Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
KENCAN PERTAMA


__ADS_3

Satu persatu pakaian demi pakaian berserakan diatas tempat tidur, aku sibuk mencari pakaian yang bagus untuk kupakai, aku ingin tampil terbaik karena hari ini pertama kalinya aku berkencan dengan Hiro. Aku sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama dengannya, walaupun akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan pekerjaannya, tapi dia mengusahakan menyempatkan diri untuk mengajakku pergi. Padahal kemarin baru saja dia pulang dari Singapura, tiba-tiba dia bilang ingin pergi berdua denganku. Sebenarnya aku sangat khawatir dengan kondisi fisiknya, aku takut dia sakit karena kelelahan. Tapi dia bersikeras karena sudah lama tidak bertemu denganku, lagipula aku juga rindu padanya. Kalau dipikir-pikir, akhir-akhir ini aku memang jarang melihatnya karena beberapa minggu belakangan ini dia sibuk dengan proyek barunya.


' Kamu sudah sampai?'. Aku terkesima melihat pria yang ada didepanku ini. Tidak kusangka tuan CEO ini begitu tampan bila memakai pakaian biasa. Tidak heran kalau setiap orang yang melihatnya akan terpesona. ' Neira, aku tahu aku tampan, tapi sampai kapan kamu melihatku seperti itu'. Aku pun memalingkan wajahku karena ketahuan sedang menatapnya.


' Aku tidak melakukannya'. Aku menggaruk kepalaku. Aku jadi salah tingkah karenanya dan dia pasti tahu perasaanku ini. Aku terkejut ketika tiba-tiba Hiro memegang tanganku dan menggenggamnya erat.


' Hari ini aku tidak membawa mobil, aku ingin kita berdua jalan sambil bergandengan tangan seperti ini'. Aku mengangguk dan tersenyum. ' Lalu kita kemana?'.


' Kita jalan saja, lalu kita naik bus, lalu kita turun, lalu kita jalan sampai kita capek'.


' Baiklah, apapun yang kamu inginkan nona'.


Aku dan Hiro berjalan sambil bergandengan tangan. Tak henti-hentinya aku tersenyum memandangnya. Kami memutuskan untuk menaiki bus pergi ke suatu tempat. Ini pertama kalinya aku naik bus bersamanya. Aku sangat terharu melihatnya seperti ini, aku pikir dia orang yang tidak suka naik transportasi seperti ini, tapi ternyata dia bisa juga.


' Kenapa dari tadi kamu senyum-senyum sendiri'.


' Tidak'.


' Apa kamu pikir aku tidak terbiasa naik bus seperti ini'.


' Bagaimana bisa kamu tahu aku memikirkan hal itu'.


' Tentu saja aku tahu, aku ini bisa membaca pikiran orang, apalagi pikiranmu'.


' Tidak percaya'. Aku mengernyitkan dahiku.


' Mau bukti?'. Aku mengangguk keras. ' Kalau tidak salah waktu itu, waktu kakimu cidera lalu aku menggendongmu, pikiranmu pasti mesum'.


' Haaaaaa.!!!!'. Aku menutup mulutku karena tiba-tiba berteriak. Orang-orang yang ada didalam bus sontak melihatku. Aku jadi malu sendiri, kenapa Hiro tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. ' Aku....'. Tiba-tiba Hiro tertawa.


' Aku hanya bercanda, kenapa kamu serius menanggapinya atau jangan-jangan.....'.


' Apa?'.


' Jadi benar ya'.


' Hiro!!!!'. Wajahku seketika memerah.


' Kamu ini sangat menggemaskan, aku sangat suka melihat wajahmu yang memerah itu'. Aku memukulnya karena kesal.

__ADS_1


Bus berhenti, aku pun turun tanpa menoleh padanya. Aku sangat kesal padanya karena sudah membuatku malu didalam bus tadi.


' Neira, aku cuma bercanda, jangan marah, aku minta maaf'. Dia memohon padaku yang kesal ini. ' Jangan marah lagi, please'.


' Aku tidak perduli'


' Eh.....eh Neira'. Hiro menarik tubuhku lalu memelukku dari belakang. ' Kamu tahu sebenarnya aku lebih tidak nyaman saat aku menggendongmu, aku menahan diriku, sangat keras. Bagaimana bisa aku tenang saat kamu menatapku terus-menerus, hembusan nafasmu, kamu pikir itu gampang untukku'.


' Dasar mesum'.


' Kalau begitu kita ini pasangan mesum'.


' Apa-apaan itu, dasar'.


' Neira... '.


' Aku tidak kesal lagi kok, aku juga tidak marah'.


' Jadi tadi balas dendam'.


' Iya'.


' Dasar' ujarnya mengacak rambutku. Aku mencubitnya karena kesal sudah mengacak rambutku.


' Masih cantik kok walaupun berantakan'.


' Gombal'.


' Siapa yang gombal', sahutnya. ' Ini minumlah', ujarnya memberikan sebotol air mineral padaku.


' Terima kasih'. Aku membuka botol minuman itu lalu menenggak minuman yang diberikannya.


