
Dua minggu berlalu setelah makan malam di mansion Rodriguez itu.
Kegiatan Defaira pagi hingga sore akhir-akhir ini hanya berada di aparmentnya.
Apartment ini satu gedung dengan milik Axel,dia membantu Axel mengerjakan berkas perusahaannya.
Bukan membantu lebih tepatnya ini memang tanggung jawabnya sebagai penerus perusahaan peninggalan sang Daddy.
Dia tidak ingin membuat Axel terlalu ribet dengan harus membawa berkas itu ke mansion,karena jarak mansion utama lumayan jauh.
Apalagi Axel sudah terlalu lelah dengan urusan kantor.
"Sudah waktunya makan siang!"gumam Defaira pada diri sendiri.Dia baru sadar ketika melihat pergelangan tangannya yang terdapat jam tangan mahalnya.
Tapi untuk keluar saja dia malas jadi memilih memesan dengan delivery saja.
Dia sengaja di sini karena memudahkan untuk bertemu dengan Axel tanpa di ketahui orang lain,apalagi mungkin saja ada mata-mata dari pesaing bisnisnya.
Tidak menutup kemungkinan itu,Jika di sering bertemu di public dengan Axel pasti mereka akan mencurigai banyak hal.
。。。
Di gedung tinggi pencakar langit sedang di adakan rapat mengenai ajuan proposal dua perusahaan besar,lebih tepatnya di ruangan rapat mereka berada.
Setelah selesai menjelaskan dan memberi pendapat meeting pun di akhiri dengan saling berjabat tangan.
"Terima kasih atas kerja samanya Sir Axel!"Ucap Delano sambil menjabat tangan Axel
Ya mereka adalah Axel dan Delano,
mereka sekarang sedang berada di RD'Corp membahas project yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat.
"Kembali kasih,dan semoga kerja sama kita berjalan lancar!"jawab Axel dengan tegas.
Axel tahu pria seusianya yang sekarang berada di depannya ini pria yang sedang dekat majikan kecilnya.
Dia tidak masalah dengan pria ini tapi Axel harus tetap waspada terhadap keselamatan sang majikan.
Axel tahu semua tentu dari para bodyguard yang di utusnya untuk membuntuti kemanapun Defaira pergi.
Mereka keluar dari ruangan rapat masih dengan saling berbincang.
Tiba-tiba Delano bersuara yang membuat Axel menghentikan langkahnya,kemudian dia menatap Delano.
"Saya dengar B'corp sudah di pegang oleh pemilik aslinya,apa be benar berita itu sir Axel?"tanya Delano.
Axel mengangkat alisnya sambil tersenyum sinis.
"Sepertinya sudah tidak ada rahasia lagi di dunia ini.Memang benar B'corp sudah di pegang pemilik aslinya karena itu sudah waktunya tapi tetap saja dia tidak akan muncul ahh lebih tepatnya saat ini belum saatnya dia muncul di hapadan public!"
Axel sedikit menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Delano yang mendengarpun tidak melanjutkan pembicaraan yang membuat perubahan sikap Axel,sepertinya dia sangat menjaga majikannya.
Dari pada sampai menimbulkan salah paham lebih baik dia diam bukan.
__ADS_1
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing.
。。。
Sore hari pukul lima setelah menyelesaikan pekerjaannya Defaira yang sudah berada di mansionnya mempersiapkan diri untuk perjalannya ke New York untuk menjenguk Unclenya yang berada disana.
Dia juga merindukan sepupu tampannya.
usia mereka berbeda lima tahun.
Axel sudah berada di Mansion majikan untuk mengantar Defaira menuju Bandara karna dia tidak mau menggunakan jet pribadi keluarganya.
See,dia sangat sederhana untuk seorang anak Trillioner.
Dia tidak membangga-banggakan kekayaan orang tuanya yang saat ini jatuh ketangannya.
"Kak Axel baik-baik ya disini semangat mejanya biar cepet dapet cewek!"Defaira menggoda Axel.
Saat ini mereka sudah berada di dalam Ranger rovers milik Axel menuju bandara.
"Gak ada hubungannya kerja rajin sama cewek!"Delik Axel kepada Defaira.
Defaira malah tertawa mendengar gerutuan Axel.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah berada diruang tunggu bandara.
Menunggu jadwal penerbangan menuju New York.
