Chain In The Future

Chain In The Future
Kisses


__ADS_3

Sepulang dari mansion keluarga Delano dengan di antar kekasihnya,sekarang Defaira sudah berada di ruang keluarga dengan tv yang menyala.


Dengan Delano di sampingnya,lelaki itu mengikutinya ke apartment padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.


"Kamu gak pulang?"tanya Defaira memecahkan keheningan.


"Kamu ngusir?"tanya balik Delano


"Sudah terlalu malam!"jawab Defaira dengan santai,kepalanya masih berada di bahu kokoh Delano.


"Nikah yuk!"Seru Delano tiba-tiba


Defaira yang mendengar pun hanya mendongak dan mengerjap lucu menatap Delano.


Delano sungguh gemas melihat gadis di. sampingnya ini.


"Aku sudah dewasa jika tidak segera menikah!"seru Delano lagi.


Defaira mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kamu memang sudah tua!"jawabnya enteng dan menyandarkan kembali kepalanya sambil memainkan tangannya yang berada dan genggaman Delano.


Delano yang mendengar terkekeh,Delano memang serius untuk menikahi gadis ini tapi tidak untuk sekarang biarkan hubungannya berjalan semestinya.


Tidak masalah jika dia harus menunggu Defaira.


"Aku nginep disini ya babe!"sebuah pernyataan keluar dari mulut Delano.


Delano sudah beberapa kali nginep di apartmentnya,bahkan tidur di ranjang yang sama.


Apartment Defaira hanya ada satu kamar.


"Ya sudah kita bersih-bersih trus tidur!"ucap Defaira.


Mereka berdua pun melangkah memasuki kamar Defaira berada,dan bergegas dan membersihkan diri sebelum tidur.


Sesaat semua sudah selesai,Delano dan Defaira segera merebahkan diri di ranjang.


Dengan Defaira yang berada di pelukan Delano


Sebelum terbuai ke alam mimpi Delano mengecup kening Defaira sekilah dan mempererat pelukannya.


。。。


Mentari mulai menampakan diri dari peraduannya,sinarnya mengganggu tidur nyenyak seorang gadis.


Defaira mengerjap mulai membuka mata menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kamarnya.


Setelah merasa sadar sepenuhnya dia menggeliat,merenggangkan otot badannya.


Tapi saat bergerak dia merasa ada benda yang menimpa tubuhnya dan itu lumayan berat.


Dia melihat lengan kekar melingkar di perutnya,ah dia baru ingat kekasih tuanya itu menginap lagi disini.

__ADS_1


Delano beberapa kali sudah menginap disini,ucapannya tidak bisa di tolak.


Tapi bagi Defaira itu tidak masalah,mereka hanya tidur tidak akan melebihi batas sebelum waktunya.


Defaira memiliki komitmen sendiri untuk itu.


Defaira membalikan badannya menghadap laki-laki yang berada di sampingnya,kepalanya mendongak menatap lekat wajah tenang Delano saat terlelap.


Lihatlah pahatan yang sempurna,beruntung sekali Defaira mendapatkan kekasih seperti dia walaupun berbeda umur.


"Aku memang tampan babe!"gumam Delano sambil mempererat pelukannya.


"Sudah bangun?"pertanyaan konyol dari Defaira.


"hmm!"jawaban Delano.


"Lepaskan aku biarkan aku bangun dan membuat sarapan untuk kita!"Ucap Defaira berusaha mengangkat tangan Delano.


Delano pun membuka matanya dan memandang gadis itu,lalu mengecup singkat bibir manis Defaira dan melepaskan pelukannya.


Defaira yang sudah bebas pun segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan aktifitas kamar mandinya,dia berjalan ke ruang ganti untuk menyiapkan baju kerja Delano.


Sungguh Defaira merasa seperti seorang istri yang sedang menyiapkan keperluan suaminya.


Memang aneh saja untuk apa juga Delano membawa baju ke apartmentnya.


Dia akan membuat nasi goreng seafood kesukaan Delano.


