
Hari pertama liburan mereka,saat ini Defaira dan kedua sahabatnya beserta Delano berada di restoran hotel tempat mereka menginap.
Setelah mendapat sarapan yang mereka inginkan,saat ini mereka sedang menikmati sarapan mereka dengan hikmat.
Sebelum suara Delano memecahkan keheningan.
"Kalian mau kemana terlebih dahulu?"tanya Delano
"Taman hiburan!"jawab Defaira yang di balas anggukan kepala oleh Anna sebagai tanda persetujuan.
"Aku ikut saja!"jawab Dave pasrah.
Dia yakin tidak akan bisa berkutik dengan keputusan para wanita.
"Kita habiskan sarapan terlebih dahulu lalu bersiap!"ucap Delano.
Mereka pun fokus pada makanan yang di hadapan mereka tanpa mengeluarkan kata sedikit pun.
Setelah sarapan selesai mereka bergegas ke kamar mereka untuk bersiap.
Defaira sudah berganti pakaian yang terlihat sangat santai.
Begitu juga dengan Delano yang hanya mengenakan kaos merah maroon tanpa lengan di padu celana Jean's biru pendek dan sneaker putih.
Memasuki musim panas di negaranya mereka memilih pakaian yang nyaman di kenakan agar tidak kepanasan di tempat terbuka nanti.
。。。
Ke empat orang itu bertemu di lobby hotel karena Dave dan Anna turun lebih dulu.
"Sudah siap!"tanya Defaira ketika sampai di sebelah Anna dengan tangan bertautan dengan tangan Delano.
Dan tangan sebelah kiri Delano masih sibuk dengan benda pipih yang belum terlepas dari tadi,karena harus ada yang di urus bersama Bobby tentang perusahaannya.
"Ayo jalan!"ucap Delano setelah selesai dengan kegiatannya.Merangkul pinggang kekasihnya dan meninggalkan kedua sahabat kekasihnya.
Dave dan Anna yang melihat hanya menggerutu tidak jelas karena di tinggal.
"Lah malah di tinggal gimana sih?"gerutu Anna di belakang Defaira.
"Sudah babe,ayo jalan!"jawab Dave menggenggam tangan Anna.
Mereka berdua pun mengikuti Defaira menuju ke mobil yang sudah terpakir di depan lobby hotel.
Delano yang menyetir kendaraannya sendiri tanpa orang kepercayaannya,dia ingin menikmati waktu liburannya dengan kekasihnya.
Setelah kembali dari sini pasti dia akan lebih sibuk karena ditinggal beberapa hari.
Defaira dan Anna yang berada di belakang berbincang tanpa henti sesekali tertawa,berbeda dengan Delano dan Dave yang hanya diam mendengarkan celotehan mereka.
Cukup lama di dalam mobil akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Delano sudah mengantri membeli tiket masuk ke taman bermain yang sangat terkenal itu.
"Let's start the game guys!"seru Delano menghampiri mereka dengan beberapa ticket masuk di tangannya.
"Ayo babe!"Delano langsung menarik tangan Defaira untuk mengikutinya mengantri untuk masuk.
Kenapa jadi Delano yang bersemangat seperti ini?pikir Defaira karena dari kemarin dia sempat berkata kenapa harus ke tempat permainan anak-anak.
__ADS_1
Mereka sudah berada di dalam dan sedang mencoba beberapa permainan orang dewasa.
Dari mulai permainan yang biasa sampai yang extreme dan masih banyak permainan lagi.
Para pria hanya mengikuti kedua gadis itu bahkan mereka berdua di paksa menggunakan bando yang memiliki dua kuping seperti tikus itu.
Sudah layak untuk menjadi lelaki gemah gemulai menurut Delano dan Dave,bahkan mimik muka mereka tidak menunjukan raut bahagia sedikitpun ketika Defaira memaksa memakai benda sialan itu.
Apalagi melihat raut bahagia kekasihnya,sekesalnya dengan apa yang dilakukan Defaira akhirnya dia hanya diam dan pasrah.
Cukup lama bermain-main dan berfoto dengan tokoh-tokoh yang berada di dalam sana,waktu sudah lumayan terik mereka memutuskan untuk mencari makan di dalam tempat wisata.
Setelah puas berjalan-jalan seharian dan juga merasa sudah lelah mereka memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat.
Masih ada waktu beberapa hari untuk kembali berjalan-jalan.
Hari pertama mereka sudah cukup melelahkan berada di tempat ramai seperti tadi.
。。。
Setelah berpisah di depan pintu kamar hotel dengan kedua sahabat Defaira, Delano dan Defaira memasuki kamar dan langsung merebahkan tubuh mereka di kasur.
"I'm so tired!"gumam Defaira sambil memejamkan matanya.
Delano yang mendengar gumaman kekasihnya mendongak dan memiringkan tubuhnya menghadap sang kekasih.
"Mau mandi dulu?"tanyanya pada Defaira.
"Nanti saja!"jawab Defaira tanpa membuka matanya.
