
Saat ini Jimmy sedang singgah di perusahaan milik keluarga Grey yang sudah menjadi hak milik Grey.
Mereka berbincang membahas bebeberapa hal tentang perusahaan dan tentang kerja sama mereka.
"Aku dengar Laura akan pulang!"Grey membuka suara lagi setelah mereka selesai membahas pekerjaan.
"Aku dengar juga begitu tapi tidak tahu kapan!"jawab Jimmy
"Apa dia masih menyukai Delano!"tanya Grey sambil menerawang bagaimana Laura yang mati-matian ingin bersama dengan Delano padahal sudah di tolak berkali-kali.
"Itu bukan rasa suka atau bahkan cinta,itu hanya obsesi mengatas namakan cinta!"jawab Jinmy
Grey yang mendengar hanya mengangguk-anggukan kepalanya,memang benar obesisi dan cinta hanya beda tipis sulit membedakannya.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuat mereka terdiam dari pembicaraannya.
"Come in!"jawab Grey
Cklekk...
Pintu perlahan terbuka dan muncullah seseorang yang baru saja mereka bicarakan.
"Hi guys,miss me!"sapanya pertama kali melihat kedua temannya yang sedang memandangnya dengan wajah shock.
"Kalian kenapa?"tanyanya lagi ketika tidak mendapat respon apa-apa.
Jimmy dan Grey masih tercengang melihatnya,bagaimana bisa secepat ini?pikir mereka.
"Hei!"pekik wanita itu lumayan keras yang menyadarkan Jim dan Grey.
"Ehmm.."Jim dan Grey berdehem bebarengan untuk menetralkan raut keterkejutannya.
"Kapan kamu pulang?"tanya Jimmy setelah mendapat kesadarannya.
"Kenapa sepertinya kalian tidak suka?"tanya Laura memicing.
"Tidak kita hanya kaget saja,iyakan Jim?"jawab Grey sedikit grogi,sejujurnya dia juga tidak terlalu nyaman dengan Laura.
Dia hanya menghargai kebersamaannya dulu.
"Iya,jadi kapan kamu sampai di negara ini?"tanya Jimmy lagi.
"Kemarin sore,btw Delano mana kenapa kalian hanya berdua?"tanya Laura sambil celingukan.
"Delano tidak ada disini,dia sedang liburan dengan kekasihnya!"jawab Jimmy
Raut muka yang tadi menampilkan senyum manis mendadak merah padam dan tergantikan senyum sinis.
Jimmy hanya memandang Laura dengan diam,dapat dia pastikan Laura masih menyimpan obsesinya untuk memiliki Delano.
Dan sepertinya dia harus memberitahu Defaira hal ini.
"Delano memiliki kekasih?"tanya Laura pura-pura tidak tahu.
"Ya!"jawab Grey dengan singkat.
"Wouw dia berani menolak ku dan sekarang berpacaran dengan gadis lain,seperti apa gadis yang sudah membuat Delano menjalin sebuah hubungan?"tanya Laura dengan nada terkejut.
Jimmy dan Grey saling melirik,sepertinya apa yang mereka katakan tadi sebelum tersangka datang memang benar.
Jika seperti ini hubungan Delano dan Defaira akan sangat berbahaya.
"Dia cantik,sexy dan yang paling penting masakan dia enak banget!"celetuk Jimmy sambil membayangkan masakan Defaira yang beberapa hari lalu dimasak di mansionnya,Defaira datang karena undangan momnya.
"OH YA ?"tanya Laura.
__ADS_1
Grey mengangguk tidak menjawab suara Laura.
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama?"tanya Laura dengan tersenyum manis menyembunyikan suasana hati yang sedang ingin meledak.
"Maaf aku tidak bisa masih pekerjaan yang harus aku tangani!"Sesal Grey.
"Aku juga akan segera kembali ke kantor,maaf Laura!"sahut Jimmy
"Fine,next time kita harus berkumpul dengan Delano!"ucap Laura.
"Oke!"jawab Jimmy dan Grey serempak.
"Baiklah aku akan pulang terlebih dahulu,karena sore nanti ada jadwal pemotretan!"ucap Laura sambil melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Grey.
"'Bye..!"ucap Laura lalu melangkah keluar ruangan dengan wajah yang sudah berubah dengan wajah sinisnya.
Sesampainya di parkiran Laura memasuki mobilnya dan mengumpat kesal mendengar Delano sedang berlibur dengan gadis yang menurutnya biasa saja tidak sebanding dengannya yang model dan kaya.
"Sialan,aku akan mendapatkanmu Delano!"geram Laura melajukan mobilnya.
。。。
Sepeninggal Laura Jim dan Grey menghela nafas panjang,seperti baru saja menghadapi masalah besar.
"Bagaimana menurutmu?"tanya Grey
"Benalu!"jawab Jim singkat.
"Tapi jika sampai Delano lengah pasti dia akan sangat menyesal,Defaira bukan gadis sembarangan!"ucap Jimmy dibarengi smirk sinisnya.
"Maksutnya?"tanya Grey yang tidak paham
"Kamu akan tahu nanti!"sahut Jim
"Baiklah aku akan kembali ke kantorku,Delano mungkin hari ini akan kembali dari liburannya!"ucap Jimmy melangkah keluar ruangan Grey.
。。。
California..
Delano dan Defaira bersama kedua temannya sudah berada di bandara untuk kembali menuju negaranya setelah menikmati liburan satu minggunya.
