Chain In The Future

Chain In The Future
Closer


__ADS_3

Terhitung sebulan sudah sejak kepulangan Defaira dari New York,hari-hari nya semakin di sibukan dengan berkas kantor.


Bahkan kesempatan untuk bertemu dengan dua sahabatnya pun hanya sedikit.


Saat ini pun dia berada di apartment lebih tepatnya di ruang kerjanya berkutat dengan berkas dan laptop.


Situasi seperti ini sesungguhnya sangat menyulitkan ruang gerak Defaira,tapi apa boleh buat baru delapan bulan lagi dia berumur dua puluh tahun.


Dimana identitasnya akan di publis.


Mengetahui orang yang mencelakai orang tuanya sudah meninggal,jadi tidak ada yang dia takutkan lagi untuk menunjukan jati diri sebenarnya.


Dan tinggal nunggu waktunya saja.


Defaira yang fokus memandang layar komputer di depannya di kagetkan dengan bunyi dari benda pipih yang berada di dekatnya.


Saat mengetahui siapa yang menghuhubunginya,dengan terburu dia mengangkatnya.


"Hallo Anna I miss you!"pekiknya setelah menggeser icon hijau dan menempelkan hpnya di telinganya.


"..........."Suara di sebrang sana.


"Baiklah kita bertemu di sana!"jawab Defaira,lalu menutup sambungan telponnya.


Dengan semangat Defaira melanjutkan pekerjaannya,karena nanti malam dia akan berkumpul dengan dua sahabatnya.


Ya,Anna menelfonnya untuk mengajaknya ketempat dimana mereka sering berkumpul,night club milik Dave.


Disana mereka memiliki ruang VVIP yang khusus untuk mereka,jika mereka tidak ada maka ruangan itu akan kosong.


Jam sudah menunjukan pukul lima sore,tapi pekerjaan Defaira belum juga selesai.


Rasanya dia tidak ingin menjadi Defaira yang seperti ini.


Menghela nafas kasar dan membereskan mejanya,tidak selesai hari ini dia bisa menyelesaikannya besok.


Dia harus mengistirahatkan badannya terlebih dahulu sebelum pergi dengan sahabatnya.


。。。


Ditempat lain di waktu yang sama,disebuah ruangan kantor terdapat tiga pria dewasa yang sedang berkumpul.


"Nanti malam aku akan pergi ke tempat biasanya ada yang mau ikut?"tanya Jimmy dengan memandang kedua sahabatnya satu persatu.


"Tentu saja aku sudah lama tidak mencari hiburan!"Sahut Grey yang paham dengan ucapan yang Jimmy lontarkan.


"Lalu bagaimana dengan mu Del?"tanya Jimmy kepada Delano yang belum meresponnya.


"Aku ikut kalian saja,lebih baik sekarang kita pulang jika nanti malam ingin keluar!"Seru Delano sambil berdiri dari sofa yang dia duduki mengambil jas yang tersampir di kursi kerjanya.


Kedua sahabatnya pun ikut berdiri dan bersiap melangkah keluar bersamaan dengan Delano.


Mereka sekarang berada di lift menuju basements kantor Delano.


"Bagaimana dengan gadis kecilmu?"Suara Grey tiba-tiba mengintrupsi keheningan di dalam lift.


"Gadis siapa?"Tanya Jimmy kepada Grey


"Gadisnya Delano,siapa lagi!"Grey mendengus melihat Jimmy.


Delano yang merasa namanya di sebutpun hanya mengangkat bahunya acuh.


Memang benar kedekatannya antara Defaira sudah tak biasa.tapi diantara mereka mungkin belum ada yang menyadari tentang perasaannya satu sama lain.


Jadi tidak ada jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan yang menyangkut hubungan mereka.


lift berdenting tandanya mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Delano masuk ke dalam mobil mahalnya lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


Jimmy dan Grey yang melihat hanya geleng-Helen kepala mereka tahu betul sifat Delano.


"Sepertinya dia belum menyadari perasaannya pada gadis itu!"Grey berucap lagi setelah bayangan mobil Delano hilang dari pandangannya.