。。。


Sedang Delano yang berada di kamar Defaira tersenyum bahagia melihat pakaian yang sudah di siapkan Defaira.


"Seperti sudah menikah saja ada yang menyiapkan baju dan ada yang membuat kan sarapan!"Ucapnya sendiri dengan pelan.


Dia pun segera berganti pakaian karena hari ini akan ada jadwal bertemu clien penting.


Cukup lama berkutat di kamar,Delano sekarang melangkah menuju dapur.


Dia ingin melihat kekasihnya yang sedang membuatkan sarapan untuknya.


Saat sudah berada di pintu dapur dia berhenti dan memandang lekat Defaira yang fokus ke wajan.


Delano merasa Defaira sangat sexy saat seperti ini.


Delano melangkah mendekat ke arah Defaira dan memeluknya dari belakang.


Dapat di rasa tubuh Defaira menegang sesaat.


"Morning babe!"sapa Delano sambil mengecup pundak Defaira yang terbuka karena dia hanya menggunakan tang top.


"Morning,lepaskan aku dulu nanti nasi gorengku gosong jika kamu menggangguku!"Ucap Defaira sambil bergerak kenanan dan kekiri.

__ADS_1


shit..delano mengumpat dalam hati.


"Plis babe jangan bergerak-gerak ini tidak baik!"Ucap Delano dan melepaskan pelukannya.


Bahaya jika terus seperti itu,takutnya malah kebablasan dan membuat Defaira kecewa.


"Hah maksutnya apa?"Defaira tidak mengerti dengan ucapan Delano.


"Nothing babe!"jawab Delano sambil menyeruput teh herbal yang sudah ada di meja makan.


Defaira selalu menyiapkan teh ini untuknya jika dia sedang berada disini,Defaira tidak memperbolehkan Delano meminum kopi.


"Sudah siap,sarapan dulu!"ucap Defaira sambil meletakan sepiring nasi goreng di depan Delano.


Lalu dia duduk di sebelah Delano dan memakan nasi goreng untuknya sendiri.


Mereka berdua hening dan fokus ke nasi goreng buatan Defaira,masakan gadis itu tidak pernah mengecewakan.


"Rasanya aku ingin segera menikahimu!"Ucap Delano setelah menyapu habis sepiring nasi goreng.


"Aku ingin ada yang merawat dan memasakan makanan seperti ini setiap hari!"lanjutnya.


Defaira yang mendengar ucapan Delano pun memandang wajah pria itu,dengan senyuman sangat manis.


Delano yang melihat itu mendekatkan wajahnya ke arah Defaira dan mengecup bibir gadis itu.


"I Love you babe!"Ucap Delano mengecup kening Defaira berpindah ke kedua matanya dan kembali mengecup kedua pipi Defaira.


Terakhir dia terfokus ke bibir Defaira yang masih mengembangkan senyuman untuknya.


"I love you More Mr.!"jawab Defaira


Setelah itu Delano benar-benar ******* bibir mungil kekasihnya,dia sedikit menggigit bibir bawah Defaira agar gadis itu memberi celah Delano untuk menguasai rongga milik Defaira.


Defaira yang peka pun membiarkan Delano menguasai bibirnya,suara-suara kecapan terdengar jelas di keheningan ruangan apartment.


。。。


Delano pov


Mungkin sedikit aneh pria yang usia sudah matang sepertiku memilih kekasih yang umurnya sangat jauh di bawahku.


Tapi sungguh keinginan untuk memiliki dia selamanya sangat menggebu dibanding memikirkan berbedaan umur itu.


Setelah mencoba mendekatinya,dengan berani aku menyatakan perasaanku walau berawal dari gosip yang di sebar paparazzi.


Sudah dua bulan aku bersamanya,bahkan aku sering menginap di apartmentnya dan lebih parahnya lagi aku membawa beberapa potong baju kerja dan santai kesana.


Aku merasa seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta jika bersama gadis itu.


Dan aku berharap dia adalah takdirku.


Delano pov end

__ADS_1


__ADS_2