
Hari libur mandi pun libur, tidak ada niatan Defaira untuk beranjak dari kamarnya.
Masih memeluk manja guling kesayangannya,
Sambil bermain hp merk apple gigit itu.
Hari ini dia tidak acara apa pun,sahabatnya pun tidak ada yang menghunginya.
Mungkin mereka sedang berkencan,ahhh memikirkannya jadi pengen punya pasangan hehehe..
"Bagaimana kalau aku cari pasangan yang umurnya lebih dewasa?"tanyanya pada diri sendiri sambil senyum senyum gak jelas.
sepertinya Defaira mulai gila...
。。。
Dilain tempat Delano yang sedang berkunjung dirumah orang tuanya,mereka sekarang sedang berbincang di ruang keluarga.
"Kapan kamu akan menikah son?"tanya Jason daddy dari Delano.
Delano yang mendengar pertanyaan sang daddy tersedak teh sang sedang di sesapnya.
uhukk..uhukk..
"Dad...!"Delano mendelik ke arah daddynya berada.
"Benar kata daddymu,Kapan kamu menikah Lano mommy sudah pengen gendong cucu?"sang mommy ikut menimpali ucapan sang daddy.
"Kapan-kapan jika sudah menemukan yang tepat!"jawab Delano dengan datar selalu seperti itu,umurnya masih muda bukan 29 tahun.
Tidak mau membahas pernikahan lagi mereka melanjutkan berbincang dengan membahas pekerjaan.
Libur tetap saja membahas pekerjaan.
。。。
Malam menjelang Defaira yang bosan di dalam mansion memilih pergi jalan-jalan.
Dia sudah terbiasa keluar malam,tidak akan takut jika ada bahaya.
Lagian kemana pun Defa pergi dia selalu di kawal beberapa bodyguard biarpun jarak mereka sedikit jauh.
Minggu depan setelah menyelesaikan urusan di kampusnya dia merencanakan perjalanan ke NYC menjenguk Uncle dari daddynya.
"Mari kita bersenang-senang sebelum bekerja menguras otak!"semangat Defaira memasuki Mall besar di kotanya.
Dia berjalan kesana kemari memasuki setiap toko barang branded,tapi tidak ada yang membuatnya tertarik.
Memilih pergi dan memasuki restoran mewah di mall tersebut,makan mungkin lebih baik dari pada belanja.
Dia berjalan menuju kursi kosong yang berisi empat kursi karna restoran terlihat penuh malam ini,mungkin banyak yang memanfaatkan hari libur untuk quality time bersama keluarga.
Defaira duduk tenang sembari memperhatikan beberapa keluarga yang duduk didalam restoran itu,dia merindukan keluarganya.
Dia rindu suasana seperti mereka.
Bolehkah dia merasa iri?
Disaat dia masih membutuhkan kedua orang tuanya tapi Tuhan sudah mengambilnya dari Defaira.
Tak terasa setetes cairan bening mengalih dari mata coklat indahnya,cepat-cepat dia menghapus airmatanya dia tidak mau terlihat menyedihkan di hadapan orang lain.
Dia selama ini bersikap kuat dan ceria,jadi dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan siapapun.
__ADS_1
Jika tidak maka banyak orang yang akan menginjaknya dengan mudah.
Cukup lama berperang dengan pikirannya sendiri,Defaira di kagetkan suara laki-laki dewasa yang berdiri di depannya bersama dua orang paru baya.
"Defaira boleh kita gabung di meja kamu,maaf sebelumnya kursi lain penuh.!"Delano membuka suara menyampaikan niatnya untuk bergabung.
Memang benar kursi penuh,dia tidak membual.
"Duduk saja kak,memang hari ini ramai banget!"Menyuruh mereka duduk
Delano duduk di samping Defaira,orang tua Lano duduk di hadapan mereka.
"Kalian saling kenal?tanya mommy Lano penasaran melihat gadis cantik di depannya
Sedangkan daddy Lano hanya diam memandang wajah cantik nan tegas yang dimiliki Defaira.
"Kami perna bertemu beberapa kali aunty!"Defaira menjawab pertanyaan mommy Lano dengan sopan.
"Dad kenapa ngelihatin Defaira gitu banget?"tanya Lano yang memandang wajah Defaira dengan tatapan yang sulit di artikan.
Ntah apa yang di pikirkan daddynya.
"Jangan bilang daddy naksir dia ya dad!"sang mommy menimpali dengan muka cemberut.
"Hahahhaa...mommy ada-ada saja!"tawa sang daddy pecah karna ulah anak dan istrinya.
"Nama kamu siapa nak?"tanya daddy Lano dengan tatapan tak lepas dari wajah Defa
"Defaira uncle,anda bisa memanggil Defa!"Defa memperkenalkan diri dengan membungkukan badannya sedikit tanda menghormati orang yang lebih tua.