Defaira mulai keluar dari hotel sampai saat di ruang tunggu dia bersandar terus di pundak Delano,dia merasa tubuhnya sedikit tidak bersahabat.
"Kenapa?"tanya Delano yang sedikit aneh melihat sikap Defaira.
"Aku gak papa!"jawabnya sambil memejamkan mata.
"Defa kamu sakit?"tanya Dave dengan nada panik.
Anna yang mendengar ucapan Dave segera mendekat dan menyentuh puncak kepala Defaira dan ternyata panas.
"Defa demam Dave!"pekik Anna lumayan keras.
"Bagaimana sih Defaira demam masak kamu tidak tahu!"sinis Anna melihat Delano.
"Maaf aku tidak tahu!"jawab Delano dengan sesal.
Dave langsung mengambil alih Defaira dan menggendongnya memasuki pesawat,karena sudah ada panggilan.
Dia mengabaikan Delano,tapi Defaira bagi mereka adalah segalanya.
Defaira bukan hanya sahabat tapi juga saudara perempuan baginya.
Dave meletakan Defaira yang tertidur di kursinya dan membenahi kursi Defaira agar lebih nyaman untuk rebahan setelah melakukan take off.
"Maafkan aku!"Sesal Delano yang berada di samping Dave.
__ADS_1
"Sudahlah,jaga dia Defaira bukan hanya sahabat bagi kita dan maafkan sikap Anna!"seru Dave menepuk pundak Delano.
Delano mengangguk dan mendudukan dirinya di kursi sebelah Defaira dengan menggenggam tangan Defaira yang terasa dingin.
Delano memandang wajah Defaira yang terlihat pusat,bagaimana dia bisa tidak melihat perubahan Defaira sampai dia terjatuh sakit seperti ini.
Perjalanan yang memakan waktu cukup lama akhirnya mereka mendarat dengan mulus di negara mereka berasal.
Delano menggandeng Defaira dengan posesive tidak membiarkan gadis itu bergerak berlebihan.
Barang mereka di bawa oleh Dave.
"Aku akan mengantar Defaira ke aparment dan mungkin akan menginap disana untuk menemaninya jangan kwatir!"ucap Delano setelah mereka berada di dalam mobil dengan Dave yang masih berdiri di samping mobil.
"Jaga Defaira!"ucap Anna dengan tegas.
Delano mengangguk dan menyuruh supirnya melakukan mobilnya menuju alamat apartment milik Defaira.
Sesampainya di aparment Delano merebahkan Defaira di ranjang queen size milik gadis itu dia ikut berbaring di samping Defaira selain lelah dia juga mengantuk.
。。。
Pagi harinya Delano sudah mandi dan perpakaian rapi walau dengan baju santai.
Dia bergegas kedapur ingin membuat sarapan untuk kekasihnya itu.
Delano memanfaatkan bahan yang ada di kulkas untuk membuat sarapan dan membuat bubur untuk Defaira.
Sedangkan di kamar Defaira yang sudah mulai membuka matanya,dia bergerak pelan karena kepalanya terasa berat.
Berdiam beberapa saat untuk menetralkan rasa pusingnya,setelahnya melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Dapat dia lihat koper Delano berada di pojok kamar yang artinya semalam kekasihnya itu berada disini tapi entah dimana orangnya.
Mengabaikan itu Defaira memilih mandi agar badannya lebih segar.
Dua puluh menit berlalu Defaira sudah menyelesaikan acara mandinya dan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan miliknya.
Dia melangkah keluar kamar menuju dapur dia merasa lapar,saat berada di depan pintu dia dikagetkan dengan Delano yang sedang berkutat dengan panci lihatlah bahkan dia memakai clemek pink dengan gambar kelinci miliknya.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Defaira dengan lemah
Delano yang sedang fokus itu di buat terkejut dengan suara lemah di belakangnya.
"Kamu sudah bangun babe!"Delano mendekati Defaira dan menuntunnya untuk duduk di kursi yang berada di ruang makan.
"Tunggu disini saja,aku akan mengambilkan sarapan untukmu!"ucap Delano dan melangkah menuju dapur.
Beberapa menit kemudian Delano kekuar membawa nampan yang terdapat dua mangkuk lumayan besar.
"Aku membuatkanmu bubur bayam,kamu sedang sakit tidak boleh memakan makanan sembarangan!"Ucap Delano meletakan mangkuk di depan Defaira.
"Aku akan menyuapimu!"lanjut Delano.
"Tidak perlu aku akan makan sendiri,kamu juga harus makan nanti kamu ikut sakit!"jawab Defaira meraih sendok yang sudah di pegang Delano lalu menyuap bubur yang dibuat kekasihnya itu.
Satu suapan masuk kedalam mulutnya dan rasanya tidak terlalu buruk.
"Enak,Terima kasih!"ucap Defaira sambil tersenyum simpul ke arah Delano.
"Habiskan lalu minum obat!"sahut Delano.
Mereka pun mulai menyuap bubur dari mangkuk masing-masing tanpa suara,walau Defaira tidak bisa menghabiskan semuanya Delano senang karna hasil karyanya dihargai oleh sang kekasih.
"Minum obat lalu istirahat!"Delano kem kembali membawa Defaira ke kamar setelah memberi gadisnya itu obat penurun panas.
Defaira hanya pasrah karna dia tidak mempunyai tenaga untuk protes ataupun menolak.
__ADS_1
Setelah membantu Defaira rebahan Delano mulai membuka ipadnya untuk memeriksa email yang masuk,sebelum besok mulai kembali ke perusahaan.