Chain In The Future

Chain In The Future
Who?


__ADS_3

Sudah dua hari Defaira berada di New York lebih tepatnya di Kota Manhattan.


Hari ini memaksa Kakak sepupunya untuk menemaninya jalan-jalan.


Dia ingin ke Central park dan pergi ke Time Square,tapi dia ingin berbelanja dulu sebelum ke central park.


Tempat dimana terdapat kenang-kenangan bersama orang tuanya dulu.


Sebelum terjadinya kecelakaan dia sempat berlibur di tempat unclenya ini,bersama kedua orang tuanya ketika liburan musim dingin.


Dan ini lah kenapa dia disini sekarang,mengenang masa liburannya dulu.


Setiap musim dingin dia pasti akan kesini,hanya untuk selalu mengenang orang tuanya.


Waktu beranjak siang saat ini Defaira bersama Lucky Bautista sedang berada di dalam mobil Aston Martin DB11 milik kakaknya itu.


"Aku nanti akan berbelanja banyak dan kakak yang bayar!"Ucapan Defaira mengagetkan Lucky yang sedang fokus menyetir.


Siapa yang mau belanja,siapa yang di suruh bayar.


Padahal tidak masalah jika Defaira ingin menguras isi American Expressnya.


"Tentu saja kakak yang bayar,bukankah itu sudah jadi kebiasaanmu setiap tahun!"Lucky menimpali ucapan adik sepupu tersayangnya itu.


Ngomong-ngomong soal Lucky sekarang dia memegang perusahaan peninggalan dari grandpanya.


B'corp berdiri tanpa campur tangan grandpanya jadi semua aset yang di miliki Defaira sekarang tidak ada hubungannya dengan keluarga Unclenya.


Dari yang perna di ucapkan pengacaranya,Daddynya tidak pernah ingin peduli dengan peninggalan granpa karna dia ingin fokus pada perusahaannya sendiri.


Walaupun saat ini Defaira masih menerima uang dari Unclenya setiap bulan,bahkan nominalnya tidak sedikit.


Kata sang Uncle itu hanya uang jajan untuk keponakannya.


Jika memang tidak ingin ikut mengurus perusahaan granpa mereka pun memaklumi. karena Defaira kekeh mengikuti jejak sang Daddy tidak ingin ikut campur peninggalan granpa.


Biar Unclenya yang mengurus dia sudah pusing dengan B'corp.


。。。


Sesampainya di Time Square,Defaira segera turun dan menuju tempat-tempat yang akan memanjakan matanya.


Sedangkan Lucky janya pasrah mengikuti sepupunya kemanapun dia melangkah.


Sudah selayaknya bodyguard tambahan,karena di belakang mereka tetap ada beberapa pengawal.


Bahkan Unclenya selalu mengirim pengawal untuk Lucky,walaupun kemampuan bela diri Lucky sama kuatnya dengan Defaira.


"Aku akan membeli baju Couple itu!"Seru Defaira sambil menunjuk sepasang kaos couple berwarna putih dengan separuh hati di sisi dua kaos itu.


"Untuk apa kaos seperti itu,kamu punya pacar?"Selidik Lucky aneh saja tidak punya pasangan kenapa harus membeli kaos pasangan.


Defaira tidak mempedulikan Sepupunya lalu melangkah menuju toko tempat berada kaos itu.


Setelah memilih size yang cocok,Defaira melangkah ke kasih untuk membayarnya.


Selesai membayar dia menghampiri Lucky yang berdiri tidak jauh darinya.


"Jelas saja ini untuk kakak,kita akan memakai kaos ini untuk pergi ke Central Park!"Seru Defaira yang membuat Lucky tercengang.


Cowok maskulin seperti dirinya di suruh memakai pakaian couple,apa kata para perempuan yang mengejar-ngejarnya jika mereka melihat.


Lucky hanya menghela nafas.


"Baiklah kita cari makan,lalu pergi ke Central park!"Sambil mendorong pelan punggung Defaira menuju restoran di dekat mereka.


Setelah beberapa saat berada di dalam restoran mengistirahatkan kakinya sejenak sambil menikmati makanannya.