Delano yang mendengar jawaban kekasihnya pun membiarkan Defaira beristirahat.
Dia memilih bangun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi,untuk membersihkan tubuhnya sebelum menyusul kekasihnya.
Ntah apa yang di perbincangkan karena cukup lama,selesai dengan kegiatannya Delano mulai merangkak naik ke kasur menyusul kekasihnya yang sudah terlelap.
。。。
Defaira mulai mengerjapkan matanya dan mencoba mengembalikan kesadarannya.
Dia mengulurkan tangannya meraih jam tangan mungil yang berada di atas nakas.
Defaira mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan kekasihnya tapi tidak terlihat,tapi beberapa saat kemudian dia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi yang artinya Delano yang sedang berada di dalam.
Sesaat kemudian dia mendengar suara pintu yang terbuka dan menampilkan Delano yang berjalan keluar hanya menggunakan handuk saja.
Dia memandang kekasihnya yang terlihat berlalu lipat lebih sexy saat badannya sedikit basah.
"Aku memang tampan babe!"seru Delano yang sudah berada di depan kekasihnya yang masih terbengong itu.
"ishh..!"desis Defaira mencoba mengalihkan pandangannya kesegela arah karena gerogi.
Delano terkekeh melihat kekasihnya yang terlihat malu,lalu mengecup sedikit sudut bibir Defaira.
Dan melangkahkan kakinya menuju tempat pakaiannya berada.
"Babe!"panggil Delano
"Hmm..!"jawab Defaira hanya dengan deheman.
"Dinner with me,mandi dan ganti baju yang ada di paper bag itu!"ucap Delano sambil menunjuk paper bag yang ada di sofa sudut kamar.
Defaira menoleh mendapati sebuah paper bag dengan tulisan besar yang menandakan nama toko terkenal.
__ADS_1
Dia hanya mengangguk dan melangkah menuju kamar mandi,cukup lima belas menit dia sudah keluar dari kamar mandi dan melangkah meraih paper bag yang di tunjuk Delano tadi.
Delano yang sudah siap hanya memperhatikan gerak gerik kekasihnya itu.
"SIAL!"..umpat Delano dalam hati melihat kekasihnya berjalan hanya menggunakan handuk yang tak mampu menutup selurus tubunya itu,dia lelaki normal jelas itu sangat memancing sesuatu dalam tubuhnya.
Defaira sudah mengganti pakaiannya dengan gown sexy berwarna gold dan sudah sedikit merias wajahnya.
"Sudah siap!"tanya Delano
Defaira mengangguk dan menggandeng lengan Delano keluar kamar hotel.
。。。
Delano membawa Defaira ke sebuah restoran terkenal yang berada tidak jauh dari hotel dan saat ini mereka berada di bagian rooftop restoran dengan pemandangan malam,kerlap kerlip lampu yang menghipnotis pengunjung yang datang.
Mereka duduk di salah satu meja yang cukup dekat dengan pembatas,pemandangan indah dan sedikit angin sepoi sepoi membuat dinner romantisnya semakin indah.
"Kamu suka?"Delano membuka suara setelah memesan makanan
"Thanks,aku sudah lama tidak sebahagia ini!"ucap Defaira dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia merasa sangat special saat bersama Delano,selalu di perlakukan bak ratu.
Hubungan yang hampir delapan bulan ini benar-benar membuat Defaira merasa tersanjung.
"Jangan bersedih,aku akan melakukan semuanya untukmu apalagi nanti setelah kita menikah!"ucap Delano dengan kerlingan mata sedikit menggoda kekasihnya yang terlihat bersedih itu.
Delano memperhatikan kekasih yang duduk di depannya.
"Kenapa?"tanya Defaira ketika sadar sedang di perhatikan.
"How about married?"tanya Delano tiba-tiba
Defaira langsung tersedak minumannya mendengar pertanyaan Delano.
"Hati-hati!"ucap Delano sambil mengelus punggung Defaira.
"Kamu mengagetkanku!"jawab Defaira.
"Aku hanya ingin mendengar pemdapatmu babe?"ucap Delano.
"Aku siap jika harus menikah muda,tapi tunggu umurku genap dua puluh tahun!"jawab Defaira tegas tanpa ragu.
"Kamu belum mengetahui seluruhnya tentangku Delano,aku takut akan mengecewakanmu!"lanjut Defaira.
"Katakan apa itu!"penasaran Delano
"Tidak untuk sekarang!"jawab Defaira.
"Baiklah lupakan itu dulu,kita nikmati malam kita ini!"Ujar Delano mengangkat gelas white wine di meja.
Akhirnya mereka melanjutkan dinner tanpa pembicaraan serius dan hanya senyuman yang mereka tunjukan untuk kebahagiaan mereka malam ini.
。。。
Chicago airport...
Seorang wanita berjalan anggun keluar dari pintu bandara dengan menggeret koper ditangan kanannya.
"Delano I'm coming!"gumam wanita itu dengan senyum sinisnya.
__ADS_1