Cherry Blossom Love

Cherry Blossom Love
PERNIKAHAN


__ADS_3

Dua minggu menjelang pernikahan Emi dan Riku


-----


' Loh calon pengantin kenapa kesini', celetukku melihat Emi yang tiba-tiba muncul dikantor hari ini.


' Nggak betah dirumah Nei, rindu', ujarnya memelukku.


' Gugup ya?'. Emi mengangguk. ' Bisa juga kamu ya, biasanya juga pecicilan'.


' Jahat deh', ujarnya memukul pundakku. Aku hanya tersenyum melihatnya yang seperti ini. Aku tahu ada yang sedang disembunyikannya.


' Duduklah, ceritakan padaku, ada apa denganmu'. Dia terkejut dengan ucapanku. Aku melihatnya menghela nafas, seperti ada beban yang dipendamnya selama ini.


' Masih ingat dengan Hiromi?', ujarnya memberanikan diri menceritakan hal yang dipendamnya selama ini.


' Dia wanita yang mendekati Riku kan?'. Dia mengangguk. ' Lalu apa dia menemuimu?'.


' Ya, dia menemuiku beberapa hari yang lalu, dia ada disini'.


Aku melihat raut wajahnya mulai berubah, aku punya firasat buruk dengan pembicaraan ini, Emi tidak biasanya seperti ini.


' Apa dia mengatakan sesuatu padamu?'.


' Banyak hal, dia tahu kalau aku dan Riku akan menikah, makanya dia datang ke Jepang untuk menemuiku, dia ingin aku membatalkan pernikahan ini demi anaknya'.


' Apa wanita itu sudah tidak waras'.


' Sepertinya begitu, karena apapun yang aku katakan dia tidak mau mendengarkan, aku takut melihatnya, Nei. Dia bisa nekat, apapun akan dilakukannya, aku takut kalau dia akan menyakiti anaknya untuk menghalalkan segala cara'.


' Apa Riku tahu soal ini.


'


' Riku belum tahu, aku tidak tahu harus mengatakan apa, kakakku juga tidak tahu. Hanya kamu, Nei, aku menceritakan ini hanya padamu'.


' Tidak bisa seperti ini, ikut aku'.


' Kita mau kemana Nei'.


' Ke tempat Rikulah, ini hampir jam istirahat, nanti dijalan kita hubungi Riku'.


' Tapi.....'.


Aku memegang erat tangannya, takut Emi akan kabur karena aku membawanya bertemu dengan Riku. Ini adalah masa depannya, bagaimana bisa dia akan menikah dengan membawa masalah seperti ini.


Sesekali aku melihatnya, Emi terlihat sangat cemas, dia terus memegang tangannya dengan erat. Aku tahu apa yang dirasakannya, disatu sisi itu adalah tunangannya disisi lain takut seseorang akan menyakiti dirinya sendiri ataupun orang lain.


Sesampainya disana, aku memarkirkan mobil, sebelumnya aku sudah menghubungi Riku untuk bertemu dengannya.


'Nei'. Suara Emi terdengar parau.


' Ada apa?'. Aku mulai cemas.


' Itu Hiromi'. Aku membalikkan badanku begitu Emi memberitahukanku bahwa Hiromi ada disana. Hiromi beserta anaknya, aku menelan ludahku, kecemasanku terbukti. Aku memandangi wajah Emi yang berubah sedih.


' Tunggulah disini'.


' Tidak, aku ikut'. Aku tidak bisa mencegahnya, mungkin ini yang terbaik untuknya berhadapan langsung dengan mereka.


Aku dan Emi bergegas menemui Riku dan Hiromi. Sesaat kami mendekat, aku memanggil namanya. Riku menoleh.

__ADS_1


' Neira, Echan ...'. Raut wajahnya berubah. Hiromi yang ada didampingnya mulai bertingkah. Menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Riku. ' Ini Hiromi dan ini Shun , anaknya Hiromi', ujarnya memperkenalkan diri mereka.


' Apa yang kalian lakukan berdua', tanyaku tanpa basa basi. ' Bukankah aku sudah menghubungimu untuk berbicara'.


' Aku sedang menunggu kalian, Hiromi datang hanya untuk mengunjungiku, dia baru saja tiba dari Irlandia'.


' Baru saja tiba?'. Aku mengulang pertanyaannya. Aku melihat wanita itu dengan sinis. ' Riku, apa hubunganmu dengan wanita ini?' .


' Kami hanya teman'.


' Teman, tapi dia tidak menganggapmu seperti itu. Bukankah dulu kamu tahu apa yang dilakukannya kepada Emi'.


' Neira'. Emi menarik tanganku.


' Riku akan menikahiku bukan menikahimu ', celetuk wanita itu yang membuat kami kaget.


' Hiromi, apa yang kamu katakan!!!'.


' Kamu akan menikahikukan , lihatlah Shun, dia selalu ingin bersamamu dan kamu juga suka dengannya, bagaimana bisa kamu meninggalkan kami dan menikah dengannya'.


Rasanya aku ingin sekali menampar wajahnya. Dia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.


' Hiromi bukan berarti aku harus bersamamu'.


' Tidak, kamu harus bersamaku '.


' Hiromi, aku dan Echan saling menyukai, sebentar lagi aku akan menikah dengannya, kita ini hanya berteman baik, kamu tahukan'.


' Dengar, wanita ini tidak akan......'.


