
Irlandia, sebuah negara di benua Eropa yang dulunya pernah menjadi bagian dari Inggris. Negara yang penuh dengan sejarah dan tempat – tempat wisata yang sangat indah. Di negara ini juga cerita tentang kehidupan cintanya terukir.
-----
Untuk pertama kalinya Emi menginjakkan kakinya dinegara ini, negara yang sangat asing untuknya. Hanya karena demi seorang pria, Emi nekat pergi seorang diri, tentu dengan segala daya upaya yang ia lakukan agar mendapatkan izin kakaknya.
' Jangan bertindak bodoh, apa yang kamu lakukan ini sungguh sangat tidak masuk akal', ujarnya dengan suara meninggi.' Kakak tidak ingin mendengar hal ini lagi, sekarang kamu pergilah'.
' Aku tidak akan pergi, sampai kakak membantuku. Aku sangat mencintainya kak, aku ingin dekat dengannya'.
' Apa ini yang kalian sebut cinta, berfikirlah jernih Emi. Apa pria itu pernah mengajakmu pergi bersamanya?'. Emi menggelengkan kepalanya . ' Lantas kenapa kamu berkeras untuk mengikutinya'.
' Kakak tidak akan mengerti karena kakak tidak pernah menyukai seseorang'.
' Emi!!!!'.
' Bantu aku, ini terakhir kalinya kak, aku tidak akan melakukan hal bodoh ini lagi. Aku akan menanggung segala resikonya'.
Emi terus memohon pada kakaknya, demi pergi ke negara itu, Emi rela berdebat dengannya. Dengan segala syarat yang diberikan oleh Hiro, Emi pun menyetujuinya.
' Kakak harap kamu tahu apa yang kamu lakukan. Bersiaplah tiga hari lagi, kakak akan menyiapkan semua keperluanmu '.
' Terima kasih kak'. Peluk Emi.
Setelah tiga hari, Emi berangkat menuju Irlandia. Demi seseorang yang dicintainya, dia rela melakukan ini.
Sesampainya disana, Emi langsung diantar oleh kenalan kakaknya ke apartemen yang sudah disiapkannya. Emi benar-benar takjub dengan kakaknya ini, walaupun dia terus keras padanya, pada akhirnya dia tidak akan tega menelantarkan adiknya ini.
' Kalau ada yang kamu perlukan, kamu bisa katakan padaku'.
' Baiklah terima kasih kak'.
' Istirahatlah, kamu pasti lelah', ujarnya lalu pamit.
__ADS_1
Emi membaringkan tubuhnya, ia memang sangat lelah karena perjalanan yang sangat panjang. Tidak lupa Emi menghubungi kakaknya disana. Dia tidak ingin kakaknya khawatir memikirkannya disini karena kakaknya tahu Emi datang ke sini dengan alasan pribadi, ia takut adik kesayangannya ini akan kecewa nantinya.
-------
Keesokan harinya dengan penuh semangat Emi mendatangi orang yang dicarinya selama ini. Emi mengenalnya saat mengikuti pelajaran tambahan di bimbingan belajar. Dia merupakan salah satu pengajar disana. Emi tertarik padanya pada pandangan pertama. Tidak butuh lama, mereka menjadi sangat dekat, rasa suka itu tumbuh dihati Emi dan semakin mendalam.
Saat Emi tahu kalau Ia akan pergi , Emi benar-benar sedih, walaupun tujuannya kesana adalah mimpinya selama ini tapi tidak bisa dipungkiri bagaimana perasaannya saat itu, senang sekaligus sedih itulah yang dirasakannya. Maka dari itu, dengan segala kenekatannya Emi datang khusus kesini hanya untuk dekat dengannya lagi.
' Riku', Emi berlari menghampirinya saat melihat pria itu keluar dari sebuah gedung.
' Echan, sedang apa kamu disini', tanyanya kaget melihat Emi sudah ada dihadapannya.
' Tentu saja bertemu denganmu', jawabnya tersenyum.
' Tapi untuk apa'.
' Kenapa kamu kelihatannya tidak senang'.
' Bukan begitu tapi kamu membuatku kaget karena tiba-tiba ada disini'.
' Ten...tentu saja, tapi seharusnya kamu memberitahuku dahulu'.
' Maaf, aku terlalu senang hingga lupa memberitahumu. Hmmm... apa kamu ada waktu?'.
' Aku sangat sibuk Echan, aku tidak bisa menemanimu, mungkin lain kali saja'.
' Benarkah', ujarnya kecewa. ' Ya sudah tidak apa-apa, kalau kamu tidak sibuk nanti boleh kita pergi?', tanyanya penuh harap.
' Tentu Echan', jawabnya. ' Aku tidak bisa lama, aku harus pergi, semoga harimu menyenangkan disini' .