Sekarang mereka bergegas menuju Central park.


Untuk menikmati liburan musim dinginnya kali ini.


。。。


__ADS_1


Hamparan salju menyambut mereka ketika menginjakan kakinya di tempat yang menjadi favoritenya.


Mereka mulai berjalan menyusuri setiap sudut Central park.


Bergandengan tangan dengan sepupunya layaknya sepasang kekasih.


Defaira menghela nafas kasar,dia benar-benar merindukan kebersamaannya dengan Daddy dan Mommynya.


"Jangan bersedih,jadi lah Princessnya Bautista yang ceria dan selalu tersenyum!"Lucky yang mengerti keadaan sepupunya mencoba menghiburnya.


"Aku hanya merindukan mereka!"Defaira memandang lurus ke depan dengan tatapan kosongnya.


Lucky yang melihat kesedihan di mata adek sepupunya segera merengkuh kedalam dekapannya.


Memberikan kekuatan untuk sang sepupu.


Defaira yang tidak bisa manahan kesedihannya,akhirnya menangis sesenggukan di dada bidang Lucky.


"Aku sangat merindukan mereka kak,kenapa mereka harus pergi meninggalkanku sendiri?"tanyanya pada sang sepupu dengan di iringi tangisannya.


Lucky Akhirnya diam membiarkan Defaira menangis,untuk melepaskan beban kerinduannya kepada orang tuanya.


Cukup lama menangis akhirnya Defaira mulai menampilkan wajah cerianya lagi.


Ini kemampuan paling handal yang di miliki Defaira,menyembunyikan perasaannya.


"Sudah cukup aku menangis hari ini,aku tidak mau Daddy dan mom sedih!"Defaira menghapus jejak-jejak airmatanya.


Lucky yang mendengar itupun menjadi tersenyum,mengulurkan tangannya menata rambut Defaira yang berantakan.


"Bertanyalah kepada Uncle,kami tahu tujuanmu kemari bukan hanya untuk liburan Defaira!"


Ucapan Lucky membuat Defaira terkejut.


"ahhh sepertinya aku banyak yang mengikuti!"dengus Defaira.


"Maafkan kami,kami hanya ingin menjagamu!"Lucky menjawab dengan raut wajah yang memancarkan ke kawatirannya.


"Baiklah kita pulang sekarang,jangan membuang-buang waktu jika kamu ingin tahu semuanya."Lucky akhirnya mengajak Defaira pulang karena waktu juga semakin sore.


。。。


Di tempat lain Delano sedang berada di ruangan dengan kedua sahabatnya,mereka datang mengganggu dia yang sedang fokus dengan kertas-kertas di atas mejanya.


"Kalian kenapa datang kesini,seperti pengangguran saja!"Seru Delano sengan nada mengejek sahabatnya,yang benar saja ini belum waktunya jam pulang kantor dan mereka sudah berada disini.


"Tentu saja menjengukmu kawan!"Jimmy menajwab dengan enteng.


Delano mendengus dan memandang Grey yang dari tadi diam saja.


"Kamu kenapa juga kesini Grey?"Delano kembali mempertanyakan keberadaan temannya yang sangat mengganggu ini.


"Tentu saja mengikuti Jimmy,karena dia yang menjemputku!"sahut Grey.


Tadi memang saat di kantor tiba-tiba Jimmy datang membuat rusuh di ruangannya dengan terus mengatakan ingin ke perusahaan milik Delano.


Grey yang dibuat pusing dengan ocehan Jimmy akhirnya membiarkan assistennya melanjutkan pekerjaan.


"Mentang-mentang boss kalian seenaknya pergi begitu saja!"Dengus Delano tapi dia juga merapikan meja kerjannya.


Akan percuma jika dia melanjutkan pekerjaannya karena dia yakin tidak akan bisa berkonsentrasi dengan adanya makhluk jadi-jadian diruangnya ini.


Dia pun memilih beranjak ke lemari pending pendingin dan mengambil 3 kaleng minuman dingin.


"Bagaimana kabar calon mantunya Mom Kim?"


Jimmy benar-benar percaya dengan ucapan mommynya.