Setelah itu mereka memesan makanan masing-masing,karna Defaira memesan lebih dulu jadi dia memilih menunggu sampai pesanan yang di pesan Delano datang.
Disela makannya daddy Jason kembali
"Kenapa kamu makan sendiri tidak bersama kelaurgamu Nak?"tanyanya dan itu membuat Defa menghentikan gerakannya dengan cepat.
"Orang tua Defa sudah meninggal uncle.!jawab Defa biasa.
Orang tua Lano kaget mendengarnya.
sang mommy langsung buka suara
"Maafin uncle ya sayang,uncle tidak tau.!
Mommy Lano melihat kesedihan di mata gadis itu.
"Gak papa kok aunty uncle!"seru Defa dengan senyum cerah diwajah cantiknya
Tidak mau membuat anak gadis di depannya bersedih mereka memilih melanjutkan makan,diselingi obrolan ringan selayaknya keluarga.
Defa yang tadi merasa merindukan keluarga lengkapnya,jadi sedikit bahagia dengan kehadiran mereka.
Waktu menunjukan pukul sepuluh malam mereka berempat berjalan beriringan menuju tempat parkir.
"Jadi kamu kuliah sambil kerja partime?tanya daddy Jason karna Defa tadi bilang begitu.
"Iya uncle,Defa kerja di cafe dekat tempat Defa kuliah!"Defa harus menjalankan drama menutupi identitasnya.
"Memang kamu jurusan apa,jika dilihat kamu bisa jadi model terkenal!"Suara tawa daddy Jason sangat renyah setelah mengutarakan pikirannya.
"Mana pantas saya menjadi model Uncle hehe!"Defa ikut terkekeh..ada-ada saja
"Gimana kalau kerja di tempatnya Delano saja,biar sering kita sering bertemu juga"Mommy mengeluarkan suaranya.
"Maaf tante bukannya tidak mau,tapi di cafe saya masih memiliki kontrak kerja jadi saya tidak bisa keluar begitu saja"jawab Defaira dengan muka sok sedih.
__ADS_1
Sampai di parkiran mereka berpisah karna Defaira memakai motornya lagi.
Sedang di dalam mobil sang Daddy dari Lano membuka suaranya.
"Kenapa muka anak tadi mirip dengan Aaron dan Magdalena ya Mom!" suara sang daddy yang dari tadi memikirkan ini.
Ini alasan dia terus memandang Defaira karna mirip sahabatnya yang sudah lama meninggal.
Mereka sangat dekat dulu selain urusan bisnis.
"Ya mommy juga berfikir seperti itu!"mommy Kim juga berpikiran sama dengan Daddy Jason.
"Aku tidak tahu anaknya sekarang dimana dan ikut siapa tidak ada informasi tentang itu setelah kecelakaan itu!"Daddy Jason terdengar frustasi
Delano yang mendengar ikut penasaran siapa yang sedang dibicarakan oleh orang tuanya.
"Mereka siapa dad?tanya Lano yang penasaran.
"Mereka Uncle Aaron dan Aunty Lena,kamu sudah perna bertemu dulu saat tante Lena melahirkan bayi perempuannya!"jawab sang daddy
"Waktu kamu kuliah di Harvard,mereka kecelakaan dan meninggal!"sambung sang mommy.
Akhirnya mengalir cerita pertemanan sang Daddy dengan uncle Aaron,diperjalanan pulang mereka isi dengan masalalu mereka.
Biarpun usia mereka berbeda tapi pertemanan mereka sangat dekat seperti sebaya.
Ini yang membuat mereka sangat akbrab.
。。。
Defaira yang baru saja tiba di Mansionnya,langsung berlari menuju kamar miliknya.
Memasuki kamar mandi tanpa melepaskan pakaiannya,dia menyalakan shower dan terduduk dibawah kucuran aliran air.
Dia ingat pertanyaan yang di ajukan Daddy nya Lano saat di restoran tadi.
"Mom,Dad Defa rindu!"
Defaira menangis tersedu dibawah aliran air dingin yang membahasahi tubuhnya.
Dia tidak peduli dengan badannya.
Dia hanya ingin meredakan rasa sesak dihatinya,dia ingin meredakan rasa rindu kepada orang tuanya.
Aku akan berusaha semampuku disini
Mom dan Dad harus bahagia disana.
aku akan menghukum orang yang telah menyakiti daddy dan mommy.
bukan balas dendam tapi untuk mempertanggung jawabkan atas yang mereka perbuat.
I LOVE YOU MOM DAD AND I MISS YOU.
。。。
Delano pov
Di dalam kamar yang sudah gelap,aku memikirkan gadis yang bertemu dengan ku di restoran tadi.
Defaira nama itu bagai candu untukku.
apalagi melihat wajah sedihnya ketika daddy mempertanyakan kesendiriannya di restoran.
Dia pasti sangat sedih,tapi dia masih mampu tersenyum.
__ADS_1
Ingin rasanya aku mendekapnya dan melindunginya.
Delano pov end