,milik Axel dan ruangan assistant Axel.


Axel memang mempunyai orang kepercayaan sendiri selama ini,karena dia memang perlu dan membutuhkan bantuan seseorang sebelum Defaira benar-benar terjun ke perusahaan.


Ahh..Defaira jadi berfikir apakah Axel dekat dengan Secretary nya itu?


Sepertinya dia perlu mencari tahu ini.

__ADS_1


__ADS_2