"Dia takut di katai pedofil kali jika dekat dengan gadis remaja!"celetuk Jimmy di akhiri kekehannya.


Grey yang mendengar memutar bola mata dan mengangkat tangannya menggeplak kepala Jimmy dengan cukup keras.


Lalu melangkahkan kakinya menuju mobilnya,

__ADS_1


mengabaikan umpatan Jimmy kepadanya.


"Shit,kepala ku sakit!"gerutunya menyusul menuju mobilnya.


Setelah itu mereka berpisah menuju arah rumah masing-masing.


Sebelum bertemu lagi nanti malam,ditempat yang sudah dijanjikan.


。。。


Jam menunjukan pukul delapan tiga puluh menit,dia masih di kamar apartmentnya.


Masih berkutat dengan alat make up nya,biarpun tanpa make up dia masih cantik.


Tapi sebagai wanita dia tidak mau mengabaikan penampilannya ketika di luar rumah.


Setengah jam lebih bersiap akhirnya dia selesai dengan urusan wajahnya dan juga sudah memakai dress yang di pakai untuk pergi.


Menyambar tas jinjingnya dan memakai high heels nya,Defaira berjalan menuju pintu aparmentnya.


Dia melangkah menuju lift di sebelah kanan dimana apartmentnya berada.


Hari ini dia memilih memakai taxi untuk pergi ke tempat tujuannya.


Beberapa saat kemudian dia sudah sampai di parkiran club milik sahabatnya.


Kedua sahabatnya sudah menunggu di dalam sana,jadi tanpa basa-basi dia langsung melangkahkan kakinya untuk menuju ketempat Anna dan Dave berada.



"Wouw girl tambah cantik saja!"Seloroh Anna ketika Defaira muncul di hadapannya.


Mereka bertiga berdiri lalu berpelukan singkat,ini sudah biasa mereka lakukan ketika bertemu.


Salam sapa khusus untuk mereka bertiga.


Mendudukan diri kembali di sofa dan mulai menikmati dentuman musik yang memekakan telinga.


"Bagaimana dengan urusan kantormu Def?"tanya Dave kepada Defaira.


"Kenapa malah membahas pekerjaan sih babe!"gerutu Anna mendelik kesal kepada kekasihnya.


Dia melindungi Defaira dan Anna layaknya adik kandungnya.


Dave tidak akan membiarkan ada orang yang menyentuh mereka sedikitpun.


Banyak lelaki yang mendekati mereka berdua,tentu saja langsung di kasih peringatan dengan Dave akhirnya mereka pada takut.


"Biasa membosankan tapi masih bisa di atasi!"jawab Defaira.


"Lalu kapan kamu akan meninggalkan dunia model dan terjun ke perusahaan daddymu?"lanjut Defaira dengan mengeluarkan pertanyaan untuk Anna.


"Aku?"tanyanya sambil menunjuk diri sendiri


Defaira hanya mengangguk,Anna yang seperti ini pasti akan menjawab dengan asal.


"Tentu saja kapan-kapan!"lanjut Anna dengan nyengir memandang Defaira.


Dave dan Defaira mendengus kesal.


Dan tiba-tiba terjingkat kaget mendengar pekikan Anna.


"Mr.Ceo!"pekiknya ketika melihat sosok Delano di pintu masuk Club.


Defaira dan Dave yang mendengarpun segera menoleh ke arah pintu dan benar mereka melihat Delano dengan kedua sahabatnya.


Yang juga sedang melihat kearah mereka berada



Defaira memandang Delano tanpa kedip,tiba-tiba dia merasakan perasaan aneh pada hatinya.


Jantungnya berdegup tidak karuan ketika mata mereka bertemu.


Delano tersenyum dan itu membuat Defaira semakin salah tingkah.


Defaira mengalihkan pandangannya asal,karena gugup melihat Delano dan temannya berjalan menuju arah mereka.


"Apa kita boleh bergabung?"tanya Grey kepada Defaira dkk.

__ADS_1


Defaira memandang Dave untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan Grey.


