
Menghabiskan makanan yang mereka pesan sesaat lalu dengan hening.
Ntah kenapa Delano dan Defaira saat ini merasa canggung.
Setelah membersihkan bekas makanan,mereka saat ini berada di ruang tv.
"Jadi?"Delano mengintrupsi membuat Defaira menoleh kepadanya.
"Jadi apa?"tanya Defaira
"Jadi kamu mau jadi kekasihku?tanya Delano
"Sebenarnya cukup aneh untukku yang umur segini dan menjalin asmara dengan ikatan hanya sebatas kekasih,tapi aku memang ingin mengenal lebih dalam kamu Defaira!"ungkap Delano selanjutnya sambil menatap Defaira yang memerah wajahnya.
Defaira pun saat ini mengalihkan pandangannya ke arah lain,tidak ingin Delano yang melihat wajahnya yang memanas.
"Baiklah!"ucap Defaira
Delano menaikkan satu alisnya,dan berfikir maksut dari kata baiklah.!
"Baiklah?"Delano mengulangi perkataan Defaira
"hmm!"jawab Defaira hanya dengan bergumam.
"Baiklah apa Defaira?"tanya Delano lagi
Dia paham sekarang apa maksutnya,tapi dia masih ingin menggoda Defaira.
"Hish..aku malu kak!"jawab Defaira dengan wajah cemberutnya
"Kakak tidak tahu maksutmu?"saut Delano lagi
"Ya pokoe itu!"Defaira masih cemberut
"Baiklah aku paham!"jawab Delano dengan tersenyum masih kepada Defaira.
Defaira pun membalas senyuman Delano tak kalah manis.
Tiba-tiba Delano mendekatkan dirinya kepada Defaira,
Defaira yang melihat itu menjadi gugup.
Delano membawa tubuh kecil Defaira kedalam pelukannya dan mengecup sekilas puncak kepalanya.
Defaira hanya diam di perlalukan seperti itu,I I adalah pertama kalinya dia memiliki kekasih.
Jadi dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Jangan memakai pakaian seperti tadi!"Ucap Delano yang masih mendekap erat Defaira.
"Kenapa?"tanya Defaira dan mendongakkan kepalanya menatap kekasih beberapa menitnya.
"Badanmu terlihat semua!"jawab Delano ambigu
"Aku sudah terbiasa dengan pakaian seperti itu,apalagi di rumah!"Ujar Defaira
__ADS_1
Delano hanya mengangguk,biarkan saja jika hanya dirumah tapi jika keluar dengan pakaian seperti itu .Sepertinya dia akan membelikan pakaian baru untuk kekasihnya.
Delano memandangi wajah cantik yang berada di dada,fokusnya kepada bibir mungil Defaira.
"Baby,may I kiss you?"tanya Delano
Mereka berdua saling memandang,membuat jantung Defaira berdentum dengan keras.
Hembusan nafas hangat menerpa wajah Defaira membuat sesuatu dari dalam diri bangkit dan meneriakinya untuk di bebaskan.
"Kak!"panggil Defaira
"hmm!"hanya itu jawaban Delano
Tanpa aba-aba Delano memagut bibir Defaira,
awalnya hanya dengan saling menempel hingga bibir Delano mulai bergerak ******* bibir mungil Defaira.
Defaira hanya pasrah mengikuti apa yang dilakukan Delano,sampai dia merasa pasokan oksigen di sekitarnya habis.
Defaira memukul dada Delano tanda dia kehabisan nafas.
Delano melepaskan pagutannya dengan dahi yang saling menempel,dengan nafas terengah berlomba mendapatkan pasokan oksigen.
"Maaf!"ucap Delano sambil mengelap bibir Defaira dengan ibu jarinya.
"My first kiss!"Ucap Defaira lemah sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Delano.
Delano yang mendengar itu pun tersenyum senang.
。。。
Seminggu sudah Defaira menjalin hubungan dengan Delano.
Selama beberapa hari itu pun,Defaira di perlalukan sangat special oleh Delano.
Hampir setiap hari pula Delano menghampirinya ke aparment,dan ini yang membuatnya sedikit kesulitan bekerja.
Sore ini Defaiea akan bertemu dengan kedua Sahabatnya,dia sangat merindukan mereka.
Defaira sudah bersiap dengan pakaian santainya,dia hanya menggunakan Jean's dan kaos warna putih dan memakai sneaker warna putih.
Dia akan menggunakan motornya menuju cafe dimana mereka bertiga akan bertemu.
Menempuh perjalanan empat puluh menit,Defaira sudah sampai di depan cafe.
Cafe ini sangat tidak terlalu ramai seperti tempat biasanya,bukan sepi pengunjung tapi suasana yang lebih tenang.
Jadi banyak juga pengusaha-pengusaha yang bertemu client di tempat ini.
Melangkahkan kakinya menuju temannya berada.
"Guys!"Seru nya sambil mendudukan dirinya di kursi depan Anna.
"Mentang-mentang sudah sibuk dengan berkas,jadi tidak perna mau menemuiku!"pekik Anna lumayan keras.
__ADS_1
Dave hanya mengelus lengan pacarnya,agar lebih tenang.
Dari pada berdebat,Defaira memilih memesan minuman dan makanan.
"Aku punya berita!"seru Defaira
"Apa?"jawaban kompak Anna dan Dave
Defaira malah diam dan memainkan ponselnya. Tak lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka.
"Apa?"tanya Anna lagin
"Nanti saja setelah makan!"jawab Defaira.
Mereka pun memakan makanannya dengan rasa penasaran,berita apa yang akan disampaikan Defaira.
Cukup lama berkutat dengan makanannya ,akhirnya mereka menandaskannya tanpa sisa.
"Jadi berita apa?tanya Anna lagi
"Aku punya kekasih!"jawab Defaira
Dave dan Anna membulatkan matanya mendengar ucapan Defaira.
"Siapa?"tanya Dave
"Delano!"jawab Defaira tenang
Mereka semakin terkejut mendengarnya.
"Wouw seorang Defaira bisa meluluhkan hati Delano Beall Rodriguez!"pekik tertahan Anna.
"Pesona Defaira Luana Bautista memang tidak terkalahkan!"ucap Dave pelan.
Dan seterusnya mereka melanjutkan obrolan anak muda seperti biasanya,tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengarkan semua yang mereka bahas tadi.
Dia sedang berada disana untuk menemui clientnya.
。。。
Cukup lama berbincang dengan kedua sahabatnya,mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.
Kedua sahabatnya sudah pergi tinggal dia sendiri berdiri di depan Cafe.
Karena hujan dia tidak ingin pulang dengan basah-basahan.
"Jadi kamu Defaira Luana Bautista,Paris kerajaan Bautista?"ucap seseorang di belakang Defaira
DEG
Jantung Defaira serasa terlepas,dia berfikir pasti ada yang mendengar perbincangan dengan kedua sahabatnya tadi.
Defaira pun menoleh,mendapati seseorang yang dia kenal.
"Kak!"seru Defaira ketika melihat siapa orang itu.
__ADS_1