Mendengar ucapan nglantur milik Jimmy membuat dia tersedak.


uhukk..uhuukkkk...


"Sialan!"rutuknya setelah menormalkan nafasnya yang tersenggal-senggal karena kesulitan mengambil oksigen karena batuk-batuk.


Jimmy dan Grey malah terbahak melihat sahabatnya menderita.

__ADS_1


"Tapi sebenarnya aku juga kagum terhadap Defaira!"Jujur Delano.


"Jadi namanya Defaira?"Grey menyaut ucapan Delano.


Delano hanya mengangguk,kembali meminum minuman yang ada di genggamannya.


"Baru kali ini kamu mau dekat cewek selain Laura!"Jimmy ikut menimpali.


Grey dan Jimmy tahu tentang Laura teman cewek satu-satunya di antara mereka.


Biarpun mereka berdua seorang player tapi mereka tidak pernah menganggap Laura seorang wanita.


Dan mereka bertiga hanya menganggap sebagai teman biasa,tidak ada yang special walaupun kedekatan mereka banyak membuat iri kaum hawa.


"Dan kamu tahukan jika Laura menyukaimu Del?"tanya Grey.


"Ya tapi aku tidak tertarik dengannya tidak ada yang membuat jantungku bergetar!"Seru Delano sambil terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


Grey dan Jimmy memutar bola mata jengah.


Dan berlanjutlah obrolan gak berguna mereka sampai waktu menunjukan jam pulang kantor.


。。。


Defaira saat ini sedang dalam perjalanannya menuju mansion milik Unclenya.


Masih bersama Lucky yang setia menjadi supirnya.


"Jadi kamu akan tinggal berapa hari disini babe?"tanya Lucky memecahkan keheningan di dalam mobil.


"Seminggu mungkin brother,you know lah aku juga sibuk!"jawab Defaira dengan angkuh.


"Sok sibuk iya,Axel lebih sibuk dari kamu."Lucky mendengus mendengar jawaban sepupunya itu.


Defaira terkekeh mendengar gerutuan Lucky.


"Aku masih merindukan kalian,jadi aku akan barada disini seminggu!"Defaira menjawab lagi.


Sesaat kemudian mereka sudah memasuki gerbang utama mansion milik Unclenya.


。。。


Sedang di dalam mansion milik Uncle Defaira sedang ada dua paruh baya yang bingung memikirkan bagaimana cara menjelaskan tentang kecelakaan yang terjadi kepada orang tua Defaira.


Mereka takut ini akan membuat Defaira bertambah sedih.


"Apa yang harus kita lakukan Dad?"Momnya Lucky juga merasa bingung dengan situasi seperti ini.


"Kita harus tetap mengatakan yang sebenarnya siapa yang telah mencelakai orang tuanya kepada Defaira mom!"Unclenya Defaira menimpali sang istri.


Karena memang betul bukan mereka tidak bisa menyembunyikannya lagi dengan lama.


Bahkan keahlian orangnya Defaira mulai bisa mengungkap apa yang mereka tutupi selama ini.


Jadi tidak ada jalan lain selain mengungkapkannya.


"Tidak ada cara lain selain mengungkapkannya Mom,Defaira sudah besar dan dia berhak tau semuanya!"Unclenya Defaira sangat yakin dengan keputusannya.


Mereka berdua tidak sadar jika sedang ada dua pasang telinga yang mendengarkan obrolan mereka.


"Jadi katakanlah Uncle,siapa yang telah mencelakai orang tuaku?"Ucap Defaira yang membuat mereka berdua tersentak kaget.


karena tidak tahu dan tidak mendengar suara kedatangan Defaira dan Lucky.


Setelah mereka duduk kembali di sofa ruang keluarga,masih dalam keadaan hening.


Tidak ada yang mengeluarkan suara.


Defaira jengah dengan situasi seperti ini,akhirnya membuka suara lagi.


"Jadi siapa yang telah mencelakai orang tua Defaira Uncle?"tanya Defaira dengan nada tegas dan terkesan dingin.


💜💜💜


Cukup segini dulu..

__ADS_1


tunggu next partnya


__ADS_2