"Jika tidak boleh juga tidak masalah,kita bisa duduk ditempat biasa!"Delano menimpali sepertinya dia sadar dengan situasi canggung.


"Tidak masalah sir kalian boleh gabung!"Jawab Dave cepat dia juga tidak enak jika harus menolak orang seperti Delano.


Ketiga orang itu sama-sama orang berkuasa,sungguh sungkan jika harus menolak mereka.


"Silahkan duduk!"Seru Defaira.


Mereka pun mendudukan diri di sofa dimana Defaira dkk.


Delano duduk berada di sebelah Defaira.


Defaira yang berada di dekat Delano semakin gugup dibuatnya,apalagi melihat temannya memandangnya dengan tatapan aneh.


"Kamu sudah lama disini?"tanya Delano dengan pandangan intens kepada Defaira.


"Iya!"jawabnya singkat sambil menyambar minuman yang ada di meja.


Dia benar-benar sesak dekat dengan pria ini,sepertinya ada yang salah pada dirinya.


"huffft...kok jadi gugup begini sih!"gumam Defaira dalam hati.


"Kamu sakit?"Delano bertanya lagi ketika melihat Defaira yang terlihat gusar.


"Dia tidak sakit tapi gugup duduk dengan pria tampan dan errrggg...sexy!"celetuk Anna dengan suara lirih di akhir.


Dave yang mendengar kekasihnya memuji pria lain langsung mendelik dengan tatapan tajamnya yang di balas cengiran Anna.


"Shut up your mouth Anna!"Umpat Defaira kesal dia benar malu saat ini.


Kedua teman Delano malah tertawa kecil melihatnya.


Mereka berfikir Delano juga memiliki perasaan terhadap Defaira karena tidak biasanya Delano mau dekat dengan seorang wanita,selain mommynya.


Defaira yang sudah malu akhirnya menggeret Anna turun ke Dance floor mengabaikan para pria yang malah membahas pekerjaan di tempat seperti ini.


Cukup lama Defaira dan Anna berjingkrak di lantai dance mereka berdua kembali ke sofa di mana temannya berada,dengan peluh mengalir dari dahi dan leher mereka.


Delano yang melihat Defaira seperti itu segera meraih gelas dan memberikan minuman segar untuk Defaira.


"Terima kasih!"Defaira menerima gelas itu dengan malu-malu.


"Mommy Kim sepertinya bakal punya mantu!"


"Daddy Jason bakal segera bikin pesta!"


Grey dan Jimmy berucap hampir barengan,Delano yang di sindir pun mendelik kesal.


Temannya ini tidak tahu situasi banget,dia juga merasa malu hehehe.


Saat para lelaki berbincang,berbeda dengan ke dua gadis yang ada di sana.


Mereka berdua tertidur mungkin karena lelah,Anna yang berada di dekapan Dave dan Defaira yang bersender di pundak kekar Delano.


Delano kaget ketika ada sesuatu berat terjatuh di pundaknya,dan ketika melihat apa itu dia lebih kaget lagi ternyata gadisnya tertidur dan menyender disana.


"Eh kok pada tidur!"celetuk Jimmy


"Nyaman banget tidurnya nyender di pundak!"Grey ikut menimpali.


Delano hanya diam dan membenarkan letak kepala Defaira agar lebih nyaman.


"Sepertinya aku harus pulang sekarang membawa mereka berdua!"Dave membuka suara.


"Bagaiman kalau Defa aku yang mengantarnya?"tanya Delano kepada Dave.


Dave yang mendengarnya pun memandang Delano dengan tajam.


"Aku tidak akan melukai sahabatmu percayalah"Ucap Delano lagi ketika melihat tatapan Dave.


"Biarkan saja dia bersama Delano,kita jamin aman!"Grey mencoba membantu temannya.


"Baiklah antarkan dia ke Apartment di jalan xxx,kamu pasti tahu kan?tanya Dave


Delano mengangguk,dan mereka memutuskan bubar dan pulang.


Delano membopong Defaira yang tertidur ala bridal style,demi apapun Delano deg-Dan tidak karuan.

__ADS_1


__ADS_2