Emi terus menatap Riku yang pergi meninggalkannya, ada sedikit rasa kecewa dihatinya karena sebenarnya Ia berharap Riku bisa mengahabiskan waktu dengannya, tapi Emi tahu Riku disini sangat sibuk, tidak ada waktu untuk bermain-main.
Waktu terus berlalu, tidak terasa Emi sudah mengabiskan waktu berbulan-bulan disini. Awalnya sulit, tapi ia berusaha agar bisa menyesuaikan diri dengan keadaan disini. Emi banyak menghabiskan waktu di kampusnya, walaupun tujuannya kesini bukan untuk sekolah, tapi agar orang tuanya tidak curiga, Hiro menyarankan Emi untuk sembari belajar disini, Emi juga tidak keberatan, asal apa yang diinginkannya terpenuhi, apapun perkataan kakaknya akan disanggupinya.
__ADS_1
Sesekali Emi mendatangi Riku di tempat kerjanya, Ya... Riku mendapatkan kesempatan magang disalah satu perusahaan terbesar disini. Walaupun hanya bertegur sapa, bagi Emi itu sudah cukup. Hanya beberapa kali mereka pergi bersama, itu pun bisa dihitung dengan jari. Emi tidak ingin mengganggu pekerjaannya disini karena ia tahu bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan kesempatan ini.
' Permisi'. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya. ' Kamu Echan kan' , tanyanya tanpa basa basi.
' Bagaimana kamu tahu namaku', tanyaku balik karena selama ini yang menyebut nama itu hanya Riku.
' Aku Hiromi, Riku sering menyebut namamu, tidak sengaja tadi aku melihatmu berbicara dengannya, maka dari itu aku menyapamu. Tidak kusangka ternyata Echan sangat cantik'.
' Terima kasih atas pujiannya, tapi aku tidak secantik itu', ujarnya. ' Kenapa kamu mendatangiku?'.
' Mungkin aku lancang, aku hanya ingin minta bantuan padamu'.
' Bantuan? Apa yang bisa aku bantu?'.
' Tolong jauhi Riku'.
' Apa??? kenapa aku harus melakukannya?'.
' Nanti juga kamu tahu, dia bukan orang yang bebas sepertimu, jadi aku mohon dengan sangat jangan temui Riku lagi'. Ia pun berlalu meninggalkan Emi yang masih terpaku dengan ucapannya. Apa sebenarnya maksud wanita itu, bukan orang yang bebas? Apa yang selama ini yang ia tidak tahu tentang Riku.
Emi terus memikirkan perkataan wanita itu hingga ia tidak bisa tidur. Emi mencoba menghubungi Riku tapi tidak ada jawaban. Sekali lagi ia mencoba menghubunginya, terdengar suara wanita yang ia temui waktu itu. Lagi-lagi wanita itu mengatakan hal yang sama padanya saat pertama kali mereka bertemu. Bagaimana ponsel Riku ada padanya, apa sebenarnya hubungan mereka. Pertanyaan itulah yang selalu menghantuinya saat ini.
Tidak tahan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan ini, Emi mengirim sebuah pesan agar Riku menemuinya di tempat mereka sering bertemu.
Lama menunggu akhirnya Emi melihat Riku, saat ia ingin menghampirinya, terlihat seorang wanita yang tidak asing untuknya dan juga seorang anak laki-laki. Mereka terlihat bahagia, bercanda satu sama lain, tertawa dan sesekali anak laki-laki itu ada di pangkuannya.
' Ayah'.
Sebutan itu membuat Emi tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Apa dia tidak salah dengar anak itu memanggil Riku dengan sebutan ayah. Hatinya hancur, apa selama ini Riku menyembunyikan pernikahannya, apa selama ini ia menyukai suami orang, apa ia sudah menyakiti hati seorang wanita. Sekarang ia paham dengan kata-kata bukan orang bebas, Riku sudah menikah dan dengan bodohnya ia mengikutinya sampai kesini dan berharap bisa bersamanya.
' Emi, lihatlah, kamu benar-benar bodoh, sadarlah, lupakan cintamu'.
Emi menutup diri setelah kejadian waktu itu, ia pun tidak memberitahu kakaknya tentang peristiwa itu. Berkali-kali Riku menghubunginya, tapi ia tidak memperdulikannya. Saat ini ia hanya ingin sendiri dan mencoba melupakannya, walaupun itu sulit.
__ADS_1
Tapi setelah sekian lama dan Emi sudah mulai menata hatinya, tiba-tiba Riku hadir dihadapannya. Menyebut namanya sekali lagi, nama yang tidak ingin didengarnya dari mulut Riku.
' Echan. '