' HENTIKAN!!', teriak Emi menyela. Kami terdiam sesaat.


' Echan, dengarkan aku, aku dan Hiromi tidak ada hubungan apa-apa'.


Emi melangkah pergi meninggalkan kami,


Aku melihat Riku yang kalut dengan kemarahan Emi.


' Aku akan menghubungimu nanti, Riku', ujarku mengejar Emi.


' Dia tidak akan pernah menikahimu, dia tidak akan', teriak wanita itu.


Aku membawa Emi pergi jauh dari tempat itu. Aku memegang tubuhnya yang gemetar, bulir-bulir air matanya mulai jatuh. Emi menangis segugukkan, dadanya pasti terasa sesak. Aku membiarkannya meluapkan kemarahannya, aku tahu ini pasti berat untuknya. Aku hanya bisa berdoa agar semuanya kembali seperti semula, sebelum wanita itu datang dan Riku bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya.


----


' Apa yang terjadi?'. Aku menoleh padanya yang duduk disampingku.


' Ada masalah dengan hubungan Emi dan Riku. Ada wanita yang bernama Hiromi yang tiba-tiba datang diantara mereka'.


' Apa Riku berselingkuh?'.


' Aku tidak tahu apa itu selingkuh atau bukan, karena Riku hanya menganggapnya teman, oh ya kamu ingatkan kejadian di Irlandia itu, Emi mengira Riku sudah menikah'. Hiro mengangguk. ' Dialah wanita itu dan sekarang ingin merusak pernikahan Emi'.


' Lalu apa tindakan dari Riku'.


' Aku menemuinya lagi setelah mengantarkan Emi. Dia masih mengusahakan untuk berbicara baik-baik dengan Hiromi . Hiromi termasuk orang yang nekat, Riku takut dia menyakiti Emi ataupun Shun'.


' Shun?'.


' Anak Hiromi'.

__ADS_1


' Kenapa jadi seperti ini, pernikahan mereka tinggal sebentar lagi'.


' Hiro bersabarlah, kita percayakan pada Riku . Dia sangat menyayangi Emi, dia pasti bisa menyelesaikannya'.


' Baiklah'. Hiro menghela nafas. ' Aku takut Emi terluka dan aku juga tidak ingin bertindak terlalu jauh walaupun aku ingin'.


' Jangan melakukan hal-hal yang akan membuat Emi marah.'


' Iya, aku tahu'.


' Mmmm... sekarang aku harus pulang, Emi pasti sudah tidur, Nezu pasti sedang menungguku dirumah', ujarku beranjak dari tempat dudukku . Tanpa aba-aba tiba-tiba Hiro menarik tanganku, sontak aku kaget. Dia memelukku dengan erat, aku sudah berada didekapannya. ' Hiro, lepaskan aku'.


' Jangan pulang, tetaplah disini, aku akan menyuruh Ryu untuk menemani Nezu dirumah'.


' Tapi....'.


' Aku tidak akan melepaskanmu'.


' Hiro'. Aku menggerakkan tubuhku agar dia melepaskanku, tapi tenagaku tidak cukup kuat untuk lepas dari dekapannya.


' Neira, diamlah, kalau kamu bergerak terus, aku tidak akan bisa menahan diriku lagi, aku punya batas, kamu tahu itu'.


Aku terdiam. ' Baiklah, aku diam, jangan lakukan apapun, oke'.


' Kita lihat saja nanti'.


' Hiro!!!'.


' Husshhhh, tidurlah'.


Rasanya aku ingin memukulnya, dia selalu seenaknya.


Tanpa terasa pagi pun menjelang. Aku dan Hiro tertidur dengan pulasnya tanpa menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan kami.


' Ehem...ehem...'.


Aku membuka mataku sedikit demi sedikit, samar-samar terlihat bayangan seseorang berdiri dihadapan kami . Begitu aku tahu siapa yang ada didepanku ini, aku pun terlonjak kaget dan memukul Hiro yang masih tertidur.


' Enak ya mesra-mesraan '.


' Kami hanya tidur'.


' Tidur enak'.


' Kamu ini mengganggu saja' celetuk kakaknya.


' Adiknya malah dibilang mengganggu, kejam'.


' Apa kamu sudah baikkan', tanyaku pada Emi yang sudah duduk diantara aku dan Hiro.


' Mungkin, tapi tidak tahu aku bisa lebih tegar apa tidak, aku mencoba untuk mempercayainya saja'.


' Semua pasti akan berjalan baik', ujarku, lalu Emi tersenyum


' Kalau dia menyakitimu, dia tidak akan hidup dengan tenang', sela Hiro tanpa basa basi.


' Hiro!'.


' Kakak kalau adikmu ini patah hati, kakak yang harus menyembuhkannya, uang kakak kan banyak jadi nanti ajak aku jalan-jalan, oke'.


' Baiklah nona kecil, apapun yang kamu inginkan'.

__ADS_1


' Kakak memang terbaik, kakak iparku juga'.


Sesaat aku senang melihat Emi mulai ceria lagi, walaupun aku tahu dia memaksakan dirinya terlihat baik-baik saja dihadapan kami. Dia tidak ingin kami khawatir dengannya. Aku berharap akan ada berita yang baik untukknya nanti, aku ingin melihatnya memakai gaun pengantin dan hidup bahagia selamanya.


__ADS_2