' Sudah berapa jauh kita berjalan, apa kamu tidak lelah?', tanyanya.


' Tidak, aku senang', jawabku tersenyum. Sesaat aku menghela nafasku, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padanya, tapi aku bingung untuk memulainya darimana.


' Ada apa?'.


' Aku....'. Hiro menunggu ucapanku yang terpotong. ' Aku ingin mengatakan sesuatu, tidak tahu sampai kapan aku harus diam, aku juga tidak ingin kamu tahu dari orang lain'.

__ADS_1


' Kenapa kelihatannya serius sekali, katakanlah'.


' Takuya'. Tiba-tiba aku menyebut nama itu dihadapannya.


' Takuya???'.


' Ini tentang Takuya'. Raut wajah Hiro berubah. ' Hiro, apapun yang aku katakan ini tolong jangan salah paham'.


' Aku mengerti, jadi ceritakanlah'. Hiro mencoba memahami ketakutanku.


' Emi pasti pernah bilang kalau Takuya adalah tunanganku, itu benar, aku dan Takuya dulu memang bertunangan tapi karena suatu hal, dia memutuskan pertunangan kami. Ada suatu kejadian yang membuatnya salah paham padaku. Berkali-kali aku menjelaskan padanya tentang kejadian itu, tapi dia tidak mempercayaiku. Aku sangat terluka waktu itu, apalagi saat tahu kalau dialah yang merencanakannya . Aku tidak mengerti kenapa dia melakukan itu padaku, entah apa salahku padanya. Padahal dia adalah orang yang paling aku sayangi, aku tidak bisa melupakannya saat itu. Lalu ada seseorang yang mengatakan padaku kalau yang dilakukannya waktu itu hanya ingin melindungiku karena ada orang yang ingin mencelakai keluargaku. Dia menyakitiku agar aku membencinya karena kalau dia mengatakan hal yang sebenarnya padaku, malah akan berbahaya untuk keluargaku dan juga keluarganya. Kamu tahu, orang itu mengatakan kalau dia masih mencintaiku dan tidak pernah melupakanku. Satu sisi aku lega begitu tahu dia tidak pernah membenciku. Tapi Hiro, aku sudah melupakannya, seiring waktu aku sadar kalau perasaanku padamu tidaklah salah, aku memang menyukaimu. Aku sudah melupakan Takuya, aku hanya ingin bersama denganmu, Hiro'.


Aku menatapnya dalam, Hiro masih diam, tidak ada reaksi darinya. Aku mengerti bagaimana perasaannnya mendengar perkataanku ini. Mungkin dia perlu waktu untuk memahami situasi ini.


' Hiro....'.


' Maaf Nei, aku hanya sedikit terkejut dengan perkataanmu'.


' Aku tahu, ini pasti sulit untukmu'.


' Nei, terima kasih sudah memberitahukanku tentang hal sebesar ini, aku tidak marah, lagipula aku juga tahu siapa Takuya. Dia orang yang bekerja sama dengan perusahaan kita , aku benarkan?'.


' Benar, dia Takuya'.


' Pertama kali dia datang ke perusahaan dan memperkenalkan dirinya, aku sedikit terkejut karena namanya yang mengingatkanku padamu. Lalu aku mencari tahu dan benar, dia adalah Takuya yang Riku bicarakan waktu itu. Aku sempat melihat kalian berdua saat itu, bagaimana dia berbicara padamu, caranya menatapmu, aku tahu dia belum melupakanmu dan aku tidak suka melihatnya'.


' Aku juga terkejut waktu dia muncul di perusahaan', ujarku. ' Hiro....apapun yang terjadi, bisakah kamu percaya padaku'.


' Kalau aku melanggar janjiku, bisakah kamu memukulku'.


' Mmmm...'. Aku mengangguk. ' Aku pasti akan memukulmu, tapi tolong jangan sampai aku memukulmu, itu berarti kamu tidak mempercayaiku, itu menyakitiku', ujarku menangis dipelukannya.


' Aku tidak bilangkan kalau kamu boleh menangis'.


' Maaf'. Hiro menghapus air mataku lembut, dia tersenyum melihatku yang mudah sekali menangis.


' Neira, dengarkan aku. Apapun yang terjadi kita hadapi bersama. Aku ini hanya manusia biasa, terkadang bisa terpancing dengan hal-hal yang bodoh. Jika ini terjadi padaku atau padamu, tolong jangan lari, hadapi bersama. Kamu mengerti kan?'. Aku mengangguk. ' Neira, apapun yang terjadi, aku tetap menyayangimu'.


' Mmmm....aku juga akan tetap menyayangimu'.

__ADS_1


Aku sedikit merasa lega karena sudah memberitahukannya mengenai Takuya . Aku tidak ingin dia kecewa kelak kalau tahu cerita ini dari orang lain. Sebisa mungkin aku ingin lebih terbuka padanya tentang apapun yang terjadi padaku. Aku tidak ingin ada kesalahpahaman lagi.


Aku ingin hubungan ini kelak akan berjalan sebagaimana mestinya. Apapun yang akan terjadi nanti, kami pasti bisa menghadapinya.


__ADS_2