Sekarang Defaira duduk manis di kursi kelas bisnis,mulai menyandarkan badannya setelah pesawat berhasil take off dengan mulus.
Setelah hampir dua jam mengudara akhirnya pesawat yang di tumpangi Defaira mendarat di John F.Kennedy International Airport.
Bebarapa saat kemudian dia sudah keluar dari pintu bandara mencari taxi karena hari sudah malam dia memilih untuk mencari penginapan di sekitar bandara.
Tujuannya kesini tidak hanya untuk berliburan semata,tapi Defaira juga ingin sedikit mengorek informasi tentang kecelakaan orang tuanya.
Sebelum wisuda kemarin dia mendapat informasi dari orang suruhannya,yang mengatakan bahwa Unclenya kemungkinan besar mengetahui tentang ini.
Jadi dia memutuskan untuk mendatangi Unclenya.
。。。
Berbeda dengan New York saat ini di Chicago terdapat tiga sahabat yang sedang merilexkan otaknya di sebuah club besar.
"Kata Mommy Kim kamu lagi dekat dengan cewek Del?"tanya Jimmy yang kemarin tidak sengaja bertemu dengan Mommy Kim dan menyempatkan bergosio ria dengan Mommy sahabatnya
"Delano punya cewek?"heran Grey
Jimmy yang mendengar pertanyaan dari temannya hanya mengangguk.
Delano yang mendengarnya pun cuma memutar bola matanya ada-ada saja mommynya.
"Hanya dekat belum lebih!"seru Delano.
__ADS_1
Kedua temannya pun ber oh saja.
Amazing sekali Delano mau dekat dengan cewek selama ini dia tidak pernah dekat dengan cewek biarpun mainannya di tempat seperti ini.
Tapi dia tetap konsisten tidak mau berurusan dengan makhluk yang bernama cewek.
Dan ini apa dekat dengan cewek?
Kedua temannya belum tau cewek yang di maksut sang Mommy sahabatnya itu adalah cewek yang pernah bertemu dengan mereka.
。。。
Di salah satu mansion besar New York tepatnya di sebuah kamar yang terdapat sepasang pasangan paruh baya yang sedang bercengkrama.
"Sebentar lagi Defaira berumur dua puluh tahun!"Ucap sang suami tiba-tiba.
"Benar,apakah Kita harus mengatakan yang sesungguhnya kepadanya?"sang istri menimpali sang suami dengan pertanyaan.
Mungkin sudah saatnya mereka memberi tahu apa yang terjadi dengan orang tua Defaira.
Seandainya mereka bisa mengendalikan perasaan seseorang,mungkin tidak perlu ada korban jiwa seperti ini.
Dan memberikan penderitaan kepada seorang anak kecil yang masih membutuhkan orang tuanya.
"Ya mungkin ini sudah waktunya,dia sudah besar dan dia berhak tau apa yang terjadi dengan Dad dan Momnya.
Aku tahu selama ini dia mencoba mencari informasi tentang ini tapi aku masih berusaha menutupnya sampai dia dewasa!"Sang suami kembali bersuara dengan memandang langit-langit kamarnya.
Setelah itu mereka terdiam,dengam pemikiran masing-masing.
Sungguh mereka tidak ingin seperti ini,tapi mereka hanya takut keponakannya terluka.
。。。
Pagi hari Defaira sudah Ceck in dari hotel yang semalem menampungnya.
Dia mencari taxi untuk menuju ke mansion milik Unclenya.
Dia tidak memberi tahu seseorang pun tentang kedatangannya ini,dia sengaja datang tanpa kabar.
Cukup lama di dalam Taxi akhirnya dia tiba di depan pintu utama Mansion mewah itu.
Tanpa kesulitan dia memasuki gerbang,karena penjaga sudah mengetahui siapa Defaira.
Tanpa permisi Defaira membuka pintu dan memberi kode untuk pelayang diam di saat mereka berpapasan dengannya.
Dia yakin saat ini Unclenya berada di meja makan,
Defaira datang di jam breakfast sengaja, ya jelas mau sekalian sarapan xixixi.
Tiba di ruang makan benar bukan mereka sedang sarapan.
"Uncle!"Suara Defaira membuat tiga orang yang berada di meja makan menoleh dan terkejut.
"Defaira!"Serempak mereka berdiri sambil terbengong.
__ADS_1
Takdir macam apa ini,baru tadi malam dua paruh baya itu membicarakannya dan sekarang dia berada di hadapannya.